
......................
besoknya Sagara pergi menuju tempat keberadaan pelaku itu,,,
dengan raut wajah yang sangat marah,,,
"kau bisa tidak lebih cepat!!" kata Sagara kesal karena mobil itu berjalan terlalu lambat menurut nya.
supir itu pun melajukan mobilnya,,,
tak beberapa lama Sagara pun tiba di sebuah rumah mewah, terlihat jika ada pesta dirumah itu.
lalu dengan aba aba dari Sagara, semua pengawal yang telah dibawanya mengepung rumah itu.
semua yang ada dirumah tersebut pun berlarian ketakutan,,,
terlihat seorang laki laki keluar dari rumah itu, betapa terkejutnya ia ketika melihat Sagara ada disana.
dengan cepat ia mengubah ekspresi agar tidak terlihat oleh Sagara, namun bukan Sagara namanya jika ia tidak melihat ketakutan pada laki laki itu.
"apa kabar tuan Hans" ucap Sagara terseringai.
laki laki itu pun berlagak tetap tenang, ia pun berjalan kearah Sagara dan tersenyum hangat.
"sangat baik tuan Sagara, apa kabar mu juga, lama tidak bertemu" jawab Hans berjabat tangan dengan Sagara, namun tidak direspon oleh Sagara.
"saya kemari tidak ingin berbasa basi lagi, tuan Hans apakah kau kenal dengan orang ini" ucap Sagara, terlihat Andreas membawa seorang laki laki dan ternyata ia adalah Mata mata yang di perusahaan Sagara.
malam harinya setelah Sagara memerintahkan Andreas mencari tahu informasi tentang Hans group, ia juga memerintahkan bawahannya untuk membawa mata mata yang sudah ia temukan, Sagara curiga jika orang itu memiliki hubungan dengan Hans group.
Flashback.....
setelah perusahaan Sagara diserang, ia merasa ada yang janggal, lalu Sagara dan Andreas mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
dan ternyata mereka menemukan seorang mata mata di perusahaannya.
BRAKKK....
"jawab siapa tuan mu!!!" teriak Sagara marah.
Sagara tengah menatap tajam laki laki itu.
ia menemukan mata mata dalam perusahaannya, Sagara yang curiga kepada laki laki itu karena Sagara melihat jika laki laki itu sering keluar masuk kantor dengan gelagat yang sangat aneh.
dan tentu Sagara tidak pernah melewatkan petunjuk apapun.
"JAWAB!!!" teriak Sagara menggelegar didalam ruangan itu.
laki laki itu pun tidak berkutik lagi, ia sudah sangat ketakutan dan dengan dibawah ancaman Sagara ia mengatakan yang sebenarnya.
namun setelah Sagara menggalih informasi dari mata mata tersebut, ia tidak mengetahui siapa sebenarnya yang memerintahkan mata mata tersebut.
mata mata tersebut hanya diperintahkan oleh seorang bawahan, dan tidak secara langsung bertemu dengan dalang yang sebenarnya.
flash off....
raut wajah tuan Hans pun langsung berubah ketakutan, terlihat laki laki itu benar benar suruhannya.
Sagara yang menangkap ketakutan itu pun tersenyum menyeringai, ia tahu jika tebakanya benar jika mata mata itu memang memiliki hubungan dengan tuan Hans.
"kau ingin memberitahukan kepada apa tujuanmu menyerang perusahaan ku?" tanya Sagara berubah dingin.
bukanya takut tetapi malah tiba tiba laki laki itu tertawa.
"Hahahaha....Apa tujuanku?" ucap diselawa tawanya.
"kau mengira aku akan memberitahukan" ucap tuan Hans ia membalas tatapan mata Sagara.
"hahahaha....jangan konyol!!" kata tuan Hans membuat Sagara naik pitam.
"KAU!!!... BERANI BERANINYA MEMPERMAINKANKU!!" teriak Sagara sangat marah.
Laki laki itu hanya berekspresi santai,,,
"siapa yang mempermainkan anda tuan Sagara " ucapnya dengan nada mengejek.
Sagara sudah tidak tahan lagi, tiba tiba ia pun mengeluarkan sebuah bukti yang akan menghancurkan kehidupan laki laki itu.
sebuah bukti jika tuan Hans adalah salah satu penyelundup senjata ilegal dan pemilik dari bandar narkoba yang sudah lama dilacak oleh kepolisian.
betapa marahnya tuan Hans ketika Sagara mendapatkan bukti kejahatannya.
"berani sekali kau !!!" desis tuan Hans, namun ia tidak bisa berkutik lagi.
Sagara tersenyum penuh kemenangan
"katakan apa tujuan mu?" tanya Sagara lagi
dengan seringai diwajahnya tuan Hans berkata,,,
"tujuanku adalah menghancurkan perusahaanmu dan mencuri data perusahaan dan menghancurkannya" jawab tuan Hans.
"KAU!!!" lagi lagi Sagara berteriak,,,
"tuan Sagara aku memang yang menempatkan mata mata di perusahaan mu aku juga yang merusak sistem perusahaan yang canggih itu" ucapnya santai, sepertinya Lak laki itu memang harus segera di hancurkan.
"Andreas!!!.. hancurkan laki laki ini, dan juga seluruh anggota keluarganya" perintah Sagara mematikan.
Hans pun terkejut,,,
namun tiba tiba dengan gerakan yang cepat ia mengeluarkan pistol dan mengarahkan kepada Sagara,,,
semua pengawal serempak membuat pertahanan, mereka semua siap dengan pistol masing masing.
"lebih baik kau tidak melakukan hal yang membuat dirimu sendiri didalam kehancuran" desis dingin Sagara berjalan kearah tuan Hans.
"tuan Hans kau pasti sudah pernah mendengarkan jika aku terkenal dengan sikap kejam juga tak pandang bulu, tentu sangat bisa membuat kau hancur dari dunia ini" ancam Sagara, tatapan dingin itu menghunus tajam.
"jja..jangan m..mendekat.. Jika tidak ingin mati" ucap ketakutan tuan Hans.
Sagara menyeringai,,,
"mati, kita lihat siapa yang akan mati terlebih dahulu" Ancam Sagara, laki laki itu semakin takut.
"apa yang kau inginkan?" tanya Hans takut.
"apa yang aku inginkan?" ucap Sagara dengan wajah menyeringai.
"kehancuran mu" mata Sagara menatap tajam.
laki laki itu bergidik ngeri terhadap Sagara, ia sangat takut Sagara akan melakukan sesuatu hal yang benar benar bisa menghancurkan kehidupannya.
dengan suara yang bergetar laki laki itu malah berkata yang membuat Sagara menjadi naik pitam.
"tuan aku dengar kau sudah menikah, berhati hatilah jaga istrimu dengan baik, jika tidak ingin menyesal" ancam laki laki itu
dengan sangat marah Sagara menembak kearah tubuh tuan Hans, tanpa pikir panjang Sagara menembak laki laki itu,,,
"DOR!!!....
"AKHHH...." laki laki itu tertembak tepat mengenai kakinya, beruntung Sagara melesetkan tembakan itu.
"bersyukurlah karena aku tidak membunuhmu" desis Sagara marah.
"jangan berani beraninya kau mengusik kehidupan ku dan jangan pernah berani menyentuh istriku" sambung Sagara dengan wajah yang sudah memerah.
"heh!!" ekspresi tuan Hans menatap Sagara penuh dendam.
Sagara pun memerintahkan pengawalnya untuk menyerahkan tuan Hans kepada pihak yang berwajib.
Sagara mendekati tuan Hans dan mencekik leher tuan Hans dan berkata,,,
"kau tidak akan pernah bisa lagi menampakkan wajahmu didunia ini, karena setelah ini aku akan pastikan jika kau benar benar hancur" ucap Sagara mematikan.
setelah itu Sagara pun pergi dari sana dengan perasaan yang penuh dengan kemarahan, walaupun laki kali itu sudah hancur sekarang namun ia teringat dengan ancaman laki laki itu.
Andreas yang mengetahui hal tersebut mencoba menenangkan Sagara.
"tuan muda laki laki itu pasti hanya mengancam saja, tidak perlu di pikirkan, jika pun benar siapa yang berani mengusik anda" ucap Andreas
kalimat tersebut tidak di gubris oleh Sagara, ia hanya diam menatap lurus kedepan.
***
di tengah perjalanan tiba tiba mobil Sagara menabrak seseorang, dengan suara yang berdecit mobil Sagara berhenti tepat sebelum menabrak tubuh itu.
Citttt...... tubuh Sagara serta merta tersentak kedepan.
"bisa tidak kau berkendara dengan benar hah!!" ucap Sagara kasar.
"maaf tuan, kita hampir menabrak seseorang" ucap supir tersebut gemetar.
Andreas pun keluar untuk memeriksa,,,
benar saja terlihat seorang wanita muda yang tergeletak ditanah terlihat ngos-ngosan seperti dikejar seseorang.
"maaf nona anda tidak apa apa?" tanya Andreas, ia mencoba memeriksa keadaan wanita itu.
"emm..yah saya tidak apa apa" jawab wanita itu berusaha untuk bangun.
wanita itu pun berdiri lalu terlihat jika wanita itu sedang ketakutan karena sedari tadi ia menunjukkan gelagat yang aneh.
"nona anda kenapa?" tanya Andreas lagi
"tuan tolong saya" ucap wanita itu tiba tiba.
"apa yang terjadi?" entah mengapa ia menjadi kasihan.
"hu..hu...hu...tto..tolong ada yang mengejar saya, dia ingin menculik saya" ucap wanita itu terisak.
Sagara yang menunggu didalam mobil, ia merasa jika Andreas terlalu lama.
"Andreas kenapa kau sangat lambat hah!!.. apa yang kau lakukan!!" teriak Sagara membuka kaca mobil.
wanita itu yang sedari tadi ketakutan tiba tiba mendekati Sagara mencoba meminta bantuan kepada Sagara.
dengan suara yang terisak-isak, wanita itu berkata,,,
"tuan tolong mohon bantu saya" ucap wanita itu sudah sangat ketakutan.
"Andreas!!" panggil Sagara
"iya tuan" Andreas segera mendekat kepada Sagara
"urus wanita ini" ucap Sagara datar, ia sebenarnya tidak ingin perduli namun karena wanita itu hampir tertabrak olehnya.
wanita tersebut menjadi sedikit lega dan menjadi berterima kasih kepada Sagara.
"terimakasih tuan" ucap wanita tersebut
lalu Andreas pun membawa wanita itu masuk kedalam mobil, ia duduk didepan bersama dengan supir sedangkan Andreas duduk bersama Sagara.
setelah wanita itu menyebut alamat rumahnya, ia pun sampai dengan selamat sampai di depan rumahnya, wanita itu sangat berterima kasih.
lalu mobil Sagara pun pergi meninggalkan rumah itu, Sagara sama sekali tidak menoleh ia tidak perduli dengan wanita itu.
bersambung.....