Zaara

Zaara
bab 10. makan bersama



......................


Sagara pulang dengan hati yang menahan amarah, bukan marah terhadap Zaara tetapi terhadap laki laki itu, dan ia merasa cemburu dihatinya saat ini


berani beraninya ia menyentuh Zaara,pikir Sagara benar benar marah Sekarang sifat posesifnya muncul.


"AKHHH....!!!"


"SIALAN!" teriak Sagara didalam mobil ia melajukan mobil itu dengan kecepatan tinggi.


sekarang kepalanya rasanya ingin meledak, ia berpikir satu kali pun ia tidak bisa menyentuh Zaara namun laki laki itu.


disaat laki laki itu mengulurkan tangannya kepada Zaara, Zaara hanya diam walaupun terlihat Zaara menolak disentuh namun tetap saja Sagara merasa marah menyaksikan itu.


Citttt....!!! suara rem berdecit tajam, mobil itu berhenti tepat didepan sebuah sungai.


lalu Sagara berteriak keras didepan sungai itu, meluapkan semua rasa emosinya.


"AKHHH...!!"


"SIALAN... SIALAN..!!!.."


"Zaara...AKU AKAN MEMBUATMU SELALU ADA DI SAMPINGKU, TIDAK AKAN ADA YANG MEMISAHKAN KITA"


Sagara terduduk, ia telah mengeluarkan semua amarahnya dengan berteriak.


Tutt.. Tutt....!!ditekannya nomor Andreas


"halo tuan muda?" terdengar suara Andreas dari seberang telpon itu.


"cari tahu identitas wanita wanita itu dan laki laki itu!!"perintah Sagara dengan suara dingin dan tandas tanpa basa basi.


"baik" jawab Andreas singkat dan tegas.


Tut..!


Tut..!


telpon itu langsung terputus,,,


brak!..Sagara kembali mengemudikan mobil dengan sangat cepat.


vroomm..!!


sedangkan disisi lain...


Zaara yang merasa aneh dengan sikap Sagara lantas membuat Zaara bertanya tanya? apa yang sebenarnya terjadi bukankah siang tadi Sagara masih terlihat baik baik saja, pikir Zaara.


Zaara berpikir apakah Sagara mengetahui sesuatu?


entahlah Zaara sangat bingung.


***


Cittt....!!!


sesampainya Sagara dirumah ia langsung masuk dengan wajah yang sangat dingin, ia menunggu Andreas membawa informasi yang diperintahkan nya.


tap...


tap...


tap...


Sagara berjalan kearah sofa dan mendudukkan tubuhnya,,,


pelayan yang menyaksikan Sagara marah sangat takut karena jika Sagara marah tidak ada yang bisa menenangkannya, kecuali Veera namun sekarang Veera pun tidak ada disana.


Sagara menunggu Andreas sangat lama hingga Sagara menelpon nya berulang kali tetapi Andreas mengabaikan telponnya.


PRANGG..!! ponsel itu dibanting dengan keras.


KRAK...!!ponsel itu sudah tidak berbentuk.


Sagara yang marah karena Andreas tidak mengangkat teleponnya.


"Andreas berani beraninya ia mengabaikan telponku" desis Sagara


"Pelayan!!!" teriak Sagara


"Pelayan!!!" teriaknya sekali lagi


datang seorang pelayan muda ia sangat takut, pelayan itu hanya menundukan kepala


lalu ia bertanya apa yang dibutuhkan tuannya itu.


"tuan muda apakah ada yang anda butuhkan?" tanya pelayan itu pelan


tetapi Sagara yang sudah sangat marah melampiaskan amarahnya kepada pelayan itu.


"kenapa sangat lamban hah! apakah telingamu tuli!!"


"maafkan saya!" ucap pelayan muda itu takut.


"ckk...Ambilkan aku air!!" perintah Sagara.


"baik.. tuan muda" pelayan itu segera pergi ia takut jika tuan mudanya itu marah mungkin saja ia akan melemparkan benda apapun padanya.


pelayan itu kembali lagi membawa sebuah air dan cemilan, ia cepat cepat meletakan air itu lalu ia berlalu pergi.


tap...


tap...


tap..!! akhirnya yang ditunggu tiba.


Andreas datang dengan langkah besar, ia segera mendekati Sagara dan Andreas merasa jika tuan mudanya itu pasti sangat marah kepadanya.


PLAKKK..!!


benar saja sebelum Andreas benar benar dihadapannya, Sagara sudah menampar wajah Andreas.


DUK...!!!satu tinju melayang kearah wajah Andreas, Andreas tidak melawan sama sekali, ia hanya diam.


Andreas tahu jika Sagara marah maka inilah konsekuensi yang akan didapatkannya.


"mengapa kau sangat lamban Andreas, apakah kau tahu jika aku menghubungimu beberapa kali tetapi kau mengabaikannya!!" ucap sagara sengit.


"maafkan saya tuan muda, saya tidak mendengar dering ponsel saya berbunyi" saut Andreas menjawab dengan jujur.


namun bukan Sagara namanya jika tidak marah kepada hal yang sepele.


"saya juga sudah mencari informasi yang anda inginkan dengan sangat teliti" ucap Andreas, ia tidak ikut tersulut emosi, hanya saja ia sangat kesal kepada Sagara yang langsung menamparnya.


Sagara yang mendengar itu melepaskan Andreas lalu Sagara mencoba menenangkan diri, ia duduk di disofa itu lagi.


"katankan semuanya!" perintah Sagara


"tuan muda ini adalah informasi wanita wanita itu" ucap Andreas sambil menyodorkan sebuah data.


"salah satunya diantara mereka ada yang bernama Nadyra dan ia adalah sepupu nona Zaara, dan wanita yang lain adalah teman dari wanita ini" jelas Andreas


Sagara yang tengah melihat informasi itu pun hanya menganggukkan kepalanya.


"data dari wanita wanita itu disini sangat lengkap dari nama hingga alamat rumah mereka telah tercantum jelas" ucap Andreas.


"tetapi... tuan saya....!" ucapan Andreas terhenti sejenak, lalu dengan suara yang terdengar sangat jelas mengatakan,,,


"saya tidak bisa menggali informasi tentang laki laki itu" sambung Andreas membuat Sagara kembali naik pitam.


"mengapa!!?" desis Sagara


"informasi laki laki ini hanya sedikit sekali, informasi tentangnya seperti memang ditutupi dan dijaga" jawab Andreas.


"dan saya menjadi tahu jika laki laki itu adalah Niko Alvaro Chen putra dari pemilik perusahaan CC group" sambung Andreas.


"memangnya kenapa jika pemilik perusahaan CC group, aku bisa saja menghancurkan perusahaan itu dengan mudah" saut Sagara dingin.


"saya tahu hal itu, namun tuan muda anda tidak bisa seenaknya menghancurkan perusahaan orang lain, bagaimanapun perusahaan itu cukup berpengaruh dikota ini" jawab Andreas langsung membantah jika Sagara melakukan itu maka perusahaan Sagara akan mengalami kerugian yang cukup banyak.


perusahaan Sagara adalah perusahaan raksasa di negara itu dan paling berpengaruh di kota kota besar di negara itu, namun perusahaan CC group juga tidak mudah untuk dihancurkan begitu saja.


tetapi bukan Sagara namanya Jika ia perduli


sekarang ia sangat ingin menghancurkan perusahaan itu.


"heh!! apa yang harus ditakutkan, perusahaan itu kecil sedikit sentuhan saja pasti akan runtuh" ucap sinis Sagara.


"tuan Sagara tolong anda pikirkan baik baik, jika anda menyerang perusahaan itu tanpa alasan maka reputasi andapun akan buruk dan juga bisa saja investor yang mengetahui juga akan mencabut saham mereka, tuan Sagara jangan lupa jika perusahaan CC group itu tidak bisa dianggap remeh" ucap Andreas lagi.


"AKHHH...!!!


"untuk sementara waktu laki laki itu lolos dari ku, tetapi tidak akan aku biarkan laki laki itu mengambil keuntungan" ucap Sagara yang mendengar seketika meledak marah, tetapi apa yang dikatakan Andreas ada benarnya.


Andreas menjadi lega akhirnya Sagara mau mengerti tentang itu.


"hhhmmmm...!!" Sagara membuang nafas kasar.


lalu tiba tiba ia teringat satu hal penting.


"Andres kemari!!"lalu Sagara membisikan sesuatu kepada Andreas setelah itu Andreas pergi.


***


keesokan harinya...


Sagara sedang berangkat untuk bekerja, di dalam mobilnya Sagara terlihat gusar.


vroomm...!!


vroomm...!!


mobil itu pun melaju dengan cepat, lalu tak beberapa lama sampai di perusahaan besar Sagara.


tap..


tap..


tap..


"jangan lupa Dangan perintahku kemarin malam!!" ucap datar Sagara sambil berjalan menuju ruang kerjanya.


Andreas hanya mengangguk singkat disamping Sagara...


ditempat Zaara...


seperti biasa Zaara pergi untuk berkuliah paginya, dan ia tengah bersiap siap.


"hehmm.." Zaara menghembuskan nafasnya, Zaara masih merasa aneh dengan sikap Sagara tadi malam.


"akh..sudahlah lebih baik aku segera berangkat!" ucap Zaara yang telah selesai bersiap siap, lalu dengan membaca doa.


"bismillahirrahmanirrahim" doa Zaara keluar rumah.


tap...


tap...


tap...


Zaara berjalan kearah jalan besar, mencari taksi, lalu tak lama ia pun menemukan taksi tak jauh dari rumahnya itu.


Zaara melambaikan tangannya, lalu taksi itu pun berhenti tepat didepannya, lalu Zaara pun pergi...


Zaara sampai di universitas...


Zaara berjalan masuk dan seperti tidak terjadi pernah sesuatu Zaara kepada Zaara kemarin mencoba tetap tenang.


"semangat Zaara, jangan biarkan mereka berhasil membuatmu takut"


"sst...coba lihat bukankah dia wanita itu!"


"benar...!


"benar!!"


tatapan dan bisikan itu mengarah kepada Zaara, namun Zaara sudah bertekad untuk mengabaikan semua perkataan dan tatapan itu.


tap..


tap..


tap..


Zaara berjalan masuk kedalam kelas, lalu langsung duduk di bangkunya.


tetapi disaat ia ingin duduk ia tidak sadar jika bangku itu sedikit patah di bagian kakinya, oleh karena itu tidak bisa dielakkan oleh Zaara, akhirnya Zaara terjatuh.


BRAKK.....!!


DUK...!!!


"Awww...hiss...!!" Zaara meringis kesakitan.


"hahahaha.... kasihan deh!!" tiba tiba Nadyra dan teman-temannya datang menghampiri Zaara.


"kasian sekali Zaara, jatuh ya? mau aku tolong" ucap Nadyra dengan wajah mengejek.


"Astaghfirullah,... Nadyra apa yang kau lakukan, apakah tidak cukup kau mempermalukan aku didepan umum kemarin!!" ucap Zaara mencoba sabar, benar saja ini pasti ulah Nadyra, pikir Zaara.


"dan sekarang apa lagi ini!!" sambung Zaara mencoba bangun dari jatuhnya, dengan santai Nadyra menjawab.


"sebenarnya aku tidak mempermalukan dirimu, tetapi kau sendiri yang melakukan hal itu, memang benarkan jika kamu itu simpanan laki laki tua" sambil tertawa Nadyra mengejek Zaara.


"hahahaha...!!" dengan sangat puas Nadyra menertawakan Zaara.


"Nadyra cukup jangan katakan hal yang tidak benar!!" ucap Zaara sambil menutup matanya mencoba tetap tenang, tetapi disaat Zaara berdiri Nadyra menumpahkan air yang dipegangnya.


Byuurrr...!!!


"Ups...maafkan aku Zaara, tanganku licin" ejek Nadyra sambil tersenyum kearah Zaara.


"CUKUP!!" Zaara benar benar sudah tidak tahan lagi, lalu dengan melangkah kakinya kearah Nadyra, Zaara berbisik.


"lebih baik jaga sikapmu Nadyra, karena aku tidak selamanya bisa menerima perlakuanmu ini!!" bisik tajam Zaara, lalu Zaara berjalan pergi ketoilet untuk mengeringkan pakaiannya yang basah itu.


"Hiks...!!" Zaara sedikit menitik airnya, sebenarnya ia cukup sedih dengan perlakuan itu.


Zaara tidak ingin menangis tetapi hatinya sangat sedih, Nadyra tidak pernah berubah ia selalu melakukan hal seperti itu.


"Ahh.. apa yang terjadi padaku, sudahlah Zaara jangan menangis" ucap Zaara kepada dirinya, Zaara pun pergi menenangkan pikirannya.


...ΩΩΩ...


pulang kuliah...


drrttt...!


drrttt..!!


tiba tiba handphone Zaara berdering, dan ternyata Sagara lah yang meneleponnya.


"Assalamualaikum Tuan Muda, Ada Apa?" tanya Zaara mengangkat teleponnya.


"Wa'alaikumsalam, Nanti Malam jangan lupa, Bersiap-siaplah nanti aku jemput!" saut Sagara terdengar lembut.


Zaara tersenyum manis,,,


"baiklah tuan muda" jawab Zaara singkat namun tidak bisa dipungkiri jika ia tersentuh dengan perlakuan itu.


setelah mendengar suara Sagara, entah mengapa hatinya menjadi tenang, mungkin karena seharian ini ia tidak mendengar suara Sagara, pikir Zaara.


"baiklah Zaara akan aku tutup dulu"


malam hari pun tiba...


seperti yang dijanjikan Sagara ia kan menjemput Zaara, Sagara sampai dirumah Zaara.


Zaara yang telah siap dari tadi, keluar dari dalam rumahnya, dengan senyuman diwajahnya, sekarang Zaara terlihat sangat cantik, dengan balutan dress syar'i yang telah disiapkan oleh Sagara untuknya tadi sore yang diantarkan oleh Andreas.


Sagara terpesona dengan penampilan menawan itu.


Deg....!!


Deg...!!


"sangat cantik" puji Sagara, Zaara menjadi tersipu malu, terlihat dari wajah merah merona itu.


"jangan menatapku seperti itu" ucap Zaara ia sangat malu ditatap oleh Sagara dengan tatapan itu.


"kau memang cantik, selalu cantik" ucap Sagara masih saja menggoda Zaara.


"sudahlah tuan muda, jangan memandangku seperti itu" ucapnya lagi benar benar jika Sagara terus menatapnya


"baiklah nona mudaku" goda Sagara, lalu ia tersenyum lebar ia sangat suka menggoda gadis itu.


"jangan berlebihan kita masih bukan mahram tuan muda," Zaara mengingatkan, padahal saat ini hatinya pun berdetak tak karuan.


"baik... baik...Mari sebaiknya kita langsung pergi saja" ucap Sagara masih tersenyum lebar menatap Zaara yang merona itu.


Sagara membuka pintu mobil,,,


"silahkan masuk tuan putri" ucap Sagara membuat Zaara tersipu malu.


"heum!!" Sagara tersenyum lalu mereka segera berangkat menuju tujuan mereka.


"tuan muda kita kan makan dimana?" tanya Zaara didalam mobil.


"ditempat yang paling romantis" jawab singkat Sagara berteka teki.


"Dimana itu!?"


"kau akan tahu nanti" jawaban itu membuat Zaara sedikit merajuk.


"baiklah jika tidak ingin memberitahukan" jawab Zaara singkat, lalu Zaara pun hanya diam selama diperjalanan itu.


tidak lama mereka sampai ditempat yang dituju, benar saja tempat itu terlihat indah.


terlihat sebuah taman dengan ruangan terbuka dan ada sebuah gazebo yang terlihat dikelilingi oleh bunga dan lampu berwarna warni.


tempat itu tidak tertutup juga sunyi tetapi tempat yang sangat terbuka dan tepat diseberang sana ada sebuah danau yang terlihat ramai dikelilingi oleh orang yang bermain juga bersenang senang.


"tuan muda siapa mereka semua!?"


"Zaara aku tahu yang kau pikirkan karena itu aku menyiapkan semua ini dan orang yang di seberang itu adalah semua pelayan dan pengawal dirumah".


jawab Sagara


semua pelayan dan pengawal ditempatkan Sagara di seberang danau agar Zaara tidak merasa takut juga risih jika harus berduaan dengan laki laki, walaupun itu Sagara.


Sagara juga menempatkan Rena juga Andreas disana, dan Rena sudah tahu hubungan Zaara dan Sagara.


"terimakasih" ucap Zaara tersenyum manis kearah Sagara.


"apapun untuk calon istriku" jawab Sagara sama lembutnya, menatap Zaara dengan tatapan dalam penuh cinta.


Zaara tersenyum malu,,


"baiklah nona, mari duduklah" lalu Sagara menarik bangku itu, lalu Zaara duduk tepat berhadapan dengan Sagara.


"malam ini jangan memikirkan apapun yang membuat hati mu bersedih Zaara, malam ini berbahagialah" ucap Sagara


Zaara hanya tersenyum kepada Sagara,,


tidak lama sampai pelayan membawakan mereka makanan terlihat sangat lezat.


dan juga pemain musik, sangat indah


Zaara menatap sekeliling nya, sangat indah dengan danau didekat nya.


lalu ia berkata lembut,,,


"selama hidupku tidak pernah aku mengalami hal seperti ini, didalam hidupku bahkan tidak sama sekali terlintas jika suatu saat aku bisa merasakan perasaan ini" ucap nya sendu.


"namun aku salah, sekarang mungkin momen ini adalah hal yang terindah didalam hidupku selama 19 tahun" sambungnya


"terimakasih" ucapnya kepada Sagara


"tidak Zaara, akulah yang harusnya berterima kasih"


"berterimakasih karena kau telah hadir didalam hidupku, karena telah mau mencoba menerimaku dengan segala sikapku yang dingin ini" ucap Sagara lembut, ia benar benar berterima kasih karena Zaara hadir didalam hidupnya.


"terimakasih karena sudah datang didalam hidupku"


ucap Sagara bersungguh sungguh menatap Zaara.


Zaara tersenyum mendengar kalimat itu,,,


"Zaara dari saat ini dari detik ini lebih percayalah padaku, lebih terbukalah, dan jika kau memiliki masalah maka berbagilah kepadaku" ucapan Sagara itu membuat Zaara menangis bahagia.


Zaara terharu juga sedih, walaupun laki laki ini baru datang dalam hidupnya, tetapi Zaara juga ingin memperjuangkan perasaannya kepada Sagara, walaupun masih ada keraguan.


"baiklah, dari saat ini aku juga akan mencoba menerimamu Sagara" ucap Zaara untuk pertama kalinya ia menyebut nama Sagara secara langsung.


Sagara sangat bahagia, malam itu adalah malam yang akan selalu terkenang didalam hidup keduanya.


bersambung...