Zaara

Zaara
bab. 103. Pertemuan yang tak pernah disangka!



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Semua keputusan telah bulat,Dua hari kemudian seperti yang sudah di rencanakan oleh Sagara, Sagara dan Andreas pun akan segera berangkat menuju kota dongzhu yang terletak di negara M.


"Jaga diri kalian baik baik"pesan Rena disaat Sagara dan Andreas berjalan kearah luar, yang akan berangkat sebentar lagi menuju bandara.


"Tenanglah!, kami akan menjaga diri baik baik, sebaliknya kau lah yang harus menjaga dirimu dan Reihan disini, jika ada sesuatu hubungi saja aku"sahut Andreas sambil memeluk Rena dan mencium pipi putranya.


"Dadah Ehan Papi pergi dulu ya.."ucap Andreas sambil mencubit gemas pipi Reihan.


Mereka pun akhirnya berangkat menuju bandara pagi itu dan akan melakukan penerbangan ke kota dongzhu.


Disisi lain...


Di kota dongzhu,


Daren dan dua putranya sedang bersiap-siap pergi untuk bersenang senang bersama di sebuah taman hiburan yang terletak di tengah kota dongzhu yang menjadi tempat favorit Ken dan Ren, terutama Ren.


Seperti sekarang saja anak itu terlihat sangat antusias ingin segera pergi karena bukan hanya sebuah taman yang sekedar untuk bermain tapi juga ada yang berlatih busur dan bela diri sebagai salah satu pertunjukan ditaman kota itu.


"Ayo ayah...!" bujuk Revano yang tak sabaran.


"Sabar sayang..kita tunggu Umi dulu ya!"sahut Daren menenangkan Revano.


"Umm..kemana sih Umi?!"sungut Ren tidak sabaran, Daren hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Revano.


Tak lama Ayana pun keluar dari kamarnya dan turun menghampiri Ken, Ren dan Daren yang telah menunggu,


"Maaf ya karena Umi lama"ucap Ayana sambil tersenyum lembut kearah Revano yang terlihat agak cemberut karena Ayana sangat lama.


"Umi ayok kita pergi!, Ren mau lihat Panahan!"pinta Ren berjalan mendekati Ayana, walaupun anak itu wajahnya terlihat masam, namun tingkahnya sangat lucu dan manja terhadap Ayana.


"Iya sayangku..ayok kita pergi sekarang, Ayok Keanu!" sahut Ayana sambil menggandeng tangan Ken dan Ren, sedangkan Daren hanya bisa tersenyum lebar melihat tiga orang yang paling berharga untuknya, sambil mengikuti dari belakang sebelum sampai di depan halaman dan masuk kedalam mobil yang telah menunggu mereka.


"Pak hari ini saya akan supir sendiri!"ucap Daren ketika berhadapan dengan supirnya, lalu mereka pun pergi menuju taman kota dongzhu.


Vroomm!!


Ditengah perjalanan...


"Kalian senangkan karena sudah bisa jalan jalan sama Umi?"tanya Daren yang sedang mengemudi, melirik lewat kaca spion mobil dan melihat Ayana dan anak anak sedang tertawa bahagia.


Daren tersenyum lembut!


Andai semua berlalu dengan kebahagiaan seperti saat ini!,pikir Daren, betapa berbahagianya itu.


Melihat Ayana yang tersenyum lepas membuat Daren menghela nafas lega, bersyukur wanita itu hingga detik ini masih bersamanya walaupun hanya jiwa bukan hatinya.


"Iya yah Ren senang"


"Itu sih hanya kamu yang sangat senang"imbuh Keanu, mendengar ucapan itu Revano kembali menyahut.


"Benar, tapi itu karena kakak Ken tidak terlalu suka taman hiburan"sergah Revano.


"Siapa yang ngomong kaya gitu!"sungut Keanu.


"Kalian ini ya,.. apakah hal itu juga perlu diperdebatkan!?" timpal Ayana menatap dua putranya itu satu satu.


Ken dan Ren sama sama membuang muka!, yah..! begitulah mereka memang akan memperdebatkan hal kecil karena perbedaan rasa suka saja, akan tetapi walaupun begitu mereka tetap akan akur jika saling bersama, bahkan si cuek Keanu pun sangat bisa memperhatikan Revano.


Anak kembar yang lucu!


Tak lama mereka pun tiba di taman hiburan,


"Wahh..!!, lihatlah kita sudah sampai Ayuk turun disini sebentar, ayah mau parkirkan mobil ini terlebih dahulu didepan sana!"


Mereka bertiga pun turun, lalu sebelum pergi Daren menurunkan kaca mobil!


"Tunggu ayah disini jangan kemana-mana!"lanjut Daren tidak membiarkan dirinya ditinggal.


Mereka hanya menuruti keinginan Daren dan sampai Daren selesai memarkirkan mobilnya pun Ayana dan anak anak masih menunggunya.


"Baik Ayok kita masuk"ucap Daren.


Mereka pun masuk kedalam taman hiburan dan mulai bersenang senang bersama.


...***********...


Di Bandara kota dongzhu...


Ngiiing...!!


Pesawat yang ditumpangi oleh Sagara pun tiba dan langsung mendarat dengan selamat siang itu, Setelah beberapa sempat tertunda karena beberapa alasan. Pesawat itu mendarat ditanah dengan selamat, lalu tak lama kemudian pintu pesawat pun terbuka dan beberapa orang pun segera turun, juga Sagara dan Andreas.


Mereka berencana akan langsung menuju pembangunan rumah sakit tersebut,


Beberapa pengawal pun diminta Andreas yang berada dikota itu yang memang sedari awal pembangunan diminta Sagara agar mengawasi di kota itu jika terjadi sesuatu.


Beberapa waktu kemudian, datanglah dua mobil yang menjemput Sagara dan Andreas.


Sagara dan Andreas pun berjalan keluar dari ruang tunggu!, setelah Sagara di depan bangunan itu.


"Selamat datang tuan muda!"Bow salah satu pengawal yang berada di mobil belakang, lalu dengan cepat membuka pintu mobil satunya lagi untuk Sagara.


Sagara pun masuk dan kemudian Andreas menyusul duduk di kursi depan bersama supir, Mobil itu pun melaju dengan kecepatan sedang menuju desa di pinggir kota dongzhu.


Diperjalanan!,


Suasana yang masih sangat asri, walaupun jam telah menunjukkan tengah hari tapi di kota itu tetap terasa sangat sejuk dengan angin yang menerpa pepohonan di pinggir jalan raya.


Sagara menyaksikan suasana seperti itu sedikit berbeda dengan keadaan di kota Liu Liu, kota yang sudah maju itu terlihat semakin padat tapi meskipun demikian kota Liu Liu tetaplah menyimpan segala kenangan Sagara.


Tiba tiba...


Bomm!!!


Citttttttt!!...mobil Sagara berhenti mendadak!?


"Apa yang terjadi?"tanya Sagara.


"Maafkan saya tuan sepertinya ada masalah pada Ban mobilnya!," sahut supir tersebut lalu ia pun turun dan disusul oleh Andreas yang ikut mengecek apakah yang terjadi, Setelah dilihat Olehnya ternyata Ban mobil itu kempes!.


"Sepertinya Ban nya pecah!"pikir Andreas lalu ia pun menghampiri Sagara dan mengatakan jika Sagara bisa pergi terlebih dahulu mengunakan mobil yang satunya lagi.


"Tuan muda anda bisa pergi terlebih dahulu mengunakan mobil satunya, dan saya akan mengurus mobil ini dulu baru akan menyusul anda"ucap Andreas menjelaskan,


Sagara yang mendengar hal tersebut pun akhirnya turun dari mobil dan akan memasuki mobil yang ada dibelakangnya.


"Baiklah tapi jika ada masalah kau bisa menghubungi aku lagi nanti" sahut Sagara lalu ia pun segera masuk kedalam mobil dan mobil itu pun melesat pergi menuju tempat tujuannya.


Vroomm!!


Namun tak beberapa jauh Sagara pergi, tiba tiba mata Sagara tak sengaja melihat seorang anak laki laki yang tengah duduk sendirian di depan sebuah taman kota.


Anak laki laki itu terlihat Sedang sibuk memakan ice cream, Sagara tersenyum!,Anak yang lucu pikirannya.


"Berhenti sebentar!"titah Sagara, supir dan pengawal yang berada bersamanya saat itu menjadi heran, namun pada akhirnya menghentikan mobilnya dan singgah diseberang jalan taman itu.


Kenapa berhenti?, itulah yang mereka pikirkan terlebih lagi disaat melihat Sagara yang terlihat menatap keseberang jalan dan disaat itu mereka pun jadi tahu apa yang sedang di tatap oleh Sagara.


Sagara menatap dalam diam!


Sambil tersenyum tipis!, Sagara merasa jika wajah anak itu mirip dengan Zaara terlebih lagi di saat ia tersenyum.


Degg!!


Aneh tiba tiba hati Sagara bergejolak!, Andai Zaara masih hidup apakah sekarang ia juga sudah memiliki seorang anak.


"Pak cepat jalan!"ucap Sagara serak, Sagara tidak ingin lebih lama lagi melihat anak itu, Perasaan hati memang sangat gamplang!


...***********...


Citt!!


Mobil Sagara akhirnya tiba di depan sebuah bangunan yang masih dalam masa pembangunan.


Cklek!


Sagara keluar dari dalam mobil, kemudian berjalan masuk ke kawasan bangunan tersebut.


"Selamat datang tuan sagara!"Tiba tiba ada seorang laki laki setengah baya menghampiri Sagara yang ternyata adalah seorang kepala pengawas.


"Tuan Sagara saya sudah menunggu kedatangan anda, silahkan!"lanjutnya, Sagara pun tersenyum tipis lalu berjalan beriringan dengan laki laki tersebut.


"Jadi sampai mana perkembangan pembangunan ini, apakah ada yang harus kita pertimbangkan lagi jika ingin meneruskan proyek ini tuan Bima?" tanya Sagara langsung keinti pembahasan.


"Sebenarnya jika ingin meneruskan proyek ini tentunya itu akan sangat bagus tuan Sagara, terlebih lagi rumah sakit ini akan sangat membantu di desa ini, tapi jika masalah yang lainnya itu hanya ada di dalam genggaman anda sendiri" sahut tuan Bima.


Sagara mengangguk-anggukkan kepala tanda setuju jika ia juga merasa apa yang dikatakan oleh tuan Bima itu memanglah benar.


Para buruh bangunan, dan masyarakat setempat didesa itu pasti sangat membutuhkan rumah sakit, karena jarak rumah sakit di pusat kota cukup memakan waktu.


"Baiklah jika memang tidak ada masalah didalam pembagunan itu sendiri, maka dengan mudah kita meneruskannya, jadi tunggu keputusan resmi dariku" ucap Sagara membuat keputusan yang matang.


Pada akhirnya semua berjalan cukup baik, Sagara menjadi lebih lega karena meskipun kontrak telah dibatalkan tapi hal tersebut tidak membuat dirinya dalam masakan yang serius.


Bersambung...