Zaara

Zaara
bab 55. Amarah Sagara



hai semuanya 😍


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sagara berjalan keluar rumah dengan perasaan yang sangat marah.


tap....


tap...


tap....


Sagara memasuki mobil dan membanting pintu mobil dan menjalankan mobil dengan kecepatan tinggi,,,


BAM....!!!


VROOMM..... VROOMM....


Sagara pergi dari rumah dengan perasaan marah dan kesal.


"BRAK!!...."


"KURANG AJAR!!!...KURANG AJAR!" teriak Sagara didalam mobil sambil membanting setir melajukan mobilnya dengan sangat cepat.


ia benar benar marah ketika melihat Zaara, perasaan cinta dan cemburu telah membuat Sagara sangat posesif dan kejam.


"Aku akan menemukan laki laki bajingan itu, aku ingin melihat siapa dia yang telah berani mencintai istriku" dengan cepat tinggi Sagara menuju mansion nya,,,


Citttt.....!!! dengan hentakan keras mobil Sagara berhenti tepat di depan mansion.


Brakkk...!!! Sagara keluar dengan cepat dan membanting pintu.


Sagara berjalan masuk dengan langkah cepat, dengan sorot mata dingin dan raut wajah yang tegas Sagara masuk tanpa menoleh sedikitpun kepada para pengawal yang menyapanya.


"Selamat datang tuan" bow mereka semua.


Sagara hanya diam dan berjalan masuk,,,


mereka yang mengerti sikap Sagara, mereka menjadi was was.


"Kalian Ikuti Aku!!" kata Sagara dingin.


mereka pun mengikuti Sagara sampai kedalam ruangan kebesaran Sagara.


bruk...!! Sagara menjatuhkan dirinya duduk di kursi miliknya,,,


dengan ekspresi serius Sagara mengambil handphone miliknya dan menekan tombol nomor itu,,,


"Tut....Tut..."


"cepat kemari!" ucap singkat dan padat sagara kepada Andreas yang tengah ia hubungi.


lalu dengan bantingan ia mematikan ponsel itu, lalu dengan meletakan tangan didagunya, Sagara hanya diam dengan sorot mata tajam.


sedangkan disisi lain,,,


Andreas yang tengah makan malam dikediaman nya, menjadi sedikit terganggu karena dering handphone.


Andreas pun mengangkat teleponnya dan ingin berbicara namun sebelum ia berbicara Sagara telah mengatakan kalimat singkat tersebut.


Andreas yang belum sempat mengeluarkan sepatah katapun, bertanya tanya mengapa tuan muda terdengar sangat dingin.


tanpa basa basi lagi Andreas pun keluar malam itu juga dan langsung mengaktifkan pelacak keberadaan Sagara saat ini.


lalu ia pun pergi ketempat tersebut,,,


setelah sampai di mansion, Andreas langsung masuk kedalam dan menemui Sagara yang pasti ada diruangannya.


tap....


tap...


tap....


dengan langkah besar Andreas masuk tanpa permisi lagi, ia tidak mengetuk pintu terlebih dahulu seperti biasanya.


dengan ekspresi serius juga Andreas menghadap Sagara,,,


"Selamat malam tuan muda, apakah ada hal yang penting?" bow Andreas bertanya.


sebelum Sagara berbicara, terlebih dahulu ia menyuruh pengawal untuk keluar.


"keluarlah!!" perintah Sagara, setelah itu mereka pun pergi.


"lihat ini...." setelah pengawal pergi Sagara pun menunjukkan satu foto kepada Andreas.


Andreas memperhatikan foto tersebut,,,


"itu nona muda dan..... seorang laki laki?!" ucap Andreas tersadar akan sesuatu.


"ouh tuhan.... pantas saja dia sangat marah, tapi nona muda tidak mungkin melakukan hal ini" batin Andreas akhirnya tahu penyebab permasalahan ini.


Andreas telah sadar masalah sekarang ini setelah ia melihat foto Zaara bersama seorang laki laki yang membelakangi kamera.


"aku ingin menemukan laki laki ini!" ucap datar Sagara


"tapi tuan saya tidak mengerti....mengapa anda...?!" tanya Andreas tidak mengerti sebenarnya foto itu sama sekali tidak menunjukan hal yang mencurigakan hanya sebuah foto yang menunjuk Zaara dan sekeliling Zaara yang banyak orang, bukannya berduaan dengan laki laki itu dengan pose yang mesra, jika mereka berdua ada hubungan.


"tuan muda sebelum anda mengambil tindakan, anda harus tenang terlebih dahulu" ucap Andreas.


"tenang!..kau bilang aku harus tenang, kau tahu Andreas laki laki ini menyukai Zaara, dan mencoba mendekati Zaara" sergah Sagara tajam.


"dimana anda mengetahui hal itu, gosip?, tuan muda di kampus itu terlalu banyak orang yang iri dengan hubungan anda dengan Nona muda, bisa saja mereka menyebarkan isu yang tidak benar tentang nona" Andreas tetap mencoba berpikiran positif.


Andreas sangat tahu bagaimana sifat Sagara yang seperti ini, Sagara akan sangat posesif terlebih lagi setelah kejadian seperti ini.


"tuan lebih baik anda tanyakan hal ini kepada nona muda terlebih dahulu, jangan sampai masalah ini menyebabkan hubungan anda dengan nona muda hancur" Andreas mencoba memberikan pengertian kepada Sagara.


"Jadi Kau Tidak Ingin Menyelidiki Laki Laki Ini!!" ucap Sagara tajam.


"atau jangan jangan kau terlibat dalam kejadian ini"


nah ini nih yang tidak disukai Andreas jika Sagara telah marah ia akan berbicara sembarangan.


"Tuan muda jangan asal mengatakan sesuatu, terlibat!?...saya sama sekali tidak tahu, jika anda ingin menyelidiki laki laki itu saya akan melaksanakannya, namun sebelum itu anda harus bertanya baik baik terlebih dahulu dengan nona muda" kata Andreas sedikit tersulut emosi.


"CKK....KURANG AJAR SEKARANG KAU TELAH BERANI DENGANKU HAH!!!" teriak Sagara mencengkram baju Andreas.


"tuan muda kenapa kau menjadi tidak masuk akal seperti ini, apa jangan jangan tuan juga bersikap tidak masuk akal ini kepada nona muda" ucap Andreas ikut kesal.


"ckk....apa aku benar Sagara!?" Andreas sudah muak dengan sikap posesif Sagara sekarang ini.


"AKHHH...KURANG AJAR" teriak Sagara melepaskan cengkramannya, lalu dengan marah ia menghempaskan semua barang barang disana.


PRANGG....!!!


BRAKKK....!!!


"KURANG AJAR, KURANG AJAR" Sagara melampiaskan semua amarahnya sekarang.


"aku hanya tidak ingin Zaara pergi dariku, aku tidak ingin Zaara mencintai orang lain, kau tahu Andreas selama ini aku tidak pernah tahu perasaan Zaara kepadaku" ucap Sagara menatap Andreas.


"Apakah Aku Salah?!!" ucap nyaring Sagara.


"tapi tuan muda bukan seperti ini caranya anda bertindak, nona Zaara....ckk...anda pasti tahu bukan sifat nona muda?" ucap Andreas ikut kesal.


"tidak bisa....aku tidak bisa berbicara dengannya" ucap Sagara lebih lirih.


"maksud anda!!?" kening Andreas mengerut.


"Sit!!!....Apa anda melakukan hal itu kepada nona muda, astaga!!" Andreas sangat syok mendengar cerita Sagara.


"tuan muda bagaimana anda bisa melakukan hal itu...." Andreas benar benar kehabisan kata kata.


"Aku sangat marah, aku juga kalap waktu itu, aku tidak bisa berpikir dengan jernih dan pada akhirnya aku bertindak seperti itu kepadanya" ucap Sagara ia juga bingung bagaimana sekarang ini.


"aku marah hingga tak bisa berpikir jernih dan menyakiti istriku sendiri...." ucap Sagara menyesali perbuatannya.


"namun aku juga menjadi marah jika teringat laki laki itu!!" sambung Sagara benar benar merasa menyesal dan marah.


karena egonya sendiri sang istri telah menderita dan sekarang ia tidak tahu caranya menghadapi Zaara.


"aku hanya takut....aku bingung, aku kesal, aku juga menyesal"


"aku benci rasa ini!!!"


Sagara benar benar merasa kalut sekarang, Andreas yang melihat Sagara seperti itu menjadi iba.


"berbicaralah dengan nona baik baik, tuan muda"


"sekarang aku yakin nona muda pasti sangat sedih dan kecewa kepada anda" ucap Andreas, ia ingin Sagara menghadapi Zaara dan mendengarkan penjelasan Zaara.


"sekarang tubuh nona Zaara juga baru sembuh, apakah anda ingin membiarkan nona Zaara sakit lagi"


"singkirkan ego itu" ucap Andreas sambil menepuk pundak Sagara.


Sagara mendengar perkataan Andreas pun menjadi sedikit lebih tenang, Andreas benar ia harus bisa mendengarkan penjelasan Zaara, ia harus bisa mengontrol emosinya sendiri.


dengan cepat Sagara pun berdiri,,,


"aku akan menemui Zaara!" ucapnya dengan tekad.


lalu ia pun pergi meninggalkan Andreas.


"hhmmmm.... akhirnya!!!" Andreas pun menghela nafas panjang, ia bersyukur akhirnya Sagara mau mendengarkannya dan pergi menemui Zaara.


***


sesampainya dirumah,,,


Brak!....


tap...


tap...


tap...


Sagara berjalan dengan langkah besar dan langsung menaiki anak tangga dengan cepat.


ia ingin menemui Sang Istri dan meminta sebuah Penjelasan,,,


Klek....! pintu kamar di buka Sagara dan Sagara pun berjalan masuk,,,ternyata Sagara tidak melihat Zaara dikamar itu.


"Dimana Zaara?!" tanya khawatir Sagara, Sagara pun mencoba melihat kedalam kamar mandi dan juga balkon kamar namun Zaara tidak ada disana.


Sagara pun mencoba menghubungi ponsel Zaara,,,


drrttt.... drrttt.... drrttt....Sagara mencoba menghubungi Zaara namun tiba tiba ia mendengar suara handphone Zaara di kamar itu.


Sagara pun mencari sumber suara itu, lalu ternyata ponsel Zaara ada di atas meja disudut ruangan itu.


"ternyata ia meninggalkan ponselnya" Sagara pun langsung menuju kebawah dan memanggil manggil Zaara, siapa tahu Zaara ada di dapur atau ruang makan.


"Zaara!!...."


"Zaara!!!" panggil Sagara mencari keberadaan Zaara.


tapi nihil tetap saja Sagara tidak menemukan Zaara di rumah tamu.


Sagara pun berjalan ke arah ruang makan, siapa tahu Zaara ada disana pikir Sagara.


"Zaara!!!"


tap...


tap...


"Zaara!!!" namun lagi lagi Zaara tidak ada disana,


"bibi....bibi Nan!!" teriak Sagara memanggil bibi Nan.


"ya tuan muda" saut bibi Nan tergopoh-gopoh dari arah belakang menemui Sagara yang berteriak memanggilnya.


"ada apa tuan muda?" tanya bibi Nan setelah ada dihadapan Sagara.


"bi Nan dimana Zaara?" tanya Sagara


"nona muda?!, maaf tuan saya tidak melihat nona muda" jawab jujur bibi Nan, ia tidak melihat Zaara keluar dari kamar setelah siang tadi sampai malam harinya.


"tuan saya tidak melihat nona keluar kamar dari siang tadi sampai sekarang, bahkan nona muda tidak turun untuk makan" jawab bibi Nan lagi.


betapa terkejutnya Sagara mendengar penjelasan bibi Nan, jika Zaara tidak pernah keluar dari kamar, lalu kemana zaara saat ini, sedangkan didalam kamar mereka pun Zaara tidak ada.


"sit!!" Sagara pun dengan terdesak ia keluar dan memanggil semua pengawal yang berjaga.


"pengawal!!!... pengawal!!!"


para pengawal pun tiba dengan tergesa-gesa,,,


"cari Zaara diseluruh kediaman ini, cari Zaara sampai ketemu!!" perintah Sagara, semua pengawal pun langsung bergerak cepat, berpencar di seluruh kediaman besar Sagara, dari taman belakang, kolom berenang, hingga ruangan tempat latihan Sagara dan juga aula aula besar lainnya di sisi rumah utama itu.


bahkan Sagara juga memerintahkan semua pelayan untuk mencari Zaara di semua kamar dan ruangan yang ada.


keributan yang ada dirumah itu pun sontak membuat Bunga yang baru tiba di rumah itu menjadi ikut bingung.


tap....


tap....


tap....


Bunga memasuki rumah, ia baru tiba setelah beberapa hari menjalankan bisnisnya yang diperintahkan kantor Sagara untuknya.


"bi...ada apa ini?!" tanya Bunga bingung.


"begini nona Bunga, nona Zaara hilang" jawab pelayan itu.


"hilang?!!" dengan raut wajah yang bingung dan keheranan Bunga menatap semua pelayan yang sibuk kesana kemari mencari keberadaan Zaara.


"ada apa Bi, apakah Zaara tidak ada dirumah ini, lalu kemana dia" tanya Bunga lagi menjadi penasaran, bukanya sedih dan khawatir ekspresi bunga sekarang lebih bisa dikatakan aneh.


lalu Bunga pun berjalan masuk dan menatap sekeliling, entah mengapa ekspresi yang timbul diwajah Bunga malah sudut bibir yang terangkat dan juga seringai kecil.


"CKK.... ZAARA!!!" tiba tiba suara Sagara mendekat, membuat Bunga terkejut dan cepat mengubah ekspresinya.


"tuan...tuan Sagara, ada apa ini?" tanya Bunga tiba tiba cemas.


Sagara yang baru menyadari keberadaan Bunga pun tidak terlalu memusingkan pertanyaan Bunga dan hanya menjawab singkat.


"Zaara tidak ada dirumah" setelah mengatakan hal itu ia pun melongos pergi meninggalkan Bunga.


dengan raut wajah yang sangat berbeda Bunga menatap kepergian Sagara dengan sorot mata yang sulit diartikan.


bersambung.....