Zaara

Zaara
bab 6. kembali seperti semula



......................


setelah hari itu Zaara akhirnya pulang kerumahnya...


setelah semua kejadian itu Zaara memulai kehidupan seperti biasa, bekerja, berkuliah.


ia juga mendengar bahwa Veera pergi ke Kanada karena itu ia tidak pernah lagi bertemu Sagara.


Sagara pun tidak berkunjung ataupun menjenguknya


bukannya Zaara berharap tetapi hanya saja ketika ia mulai terbiasa dengan kekhawatiran Sagara padanya ataupun sikapnya yang dingin itu setelah Sagara tidak muncul ia menjadi sedikit tidak terbiasa.


dari ketegangan pagi itu, Sagara tidak pernah lagi muncul dihadapannya, tapi beberapa kali ia berpapasan dengan Sagara di universitasnya.


Sagara sama seperti sebelumnya, dingin dengan segala pesonanya.


Zaara pun pergi berkuliah pagi ini, ia bersiap siap


Zaara memakai pakaian seadanya hanya dengan baju putih dengan rok panjang berwarna coklat ditambah dengan jilbab pashmina berwarna coklat pula.


"bismillahirrahmanirrahim, hari ini hari pertama aku kembali berkuliah semoga hari hariku lebih bermanfaat" doa Zaara keluar rumah


Zaara segera pergi, ia menaiki taksi dan pergi ke universitasnya.


dengan bersemangat Zaara memasuki pagar universitas itu, ia merindukan udara disana yang sangat segar.


"heum...sangat sejuk!" pikir Zaara sambil menghirup udara disana.


"semangat!" Zaara menyemangati dirinya sendiri, lalu dengan langkah yang mantap Zaara pergi kedalam kelasnya.


tap...


tap...


tap...


namun tiba tiba belum sempat Zaara memasuki kelas ia sudah ditarik oleh Meena.


"hei Zaara!!" panggil Meena.


Meena yang selama ini tidak mendengar kabar zaara menjadi khawatir, ia bertanya tanya apa yang terjadi dengan sahabatnya itu.


"Zaara!! aku sangat merindukanmu, kemana saja kau gadis bodoh, kenapa kau tidak memberi kabar


aku sangat mencemaskan mu" ucap Meena terisak sambil memeluk tubuh Zaara.


"maafkan aku Meena" ucap Zaara langsung membalas memeluk Meena, ia menenangkan sahabatnya itu.


sebenarnya Zaara ingin memberitahukan kepada Meena tetapi ia ingat jika ponselnya hilang.


"kenapa kau tidak mengabari aku Zaara, mengapa kau sangat jahat" ucap Meena.


"bukan seperti itu, tetapi aku tidak sempat memberimu kabar". jawab Zaara menjelaskan.


"ponselmu juga tidak bisa dihubungi "ucap Meena lagi dengan raut wajah cemas.


"Meena, ponselku hilang karena itu aku tidak bisa mengabarimu" mencoba memberikan Meena pengertian.


"Meena maukah kau mendengarkan penjelasan ku" sambung Zaara ia ingin menjelaskan semuanya.


akhirnya Meena lebih tenang dan Zaara mulai menjelaskan mengapa ia selama kurang lebih sepuluh hari tidak ada kabar.


setelah mendengar semua cerita Zaara Meena malah membuatnya semakin menangis, sekarang bukannya marah tetapi menjadi sedih ia sekarang tau mengapa sahabatnya itu hilang kabar.


" hu..hu..hu... me..nga..pa kau baru bilang sekarang" ucapnya terbata bata.


"Meena kau tidak membiarkan aku menjelaskannya" jawab Zaara yang memang dari tadi ingin menjelaskan tetapi tidak bisa karena sahabat nya itu selalu berbicara.


dua sahabat itu berpelukan, akhirnya Meena pun berhenti menangis dan juga dosen mereka sudah datang karena itu mereka juga kembali ke kelas masing-masing.


***


dikantor Sagara...


"AKHH...!!" runtuk Sagara sedari tadi didalam ruangannya.


Sagara Caesar Ardiaz seorang laki laki yang terkenal kejam, dingin, dan tidak pernah perduli dengan orang lain disekitarnya, namun apa yang telah terjadi pada dirinya.


tiba tiba secara tidak sengaja ia bertemu seorang gadis, bukan gadis yang biasa ditemuinya setiap hari, tetapi seorang gadis cantik berjilbab memiliki senyum yang menawan dan juga gadis yang bodoh menurutnya.


baru pertama kali hidupnya seperti sekarang, dari peristiwa pagi itu, Sagara tidak pernah menemui Zaara lagi, bukan karena marah, tetapi karena hatinya yang sangat gamblang.


entah mengapa ia sangat menginginkan Zaara ada disampingnya setiap saat,selalu melihat senyumannya yang manis, tetapi diwaktu bersamaan hatinya juga kesal dan marah.


kesal karena Zaara yang tidak pernah mengharapkan dirinya? atau marah karena tidak bisa mengendalikan perasaannya sendiri?.


entahlah yang pasti sekarang Sagara sangat bingung dengan hatinya, ia ingin menemui Zaara tetapi egonya menekannya terlalu kuat.


lagi lagi Sagara menghela nafas panjang,,


"ckk....hhmmmm...!!"


ia menyandarkan tubuhnya di kursi kerjanya,ia ingin menemui gadis itu, pikirnya.


"Akhh....!! lagi lagi perasaan tidak jelas ini, apa yang salah dengan hati ku sekarang, pasti sudah rusak" runtuk Sagara


"AKHHH.. SIALAN" lagi lagi ia berteriak tidak jelas.


sebenarnya Sagara memutuskan untuk tidak memikirkan Zaara tetapi gadis itu selalu terlintas dipikiran dan hatinya benar benar telah mengkhianati nya sekarang.


tok.. tok.. tok....! pintu diketuk


"masuk" saut Sagara datar.


kriitt...!! pintu terbuka dan rupanya itu adalah Andreas, ia pun masuk dan memberi bow.


"selamat siang tuan muda" bow Andreas.


Sagara hanya diam,,,


Andreas yang melihat hal itu menjadi bertanya tanya


dengan memberanikan diri Andreas bertanya


"apa ada masalah tuan muda?" lagi lagi Sagara tidak menjawab kali ini ia malah menutup matanya.


"tuan muda jika ada masalah ceritakan saja pada saya" kata Andreas mencoba mengetahui apa gerangan dengan tuan mudanya itu.


sebenarnya Andreas cukup dekat dengan Sagara, bahkan bisa dibilang sangat dekat karena dari kecil mereka selalu bersama, kedua kakek mereka adalah sahabat karena itu sewaktu kecil Sagara dan Andreas sering bertemu tetapi Sagara kecil yang memang sangat cuek itu membuatnya hanya berbicara seperlunya saja.


oleh karena selalu bersama dari kecil hingga saat ini, membuat Andreas sangat memahami jika tuan mudanya itu tengah ada masalah, jika seperti itu maka Andreas lah yang akan Sagara perintah untuk menyelesaikan masalahnya itu.


yah...apalagi jika itu berhubungan dengan wanita wanita yang histeris karena ketampan Sagara.


pernah dialaminya seorang wanita mencoba menjebak Sagara dengan obat perangsang tetapi Sagara yang menyadari hal itu akhirnya bisa menghindar, tapi bukan Sagara namanya jika membiarkan wanita itu hidup dengan tenang.


Sagara membuat wanita itu kehilangan kehidupan nya, Sagara yang berkuasa itu membuat semua perusahaan tidak menerima wanita itu memblokir semua akses kehidupan wanita tersebut hingga dengan sangat tragis.


dan kali ini Andreas tidak memahami apa yang terjadi dengan Sagara? pikir Andreas.


pasalnya jika ada masalah di perusahaan maka ia akan segara tahu, jika itu masalah dengan wanita wanita penggoda maka Sagara akan memerintahkan segera untuk menyingkirkan wanita itu,jika dengan keluarganya maka itu tidak mungkin karena Sagara selama ini sangat menghormati orang tuanya.


lalu apa yang terjadi dengan tuan mudanya itu beberapa hari ini?


Andreas hanya melihat tuan mudanya itu sering kesal sendiri, marah tiba tiba, ataupun melamun.


hal yang sebelumnya belum pernah terjadi.


Apakah Sagara yang sekarang bukan Sagara yang dulu!!?.. entahlah.


"ckk...bukanya saya lancang hanya saja jika tuan muda masih bersikap tidak jelas seperti ini, maka perusahaan ini akan hancur" Andreas sudah tidak tahan lagi lalu dengan berbicara nonformal Andreas berkata.


"jika tuan muda seperti ini, selalu melamun, marah tidak jelas kepada karyawan bahkan memecat mereka, dan semua meeting tidak terlaksana dengan baik, maka semua para investor itu akan segera mencabut saham mereka dari perusahaan ini" ucap Andreas lagi mulai kesal.


"tuan muda saham kita sedikit menurun dan saya yakin yang sedikit ini akan membuat anda rugi besar" Andreas benar benar mengeluarkan kekesalannya, pasalnya bukan hanya dirinya yang terkena imba namun juga perusahaan itu mulai kacau akibat sikap Sagara.


Sagara yang mendengar itu menjadi marah ia berdiri dan menarik kerah baju Andreas, ditatapnya Andreas dengan dingin.


"Andreas kau telah berani berbicara seperti itu dengan ku apakah engkau lupa siapa aku" desis Sagara marah.


"saya tidak lupa siapa anda, tetapi jika anda masih seperti ini maka saya benar benar tidak bisa menolong anda"


"jika anda memiliki masalah katakanlah! jika anda ingin saya melakukan sesuatu maka perintakanlah" kali ini suara Andreas melemah namun ia tetap kesal.


Sagara melepaskan Andreas dengan kesal Sagara menendang kursi didepannya


"SIALAN.. SIALAN... SIALAN!!!"


"apa kau tahu Andres, masalah kali ini benar benar tidak bisa aku mengerti" masih dengan suara nyaring Sagara berbicara.


"apa kau tau jika yang sekarang terjadi adalah sesuatu yang tidak pernah terjadi sebelumnya, dan aku benar benar tidak mengerti" sambung Sagara dengan wajah putus asa, untuk pertama kalinya Andreas melihat raut seperti itu diwajah Sagara.


"maka katakanlah tuan, ceritakan apa yang anda rasakan sekarang ini" ucap Andreas.


"Sagara anggap aku sebagai temanmu" sambung Andreas pada akhirnya ia mengatakan kalimat itu.


"jika ini terkait dengan hati, maka anggap aku seorang teman, teman yang bisa membantumu, bukan hanya asisten mu yang kau perintahkan"


Sagara terkejut sesaat lalu ia melemahkan suaranya


hancur sudah wibawanya kali ini dihadapan Andreas


dengan suara terdengar dingin tetapi hatinya hancur.


dengan suara lemah Sagara berkata,,,


"Andres sepertinya aku menyukai seseorang"


"dan gadis itu sangat bodoh," sekarang Sagara tersenyum kecut.


Andreas terperangah ia benar benar tidak percaya dengan yang dia dengar


"lalu tuan apa yang membuatmu seperti ini?" tanya Andreas heran


"yang membuatku seperti sekarang bukan karena gadis itu, tetapi karena hatiku sendiri" Sagara berhenti sesaat.


"aku ingin mendekat tetapi aku masih tidak yakin dengan perasaan ini lebih tepatnya aku merasa jika perasaan ini hanyalah kasihan saja" sambungnya lagi, dirinya sekarang sangat bingung.


"kau ingat pertemuan pertama dengan gadis itu!?" ucap Sagara sambil menatap Andreas, Andreas hanya mengangguk kepalanya.


"dihotel itu aku sama sekali tidak peduli denganya, tetapi setelah aku mendengar suaranya aku berpikir kembali mengapa aku tidak membantunya saja,saat itu mungkin aku memang sudah tidak waras" senyum kecut Sagara.


ketika itu bisikan apa yang ada didalam hati Sagara ketika mendengar suara memohon Zaara, seakan-akan membuat diri Sagara meringis.


"aku tidak pernah berharap bertemu kembali dengannya, namun..." lagi lagi Sagara tersenyum kecut, seakan menertawakan dirinya sendiri.


"gadis itu berlari ke arahku dan mengucapkan kalimat yang hampir membuatku tertawa"


"kau ingat apa yang dia katakan?..'Bagaimana caranya saya membalas anda?' heh!!..memangnya apa yang dimiliki gadis itu"


"dan aku tidak ingin terlibat sama sekali dengannya"


"namun ternyata aku salah, pertemuan terus terjadi tanpa sengaja, disaat melihat ia menangis, tersenyum, bahkan tertawa itu semua membuat hatiku juga menjadi seperti dia, seperti merasakan perasaan yang sama"


dan kau tahu Andreas disaat aku melihat tubuh kecil itu tertembak, hatiku menjadi sakit.... teramat sakit." ucap Sagara lemah, beberapa saat Sagara terdiam.


Andreas benar benar tidak pernah menyangka ternyata Sagara memiliki perasaan seperti ini sekarang.


namun lagi lagi Andreas hanya diam mendengarkan semua ungkapan perasaan Sagara itu.


"dengan berterus terang, gadis itu tidak percaya dan menjauh dariku secara perlahan namun pasti, dia menolak ku disaat tanganku terulur padanya" sambung Sagara tersenyum kecut.


"gadis itu berhasil membuatku lemah dan juga selalu ingin menjaganya" pertama kali didalam hidupnya ia merasakan itu semua, setelah dikeluarkan nya semua hatinya sedikit lega.


inilah penyebabnya, pikir Andreas,dan ia menjadi tahu apa yang menjadi permasalahannya.


Sagara hanya ingin gadis itu ada disampingnya tetapi Zaara yang mengalami penderitaan selama hidupnya tidak berani percaya dengan orang lain, karena itu disaat tangan Sagara terulur Zaara tidak berani berharap,ia takut jika itu hanya mimpi belaka dan suatu hari ia akan terbangun.


bersambung....