Zaara

Zaara
bab 50. Siksaan



......................


"TIDAK....TUAN MUDA AMPUNI SAYA....hiks...hiks...." suara teriakkan beserta rintihan terdengar sangat menyiksa diruangan bawah tanah.


Sagara membawa pelayan itu menuju markas rahasia miliknya,,,


"HIKSS...TIDAK ..TUAN....SAKIT......!!"


"AKHHHH" pelayan itu disiksa tanpa ampun, lengan wanita itu sekarang penuh dengan darah dan luka sayatan pisau.


"huhuhu....hiksss....ampun tuan saya tidak bersalah" ucap lirih wanita itu, ia sangat kesakitan.


melihat keadaan wanita itu yang sudah lemah, Andreas pun akhirnya bersuara.


"tuan muda, jika terus seperti ini bisa saja dia akan tiada" ucap Andreas


Sagara hanya diam, lalu sekali lagi ia memerintahkan pengawalnya untuk melukai wanita itu.


"sepertinya.....wajah itu mulus dan juga cantik....." ucap sinis Sagara, menatap wanita itu dengan seringai diwajahnya.


"sepertinya sangat menyenangkan jika harus membuat beberapa goresan disana" lanjut ucap Sagara, mendengar hal itu wanita itu kembali memberontak,,,


"JANGAN!!...tuan saya mohon" ucap wanita itu histeris, ia menggeleng-gelengkan kepalanya disaat para pengawal itu mendekatinya,,,


namun teriak yang memilukan itu sia sia, pengawal itu mulai menggores kan pisau itu,,,


"AKHHH.....hik...hiksss...hmmmmm" wanita itu sampai tidak bisa lagi bersuara dengan jelas.


"KATAKAN!!!"teriak Sagara, ia sudah muak dengan pelayan itu yang masih tutup mulut.


"jika kau tidak mengatakan sesuatu....." desis Sagara mendekati wanita itu,,,,


dengan cengkraman yang kuat diwajah wanita itu Sagara mengatakan sesuatu yang membuat wanita itu membeku.


"kau kira aku akan melepaskan mu dengan membunuhmu dengan cepat,...kau tenang saja...aku memiliki begitu banyak cara untuk membuat kau lebih baik mati dibandingkan hidup, bahkan aku akan membuat kau memohon kepadaku untuk mati" Ucapan Sagara itu membuat pelayan itu sontak membeku.


Sagara sangat puas ketika melihat ekspresi wajah pelayan itu, lalu Sagara berbalik badan dan berjalan menjauh,,,


namun disaat itu pelayan pun akhirnya membuka suaranya.


"akan saya katakan" ucap wanita itu kemudian,,,


mendengar hal itu Sagara kembali berbalik badan,,


"heh!!....katakan" ucap Sagara menyeringai.


kemudian tatapan pelayan itu berubah, dengan tatapan tajam penuh dendam pelayan itu berkata,,,


"kau tidak akan selamat, sekarang hanya permulaan" ucap pelayan itu menatap Sagara dengan penuh benci.


"hahahaha.....kau tidak akan bahagia tuan Sagara Caesar Ardiaz yang terhormat..... hahahaha" ucap wanita itu sambil tertawa.


Sagara menjadi naik pitam, Sagara ingin berjalan lagi mendekati pelayan itu, namun tiba tiba Andreas menahannya.


"jangan terpengaruh tuan muda" ucap tenang Andreas.


"tuan Sagara....tuan Sagara.... KAU mengira kau sangat hebat hah!!!" ucap wanita itu lagi, entah dari mana keberanian ia saat ini.


"jangan uji kesabaran ku!!" desis Sagara.


"hahahaha...tuan muda saya melakukan semua ini atas pikiran saya sendiri"


"saya benci anda, keluarga anda dan juga wanita bodoh itu" ucap pelayan itu


"BERANINYA KAU!!" teriak Sagara


"iya...tuan muda....saya sangat berani karena sudah menyukai anda...."ucap wanita itu nyaring.


"beraninya saya, karena sudah menyukai anda tuan Sagara .....hik...hiksss" ucap pelayan itu sambil menangis.


"anda lupa bukan...tapi saya ingat, tuan muda apakah anda ingat nama saya?" ucap wanita itu lagi.


Sagara hanya diam,,,,


"tidak...tentu tidak.... bagaimana seorang laki laki seperti anda bisa ingat dengan gadis miskin sepertiku....hah... hahaha....hiksss" ucanya menangis sambil tertawa.


"tidak apa apa...mari saya beritahu....nama saya adalah Dira...Dira Naina Putri, seorang gadis tiga tahun lalu yang telah menyelamatkan Anda" ucap pelayan itu ternyata bernama Dira.


"apakah sekarang anda ingat tuan muda, gadis miskin yang menyelamatkan anda dari kejaran musuh anda kala itu, dan anda yang hampir mati tertembak!?" ucap Dira lagi.


"saya jatuh cinta kepada anda, lalu dengan tekad yang kuat saya datang ke negara ini untuk menemui anda dan menjadi pelayan anda yang setia, namun setelah tiga tahun anda tidak pernah melihat saya sekalipun dan yang lebih menyakitkan adalah anda Menikah dengan wanita itu" ucap wanita itu lirih.


"sangat tragis bukan...jika kau bertanya apa salahku maka semua ini kau adalah penyebabnya, aku benci melihat senyuman wanita itu, karena itulah aku ingin senyum itu menghilang selamanya" ucap Dira dingin.


"berani beraninya....kau kira aku akan melepaskan mu begitu saja!" desis Sagara sambil melempar semua benda yan ada di sana.


"HAHAHAHA.....tidak...tentu tidak tapi kau tidak akan bisa menyelamatkan hidupnya selamanya" ucap wanita itu sambil tertawa.


"huk!!....Hoek ....huk....." tiba tiba Dira memuntahkan darah lalu terjatuh,,,


sebelum Dira menutup matanya, ia menatap Sagara dengan tersenyum diwajahnya.


"Tuan Muda wanita itu!!!" ucap Andreas langsung bertindak, ia memeriksa keadaan Dira.


"tidak!!!..tuan muda dia telah meninggal" ucap Andreas setelah memeriksa keadaan yang telah tiada.


Sagara sangat terkejut,,,


"ckk...." Sagara pun menjatuhkan dirinya dikursi itu sambil menatap Dira tajam.


"huh!... ternyata dia sangat setia" seringai Sagara


"benar! tuan muda dia keracunan" ucap Andreas lagi.


"kita tidak bisa mendapatkan informasi apapun dari dia, sepertinya mereka ingin menghilangkan semua bukti" desis Sagara.


drrttt..... drrttt..... drrttt......


tiba tiba ponsel Sagara berdering....Sagara pun mengangkat teleponnya,,,


".......Zaara sudah sadar!?" ucap Sagara terdengar lega.


"Tut.....Tut....Tut.... ponsel itu pun ditutupnya lalu dengan cepat ia berjalan keluar,,,


ternyata itu adalah telepon dari Carissa yang mengatakan jika Zaara telah pulih, dan racun dalam tubuhnya sudah lenyap sepenuhnya.


Sagara pun bergegas pulang,,,


***


kriettt......pintu kamar terbuka,,,


Zaara pun menoleh ke sumber suara, lalu tersenyum melihat jika yang membuka pintu adalah Sagara.


"sayang kau sudah sadar" kata sagara menghampiri Zaara dan memeluknya,,,


Sagara telah sampai dirumah lalu dengan cepat ia menemui Zaara.


"iya hubby" ucap lirih Zaara.


"syukurlah, kau tahu aku sangat takut kehilanganmu" ucap Sagara sambil melihat keadaan Zaara.


Carissa yang masih ada didalam kamar pun berjalan keluar, ia tidak ingin mengganggu suami istri itu.


dengan sangat baik Sagara memperhatikan setiap sudut tubuh Zaara, ia takut Zaara memiliki sakit ditubuhnya.


"hubby...Zaara sudah sehat sekarang, jangan khawatir" ucap Zaara tersenyum


"tidak, aku akan memastikannya sendiri" kata Sagara lagi.


"hubby....." panggil Zaara.


"tatap aku hubby!" pinta Zaara kemudian.


Sagara pun menatap wajah Zaara,,,


"ada apa?"


"terimakasih" ucap Zaara


"dan maaf karena membuat hubby khawatir" sambung Zaara


"untuk apa Zaara, aku lah yang harusnya berterimakasih karena kau mau bertahan" ucap lirih Sagara menatap Zaara


Zaara tersenyum,,,,


"tentu Zaara akan bertahan, dan sampai kapanpun aku akan tetap bertahan untuk selalu bersama mu hubby" ucap Zaara lalu dengan lembut Zaara menyentuh tangan Sagara lalu membawa tangan Sagara kedalam dekapannya,,,


"hubby....dengarlah detak jantung ini akan selalu berdetak selama kita bersama" kalimat itu sontak membuat Sagara menatap Zaara dengan sorot mata lembut.


Sagara menarik nafas panjang lalu menutup matanya bersama dengan Zaara,,,


"tetaplah bersamaku hubby"


bersambung......