Zaara

Zaara
bab 64. Bunga ( Hallen )



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


hiks...


hiks...


hiks...


sekarang hidupnya runtuh!!...kalimat terakhir kali yang ia dengar dari Sagara sebelum laki laki itu pergi adalah.


PRANGGG!!


suara vas bunga yang terjatuh karena dilemparkan oleh Sagara.


"jangan berharap kau bisa keluar dari kehidupanku Zaara, Sampai mati aku tidak akan pernah melepaskan mu!!" desis tajam Sagara lalu laki laki itu membanting pintu kamar dengan keras.


BAMM...!!


"HIKS...HIKS...HIKS...!!semakin terdengar memilukan suara tangisan Zaara.


"huhuhu...kenapa kenapa kau melakukan ini hubby!!"


dengan terduduk lemas di lantai itu Zaara terisak Isak dalam kesedihan hatinya.


"Ya Allah...apa yang sedang terjadi?, ujian apa ini ya Allah..." begitu hancur tak tersisa hati Zaara.


"hikss..hiks..hiks..." ditengah tangisan itu Zaara kembali mengingat semua pertemuan dengan Sagara.


laki laki yang dingin, dan angkuh pertama kali dilihatnya, namun memiliki segudang pesona yang memikat, segala kelembutan yang diterimanya, segala cinta yang tergambar jelas di mata laki laki itu, semua telah hilang tanpa sisa.


"apa kesalahanku, apa yang aku lakukan hingga kau tidak ingin mempercayaiku!!!" dengan perasaan yang tercampur aduk, dari kecewa, sakit hati Zaara hanya bisa menghapus air matanya sendiri lalu tersenyum hambar.


disisi lain...


tap...


tap...


tap...


Sagara berjalan dengan langkah cepat dan amarah yang tersirat dihatinya, dengan pakaian yang terlihat tidak rapi, Sagara berjalan keluar dari rumah itu.


"Pergi Ke Mansion sekarang juga!!" perintah Sagara dengan tatapan dingin lalu dengan cepat Andreas mengikuti langkah Sagara.


brak...!!


set...!!!


vroomm...!!.. vroomm...!!!


Andreas pun mengemudikan mobil itu dengan kecepatan tinggi menuju mansion Sagara.


di tengah perjalanan Sagara hanya diam, hening tanpa berbicara, bahkan laki laki itu sekarang terlihat sedang asik dengan pikirannya.


"Hem..Hem!!" Andreas sedikit berdeham sambil melirik Sagara lewat kaca spion mobil.


sekitar 20 menit kemudian mereka pun sampai di mansion Sagara yang sedikit jauh dari rumahnya.


Cittt...!!!


BRAK!!..


Sagara keluar dari mobil dan langsung berjalan masuk kedalam mansion meninggalkan Andreas yang masih berada diluar mansion.


"ckk...ckk..ckk!! Andreas hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.


"sekarang apa lagi yang akan terjadi" pikir Andreas sudah bisa memastikan jika sekarang di otak Sagara ada sebuah rencana.


tap..


tap..


tap..


Andreas pun masuk kedalam lalu langsung disambut oleh beberapa pengawal.


"selamat datang tuan Andreas!" bow meraka.


"Hem..dimana tuan Sagara!?" tanya Andreas.


"sepertinya tuan Sagara menuju ruang bawah tanah" jawab pengawal itu.


pengawal tersebut melihat Sagara yang memasuki mansion dengan sorot mata yang tajam, lalu pengawal tersebut juga melihat Sagara berjalan kearah lift yang menuju bawah tanah.


"baiklah.. sekarang kalian lanjutkanlah berjaga jaga!!" Andreas pun langsung menyusul Sagara kebawah.


tap..!!


tap..!!


Andreas memasuki lift menuju bawah tanah,,,


"semoga kau tidak melakukan hal yang gila tuan muda" gumam Andreas.


Ting..!!


benar saja sesampainya di ruang bawah tanah Andreas langsung melihat Sagara yang tengah meninju ninju salah satu pengawal, sepertinya Sagara tengah melampiaskan semua amarahnya dengan bertarung.


terlihat pengawal tersebut kewalahan dengan serangan bertubi-tubi dari Sagara.


DUK..!!


DUK..!!


BAM..!! pertarungan pun terhenti setelah pengawal itu tumbang di tanah.


"huh... huhmmm...hhmmm...!!" napas tersengal-sengal Sagara, lalu dengan menjatuh tubuhnya di tanah dengan wajah yang penuh dengan peluh.


Andreas pun mendekati lalu dengan isyarat tangannya Andreas meminta pengawal itu untuk pergi.


"apakah kau sudah puas!!?" ucap Andreas, Sagara hanya diam sambil mengatur nafasnya perlahan-lahan.


"pasti ada hal yang kau tutupi bukan!" ucap Andreas lagi, kini Sagara merespon ucapan Andreas, dengan menatap tajam kepada Andreas.


"heh!! ternyata aku benar!!" seringai kecil diwajah Andreas.


"beberapa hari ini aku selalu berpikir akan sesuatu, aku heran saja dengan sikapmu yang tidak seperti biasanya" sambung Andreas.


"katakan sebenarnya apa yang terjadi!!" tatap Andreas, kini ia ingin tahu dengan jelas penyebab sikap Sagara sekarang.


Sagara hanya diam lalu dengan mencoba berdiri ia berjalan kearah kursi miliknya.


tap..


tap..


tap..


"kau telah berani rupanya!!" desis Sagara.


"ckk..aku seperti ini untuk kebaikanmu Sagara!" saut Andreas.


"kau tahu beberapa hari ini sudah cukup permasalahan yang datang, Sagara kau itu sangat cerdas, kau tahu dengan pasti bukan sekarang pun di perusahaan itu terjadi masalah yang serius!!"


benar sebenarnya di salah satu perusahaan cabang Sagara terancam masalah yang serius, namun perusahaan itu sekarang terlihat baik baik saja karena ada dalang dibaliknya yang ingin bermain main dengan Sagara.


bukan Sagara Caesar Ardiaz namanya jika hal kecil itu luput dari perhatiannya.


"aku rasa semua ini pasti ada hubungannya bukan!!" ucap Andreas menerka-nerka.


"apa yang kau maksud!" ucap Sagara santai.


"Sagara jangan berpura pura lagi"


"hhmm....!!!" Sagara menghembuskan nafasnya, lalu tiba tiba dengan sorot mata yang tajam Sagara tergelak keras.


"HAHAHAHA...!!!" entah apa yang membuat laki laki itu tertawa seperti itu.


"hahahaha...hehmmm....!!" tawa itu pun berakhir dengan tarikan nafas panjang.


"kau tahu Andreas..., aku hanya ingin dia ada di sampingku tidak pernah pergi"


"aku hanya ingin ia tetap ada disampingku, walaupun aku harus melakukan dengan cara yang menyakitkan" ucap Sagara lagi


"apa maksudmu!!"


"aku telah menghancurkan hatinya, aku tidak tahu apakah ia masih mau berada disisiku!!" ucap Sagara lagi dengan raut wajah yang tersenyum kecut.


"namun akan aku pastikan jika ia akan selalu ada disampingku" ucap Sagara dengan sangat yakin.


"huhmmm....!" Andreas pun menyenderkan tubuhnya didinding.


"jadi kau tidak ingin mengatakan apapun!?!..." pikir Andreas, Sagara tetap tidak mengatakan apapun, namun begitu sekarang Andreas semakin yakin jika ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Sagara dari semua orang.


Sagara diam seribu bahasa, sekarang apakah yang ada didalam pikiran Sagara, siapa yang tahu?.


tap...


tap...


tap...


"kau ingin kemana?" tanya Sagara dengan nada dingin.


"aku ingin pergi beristirahat" jawab Andreas singkat dengan nada datar, lalu Andreas pun berjalan kearah lift ruang bawah tanah itu.


***


tok..tok...tok!!


"permisi nona muda!" panggil bibi Nan sambil mengetuk pintu kamar.


Zaara yang baru selesai shalat zhuhur, itu segera membereskan sajadahnya dan kemudian berjalan menuju pintu yang sebelumnya dikunci oleh Zaara.


tap..


tap..


"tunggu bi" saut Zaara


cklek..! pintu terbuka


"bibi?"


"nona muda apakah anda baik baik saja?" tanya bibi Nan khawatir dengan keadaan Zaara.


Zaara tersenyum tipis


"tidak apa apa Bi, saya baik baik saja" jawab Zaara lalu Zaara pun mempersilahkan bibi Nan masuk.


"silahkan bi"


"terimakasih nona muda, tapi saya kesini untuk melihat keadaan nona, apakah anda membutuhkan sesuatu?" tanya bibi Nan lagi.


"tidak bi, saya tidak membutuhkan apapun sekarang" saut Zaara lagi masih dengan senyuman tipis.


"hhm..baiklah nona muda tapi jika anda membutuhkan sesuatu maka panggil saja nona" ucap bibi Nan.


"baiklah bi, terimakasih karena telah mengerti"


"baik nona itu sudah kewajiban saya untuk memperhatikan nona"lalu bibi Nan pun melanjutkan pekerjaannya.


Zaara pun masuk kedalam kamarnya lagi,,,


tap...


tap...


tap...!


tik..tik..tik...!


air mata Zaara tiba tiba menetes, lagi lagi Zaara menangis sedih.


"hiks..hiks...hhmm!" Zaara mencoba menghentikan tangisannya.


"heum..jangan menangis Zaara...huh..huhmm!!" Zaara mencoba mengibaskan tangannya didepan wajahnya.


"huhuhu...hiks...kenapa tidak berhenti juga" ucap Zaara terdengar lucu, namun sebenarnya hatinya benar benar hampa.


Zaara berjalan kearah balkon kamarnya,,,


tap...


tap..


Zaara mendudukkan tubuhnya di kursi yang ada dibalkon itu...


"hehmmmm...!!" Zaara menarik napas panjang.


sekarang pikiran Zaara menerawang jauh mengingat semua kenangan bersama Sagara.


apa yang telah terjadi sekarang seperti mimpi bagi Zaara, hanya dalam waktu singkat tiba tiba hubungannya dengan Sagara diambang kehancuran.


"kenapa semua ini terjadi padaku, kenapa semua ini tiba tiba terjadi" pikir Zaara sambil memikirkan semua yang telah terjadi.


"kenapa!?"


tak terasa waktu telah berlalu, Zaara masih berada dibalkon dengan segela pikirannya.


...ΩΩΩ...


di kediaman Daniel...


terlihat laki laki itu tengah makan malam dengan santai.


"eum...ini enak!!" ucap Daniel memuji makanan yang tengah dimakannya.


"eum.. enak sekali, pengawal siapa yang memasak ini!?" celoteh Daniel dengan mulut yang penuh makanan.


pengawal yang berada di samping Daniel hanya terkekeh kecil melihat tingkah Daniel yang begitu santai.


tiba tiba di saat Daniel yang masih makan dengan santainya itu di kejutkan oleh kedatangan wanita yang berjalan masuk dengan angkuhnya lalu meneriaki Daniel.


tap...


tap...


tap...!!


"DANIEL!!" teriak wanita itu kemudian dengan langkah yang cepat ia menghampiri Daniel.


Daniel yang mengenal suara itu sontak menolehkan kepalanya, dan benar saja wanita itu adalah hallen alias Bunga.


wanita itu dengan wajah yang dingin dan angkuh menatap Daniel dengan sorot mata tajam.


"KENAPA KAU MASIH SANTAI DISINI HAH!!" ucapnya sengit.


"tenang... tenang kenapa kau tiba tiba berteriak" saut Daniel masih dengan santainya memakan makanannya.


BRAK..!!


hallen memukul meja makan itu dengan keras, lalu ia menatap tajam Daniel.


"kau disini bukan untuk bersenang senang tuan Daniel Raymond!!"desis dingin hallen.


"hhhmm...kau ini merusak suasanaku saja!" Daniel menghentikan makannya lalu berjalan menuju ruang tengah.


tap...


tap...


tap...


Daniel berjalan keluar dari ruang makan itu, hallen pun mengikuti langkah Daniel,kemudian keduanya duduk di sofa itu,,


"kau harus ingat jika waktu kita tidak banyak lagi!" ucap hallen mengingatkan Daniel.


"aku tahu itu" jawab singkat Daniel.


"ckk..." hallen menatap tajam mendengar jawab singkat itu.


"hhm....jadi bagaimana hubungan Sagara dengan istrinya?" tanya Daniel lagi setelah mendapatkan tatapan tajam itu.


tiba tiba raut keduanya berubah serius,,,


"heh!!.. hubungan mereka sekarang sangat renggang!" jawab hallen dengan seringai diwajahnya.


"bagus!!...sangat bagus, jika keadaan mereka tetap seperti itu maka akan sangat mudah untuk memisahkan mereka berdua" ucap Daniel meremehkan.


"jangan terlalu senang dulu, karena tujuan kita belum benar benar tercapai"


"kau tenang saja, aku disini bukannya tanpa rencana yang matang, aku ini sudah memiliki persiapan yang banyak" ucap Daniel serius, kini wajahnya menampilkan senyuman tipis


"baguslah jika kau telah mempersiapkan segalanya, namun kau harus ingat satu hal lagi Daniel"


lalu dengan suara yang terdengar dingin dan serius hallen mengatakan sesuatu yang membuat Daniel harus berhati hati dalam rencananya.


"Sagara bukanlah pria yang mudah untuk ditaklukkan, kita tidak tahu apa yang ada didalam pikiran pria itu!!"


bersambung....


hai semuanya 🤗 perkenalkan nih visual baru dari Bunga alias hallen dan Daniel Raymond.



Bunga versi baik😊



ini Bunga versi hallen ( punya sifat dingin dan licik )



ini si tampan Daniel Raymond


terimakasih 🙏