Zaara

Zaara
bab 68. firasat keluarga.



Semua permasalahan yang ada, tanpa Sagara sadari sesuatu telah terjadi...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kanada...


tap....!!


tap.....!!


"MOMMY!!"


"mommy...!!.. mommy" dengan tergesa gesa Tisha menghampiri Veera.


"Ada apa Tisha?" tanya Veera bingung kenapa putrinya itu terlihat sangat cemas.


"mom sudah lihat berita belum!?, mom coba lihat ini" Tisha pun memperlihatkan berita disebuah artikel internet.


Veera pun melihat berita tersebut dan betapa terkejutnya Veera disaat melihat berita tersebut.


"Apa Ini!!!" dengan raut yang terkejut dan tak percaya dengan apa yang dilihatnya Veera pun langsung menghubungi sang suami.


"mommy akan menghubungi Daddy mu" ucap Veera sambil mengambil telepon nya dan menghubungi Tristan.


Tut....


Tut...


Tut...!!


namun telepon itu tidak bisa dihubungi


"ckk...kenapa handphonenya tidak terhubung!!"ucap gusar Veera.


lalu Veera pun mencoba menghubungi kantor Tristan.


drrttt...!!


Tut!!


"halo!, selamat siang"


"tolong kau hubungankan telepon ini dengan suamiku!" perintah terdengar dari Veera setelah telepon itu berhasil terhubung kepada sekretaris perusahaan.


kemudian telepon itu berhasil disambungkan dengan Tristan.


"pah cepat pulang sekarang juga!!" tanpa basa basi Veera meminta suaminya untuk pulang.


tap..!


tap..!


"bagaimana mom, apakah berita ini benar?" tanya Tisha yang berharap berita itu hanya rumor belaka.


"mommy harap begitu" saut Veera benar benar cemas.


beberapa lama kemudian Tristan pun tiba...


tap...!..Tristan memasuki rumah itu dengan raut wajah yang tegas.


"bagaimana pah apakah ini benar!?" tanya Veera menghampiri Tristan.


"papah sudah mencari tahu kebenaranya, sebentar lagi asisten pribadi akan tiba"


lalu mereka pun menunggu asisten Tristan membawa informasi yang mereka butuhkan.


tok..!!


tok..!!


"permisi tuan besar" asisten bernama Han itu pun mengutuk pintu terlebih dahulu lalu ia segera berjalan menghampiri Tristan.


"salam nyonya Veera, nona muda" bow asisten Han.


"eum..ya...cepat kau beritahukan kepadaku, apakah benar jika perusahaan di kota xibei dalam masalah?" tanya Veera.


"benar nyonya, dan masalah ini sangat merugikan perusahaan karena hampir 1 juta data telah bocor dan menyebabkan perusahaan rugi sebesar 1 triliun" jelas asisten Han yang telah mendapatkan informasi akurat.


"APA!!"


"Satu Juta!!, bagaimana bisa itu terjadi, data sebanyak itu bagaimana bisa bocor dari perusahaan berkeamanan canggih" ucap Veera sangat terkejut disaat mengetahui permasalahan itu.


"baiklah kau boleh pergi" ucap Tristan


"baik tuan, kalau begitu saya akan pergi"


tap...


tap..


"kenapa Sagara tidak memberitahukan kepada kita masalah ini!" ucap Veera berpikir.


"entahlah mah, tapi kita akan menghubungi Sagara"Tristan pun mencoba menelepon Sagara.


drrttt...!!


"bagaimana pah apakah Sagara mengangkat teleponnya?"


"tidak, tapi akan aku coba lagi"


drrttt...!!


"ckk..kenapa Sagara tidak mengangkat teleponnya!" Tristan selalu mencoba menghubungi Sagara, namun lagi lagi telepon itu tidak terhubung.


"pah kita kembali saja" ucap Veera setelah beberapa lamanya mencoba.


"mamah takut jika terjadi sesuatu kepada Zaara dan Sagara, lagi pula perasaan mamah jadi nggak enak pah" ucap cemas Veera.


"sepertinya itu yang harus kita lakukan, baiklah malam ini juga kita akan pulang ke negara K"


"benar mom, dad, Tisha ikut ya"


keputusan itu pun sudah bulat, akhirnya mereka mempersiapkan keberangkatan menuju negara K.


disisi lain...


"bagiamana kabar hubby saat ini?" gumam Zaara.


saat ini Zaara berada didalam kamarnya, seperti hari hari yang telah lewat ia masih saja berada dikediaman itu tanpa bisa keluar.


"semoga kau baik baik saja" harap Zaara.


ditengah lamunannya tiba tiba terdengar suara benda jatuh yang berisik dari luar, dengan cepat Zaara pun keluar kamar...


"suara apa itu!?"


tap..


tap..!!


"apa yang terjadi?!" pikir Zaara lalu ia pun berjalan menuruni tangga itu dan menatap sekeliling ruang tamu.


"pelayan!, pelayan!" panggil Zaara, namun satu orang pun dirumah itu tidak mendengar panggilan Zaara.


Zaara pun mencoba mencari sumber suara,,,


tap..


tap..!!


"bibi..!" Zaara mencoba memanggil namun betapa terkejutnya Zaara ketika melihat apa yang ada dihadapannya.


set...!!


"BUNGA!!" Zaara sangat terkejut dan reflek Zaara menghampiri Bunga yang tergeletak tak sadarkan diri dengan darah dikepalanya.


Zaara melihat Bunga yang tak sadarkan diri tepat didepan meja ruang tamu dengan vas bunga yang sudah pecah di sebelahnya.


"Apa yang terjadi Bunga!!" Zaara histeris lalu dengan mencoba berjalan kearah luar rumah berharap ada pengawal yang berjaga.


tap..


tap..


"tolong.. tolong.. pengawal!!"


"pengawal!!, pengawal,!"


drap...drap...


pengawal dari luar seketika masuk mendengar teriakkan minta tolong Zaara.


tap..


tap..!!


"apa yang terjadi nona muda mengapa anda berteriak!?" ucap salah satu pengawal yang tiba.


"tolong Bunga!!, tolong bawa Bunga kerumah sakit!" ucap Zaara sambil berjalan lagi kearah ruang tamu dengan diikuti oleh pengawal tersebut.


pengawal itu pun ikut terkejut melihat Bunga yang bersimbah darah, lalu dengan cepat mengangkat tubuh Bunga dan membawanya menuju luar rumah dan segera memanggil supir.


"pak supir tolong siapkan mobil!" ucap Zaara.


lalu sopir itu pun segera melaksanakan perintah itu dan tak lama mobil pun datang,,,


"bertahanlah!" ujar Zaara sambil masuk kedalam mobil untuk menemani Bunga.


vroomm...!!!


beberapa lama kemudian mobil itu berhenti tepat didepan rumah sakit...


cittt...!!


brak...!!


"dokter!!" Zaara keluar dari mobil dan langsung berteriak memanggil dokter di dalam rumah sakit itu.


tap..


"dokter!!"


suster pun tiba dengan membawa brankar dorong untuk Bunga.


"tolong selamatkan dia sus!!" ujar Zaara sangat cemas.


"baik nona saya akan membawa nona ini kedalam kamar pasien dan segera ditangani oleh dokter"


drap..


drap...


Zaara mengikuti Bunga sampai di depan kamar pasien itu dan menunggu Bunga dengan harap harap cemas.


"semoga kau baik baik saja" doa Zaara.


tap...


tap...


"itu tidak perlu pak, pasti sekarang tuan muda sedang sibuk jangan mengganggunya" saut Zaara ramah.


"baik nona, kalau begitu saya akan menunggu diluar" ucap pengawal itu berlalu pergi.


...ΩΩΩ...


di kota xibei...


"jadi kalian tidak berhasil menemukan akar permasalahannya?" tanya datar Sagara kepada semua bawahan itu dan menatap dengan raut wajah yang dingin.


"be..be.enar..tu..tuan!" jawab salah satu manejer itu dengan terbata bata.


"hemm...hhmmm!!" Sagara mengangguk-anggukkan kepalanya.


set..!!


tiba tiba Sagara berdiri,,,


"kalau begitu kalian bisa pergi dari sini!!" sergah Sagara datar.


DEG..!!


"tuan tolong jangan pecat saya!!"


"tuan tolong jangan pecat saya..!!"


semua bawahan itu memohon mohon kepada Sagara dengan sangat meminta.


"HEUM.. KELUAR!!!"


Sagara sudah muak dengan keadaan ini lalu dengan suara keras ia meneriaki semua orang itu.


tap..


tap..


drap..


mereka pun serentak keluar dari ruangan itu, terkecuali salah satu manajer yang sedari tadi menjadi pusat perhatian Sagara.


"berhenti!!" ucap dingin Andreas sambil memegang pundak pria itu.


DEG...!


"y..ya..tuan!" manajer itu mencoba tetap tenang.


"kenapa terburu buru lebih baik duduk disini sebentar" ucap Andreas sambil menyeringai lebar lalu memaksa manejer itu untuk duduk di salah satu kursi.


tubuh menejer itu menjadi panas dingin tak kala Sagara menghampirinya dan berdiri tepat disampingnya.


tap...


tap..


"apa kabar... manajer..Lee..!!" dengan suara berat serta lirih bisik Sagara tepat di samping telinga manajer itu.


DEG...


"heh!!, manajer Lee kau kira dengan mencoba diam dan bersikap kooperatif bisa menyelamatkanmu!!" desis tajam Sagara.


"apakah kau tahu jika aku sudah menargetkanmu!!" ucapan Sagara membuat manajer Lee semakin gemetar.


"Hem...!!" Sagara menghela nafasnya dan berjalan menjauh.


"baiklah begini saja bagaimana jika kau beritahukan Kepadaku apa motif mu melakukan semua ini tuan Lee!?"


"ma.. maksud..tu.. tuan apa!?" ucapnya terbata bata.


ingin berkelit tenyata, pikir Sagara.


"emm..begitu jadi kau tidak tahu..."


"be..benar..tuan saya tidak mengerti maksud anda" sautnya.


"baik... kalau begitu saya akan menjelaskan padamu apa yang telah kau lakukan!"


lalu dengan wajah yang dingin Sagara mengatakan semuanya,,,


"begini seminggu yang lalu tepatnya di tengah pertemuan meeting yang membahas tentang perkembangan perusahaan itu kau membawa satu file yang berisikan informasi perusahaan yang dimana menunjukkan jika perusahaan ini sedang melonjak naik,...kerja yang bagus!"


"lalu tiba tiba satu Minggu kemudian saya menerima sebuah informasi jika perusahaan ini tiba tiba di retas dan mengalami penurunan yang signifikan dan yang lebih mengejutkannya data perusahaan ini telah dicuri sebanyak itu"


"ckk...ckk...ckk...!!, sungguh sangat rapi...!!!"


"namun sayangnya kau tidak mengenalku dengan baik tuan Lee!!!"


DEG...!!


"jadi kau memberikanku file yang palsu lalu dengan caramu kau memasukkan software berbahaya dan berhasil menembus keamanan perusahaan ku dengan baik dan menyebabkan sistem dan data perusahaan ini lumpuh keseluruhannya"


BRAKKK...!


manejer Lee mencoba berdiri dan tanpa sengaja memukul tangannya sendiri di meja itu.


"tidak...tidak...saya bukan pelakunya!!" ucap manajer Lee ketakutan namun dirinya kali ini pasti akan dihabisi oleh Sagara.


"eumm..begitu jadi kau bukan pelakunya, namun mengapa bukti ini mengarah kepada anda tuan Lee!!"


kini Andreas yang bersuara, Andreas mengeluarkan sebuah flashdisk dan langsung menghubungkan dengan layar yang ada diruangan itu.


dan semakin gemetarlah manajer itu setelah rekaman itu diputar, rekaman yang menunjukkan waktu selama satu bulan terakhir, gerak gerik yang dilakukan menajer Lee yang mencurigakan, diam diam masuk kedalam ruang sistem keamanan perusahaan dan juga data perusahaan itu dan penggelapan dana yang dilakukan menajer Lee.


BRAKK...!!


"MOHON AMPUN TUAN SAGARA!!!, SAYA BENAR BENAR TERPAKSA MELAKUKAN ITU"


pria itu sampai sampai bersimpuh didepan Sagara.


"terpaksa!!, sign*...kau kira saya percaya itu hah!!!"


"kau sedang bermain main denganku hah!!!"Sagara sangat marah.


"benar tuan saya terpaksa karena saya sedang membutuhkan uang!!" ucapnya lagi.


"KAU KIRA SAYA BODOH!!!" ucap kasar Sagara.


"HAHAHAHA..TERNYATA KAU SANGAT BODOH TUAN LEE!!" tawa Sagara menggelegar satu ruangan itu.


"hehmmm...jadi katakan yang sebenarnya, apa alasanmu melakukan ini!?" desis tajam Sagara.


namun disaat itu karena posisinya dalam bahaya, manajer Lee pun dengan cepat mendorong tubuh Sagara dengan sekuat tenaga dan berlari kearah luar.


set..


buk..!!


"sialan!!"


"BERANI BERANINYA KAU!!!" teriak Sagara


tap...


tap...


tap...!!


Sagara dan Andreas mengejar tuan Lee dengan cepat,,,


"BERHENTI RATAN LEE!!!" Andreas berteriak memanggil nama asli laki laki itu.


"jangan sampai dia lolos!!" perintah Sagara dan tepat di depan pintu luar perusahaan itu tiba tiba manajer Lee mengeluarkan sebuah pistol.


"BERHENTI!!!"


tap...


tap...


"berhenti kataku tuan Sagara!!" dengan suara yang masih bergetar manejer Lee mengarah pistol itu kearah Sagara.


woosh..!!


set...!!


set..!!


semua pengawal pun mengelilingi manejer Lee dan mencoba mengamankan Sagara.


"jangan mendekat!!" ancam manajer Lee.


"jadi kau mau mengancamku Ratan Lee, ternyata kau cukup bernyali!!!" ucap Sagara memberi isyarat kepada pengawal itu dengan tersembunyi.


"hati hati tuan muda pistol itu keluaran terbaru, pistol yang memiliki peluru Bunga yang bisa menyebabkan Luka yang besar" was was Andreas mencoba mengamati keadaan.


"heh...ternyata tuan Andreas sangat pintar mengenali pistol ini,...jadi jangan coba mendekat!!" ucap laki laki itu berani bersikap tegas.


"heh!!" dengan senyum lebar Sagara berkata tajam.


"hoho...ternyata orang yang dibelakangmu bukan orang sembarangan, tanpa kau sadari Ratan Lee, kau membongkar sebuah rahasia kepadaku!!"


langkah yang salah bagi Sagara jika manajer Lee mengeluarkan pistol itu, karena pistol yang digunakan oleh Ratan Lee hanya bisa didapatkan di dunia bawah yaitu mafia.


lalu dengan berbagai pertimbangan Sagara memberikan isyarat menyerang untuk pengawal khususnya.


set...!


Sagara melangkah kakinya kebelakang lalu dengan cepat para pengawal itu langsung menembakkan peluru tersebut kearah manajer Lee.


DORR...!!


"AKKKHH...KURANG AJAR" teriak kesakitan manajer Lee kala tangannya berhasil di tembak oleh pengawal itu.


DOR..!!!


"AKKKHH..." sekali lagi tembakan itu tepat mengenai kaki Ratan Lee.


tap..


tap..


"kau kira aku akan kalah hanya karena kau menggunakan pistol ini!!" Sagara berjalan mendekati Ratan Lee sambil mengambil pistol yang terjatuh dari tangan Ratan Lee.


"maka kau salah besar!!"


"PENGAWAL BAWA PRIA BRENGSEK INI!!!"perintah Sagara.


"biarkan ia merasakan apa itu siksaan!!!"


dengan wajah yang menyeringai lebar Sagara berhasil menangkap Ratan Lee dan akan membuka mulut Ratan Lee untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.


bersambung....