
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
sesuai dengan rencana akhirnya Andreas telah tiba di kota xibei dan langsung menuju tempat rahasia yang dimana menjadi tempat disekapnya Ratan Lee tanpa diketahui orang lain.
seperti yang sudah Andreas dan Sagara bincangkan sebelum Andreas pergi...
flashback...
***
"tapi tuan muda bagaimana caranya kita terhindar dari mata mata ini" tanya Andreas didalam ruang latihan Sagara.
Sagara terlihat tengah membidikkan busurnya dan kemudian.
woosh...!
jleb..!..panah itu tepat mengenai sasarannya.
dengan wajah yang tersenyum menyeringai, Sagara sekali lagi membidikkan busurnya dan lagi lagi busur itu tepat sasaran.
jleb..!
"bagaimana caranya...heh!!" kemudian Sagara mengalihkan pandangannya menatap Andreas dengan senyum yang sulit diartikan.
"beraktingkah!!"
"akting!!?" Andreas bingung dengan jawaban itu.
"benar, jika ingin mengalahkan mereka maka kita harus mengelabui musuh dan berpura pura" saut Sagara.
kemudian dengan suara yang lebih dingin Sagara berkata lagi...
"pakai cara yang mereka mainkan dan serang ketika mereka lengah!!" dengan seringai mematikan diwajahnya Sagara benar benar terlihat menakutkan.
flash off...
Plakk...!!
Plakk...!!
terdengar suara cambukan disebuah ruangan rahasia tempat dieksekusinya Ratan Lee.
"lagi!!" perintah mematikan terdengar dari mulut Andreas.
Plakkk...!! suara cambukan itu semakin keras dan menyakitkan.
PLAKKK...!!!
"akkkhhh...!!!"dan akhirnya dengan beberapa kali cambukan badan Ratan Lee melemah dan jatuh ke lantai tanah itu.
bruk!
Andreas yang melihat dari tempat duduknya, menyeringai lebar menyaksikan Ratan Lee yang sudah tidak berdaya.
"jadi kau tidak ingin memberitahukan apapun hah!!?"tanya Andreas dengan suara yang tegas.
tap...
tap...
sambil berjalan kearah Ratan Lee, Andreas bertanya..
"kau... ti..i..daaak akan... men..dapat...kan informasi apapun!!!" saut Ratan Lee di sisa tenaganya.
tap...! Andreas berhenti tepat dihadapan Ratan Lee dan kemudian
Buk...!!! tinjuan Andreas tepat mengenai wajah Ratan Lee dan seketika darah segar mengalir keluar dari hidungnya.
"heh!!, jadi kau mengancamku!!" desis tajam Andreas tepat di depan wajahnya.
"kau boleh diam selama yang kau mau tapi aku tidak yakin apakah kau sanggup menahan siksaan yang akan kau dapatkan setelah ini...!."
seringai terlihat diwajah Andreas ketika ia juga membuka sebuah foto yang memperlihatkan seorang gadis kecil berumur 5 tahun.
"aku yakin kau mengenal anak kecil ini bukan!!"
DEG..!!!
"KURANG AJAR!!!" tadi tenaganya habis namun seketika ia meluap marah ketika Andreas dengan liciknya mengancam dengan foto tersebut.
"JANGAN KAU BERANI MENYENTUHNYA!!" teriak Ratan Lee kesetanan.
"HAHAHAHA...!!!" tawa Andreas menggelegar.
"kau kira aku takut hah!!, sudah aku bilang bukan lebih baik kau cepat memberitahukan padamu siapa bos mu!?"
"heh!!, tidak akan...lagi pula aku yakin kau tidak akan menyentuhnya, kau hanya menggertakku!!" ucap Ratan Lee dengan yakinnya tapi ucapannya itu sia sia, tentu saja Andreas bukan hanya menggertak.
"baik kalau begitu kita lihat apakah ini hanya gertakan atau bukan"
tap...
tap..
Andreas pun berjalan kearah layar yang telah ia pasang ditempat itu dan kemudian menyalakannya...
dan betapa terkejutnya Ratan Lee ketika melihat apa yang ada di layar tersebut.
DEG!!
"JANGAN SENTUH DIA!!!" Ratan Lee berteriak melihat itu karena di layar tersebut menunjukkan bahwa putrinya itu tengah ada ditangan salah satu pengawal milik Sagara.
"lihatlah bukankah gadis kecil itu putrimu, sangat menggemaskan" ucap Andreas dengan seringai lebar.
"BRENGSEK!!!, BERANI BERANINYA KAU MENGUNAKAN PUTRIKU!!!" teriak Ratan Lee lagi.
tap..
tap..
Andreas kembali berjalan kearah pria itu lalu ia mencengkram kuat dagu Ratan Lee.
"karena itu lebih baik kau menyerah dan cepat katakan padaku siapa dalang dibalik semua ini!!?"
"cih!" dengan sangat berani Ratan Lee meludahi Andreas.
Andreas begitu marah namun ia tetap bersikap tenang dan tidak gegabah karena ia tahu Ratan Lee menginginkan Andreas kehilangan kesabarannya.
"Ra..ta..n Lee...!!!, jangan sampai kesabaranku habis jika tidak bukan hanya putri tapi seluruh keluargamu akan lenyap dari bumi ini!!" desis Andreas tajam.
"tapi jika kau memang tidak ingin mengatakan siapa dalang dari semua permainan ini.... baiklah!!"
Andreas berdiri lalu ia menjauhi Ratan Lee dan dengan suara yang tegas Andreas memerintahkan pengawal untuk membawa putri Ratan Lee.
"bawa gadis kecil itu kemari!!"
"BRENGSEK APA YANG INGIN KAU LAKUKAN!!"
"apapun yang bisa membuatmu membuka suara dengan sukarela" ucap Andreas dengan seringai lebar diwajahnya.
dan beberapa lama kemudian...
tap...
tap...
"apa yang ingin kau lakukan terhadap putriku Andreas!?...aku harap kau tidak melebihi batasanmu!!" ucap Ratan Lee menatap tajam kearah Andreas.
namun Andreas tidak menghiraukannya dan malah menghampiri putri Ratan Lee.
tap..
Andreas berjalan kearah anak kecil itu dan kemudian membungkukkan badannya setara dengan anak kecil itu.
"hai gadis manis siapa namamu?" tanya Andreas ramah kepada anak tersebut namun tidak bagi Ratan, baginya suara itu seperti sebuah tembakan yang akan langsung menembak jika sudah waktunya.
"namaku Miyka" sautnya dengan suara yang khas anak kecil.
"Miyka!, waahh...nama yang cocok untuk gadis imut sepertimu" ucap Andreas membawa gadis kecil itu kedalam genggamannya lalu berjalan kearah Ratan Lee yang penuh dengan luka dan darah.
namun ternyata sebelum itu Andreas sudah menutup mata Miyka dan menghampiri Ratan Lee.
"jangan berani kau membawanya kesini dan memperlihatkan kepada seorang anak kecil keadaanku sekarang!!
"mau tidak bertemu dengan ayah miyka?" tanya Andreas lalu anak itu hanya menganggukkan kepala dengan polosnya.
"baiklah kalau begitu pakai ini dulu ya!" lalu tanpa menunggu jawaban gadis kecil itu Andreas menutup mata Miyka dengan slayer hitam.
kemudian mereka berjalan kembali dan sampailah Miyka dihadapan ayahnya yang penuh dengan darah.
"Miyka" panggil Ratan Lee ingin menyentuh putrinya namun ia tidak bisa menggapai miyka.
"apa yang ingin kau lakukan sebenarnya Andreas!?" tanya Ratan Lee kepada Andreas dengan suara yang lebih lirih.
"yang aku inginkan!?, bukankah kau sudah tahu jawabannya"
set...! Andreas menurunkan Miyka dari tubuhnya.
"Ratan Lee aku tidak bisa menunggu lebih lama dari ini, kau harus tahu jika putri datang kesini bukan untuk bersenang senang tapi..." setelah Andreas mengatakan kalimat itu kemudian ia menunjuk Miyka.
"lihat lah warna bibir putrimu!" Ratan Lee pun melirik dan betapa terkejutnya ia melihat jika bibir putrinya berubah menjadi ungu kemerahan.
"APA YANG KAU LAKUKAN KEPADANYA!!"
"tenanglah Ratan Lee jika kau membuatku marah racun itu akan semakin memenuhi tubuh kecilnya itu dan kemudian.."
"Ratan Lee kau pasti pernah mendengar bukan racun dingin!?"
deg!!
"SIALAN!!"
"hahahaha...!, tenyata kau memang mengetahui sesuatu,..."
"cepat katakan padaku jika kau ingin penawar untuk putrimu!?"
dengan segala cara Ratan Lee bertahan untuk tidak mengatakan sesuatu namun kali ini ia tidak bisa hanya diam dan membiarkan putrinya mati ditangan Sagara.
"baiklah akan ku katakan!, namun kau harus menyembuhkan putriku terlebih dahulu!"
"itu mudah jika kau berkerja sama denganku" ucap Andreas penuh kemenangan.
"baik akan aku katakan yang aku tahu" ucap Ratan Lee pada akhirnya.
"bagussss...bagusss...ckk.. seandainya kau mengatakan ini dari awal aku tidak perlu repot-repot meracuni putrimu" ucap Andreas sangat senang.
"brengsek!!"
"hahahaha... aku memang brengsek tapi kau lebih biadab!" ucap Andreas sambil tertawa garing.
"pengawal bawa putri Ratan Lee untuk mengambil penawarnya" perintah Andreas.
lalu mereka pun hanya berdua di ruangan itu....
"sekarang katakan padaku siapa dalang semua ini!" tanya Andreas dengan tegas dan menatap lurus kearah Ratan Lee.
"aku tidak tahu dalang utama semua masalah ini, tapi yang aku tahu aku hanya diperintahkan untuk masuk kedalam perusahaan Sagara dan menyerang sistem keamanan perusahaan"
"jika kau tidak pernah bertemu dengan dalang utama lalu bagaimana bisa kau berada di perusahaan itu?"
set...!
"Ratan Lee kau kira aku bodoh!!"
"terserah kau ingin percaya atau tidak tapi itu adalah kenyataannya" sautnya datar.
"baik kalau begitu jawab aku, bagiamana bisa kau masuk kedalam perusahaan dan berhasil menyerang data perusahaan sebanyak itu dan bahkan bisa memanipulasi data?"
"aku dibantu oleh seorang wanita dan wanita itu juga yang membantuku berhasil masuk kedalam perusahaan tanpa dicurigai orang lain"
"wanita!?, siapa!?" kening Andreas berkerut.
"aku tidak tahu tapi wanita itu bernama Hallen dan setiap bertemu dengannya wanita itu selalu mengunakan topeng wajah" jawab Ratan Lee lagi, sempat Andreas tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Ratan Lee namun kemudian ia tahu pria itu tidak berbohong.
"apakah kau sering bertemu dengannya?"
"tidak, hanya beberapa dalam satu bulan ini,...
"aku tidak kenal wanita ini dan yang memintaku untuk melakukan rencana itu adalah seorang laki laki, kemungkinan laki laki ini lah dalangnya"
"apakah aku bisa mempercayai perkataanmu!" tatap Andreas penuh kecurigaan.
"kau bisa memegang ucapanku, hhhmmm....tapi jika kau tidak percaya diperusahaan itu ada satu lagi mata mata yang ditempatkan sebagai security" ucap Ratan Lee.
"hhmm...baik karena kau sudah kooperatif maka aku akan membebaskanmu" ucap Andreas.
"tidak!" tolak Ratan Lee serta-merta.
"apa!, kau jangan bercanda!?" ucap Andreas terkekeh.
"lebih baik aku mati sekarang dari pada hidup, dalang utama dibalik ini semua bukan orang sembarangan!" peringatan itu keluar dari mulut Ratan Lee.
"maksudmu!?"
"laki laki itu sepertinya memiliki dendam yang sangat besar kepada keluarga Ardiaz terutama kepada Sagara, dan kau tahu aku kira dia telah sadar akan kehilanganku dan sebentar lagi ia pasti bertindak"
"kenapa kau mengatakan semua ini!" ucap Andreas lagi, ia bertanya tanya jika memang ini semua benar tapi mengapa Ratan Lee mau berbaik hati mengatakan semua itu.
bruk..!
"karena aku telah mengatakan semua ini padamu maka aku juga meminta imbalan kepadamu!
"aku ingin kau mambantu keluargaku bersembunyi dari kejaran laki laki itu dan aku yakin Sagara mampu melakukannya"
"heh! ternyata kau cukup cerdas dan berani..."
"baiklah aku akan membantumu"
pada akhirnya semua tanda tanya ini sedikit demi sedikit terungkap kepermukaan.
benar saja dalang dibalik semua ini bukan orang yang mudah untuk dihadapi dan kemungkinan besar dalang ini akan menjalankan rencana terakhirnya suatu hari nanti.
bersambung...