
selalu dukung novel ini ya....dengan cara like and coment.... terimakasih 🤗
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Seperti yang sudah Zaara inginkan, akhirnya Sagara pun sudah mempertimbangkan hal tersebut dengan sangat matang dan terencana.
tiga hari setelah pembicaraan itu Sagara akhirnya memutuskan untuk menyetujui Zaara untuk kuliah setelah terjadi banyak kejadian yang menyebabkan Zaara dalam bahaya.
flashback...
"baiklah Zaara, kau boleh melanjutkan belajar mu namun aku punya syarat..." ucap Sagara sudah keki karena selalu dibuntuti oleh Zaara.
Zaara sengaja melakukan hal itu untuk membuat Sagara segera menyetujui hal tersebut dan ia berhasil.
dengan wajah puas Zaara mendengarkan setiap perkataan Sagara yang memintanya untuk jauh lebih berhati hati.
"pertama, kau akan dijaga oleh bodyguard dan mengawasimu walaupun itu didalam kelas, maupun di kantin"
Zaara mendengarkan hal itu pun hanya bisa nelangsa, bagaimana tidak hal yang diucapkan Sagara itu sangatlah berlebihan.
"kedua, kau harus senantiasa meneleponku jika ada waktu luang ataupun ingin pergi keluar dan pulang terlambat"
Zaara menghela nafas panjang,,,
"ketiga" belum sempat Sagara melanjutkan kalimat Zaara sudah sewot duluan.
"hah!!...masih ada yang ketiga hubby...huh..hik..." Zaara sudah bertingkah seperti anak kecil yang ingin pergi keluar.
"hal ini sangat penting, ini menyangkut keselamatan mu Zaara, jadi tolong mengertilah" ucap Sagara tidak mengindahkan rengekan Zaara.
Zaara memalingkan wajahnya,,,
"huh!!"
"sudahlah Zaara, kau telah dewasa aku percaya kau mengerti mengapa aku melakukan ini kan?" ucap Sagara mencoba lembut.
dan pada akhirnya Zaara pun menerima semua persyaratan itu dengan lapang dada.
flash off...
di depan rumah Zaara telah bersiap untuk berangkat kuliah....
"semua keperluanmu sudah lengkap bukan?" tanya Sagara memperhatikan semua kebutuhan Zaara ketika di kampus.
"sudah hubby...." jawab Zaara tersenyum.
"kalau begitu berangkatlah sekarang" ucap Sagara lalu ia berbicara kepada dua pengawal Zaara.
"jaga istriku dengan baik, jika dia pergi dalam keadaan sehat, pulang pun harus seperti ini, kau mengerti!!" ucap tegas Sagara.
"BAIK!!" ucap serentak pengawal itu.
"baiklah Zaara, berhati-hatilah" ucap Sagara beralih kepada Zaara lalu mengecup puncak kepala Zaara mesra,,,
"assalamualaikum hubby, Zaara pergi dulu" ucap Zaara lembut.
"wa'alaikumsalam, hati hati" Zaara pun memasuki mobil dan pergi diiringi tatapan Sagara.
***
Zaara sampai di kampus,,,
CIT!!!.......suara decitan rem, mobil berhenti tepat di depan gerbang.
Dua bodyguard Zaara pun turun dari mobil dan dengan sigap berdiri didepan pintu mobil dan mempersilahkan Zaara untuk keluar.
bodyguard Zaara membuat semua orang menatap kearahnya, ada yang menatap terkesima, ada juga hanya sekedar lewat.
"silahkan nona muda" Bow kedua bodyguard membuka pintu mobil.
"terimakasih" Zaara tersenyum lalu ia pun langsung pergi, karena ia tidak mau lebih lama ditatap semua orang.
Zaara berjalan masuk kedalam kelasnya, diperjalanan itu ia harus melewati koridor dan ternyata disana banyak sekali mahasiswa, mahasiswi baru, terlihat dari busana yang mereka kenakan.
terlihat banyak mahasiswi sedang berkerumun di dekat taman, mereka seperti tengah berbicara dengan seseorang.
hal itu cukup riuh, membuat Zaara sedikit penasaran apa yang mereka lakukan.
dengan mencoba melihat kiri dan kanan Zaara baru bisa melihat siapa sebenarnya yang tengah mereka kerumuni.
"heh?... ternyata dia" pikir Zaara setelah berhasil melihat siapa yang menjadi pusat perhatian itu, siapa lagi jika bukan si primadona dikalangan perempuan yaitu Niko.
Zaara pun kembali berjalan, mengacuhkan hal tersebut, setelah ia tahu jika orang itu adalah Niko.
"ternyata mahasiswi baru pun terpikat dengannya" gumam Zaara, sebenarnya ia tidak perduli dengan hal seperti itu namun karena hal itu sudah sangat lumrah mau tidak mau Zaara pun mengakuinya jika Niko itu populer di kalangan perempuan.
tap...
tap...
tap.....Zaara berjalan menjauh,,,
namun baru beberapa langkah ia berjalan, tiba tiba ada suara yang memanggilnya,,,
"Zaara!!" panggil orang itu.
wajah Zaara berubah khawatir, pasalnya ia kenal dengan suara yang memanggilnya itu.
"Zaara" siapa lagi jika bukan niko.
dengan senyum sumringah diwajahnya, laki laki itu mendekati Zaara.
"hai apa kabar?" ucap Niko riang.
Zaara cukup terkejut dengan Niko yang telah ada di depannya, Zaara tidak menjawab sebaliknya ia ingin segera pergi,,,
"heh?...berhenti Zaara, aku hanya ingin menyapa, tolong jangan menghindar"
Zaara pun menatap datar kearah Niko,,,
"apa mau mu?!" tanya datar Zaara.
"tidak ada, hanya saja lama tidak berjumpa, bagaimana kabarmu?" jawab Niko dengan riang laki laki itu selalu tersenyum kearah Zaara.
"Alhamdulillah, kabar saya baik, jika tidak ada keperluan lain saya pergi dulu, assalamualaikum" ucap singkat Zaara lalu pergi.
"heh.. tunggu Zaara, kenapa kau selalu saja dingin padaku?" ucap Niko, lagi lagi Niko mengejarnya.
semua mahasiswi baru menatap Zaara dan Niko dengan benak bertanya-tanya.
Zaara menatap sekeliling, lalu ia menyadari tatapan para wanita itu.
"hahmmmm....saya lelah, tolong anda menjauh lah, lebih baik kau ladeni saja para wanita itu, lihatlah mereka sudah seperti ingin memakanku" ucap Zaara jengah.
"kenapa kau cemburu?" ucap Niko menggoda Zaara, laki laki itu benar benar membuat Zaara muak.
"cemburu, hei tuan anda sadarlah jika saya telah menikah, jadi tolong jangan ganggu saya"
"aku tidak perduli dengan status mu, yang aku mau adalah kau menjadi milikku" ucap Niko.
mendengar perkataan Niko semua orang menjadi terkejut lalu membuat mereka berbisik-bisik.
"jadi tinggalkan saja laki laki itu karena aku lebih menyukai mu dibanding dengannya" ucap Niko semakin membuat Zaara kesal.
"terserah anda" Zaara benar benar kesal ia pun pergi, namun disaat ia ingin meninggalkan tempat itu, salah seorang wanita berkata hal yang menyebabkan kericuhan.
"bukan kah dia istri tuan Sagara Caesar Ardiaz?" ucap wanita itu terdengar di semua orang yang ada disana.
"kenapa tuan Niko perduli dengannya, apakah kalian ada suatu hubungan" ucap sinis wanita itu.
"hah!!!"
"benarkah..."
"jadi dia istri tuan Sagara Caesar Ardiaz!"
"sangat tidak disangka!!"
"benar... benar.." mereka semua saling tatap menatap, bagaimana tidak mereka juga sudah menyaksikan jika Niko sedang mengejar Zaara terlebih lagi Niko telah mengatakan jika ia menyukai Zaara.
akhirnya semua orang membicarakan mereka, Zaara pun manjadi menatap Niko tajam.
lalu dengan cepat ia menghindari kerumunan yang semakin berdatangan ingin melihat ada keributan apa.
tap....
tap...
tap....
teman teman sekelas Zaara menatap heran, namun mereka tetap mengabaikan Zaara dan lebih memilih untuk berbincang dengan teman disamping mereka.
"hehmm....ckk...." ia menjadi benar benar pusing, bagaimana tidak, hal ini sudah bisa dipastikan olehnya akan sampai terdengar di telinga sagara.
"aku harus bagaimana, aku pasti tidak akan bisa keluar dari kediaman itu untuk selamanya" ucap Zaara sudah sangat pasrah.
"Niko....dia lagi lagi membuat aku terkena masalah, sebenarnya apa maunya" pikir Zaara.
dengan perasaan yang masih tidak tenang, Zaara memulai kelasnya karena tidak lama dosen nya pun datang.
.........***.........
tap....
tap....
tap.....
Zaara berjalan mengendap-endap masuk kedalam rumah, jam telah menunjukkan pukul 4 sore.
flashback...
setelah ia selesai kuliah sebenarnya ia ingin segera pulang namun siapa sangka jika lagi lagi ia terkena masalah.
disaat Zaara berjalan melewati kantin tiba tiba seseorang tidak sengaja menabraknya.
"BUK!!"
"hisshhh.......awww...."ringis Zaara, tangan Zaara ketumpahan air panas.
"maaf...maafkan saya" ucap wanita yang menabraknya.
"tidak...apa apa tapi lain kali lebih berhati-hatilah" ucap Zaara sambil mengusap pergelangan tangannya yang memerah.
setelah itu wanita itu pun pergi,,
"aku tidak bisa kembali dalam keadaan seperti ini" pikir Zaara sambil meringis kesakitan.
jika ia pulang sekarang Sagara pasti akan mengetahuinya ia terluka dan Zaara tidak ingin itu terjadi.
lalu pada akhirnya Zaara pun pergi ke UKS kampus untuk meminta obat, namun sebelum itu ia ingin ke toilet sebentar.
tap..
tap...
Zaara berjalan tidak terlalu jauh dari kantin karena ia sudah menemukan toilet, lalu ia pun masuk,,,
Zaara sudah selesai ia pun segera keluar dari dalam toilet,,,
disampaikannya di ambang pintu depan ia tiba tiba dikejutkan dengan,,,
"Splash!!!" air entah datang dari mana tumpah dari atas pintu.
"astaghfirullah...." ucap Zaara terkejut, semua tubuh Zaara basah dari kerudung hingga baju miliknya.
"HAHAHAHA....kasihan deh" tiba tiba diujung lorong itu para wanita yang sebelumnya dilihatnya pagi tadi tengah menertawakan Zaara.
"Rasain tuh, emang enak di kerjain" ledek mereka lagi, Zaara pun menjadi tahu menyebabnya, menatap dari tadi ia terkena masalah.
"KALIAN!!" Zaara pun tidak terima hal itu.
"kenapa Kalian melakukan ini!?" ucap Zaara sedikit kesal.
"kau pantas mendapatkannya"
"benar....kau itu wanita murahan...." ucap mereka menghina Zaara.
"Apa masalah kalian sebenarnya dengan ku, tolong jangan uji kesabaran ku" ucap Zaara mencoba tenang.
"kesalahan mu adalah karena dua laki laki terpopuler di kampus ini dekat dengan mu, tuan Niko dan tuan Sagara"
"kau wanita kampungan, mana pantas bersama dengan tuan Sagara" ucap wanita itu sangat sinis kearah Zaara.
"perhatikan ucapnya anda nona, Karena saya bukan wanita yang seperti anda katakan" ucap Zaara tetap tenang.
"lagi pula Kalian mahasiswi baru bukan, dari pada mengurus urusan tidak penting lebih baik kalian khawatirkan kuliah kalian sendiri" ucap Zaara membalas ucapan wanita wanita itu.
"KAU!!!"
ucapan Zaara membuat wanita itu kesal, lalu dengan wajah marah wanita itu pergi.
"hhmmmm..." Zaara benar benar tidak habis pikir dengan wanita wanita itu, hanya karena hal itu ia bertingkah konyol.
Zaara pun menatap tubuhnya sendiri yang sudah basah kuyup.
bodyguard yang di perintahkan oleh Sagara sekarang sedang ada diluar menunggunya.
sebenarnya itu juga perintah dari Zaara tanpa di ketahui Sagara, ia meminta para bodyguard di depan gerbang saja bukanya masuk dan mengawasi gerak geriknya.
flash off....
karena hal itu lah menyebabkan Zaara terlambat pulang karena dua kejadian itu yang membuat Zaara bertahan di kampus dan mengeringkan tubuh dan mengobati lukanya agar Sagara tidak mengetahui hal tersebut.
namun ia juga menjadi lupa jika hari ini Sagara akan tiba lebih cepat yaitu jam 3 siang yang berarti ia telah terlambat 1 jam lamanya.
dengan mengendap-endap Zaara melihat sekeliling ruangan depan, melihat apakah ada Sagara.
tap....
tap....
tap...
"Zaara!!"
"astaghfirullah!" betapa terkejutnya Zaara ketika ada yang memanggilnya, dengan perlahan lahan ia melihat kearah sumber suara yang terdengar dari depan ruang tengah.
dan hal ini lah yang membuat Zaara semakin panas dingin, bagaimana tidak ternyata yang memanggilnya adalah Sagara, laki laki itu tengah menatap Zaara dengan raut wajah datar yang membuat Zaara menelan ludahnya sendiri.
Glek...
"sepertinya kali ini aku benar benar tidak bisa tertolong lagi" pikir Zaara membayangkan bagaimana Sagara akan memarahinya.
"Zaara....kemari sayang....!!"
DEG!!...Zaara merasa tak karuan, bukanya terdengar romantis, kalimat terakhir Sagara membuat buku kuduk Zaara berdiri.
Zaara pun berlagak tetap tenang,,,
"assalamualaikum hubby" Zaara mendekati Sagara lalu mencium tangan Sagara.
"wa'alaikumsalam" jawab Sagara datar.
"dari mana?, kenapa kau terlambat Zaara?" tanya Sagara tanpa basa-basi.
"hehehe...maaf hubby, Zaara tadi habis dari perpustakaan" ucap cengengesan Zaara.
"ya Allah maafkan Zaara telah berbohong" batin Zaara.
"benarkah?!...lalu kenapa tidak mengangkat teleponku?" tanya Sagara lagi.
"hah!?..benarkah, Zaara tidak mendengarnya, ahh....benar pasti itu karena handphone Zaara dalam mode silent" ucap Zaara lagi berlagak tenang.
"maaf... hubby...maafkan Zaara, Zaara tidak akan mengulanginya lagi" ucap Zaara memelas.
Sagara hanya diam, lalu ia meninggalkan Zaara sendirian,,,
tap....
tap...
tap.....
"gawat... hubby pasti sangat marah denganku, Bagaimana ini" Zaara pun menjadi resah sendiri.
bersambung......