Zaara

Zaara
bab 25. life after marriage part 2



......................


keesokan harinya,,,


Sagara akan membawa Zaara berjalan jalan ke pusat berbelanja di siang harinya, karena kebutuhan mereka berdua harus lengkap ia pun pergi membeli kebutuhan sehari hari disebuah King's plaza di kota.


Sagara juga sangat senang kali ini, setidaknya ia bisa pergi menghabiskan kebersamaan dengan Zaara sekalipun itu hal kecil ia akan berbahagia jika harus bersama Zaara.


bersama Andreas, mereka bertiga mamasuki plaza itu,,,


"tuan muda apa yang harus kita beli ditempat ini?" tanya Zaara, ia terkesima dengan plaza itu sangat besar dan penuh dengan berbagai kebutuhan sehari hari.


"yang dibutuhkan selama kita ada di pulau itu" jawab Sagara.


mereka mulai melihat lihat, disana ada yang menjual makanan, perlengkapan masak dan juga ada sebuah toko buku besar.


"wahh..tuan muda ada ice krim" tiba tiba Zaara melihat ada yang menjual ice krim ia pun sangat ingin mencoba ice krim itu.


"terlihat sangat enak, tuan muda bolehkah?" tanya Zaara dengan mata yang berbinar binar.


"tentu saja" mereka pun menuju tempat ice krim itu.


"tuan muda ayo coba juga"


"tidak Zaara kau saja"


"mbak tolong yang rasa green tea" Zaara sangat menyukai rasa itu, setelah itu pun ia memakannya dengan sangat lahap.


"Zaara tidak ada yang akan mengambil itu darimu jadi makanlah dengan perlahan" ucap Sagara.


"ehh..iya maaf tuan muda soalnya Zaara sangat suka rasa ini" ucap Zaara menjadi malu sendiri karena sikapnya barusan.


"tuan Andreas, ayo cobalah juga" tawar Zaara.


"tidak terima kasih nona muda" jawab Andreas.


"hahm..sifat mereka ini sangat mirip sama sama dingin dan datar" batin Zaara.


ia kadang bingung sendiri dengan sikap kedua laki laki itu, seperti sekarang mereka tengah berada ditempat banyak orang, sikap mereka berdua kembali lagi datar dan menyebalkan tetapi jika disaat berduaan saja laki laki itu menjadi hangat.


itulah bagi Zaara, Sagara itu memang laki laki yang seperti itu masih tidak perduli dengan sekitar dan dingin.


mereka kembali berjalan jalan,,


tiba tiba Zaara melihat di salah satu toko ada Meena.


"Meena!" panggil Zaara.


Meena yang sadar jika ada yang memanggilnya, ia mencoba mencari disekelilingnya.


"disini" Zaara datang dengan setengah berlari.


"hati hati Zaara, tidak perlu lari begitu" tegur Sagara.


"Zaara!" Meena pun ikut menghampiri Zaara yang mendekati nya, lalu mereka berpelukan.


"Zaara kau ada disini!?" ucap Meena ia menjadi sangat senang melihat kedatangan Zaara disana.


"iya, aku disini untuk membeli sesuatu dan tidak sengaja bertemu dengan mu Meena"


"apa kabar mu Meena?" sambung Zaara.


Meena pun menjadi lesu seketika,,


"aku baik baik saja, namun aku sangat bosen akhir akhir ini" ucap Meena cemberut.


"kenapa Meena?" tanya Zaara sedikit bingung


"iya bagaimana tidak kau tahu Zaara.." Meena sedikit berbisik.


"setelah kau menikah aku menjadi tidak memiliki teman, mbak Rena sibuk, kau juga" ucapnya pelan.


Zaara menjadi sedikit tertawa, pantas saja jika sahabat nya itu terlihat tidak bersemangat.


"kenapa kau malah tertawa" ucap Meena agak sebal.


"hehehe... nggak kok Meena, kau bosen yah bagaimana kalau kita jalan bareng" hibur Zaara.


"jalan bareng Ayuk, tapi.." ucapnya menengok kearah Sagara.


"tidak apa apa,Ayuk" mereka pun berjalan berdua, Sagara tertinggal dibelakang.


"Zaara, aku pernah bertemu dengan tuan Andreas" bisik Meena.


"dimana?"


"kemarin,ditaman kota, kau tahu jika dia itu sangat menyebalkan"ucap Meena sedikit kesal.


"mau bagaimana lagi Meena dua laki laki itu memang memiliki sifat yang sama,jadi kau harus maklum saja"


"benar juga"


setelah puas berkeliling di plaza itu, mereka makan di salah satu restoran disana.


"apapun tuan muda" jawab Zaara


"baiklah, pelayan!" Sagara pun langsung memesan makanan.


"ngomong ngomong Zaara, kenapa hari ini kau berbelanja sangat banyak, seperti ingin berpergian saja" tanya Meena melihat kearah berbelanja itu.


"ouh..kau benar aku dan tuan muda ingin pergi liburan" jawab Zaara.


"wahh..benarkah, pasti sangat menyenangkan, seandainya aku bisa ikut pergi.." ucap Meena menjadi sedih.


"tapi tidak apa apa, jika kau sudah kembali dari liburan jangan lupa bawakan hadiahnya" sambungnya, raut wajah Meena malah semakin cemberut.


Zaara yang memperhatikan pun menjadi sedikit sedih juga jika harus meninggalkan Meena yang sendirian itu, tetapi kan ini liburanya bersama Sagara, bagaimana bisa ia mengajak orang lain, tentu harus izin dengan Sagara kan.


"em..tuan muda" bisik Zaara.


"bagaimana jika kita mengajak Meena bersama kita?" pinta Zaara pelan.


"tapi..."


"saya tahu tuan muda pasti tidak setuju kan tapi aku kasian dengan Meena"ucap Zaara.


"boleh ya..." bujuk Zaara.


"Hahmm..mau bagaimana lagi,ya sudah jika kau ingin mengajak dia" ucap Sagara mengalah, sebenarnya ia tidak ingin diganggu siapapun tetapi Zaara membuat ia terpaksa mengiyakan.


"benarkah, terimakasih tuan muda..lagi pula Andreas juga ikut bersama kita kan jika harus membawa satu orang lagi tidak masalah" ucap Zaara gembira.


Sagara memaksakan untuk tersenyum,,


"Meena begini saja,aku dan tuan muda akan mengajakmu ikut liburan ini" ucap Zaara


"benarkah...wahh aku sangat senang, terimakasih Zaara, tuan Sagara" Meena benar benar senang.


"ya, jangan lupa ya kau harus bersiap siap malam ini karena besok pagi sekitar jam 10 kita berangkat, nanti tuan Andreas akan menjemputmu, benarkan tuan muda?" ucap Zaara


"hem..ya benar" jawab Sagara.


setelah selesai makan mereka pun pulang,,,,


.....


seperti yang sudah dijanjikan keesokan harinya Meena pun dijemput oleh Andreas dan langsung menuju kediaman keluarga Sagara,,,


citttt...


"selamat pagi tuan muda" bow Andreas


"Andres jika sudah siap kau masukkan saja barang barang ini langsung ke mobil" perintah Sagara setelah Andreas ada didepannya.


"baik tuan muda" Andreas pun menjalankan perintah itu dan langsung memasukkan semua barang barang itu kedalam mobil.


"tuan muda semua telah siap, apakah anda ingin langsung berangkat?" tanya Andreas setelah selesai memasukkan semua barang.


"ya, perhatikan semuanya dengan baik" ucap Sagara.


"baik sesuai perintah anda tuan"


"Sagara berhati hatilah dan nikmati liburan mu" ucap Veera


"baik mom, tenang saja semua telah Sagara siapkan dengan baik" Veera pun memeluk putra dan menantunya.


"Andreas jaga putra dan menantuku ya" ucap Veera kepada Andreas.


"baik nyonya" bow Andreas.


setelah itu mereka pun pergi dan langsung menuju bandara, sesampainya di bandara mereka langsung memasuki pesawat yang mereka tumpangi dan pesawat itu pun lepas landas menuju tempat tujuannya.


"Masya Allah indahnya pemandangan awan awan ini" puji Zaara, pertama kali untuknya berpergian jauh dan naik pesawat, dulu ia tidak pernah merasakan hal ini sebelumnya.


"Zaara kau tenang saja, setelah ini kemanapun kau ingin pergi maka kau bisa mengatakan itu kepada ku" ucap Sagara lembut, ia tahu jika Zaara pasti sangat senang akan hal ini dan itu pun juga membuatnya senang.


"em...ya tentu tuan muda, setelah ini kemanapun Zaara pasti akan pergi bersama suami Zaara" ucap Zaara malu malu.


Sagara menjadi sangat bahagia dan ia pun membawa Zaara kedalam pelukannya,,,


sekitar 45 menit perjalanan diudara,,,


akhirnya mereka tiba di bandara kota itu dan langsung menuju pulau tempat mereka berlibur, sekitar setengah jam perjalanan akhirnya mereka sampai di pulau itu.


terlihat sebuah pulau di tepi pantai, pulau itu terurus dengan sangat baik, didalam pulau kecil itu terdapat sebuah vila yang indah berlantai dua dan semakin indah pulau itu dengan pasir putih dan pohon yang rindang.


"wahh.. indahnya" teriak Meena merasa sangat senang.


"Meena kau jangan berlarian kesana kemari, lebih baik kita beristirahat dulu, setelah itu baru kita bersenang-senang" ucap Zaara kepada Meena.


"baiklah Zaara, hehehe..habisnya disini sangat indah"


bersambung.....