
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara Itu...
"Gawat tuan muda perusahaan saat ini telah diserang!" lapor Andreas sambil memperhatikan dengan seksama laptop ditangannya saat ini.
Satu jam telah berlalu dan Sagara baru tiba di negara K dan setelah tiba disana didalam mobilnya Sagara segera berangkat menuju perusahaan namun setelah di perjalanan tiba tiba Andreas mendapatkan informasi jika perusahaan sudah diserang dan banyak memakan korban dari aksi penyerangan itu.
"****!!....putar balik!!" desis Sagara meninggikan suaranya, ia benar benar bodoh kali ini dengan meninggalkan Zaara sendirian.
Dan sekarang jantung Sagara berdegup keras ketika memikirkan keadaan yang kemungkinan besar terjadi kepada Zaara.
Cit!!
Vroomm!!!
Mobil Sagara memutur dengan decitan keras karena mobil Sagara terpaksa harus berbelok di jalan raya dengan banyaknya mobil saat itu dan tentu saja perbuatan itu membuat mobil yang berada di belakang sagara mendadak berhenti dan hampir membuat kecelakaan.
"Cepat!!" perintah Sagara kepada pengawal yang membawa mobil tersebut, lalu tanpa pikir panjang pengawal yang memang ahli dalam hal kebut-kebutan mobil tentu saja mudah.
Mobil Sagara melesat cepat ditengah jalan raya yang kala itu penuh dengan mobil, motor dan juga truk dan oleh karenanya klakson mobil itu sebentar-sebentar berteriak, memaksa kendaraan-kendaraan memberikan jalan kepada mobil itu dan juga memberitahukan jika ada mobil dengan kecepatan tinggi sedang melaju.
Pangkal gas digas gila-gilaan dan pada waktu yang hanya kurang lebih 10 menit akhirnya sampai dikediaman Sagara.
Citt!!
Betapa mengerikannya pemandangan didepannya saat ini,Sagara turun dari mobil dan tepat di sekeliling Sagara,
Halaman besar itu dipenuhi dengan pengawal yang sudah menjadi mayat ataupun terluka parah,
DEG!!
Tak berpikir panjang Sagara berlari masuk kedalam diantara mayat-mayat yang masih segar, hanya ada satu nama dibenaknya!
Zaara!
Hanya nama itu dan Sagara berharap dengan sangat jika Zaara baik baik saja saat ini, padahal kemungkinan itu sangat kecil disaat dengan mata kepalanya sendiri Sagara menyaksikan tubuh tubuh tak bernyawa banyaknya.
Terlebih lagi disaat Sagara melihat didalam ruang tamu!!, pelayan-pelayan itu juga dihabisi.
DEG!!... DEG... DEG!!
Jantung Sagara seakan berhenti berdetak!
"bibi Nan!!"desis Sagara patah!, disaat Sagara melihat mayat bibi nan yang tak jauh dari tangga dilantai atas semakin membuat Sagara takut.
tap..!!
"Zaara!!,...Zaara...Zaara!!" Sagara berteriak sambil berlari kesana-kemari melihat semua pelayan yang ada disana dan mencek jika ada menemukan Zaara walaupun itu adalah kemungkinan terburuknya.
"Andreas..cari Zaara!!...
"Andreas!! temukan Zaara..!!"
Perintah Sagara langsung di lakukan Andreas setelah Andreas baru saja selesai menelpon ambulans dan juga pasukan pasukan mereka untuk datang.
"Zaara..!!..Zaara..!!"
Sagara mencari Zaara diseluruh rumah bahkan Sagara mencek satu persatu ruangan dan kamar yang banyaknya tak terhitung.
Tetapi tidak juga ditemukannya Zaara!, Zaara tidak ada dikamar, dikamar mandi, diruang baca, kantornya ataupun kamar kamar yang menjadi kemungkinan Zaara bersembunyi.
Zaara hilang!!
"ZAARA!!!"
Sagara teriak gila-gilaan di tengah ruang tengah, seakan runtuh semuanya saat ini, tubuh Sagara luruh kelantai.
Brukk!!
"Sagara!!" dengan cepat Andreas menghampiri Sagara, dan disaat Andreas ada dihadapan Sagara, Hanya ketakutan dan juga putus asa yang terlihat dari sorot mata Sagara,
"Ini semua kesalahanku!..."
"Seharusnya aku tidak meninggalkan Zaara sendirian disini..!" ucap Sagara dengan nada lirih dan hancur, seakan akan semua telah hancur dan Zaara hilang dari pandangannya.
"Apa yang kau katakan Sagara!, kenapa kau seperti ini, kau menyerah hah!?" sungut Andreas mencoba untuk memberikan sedikit semangat untuk Sagara yang terlihat sangat rapuh.
"Sekarang bukan saatnya untuk menyerah Sagara, aku yakin nona muda masih hidup sekarang!" ucap Andreas lagi sambil menatap mata Sagara yang telah memancarkan kekosongan.
Namun sekilas harapan tiba tiba kembali muncul dalam benak Sagara!, Benar! ia tidak bisa menyerah seperti ini sekarang, untuk bisa menyelamatkan Zaara apapun bisa dilakukan olehnya.
Sagara pun mulai menegakkan kembali tubuhnya yang terjatuh dan dengan tatapan tajam dan tegas Sagara berjalan kearah luar yang dimana telah ada beberapa ambulans yang sudah mengevakuasi korban dan juga para pengawal pengawal yang telah di panggil Andreas.
"Temukan istriku sekarang juga bagaimana pun caranya!" perintah Sagara tegas.
"SIAP!!" ucap mereka serentak pergi dari rumah itu dan berpencar mencari keberadaan Zaara dengan mengelilingi setiap sudut kota.
Sedangkan Sagara akan melacak keberadaan Zaara menggunakan metode CCTV kota dan menemukan informasi yang bisa jadi rujukan untuk keberadaan Zaara saat ini dan untuk Andreas, Andreas pergi keperusahaan bersama pasukan keluarganya yang akan dikerahkan oleh Andreas.
Saatnya Andreas membalaskan semua yang telah mereka semua lakukan,
...***********...
Diperusahaan...
semua porak poranda, seperti kediaman Sagara, kantor saat ini pun dipenuhi dengan mayat dan juga korban yang terluka.
Semua karyawan dan pengawal-pengawal yang berusaha menyelamatkan diri dan melawan semua pasukan yang datang menyerang.
"Berhenti!!"perintah Andreas dan tepat disaat itu juga mobil mereka semua berhenti di depan perusahaan.
Citttttttt!!!...bunyi rem yang dipaksa berhenti sampai kepangkalnya.
"Serang!!" desis tajam Andreas disaat melihat penyerangan didepannya saat ini.
DRAP!!...
Dor!!
woosh!!
Semua terjadi seperkian detik cepatnya, Andreas masuk menyelip kedalam dan dengan pistol ditangannya.
tap!!
Andreas masuk kedalam dan menembakkan pistol kesegala arah, Darahnya benar benar mendidih, Amarah dan dendam tak luput dari hatinya saat ini.
"Brengsek!!, cepat amankan semua orang!" perintah Andreas kepada pengawal.
Semua karyawan yang selamat mencoba berlari kearah luar, dan disaat ada yang ingin menyerang, Andreas akan menembak balik.
"Aku tidak akan melepaskanmu, brengsek!!" teriak Andreas, Andreas tahu jika ada pemimpin di antara banyaknya pasukan saat ini, Andreas mengantupkan gerahamnya rapat-rapat, emosinya kembali naik.
Dor!!
Andreas berulang-ulang kali menembak musuh dan brukk!!,seketika mereka tumbang.
"Keluar jika kau punya nyali, brengsek!!.."
"Jangan hanya bersembunyi!!"teriak Andreas menggelegar. tanpa sadar kesepuluh jari jemarinya semakin kuat mengantup.
Disisi lain sisi sebelah kanan gedung kantor, masih diarea dalam lantai satu, Daniel yang sejak tadi memimpin penyerangan ini mencoba sebisa mungkin tidak bertatapan langsung dengan Andreas, walaupun saat ini ia mengunakan topeng wajah.
Namun disaat ia mendengar teriakkan Andreas, Daniel menjadi naik darah terlebih lagi disaat Andreas menantangnya.
"Sssst..sial!!" Daniel terpancing, ia marah benar benar marah!
Daniel pun berjalan kearah Andreas berada sambil menyiapkan dua pistol dan siap menyerang Andreas.
Heh!!!.. akhirnya mereka bertatap muka, Andreas menyeringai lebar.
"kita bertemu!!"kemudian dua pasang manik hitam itu saling tatap.menghujam luruh dan penuh amarah.
"jika kau punya nyali gunakan tangan kosong!!"tatap Andreas menantang Daniel,ia benar benar muak mengunakan pistol karena Andreas ingin menghajar habis habisan pria didepannya ini.
Sett!!
Mereka pun akhirnya saling menyerang mengunakan tangan kosong, saling menghantam satu sama lain menggunakan keahlian bela diri yang kuat.
Terlebih lagi untuk Andreas yang selalu berlatih, tentunya sangat mudah untuk menangkis dan menyerang kembali.
"Sss..siapapun kau akan berjanji untuk membunuhmu!!" desis Andreas tajam lalu dengan cepat ia meninju perut dan wajah Daniel, Daniel tidak sempat mengelak dan dengan terpaksa merasakan dogem mentah Andreas.
"****!!!" darah segar mengalir di pipi kiri Daniel, Andreas sangat senang, tak sampai disitu disaat Daniel masih tak seimbang, Andreas kembali melancarkan aksinya dengan menendang kaki Daniel dan bruk!!
Lagi lagi Daniel terjatuh dan disaat itu Andreas segera mengunci tubuh Daniel. dan meraih penutup wajah itu...
Set!!
Seperkian detik sebelum tangan Andreas bisa menggapai penutup wajah, tiba tiba satu tembakan melesat tepat di samping kiri Andreas.
Dorr!!!
Hampir saja peluru itu mengenai lengan Andreas, lalu disaat pikiran Andreas teralihkan dengan gerakan memutar lengan Andreas, Daniel berhasil kabur dan berlari dengan cepat menghindari Andreas.
"Mundur!!" teriak Daniel memerintahkan semua pasukannya untuk mundur, sudah cukup penyerangan tersebut, karena korban pun telah banyak yang berjatuhan dan yang terpenting adalah Zaara sudah tertangkap!
"Ckk, jangan kabur brengsek!!" teriak Andreas hendak mengejar Daniel namun karena sebelumnya lengan Andreas sempat di pelintir dan masih terasa sakit.
"Akhh!!..kurang ajar!!" geram Andreas.
Lalu disaat Daniel pergi dari perusahaan itu, semua pasukan yang tersisa juga mengikuti perintah Daniel dan meninggalkan perusahaan dengan segera.
"Kejar mereka!" perintah Andreas kemudian, lalu dengan cepat Andreas menginjak pedal gas dan segera meluncurkan mobilnya mengejar Daniel.
Dipikiran Andreas saat ini hanya laki laki itu yang menjadi sasarannya dan akan menemukan keberadaan nona mudanya.
VROOMM!!!
lagi lagi mobil Andreas melaju gila-gilaan dan menyelip beberapa mobil didepannya dengan jarak yang sangat sempit, dan ketika di tikungan tajam membuat Andreas sedikit menyetak rem dan dengan decitan keras mobil sedikit menikung!
Dengan sangat fokus Andreas melajukan mobil itu dan mengikuti setiap gerakan-gerakan liar mobil didepannya.
Namun setelah di lampu merah mobil Daniel sempat maju dan tidak berhenti, tetapi sialnya Andreas kehilangan Daniel karena disaat Andreas juga ingin maju tiba tiba ada pejalan kaki yang banyaknya melintas di zebra cross.
"****!"
Andreas tidak menyerah sedikit pun dan disaat para pejalan kaki itu telah melintas, dengan leluasa Andreas menggeser tongkat persneling dan.
Vroomm!!
Andreas kembali melajukan mobilnya dan mengacuhkan setiap klakson yang berbunyi melengking saking dekatnya dengan mobil Andreas.
mobil dari arah berlawanan dengan Andreas segera berhenti dan itulah yang terjadi lagi lagi Andreas mendapatkan sumpah dari pejalan kaki maupun mengendara mobil yang menyaksikan balapan-balapan mobil dadakan itu.
Namun ditengah-tengah tiba tiba handphone Andreas berdering!!
Drrttt!!
Dari Sagara!
Melihat nama dilayar handphonenya itu membuat Andreas dengan terpaksa melambatkan kelajuan mobilnya dan mengangkat telepon.
"Halo?"ucap Andreas disaat handphone itu telah terhubung dengan bluetooth mobil.
("Aku telah menemukan keberadaan Zaara, dan sekarang bawa pasukanmu ketempat yang telah aku kirim padamu!") perintah Sagara,
Tanpa berpikir dua kali, pada akhirnya Andreas melajukan mobilnya menuju alamat yang telah Sagara kirim.
"Bergerak sekarang!" perintah Andreas pada pasukannya yang masih terhubung lewat earphone bluetooth yang terhubung kesemua pasukan miliknya.
Bersambung...