Zaara

Zaara
bab. 107. Sagara dan Daren part 2



Jangan lupa untuk dukungannya, dengan cara vote dan like...🙏☺️


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Mas Daren jika sedang sibuk nanti biar Ayana saja yang jemput anak anak"ucap Ayana saat melihat Daren yang sepertinya memiliki urusan penting.


Beberapa saat yang lalu memang ada yang menghubungi Daren dan ternyata itu adalah telepon dari salah satu teman bisnis yang cukup penting, tetapi Daren menolak hal tersebut dengan berasalan jika pertemuan itu bisa diundur setelah menjemput Ken dan Ren terlebih dahulu.


"Nanti kau bisa terlambat mas, lebih baik pergi ke pertemuan dulu dan masalah Ken dan Ren aku bisa menjembut anak anak nanti"


Tetapi Daren tetap bersikukuh agar menjemput Keanu dan Revano terlebih dahulu.


"Kau tenang saja aku bisa menyelesaikan semua ini, lagi pula tinggal satu jam lagi Ken dan Ren akan keluar dari kelasnya..." setelah mengucapkan kalimat tersebut, Daren pun bergegas untuk menyelesaikan urusannya terlebih dahulu.


Daren harus menghubungi rekan bisnisnya, memberitahukan jika ia akan memundurkan jam pertemuan agar menjadi di sore hari saja, dan setelah semuanya beres, satu jam kemudian tepat pada jam 2 siang, Daren bergegas pergi untuk menjemput Keanu dan Revano di sekolahnya.


Sementara itu...


Di TK harapan kasih...


Seperti yang telah dijanjikan oleh Sagara, Sagara sudah sampai didepan TK tersebut dan sedang menunggu Ken dan Ren untuk keluar dari kelasnya.


Saat itu Sagara merasa sangat tidak sabaran untuk bertemu dengan dua anak kembar yang cerdas itu, Entahlah!, Sagara merasa terpikat dengan dua anak kecil itu.


Keanu yang cuek dan Revano yang sangat ramah, memang anak kembar yang berlawanan sifat, tetapi walaupun begitu Sagara merasa jika mereka itu sama sama perhatian satu sama lain.


Sagara merasakan perhatian yang diberikan oleh Keanu sebagai seorang kakak untuk Revano dan Revano adalah adik yang luar biasa mengerti apa yang dimaksud oleh Ken.


Tak lama Ken dan Ren pun terlihat dari balik gerbang sekolah, berjalan keluar dan menghampiri Sagara dengan raut wajah yang ceria! Revano anak itu bahkan sampai berlari kecil menghampiri Sagara.


"Hai anak anak manis!" sambut Sagara dengan senyuman lebar diwajahnya.


Sagara benar benar merasa bahagia melihat anak kembar itu, sedangkan Andreas yang ada didalam mobil yang terparkir diseberang jalan, hanya menatap Sagara dengan perasaan yang bertanya tanya!?,


Siapa dua anak laki laki itu?, mengapa Sagara sepertinya sangat senang?, sebenarnya bukan hal yang tidak biasa bagi andreas melihat Sagara yang menyukai anak kecil, bahkan hal tersebut sering ia lihat ketika Sagara mampir ke panti asuhan.


Tetapi yang menjadi perbedaannya saat ini adalah, Sagara benar benar terlihat lebih bahagia dan tertawa dengan lepas!, Dan jujur disaat Andreas melihat senyuman Sagara, Andreas menjadi sedikit lebih lega, karena semenjak kematian Zaara, Sagara hanya tersenyum tipis bahkan terkesan kaku dengan orang lain.


"Revano, Keanu...!" Sagara berlutut dihadapan Ken dan Ren menyamaratakan posisinya dengan mereka.


Keanu masih membuang mukanya dihadapan Sagara, sedangkan Revano sudah berbinar binar dari tadi.


"Apa yang paman bawa?, apakah itu untuk Ren dan kakak Ken?" celetuk Ren bersemangat disaat ia melihat ada sebuah paper bag ditangan Sagara.


"Heumm...Ternyata dari tadi kau terlihat sangat senang itu hanya karena hadiah yang paman bawa?!" ucap Sagara berpura pura cemberut.


"Tidak!.. tidak.., Ren juga senang melihat paman," imbuh Revano cepat.


"Cih!"Gerutu Keanu, Sagara terkekeh geli


"Begitu...Baiklah paman membawakan ini untuk kalian berdua, paman harap kalian menyukainya" lanjut Sagara sembari memberikan hadiah hadiah itu untuk Ken dan Ren.


Revano menyambut dengan girang!


"Terimakasih paman"


"Sama sama anak manis, tapi Ken kenapa diam saja!?, Apakah tidak suka dengan hadiah yang paman berikan?" ucap Sagara, Ken hanya diam sambil menatap lurus wajah Sagara.


!?, Sagara menjadi sedikit bertanya-tanya, apa yang dipikirkan oleh keanu saat ini?, Sagara sudah memikirkan hal ini sejak ia bertemu dengan Keanu.


Sangat jelas bukan jika Keanu itu terlihat lebih cerdas dalam menilai seseorang, bahkan Sagara saja bisa melihat hal tersebut dengan jelas.


Sett!


"Ini!"Keanu menjulurkan tangannya, memberikan kembali hadiah yang dibawa oleh Sagara.


"Hhmm..kenapa aku harus melakukan ini.."gumam keanu pelan, Sagara terkekeh!, ucapan itu terdengar ditelinga Sagara.


"Ckk...maaf sebelumnya tapi kata Umi aku tidak boleh menerima pemberian orang yang tidak dikenal"ucap Keanu dengan nada yang terdengar pelan dan tegas.


"Umi?,...paman jadi penasaran siapa Umi kalian,..." Anak anak yang sangat cerdas seperti mereka pasti ibunya pun orang yang sangat baik, pikir Sagara.


"Eumm...benar juga, paman kami tidak bisa mengambil pemberian Paman karena ini pertama kalinya kita bertemu dan saling mengenal..."tambah Revano,


"Tidak apa apa, ambilah setelah ini kita akan selalu bertemu, bagaimana?"


Citttttttt!!


Dan tiba tiba..!!, tepat dihadapan Sagara, muncul satu mobil dan berhenti di depan Sagara.


Ken dan Ren juga menoleh dan ketika itu, perhatian mereka menjadi teralihkan


Brakk!!


Daren keluar dari dalam mobil dengan rahang yang terkantup keras, tatapan lurus dan tanpa permisi, Daren langsung memposisikan dirinya di depan Sagara, menghalangi pandangan antara Sagara dan anak anak.


"Apa masalahmu!!"geram Sagara, ia ikut bertanya tanya, siapa gerangan pria ini!?, pikir Sagara, terlebih lagi disaat ia melihat reaksi pria yang ada dihadapannya saat ini.


"Ken, Ren masuk kedalam mobil!"ucap Daren datar, ia mengacuhkan kalimat Sagara, ken dan Ren pun hanya menurut.


Andreas yang sedari tadi memperhatikan Sagara, ikut terkejut dengan mobil yang berhenti mendadak didepan Sagara.


Andreas pun langsung keluar dan menghampiri Sagara, dan disaat Andreas muncul dihadapan Daren.


DEG!!


Daren mematung sesat, lalu dengan cepat mengubah raut wajahnya menjadi lebih tenang,


"Maaf saya harus segera pergi!"sergah Daren tetapi Sagara langsung mencegat Daren.


"Tunggu tuan!"


"Sebelum anda pergi bisa anda jelaskan maksud anda tadi!?" Sagara geram karena tatapan yang diberikan oleh Daren, seakan akan Sagara itu berbuat jahat kepada Ken dan Ren.


"Ckk..apa maksudnya hah!!" sungut Andreas ikut kesal.


"Sepertinya pria itu sangat terkejut ketika melihatmu" timpal Sagara membuat Andreas mengerutkan keningnya.


"Tetapi...Sepertinya aku pernah bertemu dengannya, tapi dimana..."pikir Andreas, Pria dengan postur tubuh yang tinggi dan rasa yang cukup familiar yang dirasakan oleh Andreas.


Mendengar perkataan Andreas, Sagara pun sontak menoleh lagi!?


"Maksudmu kau pernah bertemu dengannya!?"


"Tidak hanya saja..." Andreas menggantung kalimatnya, ia mencoba mengingat-ingat,


"Entahlah,...tuan mungkin hanya perasaan saya saja" lanjut Andreas akhirnya, Tetapi tidak dengan Sagara.


"Selidiki pria itu!" Perintah Sagara, Harusnya ia sudah tahu itu!, pikir Andreas, Andreas pun mengangguk.


Sagara dan Andreas pun pergi dari sana, sedangkan disisi Daren, Daren langsung memberikan nasehat kepada Ken dan Ren.


"Ken, Ren...Jika kalian bertemu dengan orang yang tidak dikenal tolong jangan terlalu dekat..." ucap Daren masih fokus mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, tetapi walaupun begitu terlihat jelas dari raut wajah Daren yang masih gelisah.


Tak pernah disangka oleh Daren ternyata Sagara dan anak anaknya pada akhirnya bertemu, Daren hanya menyangka jika Sagara akan menemukan Ayana terlebih dahulu, tetapi ia salah, ia lupa jika Ken dan Ren juga bisa saja di temui oleh Sagara.


"Memangnya kenapa ayah, lagipula paman tadi sangat baik dan juga Ren sudah kenal dari kemarin..." sahut Revano jujur.


Revano berpikir Sagara adalah seorang yang baik karena telah menepati janji mereka, Revano berpendapat jika Sagara terlihat jahat, tidak mungkin bukan!?, dari penampilan saja Ren yakin Sagara bukan orang sembarangan.


Tetapi Keanu lagi lagi hanya diam!


"Kemarin?"imbuh Daren.


"Benar ayah"


Kemarin!, hanya pertama kali bertemu tetapi Ren langsung suka dengan Sagara, bahkan anak anak itu mendapatkan hadiah dari Sagara dan tidak menolaknya.


"Setelah ini kalian jangan menemui paman itu!"ucap Daren lagi tanpa bisa di ganggu gugat, Daren hanya diam setelah itu, apa yang sedang dipikirkan olehnya saat ini.


...*************...


Tiga hari setelah kejadian kemarin,


Pada akhirnya Sagara tidak bisa menemui Keanu dan Revano bahkan Sagara tidak bisa menemukan keberadaan Ken dan Ren.


Sedangkan Andreas masih berusaha Untuk mencari informasi tentang Daren, dan setelah tiga hari, akhirnya Andreas menemukan suatu informasi yang membuatnya merasa curiga dengan Daren.


"Jadi dia pemilik perusahaan KR group company!,..." timpal Sagara, Andreas mengangguk kepala singkat.


"Bukankah pemiliknya adalah seorang wanita.." lanjut Sagara,


"Memang benar, jika yang selama ini mengelola perusahaan itu adalah seorang wanita tapi ia hanyalah seorang ibu komisaris diperusahaan itu dan juga saya mendapatkan informasi jika wanita itu adalah istrinya yang bernama Ayana" sahut Andreas lagi menjelaskan semua dengan detail.


"Tapi apa hubungannya dengan sikapnya yang kemarin!?"pikir Sagara, bukankah mereka hanya orang asing, bahkan tanpa sebab juga tuan Daren memutuskan kontrak kerjanya.


Andreas semakin menerawang!,


Pada awalnya mencari informasi tentang Daren itu cukup sulit, bahkan sedikit sekali informasi tentang diri Daren di kota itu. Kebanyakan mereka mereka yang tahu tentang Daren adalah seorang CEO dari perusahaan KR group company, seorang pembisnis yang baru naik daun.


Tetapi walaupun begitu kesan pertama Andreas pada Daren juga cukup familiar, Andreas merasa pernah menemui sosok Daren tapi apakah itu benar, pikir Andreas berkali kali.


Sedangkan Sagara tidak tahu sama sekali! tetapi bagi Sagara tatapan Daren waktu itu, seperti takut akan sesuatu bukannya tidak suka.


"Apa ini ada hubungannya dengan pemutusan kontrak kerjasama yang kemarin!?"


"Itu bisa jadi, tetapi yang menjadi masalahnya adalah apa alasannya melakukan itu, bukankah perusahaan manapun di dunia ini ingin sekali bekerjasama dengan kita" timpal Andreas.


Sikap yang aneh padahal mereka tidak mengenal, memutuskan kontrak tanpa alasan, jika yang memutuskan kontrak itu adalah Daren.


"Cari tahu lebih dalam tentang laki laki ini!"


"Baik akan saya lakukan" Andreas pun langsung pergi meninggalkan Sagara yang berada di dalam kamar hotel.


Sagara mengantupkan gerahamnya rapat-rapat, matanya lurus kedepan, sambil memikirkan semua kemungkinan, walaupun pada kenyataannya ia memang tidak pernah tahu siapa Daren itu.


"Aku semakin penasaran siapa dia sebenarnya" Sagara hanya ingin memastikan apakah semua ini hanya perasaannya saja atau memang ada sesuatu didalamnya.


Disisi lain...


Di sebuah mansion yang menjadi markas para pengawal serta pasukannya,


Brakk!!


Daren mengebrak meja dengan kuat, ia merasa sangat tegang dan juga takut, ternyata Sagara sudah mulai mencari tahu tentang dirinya, Harusnya ia tidak begitu bodoh mengabaikan Sagara, harusnya ia sudah tahu apa yang akan terjadi jika Sagara sedikit saja curiga dengannya.


Walaupun informasi tentang dirinya dinegara ini telah di tutupinya, tetapi tidak bisa dipungkiri Sagara itu sangat hebat dalam menemukan informasi apapun.


"Sial!!"


Jika Sagara mengetahui sesuatu tentang Ayana itu akan semakin gawat, jika Sagara menyadari sesuatu maka akan dipastikan dirinya dalam masalah.


"Pengawal!!" teriak Daren memanggil salah satu pengawal yang sedang berjaga di depan pintunya.


Tap..tapp!!


Pengawal itu menghampiri Daren dengan cepat!


"Apakah ada masalah tuan!" pengawal itu masuk, Daren pun langsung memerintahkan kepada beberapa pengawal untuk melakukan sesuatu terhadap Sagara.


Sebisanya ia harus menutupi semua Informasi yang akan bocor kepada Sagara, semaksimal mungkin Daren akan menghalangi Sagara mendapatkan informasi tentang dirinya ataupun Ayana.


"Dan jangan lupa perketat penjagaan untuk Ayana!" perintah Daren dengan nada yang tegas.


Bersambung...