
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Terlihat sebuah mansion besar bergaya Eropa klasik,,,
didalam sebuah ruangan, terdapat dua orang laki laki yang sedang berbicara dengan wajah yang serius
"Tuan saya telah mendapatkan informasi dari hallen jika dia telah membuat hubungan Sagara dan sang istri hancur" ucap laki laki itu yang ternyata adalah Daniel.
HAHAHAHA..... HAHAHA!!
"BAGUS....BAGUS!!!" laki laki itu awalnya membelakangi Daniel lalu dengan memutar tubuhnya,,,
sekarang wajah laki laki terlihat jelas, wajah tanpa topeng, laki laki paruh baya dengan wajah yang masih terlihat angkuh dan tegas.
"dan saham telah berhasil direbut" sambung Daniel menyampaikan semua rencana yang telah terjalankan dengan mulus.
"bagus... Daniel....bagus...!!"
"hahahaha.... akhirnya kehancuran mu akan tiba Sagara.... tunggulah sampai aku membalas semua yang telah kau lakukan kepadaku!!!" laki laki itu dengan sorot matanya tajam sambil menyeringai lebar.
"pergilah Daniel, sekarang saatnya untuk rencana selanjutnya" perintah laki laki itu.
"Baik tuan Damian Dowson!!" saut tegas Daniel, lalu ia pun meninggalkan laki laki itu yang ternyata bernama Damian Dowson.
tap...
tap...
tap...
Daniel pergi dari mansion itu menuju bandara, ia akan segera berangkat pukul 1 siang.
dengan persiapan yang sudah matang Daniel pun pergi kenegara K untuk melanjutkan rencana yang telah diperintahkan oleh tuan Damian kepadanya.
***
dilain waktu,,,
Sagara sudah tidak pulang kerumah selama tiga hari, Zaara sangat sedih karena Sagara sekarang sudah menghindari dirinya.
Flashback...
kemarin siang,,,
Andreas datang kerumah itu menemui Zaara,,,
Zaara yang tengah berada di taman belakang terkejut dengan kedatangan Andreas.
"tuan Andreas?" ucap Zaara melihat Andreas yang telah ada di sebelahnya.
"Selamat siang nona muda" bow Andreas
"jangan terlalu formal tuan Andreas, apa yang anda lakukan disini?" ucap Zaara ramah.
"maaf nona muda sebenarnya saya kesini hanya ingin menyampaikan jika tuan muda sekarang ada di kantor karena sedang menyelesaikan masalah perusahaan" ucap Andreas sedikit berdalih tentang Sagara yang tidak pulang.
Zaara tahu jika penjelasan itu hanyalah alasan Andreas supaya ia tidak bersedih hati, lalu dengan tersenyum tipis Zaara menjawab.
"tidak apa apa kau tidak perlu menutupinya tuan Andreas, aku tahu jika hubby tidak percaya padaku"ucap Zaara mencoba untuk tegar.
Andreas hanya bisa diam, gadis ini sangat baik, Andreas sendiri tidak percaya jika Zaara benar benar berkhianat.
Andreas pun pergi meninggalkan Zaara tanpa mengatakan sepatah katapun.
flash off....
"nona muda jangan terlalu bersedih saya yakin tuan muda masih sangat mencintai anda" hibur bibi Nan kepada Zaara.
Zaara lagi lagi berada di taman belakang, belakangan ini ia suka berada disana ditemani oleh bibi Nan, merasakan sejuknya angin yang menerpa wajahnya.
Zaara yang mendengar perkataan bibi Nan menjadi tersenyum lalu Zaara berkata dengan pelan,,,
"bibi... apakah kau percaya padaku?" tanya Zaara menatap pelayan berumur 50 tahun itu.
"tentu saja nona" jawab cepat bibi Nan.
"nona muda jangan bersedih, saya yakin tuan muda akan kembali percaya kepada nona" sambung bibi Nan sambil menghadap Zaara yang tertunduk.
"benar bi, Zaara juga yakin...tapi..." ucap Zaara terdiam, kemudian bibi Nan yang melihat raut wajah Zaara mencari cara untuk menghibur Zaara.
"nona yakinlah jika Tuhan akan memberikan jalan untuk menghadapi ujian ini" ucap bibi Nan.
"nona saya sangat mengenal tuan muda, dia adalah orang yang sangat perhatian walaupun tuan muda itu terlihat cuek dan dingin" ucap bibi Nan lagi, semua yang diucapkan bibi Nan itu hanya untuk menghibur Zaara.
"bibi boleh ceritakan kisah hubby padaku, terserah tentang apapun itu" pinta Zaara kemudian.
"terserah bibi yang menurut bibi sangat berkesan!" ucap Zaara lembut, lalu bibi Nan pun menceritakan tentang Sagara tumbuh besar bersama Andreas dan menjadi Sampai sekarang.
Zaara mendengarkan semua cerita itu dengan senyuman dan sesekali tertawa jika ada yang lucu menurutnya.
"dan nona Zaara tahu, ketika tuan muda lahir, tuan muda terlihat sangat tampan dengan mata yang indah" ucap bibi Nan mengenang bagaimana tampannya Sagara ketika masih kecil.
Zaara tersenyum mendengar hal itu, memang benar jika Sagara memiliki sepasang mata yang indah yang menawan.
"lalu kau tahu nona, tuan muda itu sangat...." bibi Nan pun menceritakan semua cerita Sagara sampai tak terasa waktu Dzuhur tiba, Zaara pun kembali kekamarnya untuk melaksanakan shalat dan beristirahat.
***
"tuan muda apakah kau tidak ingin melihat kondisi nona Zaara sebentar saja!?" tanya Andreas mulai kesal melihat Sagara yang mondar mandir tak karuan.
"DIAM!"
sudah cukup lama Sagara seperti itu, membuat Andreas benar benar keki dibuatnya.
"tuan muda jika rindu pulanglah" ucap Andreas lagi, dengan cepat Sagara menjawab.
"tidak!"
"ya sudah jika tidak ingin, tapi tolong berhentilah mondar mandir, aku pusing melihatnya" ucap Andreas sudah lelah berkata formal kepada Sagara.
Sagara tidak mengacuhkan Andreas, ia tetap mondar mandir seperti orang gila.
"temui saja, apa susahnya sih Sagara, dia itu istrimu, jika masih marah coba dengarkan penjelasan nona Zaara sekali saja"
"kau mendengarku tidak!, Sagara jika kau tidak mencoba memperbaiki hubunganmu dengan Zaara tapi jangan buat dia seperti burung dalam sangkar emas" Andreas tidak berhenti berkata agar Sagara mau menurunkan egonya itu.
"ckk...memang sangat sulit berbicara dengan patung" Andreas kesal lalu ia pun pergi meninggalkan Sagara yang masih sibuk dengan perasaannya itu.
hubungan Sagara dan Zaara tetap sama tidak ada perubahan apapun sejak kejadian terakhir kali, Sagara pun tetap marah dan kecewa namun ia juga merindukan Zaara.
sudah tiga hari Sagara tidak melihat wajah Zaara, ia sebenarnya sangat rindu, namun karena egonya, ia tidak mampu menemui Zaara.
"AKHH!!" Sagara berteriak frustasi.
......***.......
Ngiiing..... ngiiing....!!!
"pesawat akan tiba di negara K sebentar lagi, dimohon penumpang untuk menyiapkan diri untuk pendaratan!!
terdengar suara dari petugas di pesawat itu, pesawat yang sebentar lagi akan mendarat di negara K.
"hhhmmmm....pada akhirnya aku tiba di negara ini!" ucap laki laki yang menggunakan kaca mata hitam, dengan tubuh yang tegap, wajah yang tampan bak model siapa lagi jika bukan Daniel Raymond.
dengan senyuman yang mengembang diwajahnya laki laki itu membawa sifat yang hangat dan penuh perhatian.
ngiiing......!!!
ngiiing.......!!!
suara bising pesawat memenuhi telinga, menandakan jika pesawat benar benar telah mendarat dengan selamat.
semua penumpang pesawat itu pun turun dengan teratur dan bergiliran, begitu pula Daniel yang terlihat berjalan dengan penuh gaya.
tap...
tap...
tap...
untuk pertama kalinya Daniel menginjakkan kakinya di negara K, laki laki berdarah Prancis itu pun mulai berjalan mencari pengawal yang telah menunggu kedatangannya,,,
tak jauh dari tempatnya berjalan sudah terlihat pengawal yang memang sanga mencolok mata, siapa lagi bukan pengawal pangawalnya.
Daniel pun berjalan menghampiri mereka semua,
"wahh...laki laki yang sangat tampan!!"
"siapa dia! apakah seorang aktor?"
semua mata tertuju kepada Daniel, mendengar perkataan semua orang yang ada disana ia hanya mengabaikan nya sambil tetap berjalan.
"Selamat datang di negara K tuan Daniel Raymond" bow semua pengawal yang ada disana.
"kita langsung pergi" perintah Daniel tanpa basa basi, para rombongan Daniel pun meninggalkan bandara itu menuju kediaman Daniel.
bersambung.....