
hai semuanya balik lagi nih😄, jangan lupa komen dan like ya....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam hari telah tiba....
setelah shalat magrib Zaara keluar untuk makan malam,,,
tap...
tap...
tap...
satu demi satu anak tangga dituruni oleh Zaara dengan perlahan lahan, ia merindukan sosok Sagara yang beberapa hari tidak pulang terlebih lagi disaat Zaara tahu bahwa Sagara sangat marah kepadanya.
"apa yang bisa aku lakukan agar kau percaya padaku" Zaara berkata dengan nada yang lirih, sambil meniti tangga itu, lalu diedarkan pandangannya keseluruhan rumah besar itu.
sangat sunyi dan hening untuk Zaara berada dirumah besar itu, walaupun terdapat banyak pelayan dan pengawal pun tetap saja Zaara kesepian.
"andai kau ada disini" kata Zaara sambil tersenyum kecut.
"apakah kau juga merindukanku?... sekali saja andai kau ingin mendengarkan penjelasan dariku"
Zaara berjalan sambil memikirkan Sagara, semua tentang Sagara sekarang ada di pikirannya, tentang kejadian beberapa hari ini, dan semua ini cukup membuatnya lelah.
tap...
tap...
Zaara sampai di depan meja makan, lalu dengan menarik kursi Zaara mendudukkan dirinya,,,
Kriitt....suara kursi di tarik.
"apa yang ingin anda makan nona muda?" tanya pelayan yang ada disana.
"terserah saja bi" jawab Zaara singkat sambil tersenyum tipis, ia tidak berselera makan.
pelayan pun sedih melihat nona mudanya itu, bagaimana pun sekarang para pelayan tahu jika hubungan Sagara dan Zaara sekarang dalam keadaan yang tidak baik baik saja.
pelayan itu pun mengambilkan nasi dan lauk pauk lalu menyajikan makanan untuk Zaara.
"nona makanlah dengan baik" ucap pelayan itu sambil menyodorkan makanan dihadapan Zaara.
"terimakasih" jawab Zaara tersenyum.
"bibi boleh pergi sekarang" ucap Zaara kemudian dengan nada yang lembut.
"baiklah nona, kalau begitu saya akan pergi terlebih dahulu" pelayan itu pun pergi meninggalkan Zaara sendirian di ruang makan.
Zaara hanya diam, sekarang lebih sunyi dibanding sebelumnya, saat ini Zaara benar benar tidak menyentuh makanannya.
Zaara diam sambil menatap makanan didepannya, lalu tak terasa air matanya menetes tanpa diminta.
tik...tik...tik....!
Zaara membiarkan air matanya menetes, hatinya benar benar merasa sakit dan lelah.
"hiks...hiks...hiks....!" Zaara merasa hancur sekarang.
lalu dengan cepat Zaara berdiri dari duduknya dan kemudian lari keatas kamarnya,,,
tap....
tap...
tap...
dengan air mata yang masih mengalir, Zaara masuk kedalam kamar dan menangis sejadi jadinya.
namun siapa sangka kejadian itu di perhatikan oleh Bunga, dengan ekspresi yang datar bunga memperhatikan Zaara.
"malang sekali nasibmu Zaara, maafkan aku tidak bisa berbuat apa-apa untukmu" kalimat itu lah yang keluar dari mulut Bunga, dengan raut wajah yang terlihat sedih, lalu ia pun masuk kedalam kamarnya,,,
***
"hehmmm!!"
Andreas terlihat tengah berada di sebuah Bar mewah di kota itu.
dengan raut wajah yang kusam Andreas sesekali menghembus nafas kasar, lalu ia akan meminum minuman yang telah dipesan olehnya.
"hhmmmm..."
"ckk...sial!!" runtuk Andreas merasa sangat kalut.
tap...
tap...
tap...
tak lama terlihat seorang wanita datang menghampiri Andreas, dengan wajah yang menggoda wanita itu menyentuh pundak Andreas dengan belaian.
"hei tuan apakah anda ingin di temani?" ucap lirih wanita itu tepat di telinga Andreas sontak membuat Andreas terkejut dan kesal.
"KAU!!" dengan mata yang terbelalak Andreas menjauh dirinya dari wanita itu, lalu dengan tatapan tajam Andreas menolak wanita cantik itu.
"Pergi!" ucap dingin Andreas, wanita itu pun memanyunkan bibirnya lalu dengan nada mendesah wanita itu berkata lagi.
"tuan...saya hanya ingin menemani anda disini, ayolah!" betapa tak tahu malunya wanita itu.
"pergi saya tidak ingin ditemani oleh siapapun!!" tolak Andreas serta merta.
wanita itu pun menjadi kesal karena ia tidak berhasil menggoda Andreas, lalu dengan kesal ia pun pergi.
"heh!!" wanita itu pergi dari hadapan Andreas,,,
Andreas hanya diam sekarang perasaannya semakin kesal, terlebih lagi setelah menemui wanita seperti tadi, sangat menjijikkan bagi Andreas.
BRAKK...!
"ckk....!!! Andreas sangat kalut dengan pikirannya saat ini, permasalahan Sagara cukup membuatnya pusing dan bingung, apa yang harus dilakukan.
"sebenarnya apa yang terjadi, kenapa permasalahan ini tak kunjung usai"lagi lagi Andreas meruntuk kesal.
"Akhhh!!"
"pertama-tama adalah kejadian nona muda terkena racun, kedua Sagara yang melihat nona Zaara bersama laki laki lain, sebenarnya kenapa masalah ini terus datang...ckk!!"
"kenapa akhir akhir ini sering terjadi masalah!!" pikir Andreas mencoba mencerna apa yang terjadi beberapa lama ini.
***
keesokan paginya...
sudah beberapa hari Zaara tidak masuk kuliah, sekarang ia pun harus kembali melanjutkan pendidikannya.
masalah dirinya dan Sagara membuat Zaara lagi lagi harus meninggalkan kuliah, sebenarnya sekarang pun ia tidak tahu apakah Sagara tahu jika ia akan kembali kekampus.
"tolong sampaikan kepada tuan muda jika saya akan berangkat kuliah hari ini!" ucap Zaara lembut sekarang ia tengah sarapan dimeja makan, dihadapannya sekarang berdiri seorang pengawal yang akan menyampaikan pesan dari Zaara.
"pak sekalian tolong berikan surat ini kepada tuan muda!" pinta Zaara lagi.
"baik nona muda, saya akan melaksanakan perintah anda dengan baik!" ucap pengawal itu lalu memberikan Bow kepada Zaara dan kemudian pergi.
"hubby aku harap kau tidak marah karena hal ini, sebenarnya bagaimana caraku agar kau mau menemui aku lagi!!" ucap Zaara sambil tersenyum tipis diwajahnya.
"hhhmm.....huhmm!!... baiklah jika kau tidak ingin menemuiku sekarang maka aku akan berusaha untuk membuat kau mau menemuiku lagi" ucap Zaara bertekad lalu dengan senyum yang mengambang diwajahnya Zaara berdiri dan berjalan kearah pintu utama.
tap...
tap...
tap...
"mulai hari ini aku akan berusaha membuat hubby menemuiku lagi, bagaimana pun caranya aku pasti bisa melakukannya" ucap Zaara dengan semangat yang baru.
Zaara tidak ingin bersedih hati dan berdiam diri saja, kali ini ia tidak ingin membiarkan masalahnya dengan Sagara berlarut larut dalam kehancuran.
dengan langkah cepat Zaara masuk kedalam mobil, dan mobil tersebut pun meninggalkan kediaman itu.
"pak sebelumnya tolong mampir sebentar di toko kue diseberang taman kota!" pinta Zaara.
"baik nona muda"
vroomm... vroomm...!! mobil itu pun meninggalkan kediaman besar itu.
sesampainya Zaara di kampusnya...
citt....!!!
mobil itu berhenti, lalu pak supir membukakan pintu untuk Zaara.
"silakan nona muda!" bow supir itu.
"terimakasih pak, ouh iya pak ini untuk anda!" ucap Zaara lalu ia memberikan sekotak kue untuk supir itu.
"tidak usah nona!" tolak halus supir itu.
"rezeki jangan ditolak pak, ambil saja, ini untuk pak supir barang kali anda belum makan"
"kalau begitu saya akan menerimanya, terimakasih nona muda" supir itu terlihat senang menerima pemberian Zaara.
"sama sama pak, kalau begitu saya masuk terlebih dahulu" lalu Zaara pun masuk kedalam kampusnya.
sedangkan pak supir tadi masih mengikuti sampai tubuh Zaara hilang diantara bangunan kampus.
"semoga nona muda selalu bahagia" ucap supir itu, Zaara adalah wanita yang sangat baik, selama ini supir itu yang selalu mengantarkan Zaara, dan selama itu pula supir itu tidak pernah diperlakukan oleh Zaara kasar.
lalu pak supir itu pun meninggalkan kampus itu untuk memberikan surat yang telah diperintahkan Zaara untuk memberikannya kepada Sagara.
vroomm...!!
dikantor Sagara...
tuk..!
tuk..!
tuk..!
Sagara terlihat tengah berada didalam ruang meeting bersama para karyawan dan manajer diperusahaannya.
tuk..! jari Sagara berhenti mengetuk meja.
saat ini Sagara tengah membahas tentang perkembangan perusahaan perusahaan Sagara di negara itu, dari perusahaan pusat dan cabang cabang lainnya yang tersebar di kota kota lain.
"jadi itu adalah permasalahannya tuan Sagara" ucap salah satu manajer di perusahaan cabang Sagara.
"heum..Hem!!"Sagara hanya mengangguk- anggukkan kepalanya.
"lalu bagaimana dengan perusahaan di kota xibei?" tanya Sagara sambil menunjuk manajer diperusahaan itu.
"begini tuan Sagara perusahaan itu sekarang tengah..." sambil mendengarkan semua ucapan itu Sagara memanggut-manggutkan dagunya.
"hehmm.. Baiklah kalau begitu dengan kata lain kita bisa simpulkan bahwa perusahaan perusahaan itu sedang meningkat naik, dan itu adalah keuntungan yang sangat besar untuk kita" ucap Sagara menyimpulkan semua yang sudah mereka laporkan untuk Sagara.
"benar tuan" semua manejer merasa lega dan senang karena semua kabar yang diberikan adalah hal yang positif, dan memang benar jika sekarang perusahaan Sagara mengalami kenaikan yang signifikan.
tok...
tok..
tok..
pintu ruang meeting diketuk oleh seseorang, kemudian Andreas berjalan kearah pintu itu dan membuka pintu.
"baiklah karena meeting telah selesai kalian semua bisa pergi!" ucap Sagara menutup pertemuan itu.
"baiklah tuan Sagara kalau begitu kami akan pergi" ucap salah satu manajer lalu mereka semua pun berganti pergi dari ruangan itu.
"huhmmm...!!" Sagara menyenderkan tubuhnya di kursi itu, lalu menutup matanya.
hari hari yang telah dilewati Sagara terasa berat, masalah dirinya dengan Zaara tidak kunjung mereda, perasaan marah dan posesif Sagara tidak kunjung hilang disaat Sagara kembali mengingat Niko.
"tuan muda ini ada surat" ucap Andreas sambil berjalan kearah Sagara.
"Hem?!" lalu Sagara mengulurkan tangannya mengambil surat itu dengan posisinya.
"surat dari siapa ini?" tanya Sagara sambil memegang surat dan membolak-balikkan surat itu.
"itu dikirim oleh supir nona Zaara" jawab Andreas.
"Zaara!?" seketika mata Sagara terbuka dan langsung membuka surat itu.
srek..!! suara kertas.
dan betapa terkejutnya Sagara ketika membuka surat itu dan membacanya, isi surat itu berisi.
"assalamualaikum hubby, bagaimana kabar hubby beberapa hari ini, aku harap hubby baik baik saja, sebenarnya dengan disurat ini Zaara hanya ingin menyampaikan jika Zaara kembali ke kampus Zaara, dan alasan Zaara memakai surat ini karena beberapa hari ini ponsel hubby tidak bisa dihubungi, dari your lovely wife"
BRAK..!
"ada apa tuan muda, apakah ada sesuatu yang terjadi dengan nona muda!?" tanya Andreas
"tidak dia baik baik saja, namun ia telah kembali ke kampusnya.." saut Sagara sambil menatap lurus.
"heh!... apakah ia ingin menemui laki laki itu!!" ucap Sagara lagi sambil tersenyum kecut.
"tuan muda bagaimana anda bisa berpikir seperti itu kepada nona, tuan muda cobalah untuk melihat kebenarannya disini!" ucap Andreas kepada Sagara, lalu ia langsung mendapatkan tatapan tajam Sagara.
"DIAM!!"
"baik...baik...saya akan diam" ucap Malas Andreas, ia benar benar tidak habis pikir dengan Sagara saat ini, laki laki itu cemburu buta, bahkan sangat buta, pikir Andreas.
tanpa mendengar perkataan Andreas, Sagara kembali memejamkan matanya.
namun tidak beberapa saat ia menutup mata, Sagara kembali membuka matanya, lalu terlihat Sagara sedikit gelisah, lalu dengan cepat ia pergi keluar ruangan itu.
tap...
tap...
tap...
begitu melihat Sagara pergi, Andreas pun menyusul Sagara dari belakang.
"anda ingin kemana?" tanya Andreas namun diabaikan oleh Sagara, Sagara tetap berjalan tanpa mendengarkan Andreas.
"siapkan mobil!!" hanya itu kalimat yang keluar dari mulut Sagara.
dengan mendengar perkataan itu Andreas cukup tahu apa yang akan dilakukan Sagara.
"apakah anda ingin menghampiri nona muda, tuan muda saat ingatkan kembali jangan sampai anda berbuat seenaknya!!" ucap Andreas blak-blakan.
kali ini Andreas tidak ingin melihat Sagara yang berbuat seenaknya kepada Zaara, Andreas melakukan itu hanya untuk kebaikan Sagara sendiri dan berharap Sagara mau memahaminya.
"kau terlalu banyak bicara" desis Sagara tajam.
mereka sudah sampai di parkiran VIP miliknya, lalu tanpa basa basi Sagara menaiki mobil sendiri dan meninggalkan Andreas disana.
brak..!!
Vroomm... vroomm...!!
"heh!?..tuan muda!!"
"cck...dasar pria yang sangat posesif" ucap Andreas kesal karena ditinggal oleh Sagara.
lalu dengan cepat juga Andreas menyusul Sagara menggunakan mobil satunya lagi diperusahaan itu, Andreas segera menancapkan pedal gasnya...
Vroomm...!!
bersambung...