Zaara

Zaara
bab 41. permulaan kecil



......................


setelah mereka puas bersenang-senang, Zaara dan Bunga pun kembali pulang....


sesampainya di rumah, Zaara berjalan lebih dulu dibanding Bunga,,,


Bunga berhenti didepan pintu,,,


"Zaara aku pergi dulu ya, mungkin nanti siang jam 3 aku akan kembali" ujar Bunga.


"kau ingin kemana?" tanya Zaara


"ahh..itu ada sesuatu yang harus aku selesaikan di kantor" jawab Bunga.


setelah bunga pindah kerumah itu, seperti janji Zaara, Bunga akan dipekerjakan disalah satu kantor Sagara, dan Bunga telah masuk satu Minggu lamanya sebagai pegawai di perusahaan Sagara yang bergerak dibidang bisnis pakaian.


"ouh...begitu baiklah, hati hati!" ucap Zaara, lalu ia melambaikan tangan kearah Bunga yang telah berjalan menuju mobil.


Zaara benar benar memperlakukan Bunga sangat baik.


Zaara pun berjalan memasuki rumahnya dan langsung menuju kamar, Zaara melirik jam tangannya,,,


"ini jam 10 pagi nanti bunga kembali pukul 3, kalau begitu aku sempat memasak untuk hubby dan Bunga jika kembali.." ujar Zaara.


Zaara pun mengganti pakaiannya, Zaara hanya menggunakan rok panjang berwarna grey, atasan panjang selutut berwarna putih bercorak bunga lalu kerudung berwarna grey.


Zaara langsung menuju ruang dapur,,,


"oke... pertama-tama aku akan menyiapkan bahan dulu.." ucap Zaara lalu ia berjalan kearah lemari es.


lalu Zaara pun mulai memasak dan sesambil membereskan ruang makan dan ruang tamu.


namun beberapa saat kemudian, entah apa yang terjadi tiba tiba terdengar teriakan Zaara dari arah dapur.


"AKHHHH....." teriak Zaara.


"hukk.. tolong...hukk...hukk" ucap Zaara melemah karena asap mulai memenuhi dapur.


ternyata ketika Zaara ingin menyalakan kompor, api itu malah menyambarnya dan dengan cepat membakar kain lap di samping kompor itu dan menjalar keseluruhan dapur.


para pengawal yang mendengar teriakkan itu bergegas masuk kedalam dan mencari asal suara itu,,,


betapa terkejutnya mereka setelah masuk dan ternyata ada kebakaran di dalam dapur, mereka semua berlari untuk memeriksa,,,


pengawal tiba didepan pintu dapur, mereka semua melihat dengan jelas jika nona muda mereka ada disana dan sudah terduduk lemas.


"NONA MUDA!!!" teriak kepala pelayan yang juga ada disana.


"KALIAN CEPAT SELAMATKAN NONA!!!" teriak kepala pelayan itu, lalu para pengawal itu pun ada yang mencoba memadamkan api dan juga menyelamatkan Zaara.


"NONA!!...sadarlah..." setelah Zaara berhasil dikeluarkan dari dapur, kepala pelayan mencoba membangun nonanya yang tak sadarkan diri itu.


"pengawal cepat hubungi tuan muda..." perintah kepala pelayan.


salah satu dari mereka pun bergegas menghubungi Sagara,,,


"kalian cepat bantu nona kedalam kamar dulu...dan hubungi juga dokter wanita" perintah nya cepat.


keadaan saat itu sangat panik, mereka semua sudah bisa memastikan jika sekarang mereka dalam masalah yang besar.


kedatangan Sagara sangat cepat mungkin saja jika Sagara mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, karena Sagara telah tiba dalam 15 menit saja.


Sagara berlari menuju kamar,,,


pintu kamar terbuka, terlihat Zaara yang sudah sadar.


"sayang...aku sangat cemas..." ucap Sagara langsung memeluk Zaara.


"apa yang terjadi...aku dengar dapur terbakar disaat kau memasak...aku takut kau terluka" ucap Sagara sangat panik.


Zaara hanya menggelengkan kepalanya,,,


"KALIAN SEMUA APAKAH TIDAK ADA YANG MENGAWASI ISTRIKU HAH!!!" teriak Sagara kepada pelayan yang ada di kamar itu.


"KARENA KELALAIAN KALIAN ISTRI KU DALAM BAHAYA!!". para pelayan hanya bisa tertunduk, mereka semua sudah tahu hal ini pasti akan terjadi.


"hubby...jangan salahkan mereka..hukk..hukk" ucap Zaara lemah, masih terbatuk batuk akibat asap.


"Zaara diam..."


lalu para pelayan dan pengawal yang ada disana mengikuti perintah itu dan cepat mengumpulkan semua pengurus rumah.


"hubby aku baik baik saja... tolong jangan menghukum mereka semua"


"ini kesalahan Zaara sendiri karena tidak berhati hati..." sambung Zaara, ia sangat berharap Sagara bisa mendengarkannya.


namun sepertinya kali ini Sagara benar benar marah,,,


"hubby aku mohon" Zaara sudah benar benar tidak berdaya, Bagaimana caranya menolong para pelayan dan pengawal dari amarah Sagara.


Sagara tidak mendengarkannya Zaara, ia berjalan keluar dan meninggalkan Zaara.


"ya Allah bagaimana ini" batin Zaara.


***


sesampainya dibawah Sagara berjalan menuju kursi kebesarannya,,,


Sagara menatap semua pengurus rumah yang telah diperintahkannya tadi.


Sagara diam dan tetap menatap mereka tajam, inilah yang sangat ditakutkan oleh para pengawal dan pelayan, disaat Sagara diam ini lah yang membuat mereka bisa memastikan jika kali ini mereka tidak akan selamat.


"APA YANG KALIAN SEMUA LAKUKAN DIRUMAH INI, HANYA BERSENANG-SENANG...HAH!!!" teriak Sagara tiba tiba.


para pelayan membeku ditempat masing masing.


"apakah saya mempekerjakan kalian hanya untuk melakukan hal yang tidak berguna?" desis marah Sagara.


"JAWAB!!!"


"Maafkan Kami Tuan Muda" jawab serempak mereka semua.


"baik tapi sebelum itu apakah kalian bisa menjawab bagaimana ini semua bisa terjadi?!!" ujar Sagara menatap mereka semua tajam.


"tidak?!.. kalian tidak bisa menjawab...kalian semua tidak berguna" ujar Sagara sangat marah ketika para pelayan itu hanya bisa diam.


"hubby.... jangan hukum mereka..." ucap Zaara yang tiba tiba turun dari tangga.


"Zaara!!...apa yang kau lakukan kenapa turun" ucap Sagara lalu ia berdiri mendekati Zaara yang terlihat masih lemah.


"jangan hukum mereka semua hubby... Zaara mohon" ucap Zaara yang sudah di papah Sagara menuju sofa untuk duduk.


"mereka semua sangat tidak berguna...hari ini juga aku akan memberhentikan kalian bekerja di sini..." ucap Sagara, membuat para pelayan itu seketika terkejut lalu mereka bersimpuh di hadapan Sagara.


"mohon maafkan kami tuan muda....jangan pecat kami" mohon mereka semua tak berdaya.


"hubby Zaara mohon....."tiba tiba Zaara ikut berlutut juga didepan Sagara.


"Apa yang kau lakukan, berdiri!!" ujar Sagara terkejut lalu ia mencoba menarik tubuh Zaara berdiri, namun Zaara menolaknya dan tetap akan berlutut jika Sagara tidak mengubah keputusannya.


"tidak, aku akan tetap seperti ini jika hubby tidak mengubah keputusan itu"ucap Zaara menolak.


Zaara rela berlutut asalkan para pelayan tidak dihukum oleh Sagara.


"Zaara!!....*sign...huhhmmm.." Sagara menjadi gusar atas sikap Zaara.


"kalian semua berdirilah" ucap Sagara pada akhirnya


"terimakasih tuan muda..." ucap kepala pelayan berterimakasih atas nama para pelayan.


"Zaara berdirilah sekarang" Sagara pun menarik tubuh Zaara hingga berdiri.


"kalian semua berterimakasihlah kepada istriku, jika bukan dia kalian semua tidak akan selamat hari ini" ucap Sagara masih sangat marah.


"aku melepaskan kalian saat ini dan mulai sekarang Zaara kau tidak boleh lagi memasak didapur sendirian, biarkan semua pelayan yang urus" Sagara membuat keputusan itu karena ia takut Zaara akan terluka kembali.


Zaara hanya diam, terpaksa harus menuruti keinginan Sagara untuk saat ini karena jika bukan begitu dipastikan jika para pelayan juga tidak selamat.


"dan mulai saat ini tidak ada lagi yang bersantai santai, jika sedang bertugas dirumah ini... kalian paham!!!" ucap Sagara setengah berteriak.


"baik...tuan muda"


"baik..."


hari itu lagi lagi terjadi masalah kepada Zaara dan harus membuat para pelayan yang tidak bersalah hampir dihukum oleh Sagara.....


bersambung.....