Zaara

Zaara
bab 18. kedatangan Veera



......................


Sesampainya Dirumah Sagara...


citttt....!


cklek...!


Sagara keluar dari mobil langsung masuk kedalam rumahnya.


tap...


tap...


tap...


"selamat datang tuan" bow para pengawal


Sagara bergegas masuk, ia segera mencari Zaara


Sagara mencari di kamar Zaara tetapi gadis itu tidak ada, lalu kedapur juga nihil, lalu kemana gadis itu, pikir Sagara.


Sagara keluar dari dapur dan langsung memanggil pelayan


tap..


tap..!!


"PELAYAN!!" teriak Sagara


pelayan pun datang dengan tergopoh-gopoh,


"ya tuan muda, apakah ada sesuatu?" ucap pelayan datang dengan menundukan kepalanya.


"dimana Zaara?" tanya Sagara


"nona Zaara ada di taman belakang tuan" jawab pelayan itu.


lalu tanpa mengatakan apapun lagi Sagara langsung menuju taman belakang..


Sagara pergi menuju taman,,


tap..


tap..!!


Sagara berjalan perlahan sambil memperhatikan sekelilingnya untuk menemukan dimana Zaara.


lalu Sagara akhirnya melihat Zaara, Zaara tengah duduk seorang diri, mungkin saja Zaara kesepian selama tiga hari ini, pikir Sagara.


Sagara pun berjalan mendekati Zaara...


sepertinya Zaara tidak sadar kedatangan Sagara disana, entah apa yang dipikirkan oleh Zaara saat ini,Sagara tidak ingin mengganggu Zaara, Sagara pun hanya berdiri dibelakang gadis itu dalam diam.


tak lama terdengar Zaara berkata,,,


"hahhmm....!!"Zaara menghela napas panjang, sedangkan Sagara masih memperhatikan Zaara sambil tersenyum tipis.


"aku sangat bosan, kenapa tuan muda membiarkanku tidak melakukan apapun, setidaknya biarkan aku memasak didapur tetapi dia tidak memperbolehkan itu" Zaara cemberut


Zaara berbicara sendiri, ia benar benar tidak menyadari kedatangan Sagara


Sagara yang mendengar itu menjadi tersenyum lucu, wajah gadis itu sekarang sangat lucu, ingin sekali ia mencubitnya.


"jika dipikir pikir menjadi sedikit kesal" gumam Zaara.


gadis itu tanpa sadar memperlihatkan sikapnya yang masih kekanak-kanakan, wajar saja karena gadis itu masih berusia 19 tahun.


"oh ho...!!Apakah nona kecil ini marah karena tidak aku perbolehkan melakukan sesuatu" ucap Sagara membuat Zaara terlonjak kaget.


"HAH!!" ia sangat terkejut karena kedatangan Sagara


yang tiba-tiba itu, bagaimana Sagara tiba tiba ada disana, dan sejak kapan?, pikir Zaara.


"tu..an..muda kapan anda datang!?" ucap Zaara terbata bata, Zaara pun membalikkan tubuhnya dan berdiri menatap Sagara.


"tuan muda apakah kau mendengar semuanya?" tanya Zaara pelan, ia menjadi malu mungkin saja Sagara mendengar semua perkataannya.


Sagara berjalan mendekati Zaara dan sekarang berada tepat disebelah Zaara.


"sepertinya tadi aku mendengar jika, ada yang membicarakan tentangku" goda Sagara, Sekarang di mata Sagara gadis itu sangat imut.


"lalu aku juga mendengar jika ada yang kesal padaku" goda Sagara membuat Zaara sedikit merona.


"hahahaha... lucu sekali dia, dasar gadis nakal!" batin Sagara.


"Ti..tidak..siapa yang mengatakan hal itu, sepertinya dia cukup berani" kata Zaara mencoba mengelak.


"Ooh..benarkah!!?" Sagara melangkah kearah Zaara perlahan lahan, Zaara melihat hal tersebut menjadi memundurkan tubuhnya tanpa sadar.


tap...!!


"A...aa.pa..yang..anda ingin lakukan!?" Zaara memundur tubuhnya perlahan kebelakang.


tap..!!


"lalu siapa yang mengatakan itu, Apakah aku yang salah dengar!?" ucap Sagara tanpa menghiraukan ucapan Zaara tadi.


tap...!!


set!!...Zaara menempelkan tubuhnya di pohon itu dan Sagara sangat dekat dengannya, Zaara terjebak di cengkraman Sagara sekarang ini.


"eumm...itu...anda Jangan begini" ucap Zaara memalingkan wajahnya.


Sagara hanya tersenyum, menatap wajah gemetar gadis itu, benar benar manis, pikir Sagara.


"tuan... benar bukan saya" ucap Zaara lagi dengan perasaan gugup, namun ia tetap mengelak menatap wajah Sagara.


wajahnya sekarang pasti sudah seperti kepiting rebus benar benar malu.


"ouh..begitu, jadi sepertinya ada yang tidak ingin dilepaskan!!" Sagara melangkahkan kakinya semakin mendorong Zaara ke pohon itu.


"euhm??!" Zaara semakin menempelkan tubuhnya sendiri dipohon itu, namun Sagara tidak berniat menyentuhnya sama sekali, namun tetap saja posisi itu tidak nyaman untuk Zaara.


"benar benar dekat"batin Zaara


"Ahh!!, tuan baiklah..saya yang mengatakan ucapan tadi, sekarang to...tolong lepaskan saya!" ucap Zaara pada akhirnya.


Zaara sangat takut sekarang bukan takut Sagara berbuat yang macam macam, tetapi ia malu untuk melihat wajah Sagara.


akhirnya Zaara menyerah, laki laki itu tersenyum penuh kemenangan berhasil ia menggoda Zaara,Sagara pun membuka cengkramannya.


"hehm.. tuan muda pasti sangat senangkan sudah berhasil menggodaku" ucap Zaara kesal setelah Sagara melepaskan cengkramannya, Zaara pun menjauhkan tubuhnya dari Sagara.


"Hahahaha...!!Zaara kau lucu sekali" Sagara tertawa benar benar merasa puas menggoda Zaara.


"ya...ya,tertawalah tuan muda" Zaara benar benar kesal lalu ia meninggalkan Sagara yang masih tertawa.


"heh!!" Zaara berjalan meninggalkan Sagara.


tap..


tap..!!


"huhm!!.. nona kecil jangan marah" Sagara mencoba mengejar Zaara.


"jangan dekat dekat bukan mahram" ucap Zaara judes.


"baik nonaku" ucap Sagara ia tidak berhenti tertawa.


"Diam..!!jangan tertawa lagi, jika tuan tidak berhenti tertawa, maka jangan mengikuti saya lagi" sifatnya muncul lagi.


"baik baik.. liat aku sudah berhenti tertawa" Sagara menahan cengiran wajahnya.


"huh!!" Zaara memalingkan wajahnya


"baik Zaara aku tidak akan menggodamu lagi jadi tolong berbaliklah" pinta Sagara lembut.


namun Zaara tetap ingin pergi, lagi lagi Sagara harus menghentikan Zaara.


"jangan pergi!" namun Zaara tidak menghiraukan Sagara, Sagara pun mengikuti langkah Zaara.


tap..!!


"baiklah Zaara sekarang katakan apa yang kau mau?" ucap Sagara mengeluarkan senjatanya, benar saja Zaara pun berhenti dan berbalik.


"tuan muda saya sangat bosan, biarkan saya melakukan sesuatu dirumah ini?" pinta Zaara dengan nada bosan.


"saya sudah sembuh tuan muda, jika saya tidak melakukan sesuatu saya benar benar bosan, yah tuan muda saya mohon!!" suara itu melembut, matanya membesar dan berbinar-binar, mencoba merayu Sagara agar pria itu mendengarkannya.


"Baiklah, tapi ingat jangan melakukan hal yang berat, jika kau kelelahan maka istirahatlah" Sagara akhirnya mengalah, wajah itu membuat jantung Sagara berdetak kencang.


"benarkah?! tuan muda anda sangat baik"ucap Zaara kegirangan.


"berjanjilah Zaara"


"seperti permintaanmu" jawab Zaara cepat dan yakin.


lalu ia malah meninggalkan Sagara diluar, ia benar benar bahagia dan malah melupakan Sagara yang masih diluar.


tap...!!


tap...!!


"gadis itu mulai berani rupanya!!" ucap Sagara tersenyum melihat tingkah Zaara.


...ΩΩΩ...


Satu Minggu kemudian....


Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu Sagara dan Zaara yaitu kembalinya Veera beserta keluarga ke Negara K.


"Zaara aku hari ini akan terlambat datang karena harus menjemput mommy dan Daddy di bandara" ucap Sagara.


Sagara dan Zaara sedang sarapan pagi itu dan Sagara telah bersiap siap untuk pergi bekerja.


"benarkah..!! baiklah, saya tidak sabar ingin bertemu mommy" ucap lembut Zaara mendengar jika Veera akan kembali kenegera itu.


"tentu, lagipula ulang tahun Daddy akan dirayakan secara besar-besaran karena itu mereka kembali kesini" jawab Sagara menjelaskan alasan kepulangan Veera.


"dan juga bersiap lah untuk bertemu dengan nenek dan kakekku" ucap Sagara


"Kakek?, nenek!!?" gumam Zaara, sepertinya gadis itu masih belum mencermati benar ucapan Sagara.


"Hem!! ada apa?" tanya Sagara


"akh..!!!.. benarkah!!" baru saja Zaara sadar, benar benar gadis itu, pikir Sagara.


"benarkah kalau begitu pasti akan sangat menyenangkan bertemu dengan kakek dan nenek" ucap Zaara


"tentu dan kau tidak usah khawatir Zaara karena semua keluargaku itu sangat baik kepada orang lain bukan seperti yang diceritakan didalam film film biasanya" godanya Sagara.


"siapa juga yang berpikir seperti itu" elak Zaara, sebenarnya ia cukup khawatir mengenai hal tersebut, bagaimana jika nenek dan kakek tidak menyukainya.


"lebih baik tuan cepat pergi bekerja sebelum kesiangan kekantor" ucap Zaara.


"baik"Sagara pun menyelesaikan makanannya lalu ia bergegas pergi ke Kantor.


***


sore hari pun tiba...


Sagara bergegas menjemput kedua orangtuanya di bandara.


"Andres, kita akan langsung ke bandara saja, karena mommy sudah sampai disana!" perintah Sagara.


"baik tuan muda"


Sagara pun bergegas keluar dari perusahaannya menuju parkiran mobilnya...


tap...


tap...


tap...


setelah sampai dibawah keduanya pun langsung masuk kedalam mobil.


vroomm...!!


mobil mereka melaju dengan kecepatan sedang, sekitar 25 menit Sagara sampai di bandara.


citt...!!!


cklek...!! Sagara membuka pintu mobil dan segera berjalan masuk kedalam ruang tunggu...


tap..


tap..


tap..


Sagara melihat sekeliling tempat itu dan mencari keberadaan mommy dan keluarganya.


tidak sulit menemukan mereka karena sekarang mereka telah di sorot kamera, yah mau bagaimana lagi, kedua orangtua Sagara adalah orang yang sangat berpengaruh didalam maupun luar negeri.


Sagara pun berjalan mendekati kerumunan itu beserta beberapa pengawal yang telah diperintahkan Sagara untuk berjaga jaga.


kedatangan mereka pun sudah tersorot di publik.


"tuan Jika anda kesana maka anda juga akan disorot!?" ucap Andreas mengingatkan.


"mau bagaimana lagi kita memang harus menghadapi mereka" ucap Sagara sambil berjalan mendekati kerumunan itu.


pengawal pengawal sudah sangat sigap, setelah kemunculan Sagara malah menjadikan kerumunan itu semakin ramai, bagaimana tidak wanita wanita itu menjadi histeris melihat langsung ketampanan Sagara.


"KYYAA...TUAN SAGARA ADA DISINI!!" teriak histeris mereka melihat kedatangan Sagara.


"TUAN SAGARA!!"


"kyyaa.. tampannya!!"


sudah diduga oleh Sagara, mau tidak mau Sagara pun harus menghadapi semua awak media dan wanita wanita itu.


"TUAN TOLONG KATAKAN SESUATU...!!?." ucap salah satu wartawan.


"tuan apakah pesta kali ini akan sangat meriah..." tanya salah satu wartawan lagi.


pertanyaan pertanyaan itu dijawab oleh Veera, dan pada akhirnya keberadaan mereka disana di tahan oleh beberapa pertanyaan yang terlontar.


dan teriakan teriakan kerumunan itu juga membuat Sagara jenuh dan jika Sagara sudah muak maka akan diabaikan oleh Sagara.


beberapa lama kemudian akhirnya mereka bisa lepas dari kerumunan itu dan langsung meninggalkan bandara bersama sama Veera dan Tristan.


"tuan apakah Anda tidak apa apa" tanya Andreas didalam mobil.


"sepertinya kali ini mereka sangat antusias akan pesta yang akan datang" sambung Andreas berkomentar.


"seperti biasa" jawab singkat Sagara.


citttt....!!


para rombongan mobil mewah itu sampai dikediaman besar itu, Meraka disambut oleh semua pelayan dan pengawal begitu juga Zaara.


sudah seharian ini ia dan para pelayan mengatur semua persiapan kedatangan Veera dan Tristan.


"SELAMAT DATANG KEMBALI TUAN DAN NYONYA BESAR" sambut meraka bersamaan.


Veera tersenyum hangat membalas sapaan itu, lalu ia berjalan mengarah kepada Zaara, ia sangat merindukan gadis itu, ia selama ini mendengar apa yang terjadi dengan Zaara


tap..


tap...!!


"Zaara sayangku.." peluk Veera


"mommy sangat merindukanmu, apakah kau baik baik saja Zaara, mommy sangat khawatir" ucap Veera berucap lembut kepada Zaara.


"baik mom, Zaara juga merindukan mommy" ucap Zaara lembut,


"Alhamdulillah sekarang Zaara baik baik" ucap Zaara lagi.


"syukurlah Zaara" ucapnya Veera menatap Zaara dari ujung kaki sampai ujung kepala.


lalu tak henti hentinya Veera memberikan senyuman hangat kepada Zaara.


"istriku, lebih baik kita segera masuk" ucap Tristan mengingatkan, Veera itu jika sudah berteman Zaara maka akan lupa semuanya, pikir Tristan.


"hehehe...benar mari masuk" Veera pun masuk dengan Zaara.


sepertinya jika gadis itu disampingnya maka Veera akan melupakan hal yang lainnya.


bersambung.....