
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Sampai dimana sekarang proyek yang kemarin?, Tisha!?" tanya Sagara membuka suaranya bertanya kepada sang adik.
Disambut senyuman hangat dari Tisha lalu dengan semangat Tisha menjelaskan semua proyek yang perusahaan mereka kembangkan.
"Jadi begitu kak, apakah ada kekurangan, jika ada kakak bisa memberitahukan kepada Tisha dan Tisha akan memperbaikinya" ucap Tisha kemudian setelah selesai menjelaskan semua rencana proyek.
"Itu sudah sangat bagus, aku sangat bangga padamu Tisha sekarang kau sudah mampu mengelola semua itu dengan sangat baik" sahut Sagara sambil mengacak-acak rambut Tisha.
"Iya dong siapa dulu..., Tisha!" seru Tisha lalu disambut oleh Rena yang lagi lagi mengejek.
"Ehh..jangan terlalu berbangga diri, nanti bisa Takabur!" seru Rena mengingatkan, namun lagi lagi wajah sewot Tisha yang terlihat.
"Ihh..lebih baik kakak Rena diam gih,..jangan selalu menggangu Tisha..!" sungut kesal Tisha namun malah Tisha lagi yang kena semprot Sagara.
"Kau bisa lebih sopan Tisha!" seru Sagara mengingatkan sang adik.
"Huh!...habisnya kakak Rena selalu menggangguku!" gerutu Tisha tetapi meskipun begitu ia tetap mendengarkan Sagara, lagipula Tisha dan Rena hanya keseringan bercanda jadi mereka tidak akan memasukkan kedalam hati masing masing.
"Ini minuman dan sedikit cemilan!" suguh Rena didepan Sagara dan Andreas.
"Setelah ini apa ada yang ingin kau kerjakan?" tanya Sagara lagi pada tisha yang sibuk mengunyah.
Tisha hanya mengangguk-angguk!
"Kalau begitu lakukanlah dengan benar, dan jika kau menemukan kesulitan hubungi saja aku" ucap Sagara lagi sambil berdiri dan berjalan menuju kamarnya yang terletak di lantai dua, tetap bersebelahan dengan kamar Sagara yang dulu.
"Papah...Cemana?!" seru Reihan seketika, sontak Sagara tersenyum kearah Reihan.
"Papah...ingin kekamar, kamu disini saja ya bersama mami dan papimu" sahut Sagara langsung di anggukan oleh Reihan.
Selepasnya pun mereka bertiga hanya bisa memandang kepergian Sagara!, mungkin saat ini pikiran mereka sama!
"Aku sungguh sangat kasihan dengan kakak Sagara!" ucap lirih Tisha, bagaimana pun Tisha tidak pernah bisa melihat Sagara yang bersedih seperti itu.
"Tapi apa yang bisa dilakukan sekarang!, dari kematian nona muda saat itu, tuan muda benar benar berubah murung!"imbuh Andreas sambil menggendong Reihan yang ada dipangkuannya saat ini.
Mereka mengela napas berat!
Sedangkan disisi Sagara,
Sagara telah masuk kedalam kamarnya untuk membersihkan diri dan juga bersiap siap untuk pergi ke kantor, Sagara tidak tahan ada dirumah itu disaat kenangan bersama Zaara lagi lagi bergelayut dipikirkannya.
Dadanya akan menjadi sesak dan berat, jika sudah begitu Sagara bisa melakukan hal nekat lainnya.
Sagara pun keluar dari kamar mandi setelah 15 menit membersihkan diri, dan segera mungkin mengambil jas dan juga dasi!
Tok!!..tok!!...
Tiba tiba ada yang mengetuk pintu,
"Siapa!?"
"Maaf tuan muda mengganggu anda, tapi ini sangat mendadak!"sahut Andreas dari luar yang terdengar begitu terdesak.
Sagara pun berjalan kearah pintu, segera memutar kunci dan membuka pintu untuk Andreas.
"Ada masalah apa!?"tanya Sagara dengan kening yang mengerut.
"Kita harus segera kekantor tuan muda Karena tiba tiba ada Klein yang ingin membatalkan perjanjian yang telah kita buat waktu itu dan proyek kita bersama perusahaan tersebut cukup besar!"
"Kalau begitu kita berangkat sekarang!" tanpa ba-bi-bu Sagara pun lekas membenarkan kancing bajunya yang belum benar dan mengikat dasi itu seandanya.
Beberapa waktu lalu, Andreas yang memang masih berkumpul di luar bersama Rena untuk menemani Reihan dikejutkan dengan Adanya telepon dari asisten Andreas yang memberikan kabar tersebut.
Mengatakan jika salah satu klein pemilik saham yang cukup besar yang memiliki keuntungan juga besar bagi perusahaan Sagara, pagi ini tiba tiba membatalkan kerjasama mereka secara sepihak.
Dan konsekuen dari hal tersebut dapat membuat kerugian yang cukup besar bagi perusahaan Sagara, meskipun Sagara juga masih bisa mendapatkan ganti rugi dari pembatalan tersebut.
Sesampainya Di Kantor!
Sagara dan Andreas memasuki perusahaan, berjalan cepat dan langsung diikuti oleh beberapa pengawal yang menanti kedatangan Sagara.
"Selamat datang tuan Sagara, perwakilan dari perusahaan KR group company telah menunggu diruang Meeting" sapa wakil sekretaris Andreas.
"Hem!" Sagara pun berlalu pergi dan segera memasuki ruang meeting yang dimana perwakilan perusahaan tersebut sudah menunggu Sagara.
Sagara dengan wajah yang dingin dan tegas, memasuki ruangan tersebut!
Set!!...
Perwakilan perusahaan tersebut menyambut kedatangan Sagara.
"Selamat datang tuan Sagara"sapa pria itu.
"Maaf telah menunggu lama tuan" sahut Andreas lalu mereka pun memulai perbincangan tersebut.
"Jadi seperti yang telah saya konfirmasikan kepada tuan Andreas sebelumnya, saya perwakilan dari perusahaan KR group company ingin meminta maaf sebesar-besarnya atas nama seluruh perusahaan kepada anda karena telah memutuskan kerjasama diantara kita"ucap perwakilan tersebut.
"Apa...anda tahu konsekuensi dari memutuskan kontrak...!" desis tajam dingin.
DEG!!
"Saya tahu semua konsekuensinya,oleh karena itu kedatangan saya kesini juga ingin memberikan ganti rugi ini kepada anda" sahutnya langsung to the point.
Heh!, Sagara terkekeh kecil,
"Sepertinya perusahaan kalian itu memang tidak bisa menjaga kepercayaan yang telah diberikan!, seenaknya memutuskan secara sepihak proyek yang sedang berjalan"timpal Sagara datar.
"Heum... baiklah jika kalian ingin memutuskan kerjasama ini, tetapi sebelum itu katakan pada saya apa yang menjadi alasan kalian bertindak seperti ini?" tanya Sagara.
Jika dipikir-pikir lagi sebenarnya perusahaan Sagara lah yang bisa memberikan keuntungan besar bagi perusahaan KR group company, dan juga perusahaan tersebut memang mulai terkenal dari 3 tahun lalu dan kini semakin maju dan berhasil meningkatkan kualitas serta mampu bersaing dengan perusahaan besar lainnya.
Keuntungan yang didapatkan juga tidak kecil terlebih lagi disaat ini kedua keperusahaan itu bersama- sama membangun di bidang Real Estat.
"Ini...maaf sebelumnya saya tidak bisa mengatakan alasannya, karena yang memutuskan untuk mengakhiri kontrak kerjasama ini adalah ibu komisaris langsung dan saya hanya yang menyampaikan pesan ini kepada anda!" ucapnya sopan lalu berdiri dan memberikan Bow kepada Sagara.
Sagara diam sambil mengamati dan berpikir!
"Baiklah..aku akan menerima pemutusan kontrak ini, Andreas urus semuanya!" titah Sagara lalu laki laki itu pergi lebih dulu meninggalkan Andreas bersama dengan pria tersebut.
...**********...
"Bagaimana Pertemuannya?,Apakah lancar?"tanya Rena yang sedang menyiapkan makanan untuk makan malam.
Malam hari telah tiba, dan semua orang telah beristirahat dikamar masing masing, sedangkan Rena bersama dengan beberapa pelayan sedang menyiapkan makan malam.
Andreas yang tengah mengambil air dingin dalam kulkas pun menghampiri sang istri dan memeluknya dari belakang.
Set..!!
"!?, Apa yang kau lakukan mas, ini didapur!,Nanti pelayan ada yang masuk" ucap Rena agak terkejut dengan pelukan itu.
"Biarkan saja, kan aku lagi memeluk istriku bukan orang lain" sahut Andreas santai,Rena pun tersenyum kearah Andreas.
"Baik, baiklah tapi aku sedang memasak mas!" timpal Rena sambil melepaskan pelukan Andreas, Andreas dengan terpaksa melepaskan pelukannya juga.
"Hhmmm...kau ini!" sungut Andreas berwajah manyun, Rena terkekeh geli.
"Nanti ada bibi lagi yang masuk!"tambah Rena sambil membelai lembut pipi Andreas.
Setelah itu pun Andreas tidak lagi mengganggu sang isteri, Karena telah mendapatkan sedikit energi dari sang isteri tercinta!.
Bersambung...