Zaara

Zaara
bab 74. Meena gadis yang hilang



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


malam hari di perusahaan xibei...


drap..


drap..


beberapa pengawal Andreas kerahkan untuk mencari mata mata diperusahaan itu.


sesuai dengan ucapan Ratan Lee, Andreas segera bertindak dan merencanakan semua dengan sangat hati-hati.


"kalian cari diseluruh penjuru perusahaan ini!!" perintah Andreas.


10 pengawal di kerahkan Andreas untuk berpencar diperusahaan xibei dan segera menangkap mata mata.


tap..


tap..


dari semua kegaduhan itu tiba tiba seorang yang dicurigai sebagai mata mata keluar dari salah satu lift dalam keadaan yang menyamar.


lalu dengan mudahnya pria itu menerobos keluar tanpa di ikuti oleh siapapun.


"heh!..betapa bodohnya!" pikir Andreas.


Andreas pun mengisyaratkan salah satu pengawal lalu dengan hati hati Andreas masuk kedalam kerumunan karyawan yang telah di amankan di lantai bawah itu.


sementara itu pria mata mata itu berhasil keluar dari perusahaan..


"mereka sangat bodoh!!" ejek mata mata tersebut lalu dengan berlari menjauh dari kawasan perusahaan kemudian memberhentikan sebuah taksi dan langsung pergi dari perusahaan itu.


cklek..!


vroomm...!


"antar saya menuju alamat ini!" ucap mata mata tersebut tanpa sadar siapa yang menjadi supirnya.


"baik"


tanpa disadari ternyata Andreaslah yang menyamar menjadi supir taksi tersebut, lalu dengan seringai diwajahnya Andreas melaju mobil tersebut menuju sebuah klub malam.


flashback...


"aku punya rencana untuk menangkap mata mata ini sekaligus kau bisa mencari tahu siapa dalangnya" ucap Ratan Lee.


"katakan!!"


"pertama-tama lakukanlah keributan diperusahaan itu dan kemudian aku yakin jika mata mata itu akan menyamar lalu pergi secara diam diam dari sana"


"dari mana kau tahu hal ini!"


"itu adalah kebiasaan yang mereka lakukan" saut singkat Ratan Lee.


"lalu kau bisa menggunakan cara yang mereka gunakan, beraktinglah!" ucap Ratan Lee lagi.


flash off...


tak beberapa lama kemudian taksi tersebut berhenti tepat didepan sebuah bar mewah terlihat dari besar bangunan tersebut.


mata mata tersebut turun dan langsung masuk kedalam bar tanpa curiga sedikitpun kepada Andreas.


setelah mata mata itu masuk Andreas pun bergegas menjalankan aksinya seperti yang telah ia rencanakan.


Andreas pun memarkirkan taksi itu dengan aman lalu Andreas pun mengganti pakaiannya didalam mobil itu.


brak..!


Andreas keluar dari mobil itudan kemudian dengan berpenampilan menarik namun tidak terlalu mencolok Andreas masuk kedalam bar tersebut dan berakting sebagai pengunjung.


tap..


tap..


Andreas memasuki pintu itu dan baru beberapa langkah ia masuk, Andreas sudah disambut oleh beberapa wanita bar.


"tuan selamat datang.." ucap wanita itu lembut, namun bagi Andreas terdengar seperti desisan ular.


"tidak pergilah!" ucap kasar Andreas sedikit kasar lalu ia pun meninggalkan wanita itu dengan wajah yang dingin.


"Dimana pria itu?"


Andreas mencoba mengedarkan pandangannya disekeliling bar itu, benar benar penuh dengan pengunjung klub bahkan terlihat beberapa pria dan wanita mabuk-mabukan di sana.


"ckk..!!" sebenarnya Andreas sangat tidak menyukai tempat ini namun karena ia harus menemukan mata mata itu dan beberapa petunjuk yang kemungkinan bisa membantunya mencari dalang dibalik kejadian.


tap..


tap..


Andreas pun kembali berjalan masuk lebih dalam dan berhenti tepat di waiters bar tersebut.


Andreas duduk disana dan seolah-olah memesan minuman.


disaat itu Andreas yang memang berpenampilan menarik dan tentu wajah tampannya membuat pelayan pelayan wanita menghampirinya dan menggoda Andreas.


"tuan...mau ditemani tidak!!"


"ouh tuan anda sangat tampan!" ucap wanita satunya lagi.


Andreas dengan sangat terpaksa tersenyum kepada wanita wanita itu.


"baiklah...kemari cantik!!" panggil Andreas kepada salah satu wanita itu.


kemudian Andreas pun menggoda wanit itu dan membelai wajahnya.


"tuan..!" wanita itu menjadi senang karena Andreas membelainya.


"siapa namamu cantik?" tanya Andreas sedikit mendesah tepat ditelinga wanit itu.


"tuan...nama..saya" namun belum sempat wanita itu menjawab tiba tiba Andreas berdiri dalam keadaan yang tercengang.


set..!


"heh!?..tuan?"


DEG!!


Andreas terkejut bukan main namun ia sembunyikan ekspresi wajahnya secepat mungkin.


"tuan ada apa?" tanya wanita itu sambil mengikuti arah pandang Andreas.


"tuan kenapa anda menatap gadis itu!?"


"tuan jangan tergoda dengan sikap polosnya, dari kehadirannya di sini sudah banyak yang menjadi partner dan tidur dengannya"ejek wanita itu merendahkan Meena sedangkan Andreas tidak percaya hal itu.


"pergi!!" ucap Andreas dengan suara yang dingin dan tandas membuat wanita itu takut dan kesal karena Andreas mengusirnya.


dari posisinya Andreas memperhatikan setiap yang dilakukan Meena bersama dengan pria pria itu, Meena yang melayani mereka dengan tersenyum yang dipaksakan manis.


Andreas tidak tahan melihat itu dan ia pun segera berjalan mendekati Meena namun tiba tiba pria yang dicari Andreas menghampiri Meena.


"pria itu!?" Andreas menjadi bertanya tanya.


semua yang dilakukan oleh pria itu diperhatikan oleh Andreas sampai beberapa menit lamanya pria mata-mata itu membawa Meena pergi dari sana.


"kemana mereka akan pergi!?"


Andreas pun mengikuti mereka dengan sangat hati hati dan tiba mereka di sebuah kamar VIP dan kemudian keduanya masuk kedalam.


"sial!...apa yang mereka lakukan!" Andreas sangat marah melihat hal itu dan ia menjadi tidak tahan untuk menarik Meena keluar dari dalam sana.


tap..


tap..


dengan cepat Andreas mendekati pintu dan bersiap siap untuk mendobrak paksa namun sesaat ia ingin melakukan itu tiba tiba terdengar suara keributan didalam.


pranggg..!!


brak...!!!


"akkkhhh...Tolong!!!" bahkan teriakkan Meena terdengar sampai luar.


BRAKKK..!!


pintu terbuka dan betapa terkejutnya Andreas ketika menyaksikan apa yang ada dihadapannya saat ini.


Meena yang tergeletak tak bertenaga dilantai dengan bersimbah darah di kepalanya.


ternyata yang lebih membuat Andreas terkejut didalam sana bukan hanya satu pria tapi ada 4 Sampai 5 orang pria.


"siapa kau!!" pria pria itu terkejut akan kedatangan Andreas yang ada disana dan lebih mengejutkannya lagi pria yang sebagai mata-mata itu langsung kabur ketika melihat Andreas.


tap..


tap..


Andreas tidak mengejar pria itu yang kabur lewat jendela bar yang langsung menuju arah luar.


tapi Andreas malah masuk dan semakin mendekati 4 pria yang tersisa disana dan langsung menatap tajam kearah mereka.


"siapa aku?!..lebih baik kalian tidak mengetahui siapa aku!" saut Andreas dengan raut wajah menahan amarah.


"heh!! kau kira kami takut, kau hanya sendirian disini" jawab salah satu pria disana dengan sombong.


lalu tanpa basi basi lagi mereka berempat menyerang Andreas secara bersamaan.


"serang!!"


"sial ternyata kalian ingin bermain main!!" Andreas dengan senang hati menerima setiap pukulan dan tendangan.


namun tentu saja itu tidak berhasil karena Andreas lebih lihai dibandingkan mereka semua.


Buk!!...buk...buk...!!!


set..!!


woosh..!!


setelah beberapa lama perkelahian itu empat pria tersebut terkapar kesakitan.


BAMM!!


"kalian bukan lawanku!.."


"PERGI!!!" teriak Andreas seketika membuat para laki-laki itu berdiri lalu meninggalkan Andreas.


tak...!


sekarang tinggal Andreas diruangan itu bersama Meena yang terbaring lemah dilantai.


"Meena!!" Andreas menghampiri Meena dan tubuh Andreas seakan melemah, Andreas tersungkur di lantai itu dan dengan perlahan menyentuh Meena.


"mee...na...apa yang terjadi!!?" entah yang terjadi dengan dirinya saat ini Andreas merasa sangat syok dan juga tak percaya apa yang didapatinya saat ini.


"huk...huk.....ttuan...andr...eas.!?" Meena berusaha bersuara dengan tenaga yang tersisa.


"to...to..loong!"


"huhmmm...huk..huk!!"


"apa yang terjadi!?" Andreas mencoba mengangkat kepala Meena dan memangkunya dan berusaha merasakan denyut nadi Meena yang lemah.


"tuan Andreas tolong saya!!"


"berhenti berbicara!" ucap Andreas tanpa sadar membentak Meena lalu dengan cepat Andreas mengangkat tubuh Meena dan membawanya pergi dari sana.


Andreas yang keluar bersama Meena yang terluka tentu saja membuat semua orang yang ada disana terkejut dan bertanya-tanya.


Andreas membiarkan tatapan itu menghujaninya, saat ini yang terpenting adalah Meena.


tap..


tap..


Andreas berhasil keluar dari bar dan langsung menuju parkiran mobilnya...


"bertahanlah"


Meena yang setengah sadar itu sedikit tersenyum, Meena bersyukur disaat itu pertolongan datang padanya dan lebih melegakan adalah orang itu ternyata Andreas.


cklek..!!


brak...!


vroomm...!


mobil itu pun melaju dengan kecepatan tinggi menuju hotel milik Sagara dan sesampainya disana Andreas langsung memerintahkan resepsionis untuk menghubungi dokter.


tap..


tap..


"apa yang bisa saja bantu tuan Andreas?" tanya resepsionis itu melihat Andreas yang tergesa gesa sambil membawa seorang gadis dipelukannya.


"cepat panggil dokter!" perintah Andreas.


"baik tuan saya akan menghubungi dokter sekarang juga" setelah itu Andreas pun membawa Meena menuju kamarnya dan langsung membaringkan tubuh Meena.


cklek..! dokter tiba disana.


"dokter cepat periksa Meena!" ucap Andreas dengan suara yang terdengar cemas.


"baik tuan, tapi anda harus menunggu diluar terlebih dahulu" ucap dokter tersebut sambil menyiapkan alat alat dokter yang sudah dibawanya.


Andreas pun keluar dari sana dan dokter perempuan itu pun langsung mengangani Meena.


beberapa waktu kemudian...


hampir 30 menit Meena didalam dan diobati oleh dokter tersebut.


cklek...! dokter itu keluar dari dalam dan langsung menghampiri Andreas yang tak jauh dari pintu kamar itu.


tap..!


"bagiamana keadaannya dok?" tanya Andreas


"anda beruntung tuan karena kondisi nona sudah stabil namun hampir saja jika anda tidak cepat memanggil dokter mungkin saja nona ini tidak akan selamat"


"syukurlah...!,..tapi apa yang terjadi dengannya?" tanya Andreas lagi.


"ditubuh nona ini ditemukan obat dengan dosisi yang tinggi namun karena tubuh nona ini lemah dan memiliki alergi terhadap salah satu komposisi membuatnya lemah dan bisa saja menyebabkan kematian terlebih lagi... sepertinya.." ucapan dokter itu terhenti.


"apa dok?" Andreas menjadi semakin penasaran.


"nona ini sepertinya ingin dilecehkan dan sebelum itu sepertinya obat inilah yang dikonsumsi oleh nona dan luka dikepalanya itu adalah bukti jika nona sempat dipukuli sebelum akhirnya terbentur dibagian kepala"


"biadab!!" Andreas sangat geram jika mengingat semua yang dilakukan oleh 5 sekawan itu.


"baiklah tuan saya akan meresepkan obat untuk nona itu dan kemudian beristirahatlah dengan cukup"


"Hem" Andreas hanya berdeham lalu ia masuk kedalam kamar setelah dokter itu pergi dari hadapannya.


tap..


tap..


kriettt...!!


"Meena?" tenyata Meena sedang tak sadarkan diri diatas kasur itu.


Andreas mendekati Meena...


"sebenarnya apa yang terjadi denganmu, apa yang kau lakukan di kota ini?" pikir Andreas sambil menatap lurus wajah Meena.


selama ini Meena memang tak pernah terlihat lagi bahkan sudah beberapa bulan lamanya.


gadis konyol itu sekarang terlihat lebih kurus dan menderita...


"aku bukan peduli padamu...aku hanya penasaran saja" ucap Andreas terkekeh kecil.


bersambung...