Zaara

Zaara
bab. 52. pertahanan diri



Minta dukungan semuanya, mohon like and coment ya....🤗


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Hubby...Ayo makan" ucap Zaara sambil meletakan makanan yang telah ia siapkan untuk Sagara.


Sagara tiba dengan penampilan yang sudah lebih bersih dan rapi, lalu ia duduk didepan Zaara, dan menyambut makanan itu dengan senyuman hangat.


"Terimakasih sayang" ucap Sagara lembut.


"sama sama hubby" jawab Zaara menampilkan senyum manisnya.


mereka pun mulai menyantap makanan mereka dengan lahap,,,


setelah selesai makan malam Sagara dan Zaara tidak langsung kekamar mereka namun Sagara membawa Zaara kedalam ruang latihan miliknya.


"mau pergi kemana, hubby?" tanya Zaara sedikit


bingung, kemana sebenarnya Sagara membawanya


mereka menelusuri jalan disamping taman, disamping rumah utama terdapat sebuah aula yang cukup besar dan ketika Zaara tiba didepan pintu Sagara membuka dan terlihat sebuah ruangan yang luas dan dipenuhi oleh berbagai macam jenis alat pertahanan diri dan juga senjata api.


kriettt.....pintu terbuka,,,


"maa syaa Allah.....ini....!!" Zaara kagum melihat ruangan yang didominasi dengan persenjataan dan juga alat bela diri seperti, busur, pistol dan juga pedang.


"tempat apa ini?...Zaara tidak pernah tahu jika ada ruangan ini sebelumnya" ucap Zaara dengan menatap sekelilingnya dan sesekali menyentuh senjata senjata itu.


"aku memang selalu menjaga ruangan ini dan tidak memperbolehkan siapapun masuk tanpa izin dariku" jawab Sagara sambil mengambil salah satu busur lalu membidik kearah target panah.


Zaara memperhatikan setiap gerakan yang dibuat oleh Sagara, mata yang menghunus tajam, postur tubuh yang tegap dan posisi tubuh Sagara, semua itu tidak luput dari pandangan Zaara.


Jleb..!!.panah menusuk tepat sasaran.


prok...prokkk...prokkk....


Zaara bertepuk tangan, ia tidak menyangka jika Sagara sangat mahir menggunakan busur dalam waktu singkat dan berhasil menembus target.


"aku tidak menyangka jika hubby sangat mahir menggunakan panah" puji Zaara.


"bukan hanya itu, kau ingin melihat aku menggunakan pedang" ucap Sagara sambil memegang pedang itu lalu menatap Zaara dengan terseringai.


"Hem...boleh..." ucap Zaara membalas tatapan menantang Sagara.


Sagara pun mulai menggunakan pedang itu dengan gerakan gerakan cepat dan lihai, Zaara menyaksikan itu dengan rasa yang kagum.


Slash....slash.....


suara pedang menebas angin, gerakan gerakan lihai dan cepat terlihat sangat memukau.


Sreekkk.... pedang menebas kain hitam.


Sagara pun berhenti lalu tersenyum dengan puas,,,


"bagaimana!?" ucap Sagara.


"hhmmm...cukup memukau" ucap Zaara sedikit menampilkan senyum disudut bibirnya.


Sagara yang mendapati ekspresi itu pun, cukup membuatnya tergoda.


"cukup memukau!?...ho...ho...ho...ternyata kau belum puas, sayang!!" ucap Sagara sambil berjalan mendekati Zaara.


tatapan mata Sagara sedikit nakal itu membuat Zaara terusik, Zaara reflek mundur perlahan,,,


"Aa...apa....Ja..aangan men..dekk..at" ucap terbata bata Zaara.


"aku dengar jika ada yang tidak puas dengan penampilan ku" ucap goda Sagara.


"ti..tidak....siapa yang mengatakan itu" ucap Zaara, ia semakin mundur dengan cepat.


bam...!!!


"ingin lari kemana sayang....." posisi Zaara sekarang telah tersudut, ia benar benar tidak bisa melarikan diri lagi.


"eumm...eumm..itu...lepaskan" ucap gugup Zaara, ia merona.


"Kau mencoba menggodaku Zaara, Hem!?" tangan Sagara yang nakal itu mulai membelai wajah Zaara.


"kau tahu Zaara....kau sangat cantik" desis lirih Sagara tepat di depan wajah Zaara.


Swoosh....tiba tiba Zaara melepaskan diri dari Sagara,,,


"hubby...jangan mendekat" ucap Zaara


"kemana sayang... kemarilah" goda Sagara


"hubby...stop... berhenti disana"


"Zaara!!"


"baiklah... baiklah hubby....aku tidak akan menggodamu lagi... sekarang berhenti" Zaara sudah menyerah, ia tidak tahan jika Sagara mulai nakal.


"hahahaha....kau sangat lucu" tiba tiba Sagara tertawa lepas.


"Hem!!!...kenapa tertawa.....kau senang ya" ucap Zaara sewot.


"ha..hah...hahaha....Zaara baik aku akan berhenti" Sagara pun berhenti tertawa.


"huh!!"


"ayolah...Zaara aku disini ingin mengajarimu ilmu bela diri" kata Sagara kembali ke tujuan awalnya.


Sagara mendekati Zaara,,,


"benar, aku ingin kau mempelajari bela diri untuk keselamatan jika ada kondisi mendesak" ucap Sagara menjelaskan.


"emmm...baiklah" ucap Zaara enteng.


"benar?"


"tentu, mari kita mulai saja" ucap Zaara, sepertinya ia juga tidak sabar untuk belajar.


tidak menunggu lebih lama Sagara pun mulai menunjukan beberapa gerakan dasar kepada Zaara,,,


"seperti ini lihatlah baik baik" ucap Sagara sambil memperagakan beberapa gerakan kepada Zaara.


Zaara memperhatikan gerakan itu dengan sangat fokus terlihat dari tatapan yang tajam itu.


"apakah kau bisa" tanya Sagara setelah menyelesaikan gerakan itu.


"baik...boleh aku coba" ucap Zaara lalu dengan berani Zaara mengambil pedang yang dipedang Sagara dan mulai mengambil posisinya.


Slash.....Slash....Slash.....


gerakan itu cukup lihai, Zaara mengarahkan pedang itu sesuai dengan gerakan yang telah di perlihatkan Sagara.


prok.... prokkk....prok.....


Sagara cukup terkesan, walaupun gerakan Zaara masih kaku namun itu cukup untuk pemula seperti Zaara.


"kau sangat cepat belajar" puji Sagara.


"hehehe....biasa saja, tapi ini cukup menyenangkan" ucap Zaara cengengesan.


"dasar gadis ini" ingin sekali rasanya ia menjitak kepala itu.


"huhm....apakah kau lelah?" tanya Sagara kemudian,,,


"tidak" jawab Zaara singkat lalu ia kembali berjalan menuju busur.


tap....


tap...


tap....


"hubby...ajari aku untuk memanah" pinta Zaara


"memanah!?...tentu" ucap Sagara lalu mendekati Zaara,,,


"baiklah kau siap?"


Zaara hanya mengangguk,,,


"baiklah, atur posisi tubuhmu Zaara, seperti ini" Sagara menunjukkan posisi tubuh yang benar, kemudian Zaara pun mengikuti Sagara.


"lalu tarik busur seperti ini...." Sagara membantu menarik panah disamping Zaara.


diposisi itu Zaara bisa merasakan nafas Sagara,,,


"tetap fokus Zaara" ucap Sagara membuat Zaara tersadar jika ia tengah menatap Sagara.


DEG!


"baik..." ucap Zaara kembali tersadar lalu tatapan matanya berubah tajam dan fokus lalu,,,


woosh......


jleb....panah itu tepat mengenai sasaran


Sagara puas dengan hasil memanah Zaara, ia tidak menyangka jika Zaara sangat cepat belajar padahal ilmu bela diri bukanlah suatu hal yang mudah untuk dipelajari terlebih lagi memanah maupun berpedang.


"kau sangat hebat, apakah sebelum ini kau pernah belajar?" tanya Sagara.


"eum..tidak tapi...sering melihat para pengawal saja ketika sedang menghajar musuhmu" ucap tenang Zaara.


hal itu memang benar, sering Zaara mengalami situasi yang cukup sulit, beberapa waktu ia pernah dihadang oleh segerombolan orang bayaran untuk menghabisi nyawanya namun para pengawal Zaara sudah sigap dan langsung menghajar mereka dan karena hal itu sering terjadi ia menjadi terbiasa apalagi setelah menikah dengan Sagara.


"heh!...benar juga" ia tidak bisa mempungkiri hal tersebut.


"sudahlah ayo kita istirahat, besok aku akan pergi pagi pagi untuk meeting bersama klien, jadi aku harap kau berhati hati disaat tidak ada aku didekat mu" ucap Sagara.


"baiklah, tapi hubby.... sebenarnya Zaara ingin mengatakan sesuatu"


"Apa itu!?"


"kuliah" ucap Zaara


Sagara yang mendengar hal itu sebenarnya cukup waspada jika terjadi sesuatu kepada Zaara, namun kuliah Zaara juga penting bagi istrinya itu.


"baiklah aku mengerti, akan aku pertimbangkan hal itu sayang, namun besok kau belum bisa untuk kuliah, setidaknya tunggu satu Minggu lagi" ucap Sagara.


"ckk...sangat mudah kau mengatakan hal itu tuan muda...sedangkan pelajaranku sudah sangat berantakan" gumam Zaara.


"kau tenang saja, pelajaran mu akan beres kau akan lulus dengan nilai terbaik" jawab Sagara ternyata ia mendengar gumaman dari Zaara.


"hisssss.... hubby" Zaara benar benar tidak bisa berkutik jika Sagara sudah mengambil keputusan, ia hanya bisa menerimanya dengan lapang dada.


kadang kadang Sagara itu terlalu posesif kepadanya, padahal selama ini Zaara sudah sangat dijaga ketat namun tetap saja Sagara tidak melepaskan dengan mudah.


bersambung.....