Zaara

Zaara
bab 12. kelicikan Mira



......................


Nadyra tidak pulang semalaman, Mira lantas cemas tidak biasanya Nadyra tidak menghubunginya,


Mira sudah menelpon putrinya berkali kali tetapi tidak telpon itu masih tidak aktif, dihubungi nya lagi tetapi masih sama, 10 menit kemudian ia mencoba menghubungi kembali tetapi masih tidak aktif.


"Nadyra, kemana kamu sayang, kenapa tidak memberitahukan mamah" ucapnya sudah sangat cemas.


dilihatnya jam, menunjukkan pukul 10.


ia masih menunggu,,,


beberapa saat kemudian, Nadyra datang ia masuk kerumah, Nadyra terlihat acak-acakan.


Mira menjadi bingung, ia berlari mendekati Nadyra,,


"apa yang terjadi padamu sayang" tanya Mira sudah sangat cemas, tetapi Nadyra hanya diam.


"sayang katakan? apa yang terjadi" Mira mendongakkan kepala Nadyra, ia melihat mata Nadyra, tidak terlihat apapun disana hanya mata yang kehilangan arah.


"Nadyra bicaralah, apa yang terjadi"


digoyangkanya tubuh Nadyra, tubuh itu seperti tak bernyawa.


"apa yang terjadi, ceritakan kepada mamah, jika kamu hanya diam mamah nggak tau apa yang terjadi Nadyra" kina Mira sudah sangat sedih melihat penampilan putri nya itu


pakaian yang ditempat tertentu sobek, rambut yang acak acakan, bahkan ada noda darah disana.


"Mamah mohon katakan sesuatu"


tiba tiba Nadyra terjatuh terduduk,,,,


ia kini menangis,,,


"hiks... hiks... "


"ma..mahhh... Nadyra....udah ....Ng.. nggak...su..ci..lagiii..." ucapnya terisak.


Mira yang mendengar menjadi terkejut, ia tidak menyangka dengan apa yang dikatakan oleh Nadyra.


"katakan pada mamah apa yang terjadi??" Mira tidak menangis, ia menahan amarah.


Nadyra hanya menggeleng, menangis,,


benar benar terdengar memilukan


"maa..maahh.. Nadyra udah hancur, Nadyra nggak mau hidup lagi....hikss..."


"jangan berbicara sembarangan, katakan pada mamah apa yang sebenarnya terjadi " tanya Mira


akhirnya Nadyra menceritakan semuanya, betapa terkejutnya Mira, kini ia terduduk lemas,


ia ikut terdiam,,


"siapa, siapa yang melakukan ini" tanya Mira.


Nadyra hanya menggelengkan kepala, ia tidak ingin menjawab.


tiba tiba Nadyra berdiri lalu ia berlari menuju dapur,ia ingin menghabisi nyawanya sendiri.


Mira mengejar Nadyra,,,


"tolong sayang, jangan lakukan itu" Mira mencoba menenangkan Nadyra.


"nggak ada gunanya lagi Nadyra hidup mah, Nadyra udah ternoda" ucapnya sekarang pisau itu sudah ada dileher nya


"jangan..." Mira menggeleng kepalanya.


"sayang mamah mohon" tiba tib Mira berlari kearah Nadyra dan memeluknya.


"mamah mohon jangan seperti ini..."


"sayang mamah akan membalaskan dendam untukmu" ucap Mira marah.


ia sudah sangat marah karena putrinya diperlakukan seperti itu, ia tidak Terima.


"katankan siapa"


Nadyra menggelengkan kepalanya, tetapi ia ingat jika kalimat terakhir yang diucapkan laki laki itu adalah nama Zaara.


"Zaara, ya semua ini pasti ulah Zaara" ucap Nadyra


kini ia terlihat seperti orang gila, ia hanya memegang kepalanya dan memeluk tubuhnya sendiri


Mira menenangkan,,


"Zaara?!, apa yang kau maksud, apakah semua ini berhubungan dengan Zaara" tanya Mira berang.


Nadyra mengangguk,,,


Mira pun menjadi sangat marah, kini dihatinya penuh dendam kepada Zaara, ia akan melakukan apapun untuk membalas apa Yangs udah menimpa putrinya.


"awas kau anak sialan..."batin Mira


***


seminggu telah berlalu....


keadaan Nadyra semakin memburuk, sekarang ia terlihat benar benar seperti orang yang tidak waras


berteriak histeris bahkan ia mencoba mengakhiri hidupnya.


Mira yang ingin membalas dendam kepada Zaara pun ia mencoba mencari tahu apa yang dilakukan gadis itu selama ini, dan Mira tahu jika sekarang Zaara hidup dengan baik bahkan ia mendengar jika Zaara dekat dengan Sagara.


Mira yang tidak menyukai lah itu, ia mencari cara agar bisa membuat hidup Zaara terusik.


sekarang Mira sedang berbicara dengan seorang laki laki,,,


"saya ingin kamu menghabisi wanita itu" ucap Mira kepada laki laki suruhan tersebut.


"baik nyonya, tapi pekerjaan ini sangat berbahaya jika anda ingin hasil yang memuaskan maka bayaran nya pun tidak sedikit "


Mira tahu hal itu lalu ia memberikan sebuah amplop kepada laki laki itu.


"lakukan dengan baik, dan berhati hatilah dengan laki laki ini" Mira menunjukan foto Sagara


laki laki itu pun pergi bersama dengan teman-temannya,,,


sebuah taman kota terlihat Zaara sedang asik bercengkrama dengan anak anak.


hari ini adalah hari Minggu, kebiasaan Zaara yang dilakukan nya belum lama ini, ia akan membagikan makanan kepada anak-anak pengamen ataupun pengemis.


Zaara sangat menyayangkan anak anak tersebut harus meminta minta dijalanan, kerena itulah ia membagikan sedikit kebahagiaan untuk mereka.


"hei, anak anak manis bagaimana kabar kalian" ucap Zaara tersenyum.


"baik kak bidadari" sahut anak anak tersebut.


"bidadari? kenapa kalian memanggil kakak begitu"


"karena kakak bidadari sangat baik" teriak mereka bersamaan.


Zaara hanya tertawa, ia benar benar bahagia jika bersama mereka.


"baiklah, sekarang kalian ingin bermain tidak?"


"mau!!" serentak anak anak tersebut memeluk Zaara, mereka pun bermain dengan sangat seru.


diseberang jalan terlihat orang sedang mengintai,,,


laki laki tersebut mengintai Zaara, ia mencoba tenang, laki laki itu berjalan mendekati Zaara dan berpura pura sebagia pengunjung ditaman itu.


tak lama ia menelpon seseorang, ia mengatakan jika ia telah menemukan target, ia pun mencoba beraksi dengan sebuah pisau


ketika Zaara asik bermain ia tidak menyadari jika seorang laki laki ada didekatnya, laki laki itu mencoba menusuk Zaara dan ia akan bersiap tetapi belum sempat laki laki itu mendekati tubuh Zaara, tiba tiba Zaara menjauh, laki laki tersebut gagal melakukan aksinya.


tap...


tap...


tap..


"hei anak anak coba lihat ini!" Zaara yang telah sadar jika ada laki laki didekatnya ia pun menjauh, hanya saja Zaara tidak menyadari jika laki laki itu membawa pisau.


karena kesempatannya hilang ia pun menjadi kesal tapi ia tidak menyerah lalu ia mencoba mendekati Zaara lagi.


tiba tiba Andreas muncul...


"nona sudah saatnya untuk pergi!"


"eum..baik, hei anak anak sampai bertemu lagi"dan Zaara pun pergi dari sana.


Penjahat itu sadar jika rencananya gagal, lalu mereka pun pergi meninggalkan taman itu.


***


BRAKK...!!.


"JADI KAU GAGAL!!"


"benar tiba tiba seorang menjemput gadis itu" jawab penjahat itu


"tetapi anda tenang saja, saya akan melakukan apapun untuk melukai gadis ini" sambung penjahat itu, Mira hanya diam, ia sedang memikirkan cara agar ia bisa membunuh Zaara.


"jangan lakukan apapun tanpa perintah saya" ucap Mira datar, sambil berpikir, apa yang harus ia lakukan kepada Zaara


"sekarang kembalilah terlebih dahulu, nanti saya beri kabar kepada kalian!" printah Mira,Mira pun berpikir keras untuk merencanakan balas dendam itu.


PRANNNGGG..!!!.


tiba tiba ada suara dari kamar Nadyra, Mira pun berlari keatas.


tap..


tap..


tap..


"apa yang kau lakukan Nadyra?!, pikir Mira tidak tenang, lalu dengan cepat ia menaiki tangga itu lalu menghampiri Nadyra di kamar


dan Mira membuka pintu,,,


BRAK...!!


DEG!!...betapa terkejutnya Mira saat melihat Nadyra mencoba bunuh diri lagi, ia memecahkan gelas lalu mencoba menyayat pergelangan tangannya.


"Apa Yang Kau Lakukan Nadyra,!!!" teriak Mira menghampiri Nadyra,lalu ia melepaskan kaca yang ada ditangan Nadyra.


"jangan melakukan hal seperti ini sayang"


"hikss... hiksss... mamah, Nadyra merasa sangat kotor " Isak Nadyra seperti orang gila.


"Nadyra ingin mati saja mah" sambung, Mira hanya bisa memeluk putrinya itu.


"terlalu mudah untukmu mati Zaara, aku ingin kau merasakan apa yang dirasakan putirku terlebih dahulu" desis Mira menatap lurus kedepan sambil memeluk tubuh Nadyra.


dengan perasaan yang sangat marah, Mira kemudian menelpon laki laki suruhannya setelah Nadyra tertidur.


Tut...tut..Tut....!! dan setelah ponsel itu terhubung.


"cepat kemari!!" perintah singkat Mira, ia benar benar memikirkan sebuah rencana yang akan membuat Zaara ingat seumur hidupnya.


tak beberapa lama para suruhan Mira pun tiba dengan dua temannya.


"Apa yang Anda rencanakan nyonya?" tanya laki laki itu setelah ada dihadapan Mira.


"terlalu mudah jika langsung membunuh gadis itu, aku ingin kalian menculik gadis itu, dan menyiksanya terlebih dahulu" dengan senyum licik diwajah Mira.


"aku ingin dia merasakan sakit yang dirasakan putriku terlebih dahulu" hatinya benar benar merasa teriris jika mengingat keadaan Nadyra.


"kalian culik wanita itu dan sekap di alamat ini" Mira menunjukan sebuah alamat kepada laki laki tersebut.


"baik" jawab laki laki itu.


"ingat, jangan sampai identitas kalian terbongkar, Sagara itu bukan laki laki sembarangan, dia sangat mudah mencari identitas orang lain" sambung Mira.


"baik!" meraka pun pergi dan mulai melaksanakan penculikan itu.


begitu pula dengan Mira ia langsung menuju alamat yang menjadi penyekapan Zaara,ia ingin menyiapkan kejutan untuk Zaara.


"Zaara sayang, tunggulah ada kejutan untukmu" dengan seringai diwajahnya.


bersambung......