Zaara

Zaara
bab 59. tak termaafkan



"Dua orang yang saling mencintai, berada di satu tempat namun terasa jauh dan menderita......


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Gluk....gluk...gluk..."


Sagara tengah duduk didalam ruang kerja miliknya sambil meminum alkohol.


saat ini ia menjadi seperti orang gila, disaat melihat Zaara perasaan Sagara benar benar campur aduk, rasa cinta, cemburu, kecewa dan juga sifat posesifnya.


dengan sekuat tenaga ia tidak menyakiti Zaara lagi disaat ia bersama Zaara didalam kamar tadi, sebaliknya ia pergi ke ruangan kerja.


"Gluk..."


dengan tegukan besar Sagara menghabiskan alkohol yang dituangkannya, lalu ia juga meminum dari botolnya langsung.


lalu sesekali Sagara tertawa dan bersedih,,,


"hahahaha....hikss...hiksss" perasaan Sagara benar benar hancur.


Sagara menjatuhkan dirinya diatas lantai dan menyandarkan tubuhnya di dinding, menikmati hawa dingin yang menyeruak masuk.


"Zaara....mengapa kau berbohong padaku..... mengapa kau melakukan hal ini dibelakang ku...." ucap Sagara yang sudah kehilangan kesadarannya, Sagara mabuk.


"Zaara bagaimana kau bisa ada dirumah laki laki bajingan ituuuuu....." Sagara tidak berhenti berucap sambil memejamkan matanya.


Sagara mengingat semua yang dikatakan niko kepada Zaara, mengingat Zaara yang berada dirumah Niko, semua itu membuat Sagara hancur dan marah.


Sagara membiarkan semua kesedihannya malam itu, hingga Sagara tertidur di lantai ruang kerjanya.


***


Hahahaha..... Hahahaha....!!!


"Senangnya Hatiku!!!.... Hehehe!!"


didalam ruangan gelap wanita misterius sedang berbahagia dengan kabar itu, jika hubungan Sagara dan Zaara yang hancur.


dengan raut wajah yang sangat bahagia, wanita itu tidak berhenti tertawa,,,


"hahahaha....!"


"Sagara....Sagara.... akhirnya kau masuk perangkap ku....hehm... hahahaha!!" ucap licik wanita itu.


tak berhenti sampai disitu ia juga mengambil minuman diatas meja itu dan meminumnya dengan raut wajah angkuh dan licik.


"eumm.... sekarang wine ini terasa lebih nikmat!!" ucap wanita itu memperhatikan gelas yang ada ditangannya sambil menggoyangkan gelasnya.


"setelah ini mari kita saksikan kehancuran sebenarnya keluarga ini...!!"


"HAHAHAHA!!!"


wanita misterius itu selalu mengawasi setiap pergerakan dari Sagara dengan baik, selalu punya rencana agar bisa menghancurkan kehidupan Sagara, dan Zaara.


siapakah sebenarnya sosok ini!!?


......***......


keesokan harinya, dikediaman Sagara dari kemarin malam hingga menjelang pagi, sama sekali tidak ada yang berubah.


terlihat Sagara yang telah sadar langsung membersihkan tubuhnya didalam ruangan itu, bukan kembali kekamarnya.


saat ini ia tidak ingin melihat Zaara sama sekali, jika ia melihat Zaara maka sifat posesifnya kembali lagi dan bisa dipastikan ia akan menyakiti Zaara lagi.


sedangkan diruang makan terlihat Bunga yang sendirian sedang duduk menunggu Zaara maupun Sagara.


namun sedari tadi ia tidak juga melihat kedua orang itu turun, Bunga menjadi cemas kembali.


"Apakah semua baik baik saja, dimana Zaara!?" gumam Bunga merasa cemas.


para pelayan juga ikut bingung, mengapa jam segini tuan muda dan nona muda mereka belum juga turun untuk makan.


ternyata para pelayan itu tidak tahu sama sekali apa yang terjadi kemarin malam karena mereka sudah beristirahat di ruangan masing masing dan tidak mendengar keributan yang ada dirumah utama.


tunggu punya tunggu Zaara tidak juga turun, Bunga yang khawatir pun berpikir untuk melihat kekamar Zaara, namun ia juga takut kalau ada Sagara didalam kamar mereka.


namun tiba tiba Sagara berjalan mendekati meja makan, hal itu membuat Bunga refleks berdiri,,,


"se...se...lamat pagi tuan muda" bow Bunga takut.


Sagara yang terlihat memakai pakaian kemarin hanya mengambil roti yang sudah disiapkan untuknya lalu pergi tanpa mengucapkan apapun.


Sagara pergi begitu saja dari kediaman,,,


"lalu dimana Zaara?" pikir Bunga, Bunga yang sudah memastikan jika Sagara pergi pun ia segera naik kelantai dua untuk menemui Zaara,,,


tap...


tap...


tap...


sesampainya di depan kamar Zaara, Bunga mengetuk pintu,,,


"Zaara... apakah kau ada didalam!?" tanya Bunga dibalik pintu.


"masuk saja Bunga" saut Zaara terdengar dari dalam.


Bunga pun membuka pintu,,,


Cklek....!!


"Zaara!.." panggil Bunga sambil berjalan, terlihat Zaara tengah duduk di depan meja rias, lalu mengambangkan senyum tipis diwajahnya.


"kau baik baik saja Zaara!?" tanya Bunga mengusap punggung Zaara.


"hemmm...aku baik baik saja" jawab singkat Zaara.


"Zaara ayo makan, kau belum memakan apapun dari tadi malam bukan, nanti kau sakit" ucap Bunga lagi.


"aku tidak lapar Bunga, kau makanlah sendiri" jawab Zaara.


"hehmmm...Zaara jika kau menolak untuk makan, maka tubuhmu pun akan sakit, Zaara aku mohon makanlah!" pinta Bunga.


Zaara tersenyum tipis lalu ia berkata lagi,,,


"baiklah...aku akan makan" jawab Zaara pada akhirnya, mendengar hal itu Bunga sedikit senang lalu ia membantu Zaara untuk berdiri.


lalu mereka pun pergi keruang makan,,,


"ayo duduk disini!" ucap Bunga membantu Zaara untuk duduk disalah satu kursi.


Zaara hanya menurut, ia juga tidak terlalu bersemangat, namun karena Zaara menghargai usaha Bunga yang membujuknya untuk makan, ia pun menuruti Bunga.


"lihat Zaara ini ada selai kesukaan mu, aku akan mengoleskan untukmu" ucap Bunga sambil mengambil selai cokelat kacang.


Bunga pun meletakan makanan untuk Zaara, Zaara pun memakan roti itu dengan perlahan lahan,,,,


namun disaat ia mulai memakan makanannya Zaara menitikkan air mata,,,


Tik....tik....tik....!!


entah mengapa Zaara kembali menangis, namun dengan cepat Zaara usap air matanya.


tanpa sepengetahuan orang lain saat ini ekspresi Bunga agak aneh, Bunga yang menyaksikan Zaara hanya diam, tiba tiba raut wajah Bunga berubah, ia menatap Zaara dalam diam dan sorot mata yang sulit diartikan.


namun sedetik kemudian berubah lagi,,,


"Zaara kenapa menangis!" ucap cemas Bunga lalu dengan cepat Bunga juga mengusap air mata Zaara.


"tidak apa apa!" sebelum Bunga mengusap wajah Zaara, Zaara terlebih dulu menghindar dan mengusap wajahnya.


pagi itu Zaara dan Bunga pun menghabiskan waktu sarapan hanya berdua tanpa adanya Sagara.


***


di perusahaan,,,,


Andreas terlihat sedang kelimpungan oleh semua masalah yang datang diperusahaan Sagara.


masalah pertama ialah pekerjaan yang dikerjakan oleh semua karyawan yang telah beres, namun Sagara yang suasana hatinya sedang tidak baik, ia membuat semua laporan dibuat ulang.


"LAPORAN APA INI!!...SANGAT TIDAK JELAS!!" teriak Sagara sambil melempar semua kertas itu diwajah karyawan laki laki itu.


lalu dengan cepat laki laki tersebut keluar dan tentu saja ia harus mengulang laporan itu sampai Sagara merasa puas.


"sebenarnya kau lah yang tidak jelas, Sagara...." batin Andreas meronta ronta.


Andreas ada diruangan itu dan menyaksikan setiap penolakan Sagara yang tidak masuk akal, dan karena sikap Sagara itu ia harus menghubungi satu satu karyawan yang laporannya di tolak oleh Sagara dan mengatakan jika mereka tidak perlu membuat yang baru tapi mengambil file itu saja dan langsung menyerahkannya kepada Andreas.


Yang kedua adalah masalah yang sangat serius yang sekarang dihadapi oleh Sagara dan Andreas, baru saja ia menerima laporan jika salah satu cabang perusahaan Sagara mengalami masalah yang serius.


"hehmm....." sekarang Andreas ada didalam ruangannya sendiri, menyandarkan tubuhnya di kursi itu, dan memejamkan matanya sejenak.


dikepala Andreas sekarang penuh dengan persoalan dari Sagara dan perusahaan itu.


"ckk... perusahaan diserang lagi...ckk"


"dan masalah Sagara...ckk...aku harus bagaimana!"


Andreas sendiri pun menjadi sangat bingung mengapa hubungan ini malah menjadi sangat rumit.


semua menjadi kacau dalam sekejap mata, hubungan Sagara dan Zaara, perusahaan yang juga sekarang memiliki masalah dengan salah satu musuh Sagara.


"AKHHH....!!!"


"LAMA KELAMAAN AKU BISA GILA" teriak Andreas


Andreas benar benar frustasi pasalnya masalah sekarang ini bukanlah masalah yang bisa dihindari oleh Andreas, bagaimana pun ia harus menemukan solusi untuk permasalahan dari perusahaan itu, dan untuk hubungan Sagara, ia tidak terlalu bisa ikut campur.


BRAKK!!!... Andreas memukul meja itu, menatap lurus kedepan dengan raut wajah serius.


bersambung....