Zaara

Zaara
bab 16. kehancuran Mira 2



......................


BRAKKK...!!


didalam ruang bawah tanah Sagara, Mira telah tertangkap.


"LEPASKAN SAYA!!" teriak Mira di dalam ruangan itu


Mira mencoba lari sejauh mungkin dari pengejaran pengawal pengawal itu tetapi karena kakinya terluka ia pun berhasil tertangkap.


"DIAM!!" teriak pengawal itu


"kau telah mencelakakan nona Zaara dan itu tindakan yang sangat bodoh, oleh karena itu setelah ini kau akan merasakan yang lebih sakit lagi" sambung pengawal itu membuat Mira semakin lemas.


BRUK...!!


terpaku, Mira terduduk lemas dilantai itu, jika hari ini dia tidak bisa lepas dari Sagara bagaimana dia bisa menjaga Nadyra lagi, sekarang putrinya itu tidak membaik juga, Nadyra sudah tidak waras, pikir Mira.


disisi lain...


Sagara berencana membawa Zaara kerumahnya untuk di rawat...


"kita akan kembali setelah obat dan pembayaran yang lainnya selesai, setelah itu aku akan membawamu kerumah saja" ucap Sagara


Zaara hanya diam,,,


"kenapa Zaara!?"


"tidak apa apa!!" saut Zaara.


rumah Sagara, berarti untuk kedua kalinya ia akan menginjak rumah itu, pikir Zaara.


"tunggulah disini sebentar" ucap Sagara lalu ia pun berjalan keluar ruangan pasien itu.


tap...


tap...


tap...


Zaara hanya memandang kepergian Sagara,,,


"hhhmmm....huhhmm..!!"


"lagi lagi aku membuat masalah untuk tuan Sagara" ucap Zaara sambil menarik napas panjang.


sekarang diseluruh tubuh Zaara terasa sangat sakit, luka cambuk itu membuat Zaara tidak bisa bergerak leluasa.


"sshh..aww!!" Zaara merasa sakit ketika ia mencoba menggeserkan tubuhnya.


tak beberapa lama kemudian Sagara kembali keruang itu.


tap...


tap...


"sudah selesai semuanya, Zaara kita bisa kembali sekarang juga"


"eum..baik tuan muda"Zaara pun bersiap siap dengan dibantu oleh suster.


mereka pun setelah selesai segera meninggalkan rumah sakit itu malam itu juga.


***


dirumah Sagara...


mereka sampai di depan gerbang utama rumah Sagara, lalu mobil itu pun masuk kedalam halaman besar itu.


vroomm...!!


Cittt....!!!


mobil berhenti tepat didepan pintu rumah utama Sagara.


cklek....!! Sagara membuka pintu mobil dan berjalan mendekati pintu di samping Zaara dan mempersilahkan Zaara untuk keluar.


"silahkan!" namun Zaara tidak bisa berdiri sendiri.


"tuan muda aku tidak bisa bergerak" ucap Zaara pelan sambil menahan sakitnya.


"ahh..benar!" lalu Sagara pun masuk kedalam terlebih dahulu lalu terlihat Sagara keluar lagi sambil diiringi oleh beberapa pelayan perempuan.


tap..


tap...


"bantu Zaara untuk berdiri!" perintah Sagara


"baik tuan muda" para pelayan itu pun membantu Zaara berdiri dan memapah Zaara perlahan untuk masuk.


"perlahan saja nona Zaara" ucap pelayan itu memperhatikan Zaara.


Zaara tersenyum, lalu dengan langkah pelan sambil meringis kesakitan Zaara akhirnya sampai di dalam rumah itu.


Zaara menatap sekelilingnya...


"Zaara ada apa?" tanya Sagara yang sedari tadi memperhatikan ekspresi Zaara, Zaara membalas kalimat itu dengan senyuman.


"Tidak ada, hanya saja kenapa disini sangat sunyi, kemana para pelayan yang lain tuan muda?" tanya Zaara, terdengar seperti alasan bagi Sagara, namun Sagara hanya tersenyum, apa yang dipikirkan oleh Zaara, pikir Sagara.


"mereka semua ada di ruang belakang, diruangan itu mereka sedang menyiapkan kedatangan mommy kembali dan juga ulang tahun Daddy" ucap Sagara" jawab Sagara menjelaskan.


memang benar Veera akan kembali sebentar lagi dan ia akan mengadakan ulang tahun secara besar di rumah ini.


"kenapa tidak disini?" entah mengapa zaara selalu bertanya, kadang kadang Sagara gemas dengan Zaara yang selalu bertanya hal tidak penting menurutnya.


"Zaara ada apa ini, kenapa kau banyak bertanya?"


"tuan muda disini sangat sepi, aku jadi banyak bertanya karena sangat bosan" jawab Zaara terdengar lucu.


Sagara geleng geleng kepala dengan jawaban Zaara itu, sangat lucu kenapa ia malah banyak bertanya jika bosan.


"baiklah karena kau bosan apakah ingin melihat lihat?" Sagara tidak menjawab pertanyaan itu tetapi ia malah mengajak Zaara berkeliling.


"tetapi keadaanmu?" Sagara menatap Zaara, wanita itu butuh istirahat,sebenarnya itu juga cuma basa basi dari Sagara agar bisa berbicara dengan Zaara.


"Hehmm...!!!"


Zaara menghela nafas dia sangat bosan tetapi tubuhnya tidak mendukungnya untuk berkeliling,


"mungkin istirahat sudah cukup" kata Zaara


"ya, lebih baik sekarang kau istirahat" jawab Sagara.


lalu Sagara pun memerintahkan untuk membawa Zaara kedalam kamar yang ada dilantai satu saja.


"lebih baik kau sekarang beristirahat"


"pelayan tolong jaga Zaara dengan baik!" perintah Sagara.


"baik tuan muda"


"tuan muda anda ingin kemana?" tanya Zaara lagi, sepertinya Sagara ingin pergi malam itu.


"aku ada urusan yang harus diselesaikan malam ini juga Zaara" jawab Sagara, Sagara pergi untuk menemui Mira yang sudah tertangkap.


"eum..baiklah"


Sagara pun meninggalkan rumah itu,,,


***


Cittt....!!


Sagara pun langsung menuju ruang bawah tanah dimana menjadi tempat penyiksaan miliknya.


"selamat datang tuan muda" bow para pengawal.


Sagara hanya diam, lalu ia berjalan mendekati wanita setengah baya yang terikat di tempat itu.


tap...


tap...


tap...!!


"halo...nyonya apa kabar mu!!?" tanya Sagara dengan seringai diwajahnya.


Mira menatap Sagara dengan api yang membara.


"LEPASKAN AKU DARI SINI!!" teriak Mira


"DASAR LAKI LAKI SIALAN!!" sambungnya.


amarah itu semakin menjadi jadi ketika melihat wajah Sagara di depan wajahnya.


"nyonya berhati hatilah dengan mulut mu!!" desis Sagara tajam.


"aku bisa saja memotong mulut itu sekarang juga" ancam Sagara dengan nada dingin.


"KAU ADALAH MANUSIA YANG SANGAT KEJAM" balas Mira.


"KAU TELAH MENYAKITI PUTRIKU DENGAN CARA YANG SANGAT KEJAM" sambungnya.


"itu karena putri mu sendiri yang memilihnya, dia memilih cara itu agar dia bisa terlepas dariku" saut Sagara dengan nada enteng.


"dan harusnya kau berterima kasih kepadaku karena masih bisa melihat putrimu dalam keadaan hidup" Sagara terlihat sangat menakutkan saat ini, lagi lagi laki laki itu menampilkan wajah nya seperti psikopat.


dengan seringai ia berkata...


"harusnya kau jangan berani mengganggu kehidupan ku atau Zaara, seharusnya kau tahu jika aku adalah orang yang terkenal kejam bukan!!"lalu Sagara berjalan menjauh dan mengambil pisau.


tap...


tap...


"nyonya sebenarnya saya tidak ingin membuat ini sulit bagi anda, namun karena anda telah melukai Zaara, maka aku juga tidak bisa membiarkannya" ucap Sagara sambil berjalan mendekati Mira.


Mira menjadi sangat takut,,


"jangan mendekat!!" tubuhnya bergetar ketika pisau itu ada dihadapannya.


"seharusnya kau tidak melukai Zaara, karena jika kau berani menyentuhnya maka kau akan merasakan hal yang sama dengannya" ucap Sagara lagi


"lihat bukankah ini pisau yang kau gunakan untuk melukainya" Sagara semakin mendekatkan pisau itu di wajah Mira.


"AAKHHH...!!!" desis Mira kesakitan wajahnya terluka, Sagara membuat goresan disana.


"hanya sebuah goresan itu tidak ada apa apanya dengan yang dirasakan Zaara" ucap Sagara lagi lalu ia membalikkan badannya dan mengambil sebuah cambuk.


"kau membuat seluruh badan kecilnya penuh luka!!"


"apakah kau ingin merasakan hal yang sama dengan Zaara!!?


Mira menggeleng kepala, ia benar benar ketakutan


para pengawal hanya diam, mereka semua menatap Sagara dengan tatapan kengerian.


plakk....!!!


plak...!!!


plak.....!!!


"AKHHHH...!!"


"AKHHH...!!!"


"heumm.... AKHHH!!!"


teriak Mira menggema diseluruh ruangan itu, betapa kejamnya Sagara melakukan hal tersebut terhadap wanita seumuran ibunya, tetapi apa yang dilakukan wanita itu sudah membuat Sagara hilang akal sehat.


Mira terlunglai lemas seketika itu tubuhnya tidak lagi mulus, begitu banyak luka diterima Mira.


setelah tiga kali cambukan itu Sagara pun menjauh dan duduk di kursi yang disediakan.


Sagara menatap wajah itu dengan penuh kepuasan.


"kalian semua lanjutkan cambukan itu sampai ia tidak lagi merasakan tubuhnya" perintah Sagara pada pengawal itu.


mereka semua menuruti perintah itu dan melanjutkan cambukan terhadap Mira, Sagara tersenyum puas menyaksikan mira yang kesakitan.


beberapa lama Mira dicambuk...


"Berhenti!" perintah Sagara tiba tiba menghentikan cambukan itu, setelah dilihatnya Mira yang sudah tidak mampu menahan tubuhnya sendiri.


"lepaskan ikatan itu" perintah Sagara lagi,lalu ia berjalan mendekati Mira lagi, wanita itu sangat mengenaskan.


"bersyukurlah karena aku tidak membunuhmu" desis Sagara disamping Mira.


"Aku membiarkan kau masih hidup, karena aku masih berbelas kasihan padamu, dan putrimu untuk menjaga Zaara sewaktu kecil" ia tersenyum


"sebelum bertemu dengannya, aku juga harusnya beruntung kau tidak membunuh Zaara, karena jika begitu aku tidak akan menemukan gadis sebaik dia" sambung nya.


"setelah ini aku akan melepaskan mu dan putrimu, mengirim kalian ketempat seharusnya"


"pengawal urus mereka semua jangan biarkan mereka muncul dikehidupan Zaara kembali" perintah Sagara.


Sagara berlalu pergi dari sana....


***


Sagara kembali kekediamannya...


"selamat datang tuan muda" sambut para pengawal


"dimana Zaara?!"tanya Sagara setelah ia memasuki ruangan tengah dan memanggil pelayan untuk menanyakan Zaara.


"nona Zaara ada dikamarnya dan nona telah tidur" jawab pelayan itu.


"baiklah kalau begitu, kau bisa pergi"


"baik tuan"pelayan itu pun pergi


tap..


tap..


tap..!!


Sagara sampai dikamar ditempati Zaara, lalu membuka pintu itu sedikit.


Sagara melihat Zaara yang telah tertidur pulas, Sagara tersenyum singkat lalu ia pun juga mengistirahatkan tubuhnya dikamarnya...


bersambung....