
......................
setelah kejadian itu, aktivitas yang biasanya Zaara lakukan sekarang ia tidak akan mengerjakan semua itu lagi.
seperti yang sudah menjadi keputusan Sagara, Zaara benar benar sudah sangat jarang memasak didapur, dan jika harus memasak ia akan ditemani kepala pelayan dan ditambah dengan penjagaan ketat pengawal.
kadang kadang Sagara membuat keputusan yang sangat berlebihan menurut Zaara.
seperti sekarang ini Zaara tidak melakukan apapun padahal itu hari Minggu.
sebaliknya sekarang Zaara tengah duduk di taman belakang rumah itu pada siang hari.
ia tengah menikmati angin sejuk yang menerpa wajahnya, dan sesambil tersenyum melihat bunga yang indah ada ditaman itu.
lalu dengan cepat ekspresi itu berubah murung,,,
"huhhh...sangat bosan" gumam Zaara.
"dan sekarang hubby juga tidak ada dirumah, ia meninggalkan ku dan tidak memperbolehkan aku melakukan apapun" ucap Zaara cemberut, entah mengapa suasana hatinya menjadi berubah-ubah.
tap...tap..tap.....
"Zaara" panggil Bunga yang tiba tiba datang dan berjalan mendekati Zaara,,,
"ada apa Zaara?....kau terlihat sedang cemberut, ada apa?" ucap Bunga lembut dan tersenyum.
"tidak apa apa hanya saja hari ini sangat sepi karena tidak ada hubby disini" jawab Zaara.
"tidak apa apa Zaara, tuan Sagara pasti akan datang dengan cepat hari ini, lagi pula hari ini hari Minggu, tuan Sagara hanya sedang pergi melakukan meeting dadakan" jawab Bunga mencoba menghibur Zaara.
"iya" ucap Zaara singkat.
"hahhh..sudahlah Zaara, gadis cantik, senyum!" hibur Bunga kepada Zaara.
"haha.. Bunga aku bukan anak kecil lagi" ucap Zaara yang sedikit tertawa.
"iya Zaara aku tahu, kau gadis yang dewasa juga bijaksana" goda Bunga.
Zaara pun menjadi sedikit terhibur, Bunga bersyukur Zaara tidak sedih lagi, ia tahu jika Zaara pasti bosan karena tidak bisa melakukan apapun yang diinginkannya karena tidak diperbolehkan oleh Sagara.
Zaara dan Bunga pun masuk kedalam rumah setelah puas berada ditaman,,,
"kita duduk diruang tamu saja, siapa yang tahu hubby akan segera pulang" ucap Zaara
"iya Zaara ". mereka pun duduk diruang tamu sambil menonton TV.
"Zaara, apakah kau ingin air minum?" tanya Bunga
"iya boleh" jawab Zaara, mungkin karena terlalu lama berada ditaman belakang ia menjadi sedikit haus.
"Hahahaha, baiklah tunggu sebentar ya Zaara"
"pelayan!" panggil Bunga sambil berjalan menuju dapur.
Zaara pun menyandarkan tubuhnya ke sofa, sambil menunggu Bunga membawa air untuknya.
tak berselang lama Bunga pun datang membawa segelas air dan cemilan ditangannya,,,
"Zaara ini dia, kau suka lemon tea bukan, aku bawakan yang hangat untukmu" ucap Bunga ramah.
"terimakasih Bunga" ucap Zaara kenapa bunga yang sudah ada dihadapannya.
"sama sama" jawab Bunga sambil meletakkan segelas air dan cemilan itu diatas meja.
mereka pun duduk bareng sambil sesekali mencomot cemilan didepan mereka.
beberapa lama kemudian terdengar suara mobil didepan rumah itu.
"itu pasti hubby" ucap Zaara senang, lalu Zaara begegas menuju pintu, melihat apakah benar itu Sagara,,,
benar saja, tepat setelah Zaara ada didepan pintu terlihat Sagara yang tengah keluar dari dalam mobil lalu tersenyum kearah Zaara.
"assalamualaikum Zaara" salam Sagara
"wa'alaikumsalam hubby" Zaara pun menyambut Sagara, dengan senang Zaara salim mencium tangan Sagara,,
Sagara dan Zaara berjalan masuk kedalam ruang tamu,,,
"ada apa kau merindukanku?" ucap Sagara menggoda Zaara
"bukan rindu, lebih tepatnya Zaara bosan, jalan jalan yuk hubby" ucap Zaara manja.
"jalan jalan?..kau ingin kemana sayang, ini sudah jam 3 siang?!" ucap Sagara lagi. ia mendudukkan dirinya di sofa itu,,,
Sagara duduk dan merilekskan tubuhnya disofa, sedangkan Bunga sedari tadi sudah pergi dari ruang tamu, karena ia tidak ingin mengganggu waktu Zaara dan Sagara.
Sagara melihat kearah tv yang menyala,,,
beberapa lama kemudian Sagara hanya diam memperhatikan tv didepannya.
"Zaara apakah kau sangat ingin pergi jalan jalan?" tanya Sagara membuka suara, namun Zaara yang duduk disebelahnya hanya diam.
"ada apa kenapa kau tiba tiba diam Zaara?!" tanya Sagara lagi, namun lagi lagi Zaara diam.
Sagara yang tidak dapat respon itu pun melirik kearah Zaara,,,
dan ternyata Zaara tertidur diatas sofa dalam keadaan bersandar.
Sagara tersenyum menyaksikan hal itu, lalu ia berdiri dengan berhati hati mengangkat tubuh Zaara menuju kamar.
"tap....tap....tap.....
kritttt....pintu kamar dibuka oleh Sagara,,,
Sagara merebahkan Zaara di atas kasur dengan sangat hati hati agar Zaara tidak terganggu.
sebelum pergi Sagara menatap wajah Zaara dalam lalu ia pergi untuk membersihkan diri,,,
*****
sore harinya Zaara terbangun dari tidurnya,,,
"hoam....huh" Zaara mengerjapkan matanya, lalu ia mencoba menyandarkan dirinya di kasur,,,
Zaara melihat sekelilingnya, dan ternyata ia telah sadar jika ia sudah berada di dalam kamarnya.
ceklek....suara pintu terbuka
Sagara masuk kedalam, sedang membawa segelas air dan juga obat.
"mengapa hubby membawa obat?" tanya Zaara bingung
"apakah hubby sakit?" sambung Zaara bertanya dengan nada cemas.
Sagara tersenyum lalu menjawab,,,
"bukan Zaara, ini obat untukmu" jawab Sagara.
lalu Sagara duduk dipinggir kasur dan menyodorkan air dan obat itu kepada Zaara,,,
"untukku.....kenapa hubby Zaara tidak sakit?!" ucap Zaara lagi.
"benarkah?!...kau tidak merasa jika badan mu demam?" ucap Sagara
"demam!!... tidak" lalu Zaara mencoba menyentuh dahinya sendiri dan benar saja suhu tubuhnya agak panas, namun ia tidak menyadari hal itu.
"kenapa badanku jadi panas" gumam Zaara yang masih bisa didengar oleh Sagara.
"kau pasti kelelahan, kau baru saja sembuh dari luka waktu itu, jadi minum obat ini" ucap Sagara menyodorkan obat itu.
Zaara pun menurut, lalu ia pun meminum obat tersebut,,,
"bagus sekarang kau beristirahatlah lagi" ucap Sagara sambil membenarkan selimut istrinya.
Malam harinya,,,,
Zaara yang tidak keluar kamar itu membuat Bunga bertanya tanya, ada apa dengan Zaara, apakah baik baik saja, namun ia tidak berani menanyakan hal itu kepada Sagara.
Sagara tengah menikmati makan malamnya tanpa ditemani oleh Zaara, dan juga Bunga tidak berani duduk dimeja itu jika hanya berdua dengan Sagara, sebaliknya ia hanya berdiri di depan Sagara dengan jarak 2 meter darinya.
"apakah kau bisa diam" ucap dingin Sagara.
"maa..maaf tuan muda, karena mengganggu anda" ucapnya terbata bata.
"emmm...itu...t..tapi.. apakah Zaara tidak makan bersama?" ucap Bunga memberanikan diri untuk bertanya.
"tidak" ucap Sagara singkat, namun kemudian Sagara terlihat menyeringai.
"kau pasti tahu jawabannya kan" ucap Sagara datar.
lalu ia berdiri dan pergi meninggalkan Bunga,,,
kalimat Sagara tadi membuat Bunga terkejut, apa yang dimaksud oleh Sagara.
..............
keesokan harinya,,,
Zaara terlihat sudah rapi, ia tengah duduk dimeja makan untuk sarapan bersama dengan Sagara.
"Dimana Bunga?" ucap Zaara melihat sekeliling, ia sedari tadi tidak melihat Bunga ada disana.
Sagara hanya diam, ia tidak perduli sama sekali.
"pelayan!..." panggil Zaara, pelayan pun datang,,,
"dimana nona Bunga?, apakah kau melihatnya" tanya Zaara kepada pelayan
"maaf nona muda saya tidak melihat nona Bunga sedari pagi" jawab pelayan itu sopan.
"emm.. begitu baiklah, tolong panggilkan Bunga dikamarnya!" ucap Zaara lembut
"baik nona muda" pelayan itu pun pergi untuk memanggil Bunga.
"Zaara aku akan pergi dulu, hari ini aku ada rapat penting" ucap Sagara berdiri dan merapikan pakaiannya,,,
"baik... hubby berhati hatilah" Zaara pun berdiri dan mengantarkan Sagara kedepan pintu utama,,
setelah didepan pintu utama,,,
terlihat Andreas yang telah menunggu.
"Zaara aku pergi dulu" ucap Sagara lalu ia mencium kening Zaara.
"iya hati hati hubby, tuan Andreas tolong jaga tuan mudamu ya" ucap Zaara beralih ke Andreas.
Andreas hanya mengangguk,,,
"assalamualaikum Zaara" ucap Sagara didepan pintu mobil, ia akan pergi.
"wa'alaikumsalam... hati hati hubby" ucap Zaara sambil melambaikan tangan kearah Sagara.
"kau juga jaga diri baik baik, sayang" ucap Sagara, lalu masuk kedalam mobil dan diikuti oleh Andreas.
Zaara tidak langsung masuk, ia menunggu mobil Sagara tidak terlihat baru ia akan masuk kedalam.
setelah mobil Sagara sudah tak terlihat, Zaara pun segera masuk kembali dan menuju ruang makan.
Zaara menuju kedapur untuk melihat apakah bunga ada disana atau tidak,,,
"tap....tap...tap...."
ternyata Bunga tidak ada, hanya pelayan yang diminta oleh Zaara yang kembali.
"nona muda, nona Bunga tidak ada dikamar tapi hanya menemukan surat ini" ucap pelayan itu, lalu menyodorkan surat itu,,
Zaara pun mengambil lalu membuka surat itu, surat tersebut berisikan pesan dari Bunga yang isinya adalah mengatakan jika ia telah pergi kekantor lebih awal dan mengatakan maaf karena tidak sempat memberitahukanku kepada Zaara secara langsung.
Zaara akhirnya tahu jika Bunga memang sudah pergi, lalu ia pun juga bergegas kekampus.
*****
"tap.....tap....tap...." suara langkah Sagara,,,
sekarang Sagara sudah sampai dikantor, dan ia tengah berjalan menuju ruangannya diikuti oleh Andreas dibelakang nya,,,
mereka pun sampai diruangan masing masing, Andreas sudah berada di ruang kerja miliknya yang tidak jauh dari ruangan Sagara,,,
Sagara langsung duduk didepan komputer miliknya dan memulai pekerjaannya sendiri,,,
tiba tiba ponsel Sagara berdering,,,
"drrttt.....drrttttt"
Sagara pun mengambil ponselnya dan melihat nama yang tertera diponsel itu.
"mommy?" ucap Sagara, ternyata mommy menelpon nya.
"halo mom, apa kabar" ucap Sagara setelah ia mengangkat telpon itu
dari seberapa sana terdengar suara Veera berkata
"baik Sagara, apa kabar mu dan Zaara?" tanya Veera
"baik mom, Zaara juga baik baik saja" ucap Sagara sedikit berbohong, ia tidak ingin memberitahukan kepada Veera jika Zaara pernah hampir celaka.
"syukurlah, sayang" ucap Veera.
"ada apa mommy menelpon Sagara" tanya Sagara lagi.
"tidak hanya aja mommy sangat merindukan Zaara, namun mommy tidak bisa menghubungi Zaara" ucap Veera.
"Zaara, mungkin dia sedang sibuk mom, nanti aku akan coba hubungi Zaara" ucap Sagara
"iya lebih baik seperti itu, setelah ini ya langsung saja telpon Zaara"
"iya mom, baiklah sekarang mommy matikan telponya" ucap Sagara
lalu telpon itu pun berakhir, dan Sagara langsung mencoba menghubungi Zaara.
sebelum itu Sagara melirik jam tangannya,,,
"jam 9..." setelah ia melirik jam tadi ia tahu jika sekarang pasti jam pelajaran pertama dan tidak mungkin Zaara bisa mengangkat telponnya.
Sagara pun mengurungkan niatnya untuk menelpon Zaara, ia akan menunggu jam istirahat saja.
****
dikampusnya Zaara,,,,
BRAKKK!!!
"aww..." ringis Zaara kesakitan karena ia terjatuh kelantai.
"ah maaf..." ucap orang tersebut kepada Zaara, setelah Zaara menoleh kearah orang tersebut ternyata adalah Niko.
"maaf... Zaara" ucap Niko tersenyum lembut, lalu ia mencoba membantu Zaara bangun dengan mengulurkan tangannya,,,
"kau!!" ucap Zaara agak terkejut, kemudian Zaara mencoba berdiri,,,
lalu tanpa menoleh kearah Niko, Zaara melongos pergi,,,
"tunggu Zaara!" ucap niko mengejar Zaara, namun Zaara benar benar mengabaikan Niko.
karena Zaara berjalan cepat, Niko pun berhenti mengejar Zaara.
"Zaara...Zaara aku hanya ingin berbicara padamu" gumam Niko sambil menatap lurus kedepan jalan yang dilewati Zaara tadi.
"tap....tap....tap...." Zaara berjalan cepat lalu ia pun sampai di dalam ruang kelasnya.
dengan sedikit ngos-ngosan Zaara duduk di bangku miliknya dan menyandarkan punggungnya.
"hoshhh...hhmm....kenapa dia selalu saja mengejarku" gumam Zaara, ia mencoba mengatur nafasnya perlahan-lahan,,,
tak lama dosen pun masuk,,,
bersambung.....