
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sudah beberapa hari sejak pertemuan Daniel dan Zaara,kini terlihat Daniel berada dalam kamarnya dan laki laki itu masih saja memikirkan Zaara.
Walaupun hanya beberapa kali Daniel menemui Zaara namun ia tahu jika Zaara adalah gadis yang baik dan cukup polos.
"ckk..sial mengapa aku jadi memikirkannya" runtuk Daniel untuk kesekian kalinya.
wajah Zaara selalu saja muncul dalam pikirannya dan membuat Daniel kesal setiap kali wajah Zaara terlintas.
namun ditengah pikirannya, handphone Daniel tiba tiba berbunyi, Daniel pun mengangkat teleponnya dan ternyata itu telepon dari tuan besar.
("..............")
"baik tuan" jawaban singkat lalu dengan bergegas cepat ia pergi ketempat tujuannya.
sedangkan disisi lain...
Sagara dan Andreas tengah berada didalam salah satu ruangan di mansion Sagara.
Sagara dan Andreas tengah duduk dengan posisi yang santai ditambah dengan raut wajah yang terlihat lebih santai namun tetap serius.
"hehmmm...! sekarang kita hanya tinggal menunggu waktu dan setelah itu kita akan tahu dalang semua ini" ucap Sagara dengan seringai kecil diwajahnya.
Dipikiran Sagara saat ini sudah tercetak jelas apa yang akan ia lakukan untuk membalas semua yang dilakukan dalang itu kepada kehidupannya dan juga akan menghancurkan semua yang telah berani berurusan dengannya walaupun sekalipun orang tersebut dari dunia mafia.
flashback...
Dua Hari Yang Lalu...
Setelah Andreas menemui Bunga hari itu dengan rencana yang telah ia susun dengan Sagara mencoba mencari tahu informasi dari keluarga Adams.
Disebuah kediaman mewah bernuansa Eropa klasik, terlihat didalam ruang tamu ada Sagara dan Andreas.
"Apakah ini akan berhasil tuan?"tanya Andreas dengan suara yang pelan.
"Apa yang kau ragukan!"saut Sagara masih fokus dengan keadaan disekelilingnya.
Tak berapa lama datang seorang pria setengah baya dengan raut wajah yang tersenyum tipis kearah Sagara dan Andreas.
"Bagaimana kabarmu sekarang Sagara!?"tanya pria itu setelah ada dihadapan Sagara, Sagara pun menjawab pertanyaan itu dengan senyum seandanya.
"Saya baik"saut singkat Sagara.
"Hahaha...Sagara ternyata kau tidak berubah sama sekali, dari kecil pun kau sangat cuek dan dingin" lanjut pria itu dengan terkekeh.
Sagara tidak memberikan reaksi apapun,lalu dengan suara yang serius Sagara mulai membuka topik pembahasan yang menjadi tujuannya saat ini.
"Saya tidak ingin membuang waktu hanya dengan bertanya kabar dan bagaimana, tapi tujuan saya kesini untuk menanyakan sesuatu hal yang penting dengan anda tuan Adam" jelas Sagara langsung ketopik utama.
"Baiklah kalau begitu tanyakan saja apa tujuanmu datang kemari setelah bertahun tahun lamanya"saut tuan Adam dengan senang hati menerima setiap pertanyaan yang mampu dijawab olehnya.
lalu dengan sangat serius Sagara menatap tuan Adam dan mempertanyakan pertanyaan yang mungkin bisa membuat tuan Adam marah atau sebagainya.
"Apakah Halena benar benar telah tiada?"tanya Sagara dengan raut wajah yang datar.
deg!!
Seketika raut wajah tuan Adam yang awalnya ramah dan santai seketika berubah menjadi lebih tegang dan dengan suara yang terdengar lirih tuan Adam berkata.
"Benar...Halena telah tiada"sahutnya dengan eskpresi sedih, Sagara menatap tuan Adam lalu bertanya kembali kepadanya.
"Sejak kapan?"lanjut Sagara bertanya, namun tuan Adam hanya diam lalu tak berapa lama kemudian tuan Adam melanjutkan perkataannya.
"hhhmm...,saya tidak tahu kenapa kau tiba tiba bertanya tentang Halena setelah sekian lama kau tidak bertemu dengannya..."
"kalian itu telah berteman sejak kecil,namun beberapa tahun ini kau tidak menemuinya bahkan seperti orang asing...kau tahu Sagara apa yang terjadi beberapa tahun ini padanya!!?"ucap tuan Adam dengan nada yang terdengar kecewa.
"!?" Sagara lagi lagi diam, memang benar Sagara tidak terlalu tahu lagi tentang Halena sejak beberapa tahu terakhir.
"Apa yang terjadi pada Halena tuan Adam?"timpal Andreas membuka suaranya.
Disaat menatap wajah itu sepertinya sangat banyak cerita yang tidak diketahui oleh Sagara dan Andreas tentang Halena lagi.
"jika Halena memang telah tiada apa penyebab kematiannya?" lanjut Andreas.
"kalian masih ingat kejadian Lima tahun yang lalu?,dari saat itulah keadaan Halena mulai berubah hingga saat saat terakhir hidupnya..."
Lima tahun yang lalu, saat kejadian itu terjadi mungkin Sagara tidak terlalu perduli namun akibatnya adalah Halena.
Kala itu, Sagara, Andreas, Halena dan satu lagi salah seorang gadis berumur 17 tahun, entah apa yang terjadi namun yang pasti tiba tiba ada salah seorang musuh Sagara datang penyerang dan akibatnya membuat mereka terdesak namun hal itu tidak membuat Sagara menyerang.
Lalu setelah sekian lama mereka saling menyerang tiba tiba Sagara yang sempat lengah hampir tertembak dan sayangnya gadis itulah yang membantu Sagara dan berakhir dalam keadaan yang telah tiada namun mungkin saat itu dalam keadaan yang terdesak Sagara tidak sempat memperhatikan dan akhirnya untuk melumpuhkan lawan pasukan Sagara melakukan Pemboman.
"Saya ingat itu tapi apa hubungan ini dengan Halena, bukankah kala itu, Andreas dan Halena juga selamat!" ucap Sagara mengingat segalanya yang terjadi di tahun Kala itu.
Penyerangan yang dilakukan oleh musuh Sagara secara tiba tiba itu membuatnya terpaksa melakukan pelumpuh terakhir dengan cara meledakkan tempat itu.
"Tentu ini ada hubungannya dengan Halena, mungkin kau lupa Sagara tapi satu harus kau ingat gadis yang bernama Tania itulah yang menjadi kesedihan Halena dan kau tahu apa yang terjadi pada putriku satu tahun yang lalu....!
Dengan raut wajah yang semakin sedih tuan Adams melanjutkan kalimatnya..
"Satu tahun yang lalu Halena meninggal dengan cara terjatuh dalam jurang dan naas nya saat itu mobil yang dikendarainya habis terbakar dan aku hanya bisa menemukan abunya..! dengan emosi yang sangat sedih tuan Adams mengingat kejadian kejadian kurang lebih satu tahun itu.
Sedangkan Sagara dan Andreas mencoba mencermati semua yang didengarnya dengan baik.
Dari semua cerita itu bukankah terlalu banyak yang menjadi tanda tanya, apa alasan Halena hidup dengan menderita selama bertahun tahun atas kematian Tania?, dan untuk kematian Halena benarkah ia telah meninggal dunia jika benar lalu siapa hallen sekarang.
Yang bisa dipastikan saat ini adalah kematian Halena itu palsu dan saat ini Halena masih hidup dan Sagara sudah memastikan hal tersebut.
Sagara menegakkan tubuhnya dan dengan tangan yang menyentuh dagunya.
set.!!
"Begini tuan Adams apakah anda akan percaya dengan yang saya ucapkan saat ini kepada anda jika Halena masih hidup!?"
deg..!?
"Apa maksudmu Sagara!!" sahut tuan Adams dengan perasaan yang terkejut juga bertanya tanya.
"Benar saat ini Halena masih hidup dan ia ada disatu tempat saat ini" lanjut Sagara melanjutkan ucapannya.
"Jangan bercanda Sagara!!, dengan mata kepala saya sendiri putriku mati terbakar dijurang itu dan...!!
"Dan...apakah anda menemukan jasad Halena!?" sergah Sagara memotong ucapan tuan Adams.
"Andreas!!" imbuh Sagara lalu seperti Andreas telah mengerti apa yang dimaksud Sagara, Andreas pun merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah foto dan kemudian menunjukkannya kepada tuan Adams.
ketika tuan Adam mengambil foto itu dan betapa terkejutnya ia ketika melihat siapa yang ada di foto itu...
"!!?"
"ini...ini!!!...tidak mungkin!" betapa terkejutnya tuan Adams dengan yang dilihatnya saat ini, Halena...ya itu adalah Halena pikirnya namun bagaimana itu mungkin.
"sebenarnya mudah saja tuan Adams" seperti menebak apa yang ada didalam pikiran tuan Adams, Sagara pun menjelaskan semua yang telah ia selidiki dan semua yang dilakukan oleh Hallen alias Halena.
ketika mendengar semua itu semakin terpakulah tuan Adams, ia benar benar tidak menyangka apa yang telah terjadi, namun saat ini ia tidak bisa menghindari apa yang menjadi kemungkinan apakah itu benar Halena ataupun bukan.
"jadi tuan Adams saya harap anda akan mengatakan semua yang anda tahu tanpa ada yang ditutupi lagi!!" dengan seringai tipis diwajahnya, Sagara tahu ada yang disembunyikan oleh Adams dan Sagara ingin tahu sebelum kecelakaan Halena apa yang terjadi.
flash off...
tuan Adams telah menyatakan bahwa saat kematian Halena memang ada kejanggalan dan ia sampai sekarang tidak yakin apakah benar jika Halena telah tiada namun tuan Adams tidak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi dikala itu.
"kita akan menemukan pelaku ini sebentar lagi!!" dengan seringai lebar diwajahnya Sagara sangat menantikan kedatangan dalang ini.
Ia ingin melihat semua yang terjadi dan membalas semuanya dalam sekali tebas saja.
"Tapi aku heran kenapa kau ingin menunggu dalang ini?, bukankah kita sudah bisa menebak siapa?" tanya Andreas dengan emosi yang meningkat, sebenarnya ia ingin sekali menangkap orang itu dan menghabisi nyawanya untuk membalaskan kematian Meena.
"Kau sabarlah sebentar!!" seru Sagara dengan wajah yang santai.
"Tunggulah tanggal mainnya!!"
Sagara sudah menyiapkan siasat miliknya dan ia akan menantikan penyerangan yang dilakukan dalang utama.
Bersambung...