
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
..."Ada apa ini!?"...
Ayana menjadi bertanya tanya, Ayana yang saat ini sedang berada di kantor dikejutkan dengan berita yang dibisikkan oleh sekretarisnya, mengatakan jika Daren mengetatkan penjagaan untuk Ayana.
Seperti tiga hari yang lalu, disaat Daren kembali kerumah dengan anak anak, dari saat itu Ayana merasa jika ada sesuatu yang terjadi, Ken dan Ren juga tidak mengatakan apapun kepada Ayana.
Sreerttt!!
Ayana berdiri dari duduknya!, lalu dengan cepat ia keluar, Ayana berpikir untuk menemui Daren dan meminta sebuah penjelasan, bertahun tahun Ayana hidup dengan Daren, laki laki itu pasti akan selalu menjaganya dengan ketat dan Ayana berpikir jika itu untuk keamanan dirinya dan tidak meminta penjelasan apapun, tapi sekarang ia ingin tahu apa yang terjadi,
Ayana berpikir jika ada suatu masalah yang serius kali ini, ia ingin mengetahuinya setidaknya ia juga bisa berjaga jaga.
Tetapi di saat Ayana sampai dirumah, ia tidak menemukan Daren sama sekali siang itu,
"Kemana mas Daren!?"pikir Ayana, jika Daren tidak ada di rumah dan dikantornya lalu kemana Daren saat ini.
"Bibi!" panggil Ayana
"Ya Nyonya muda" Sautnya sambil berlari kecil.
"Ada apa nyonya?"
"Apakah bibi tahu dimana tuan saat ini?"tanya Ayana, tetapi bibi itu menggelengkan kepalanya.
"Tidak nyonya muda!, saya tidak tahu kemana tuan Daren tetapi sebelum tuan pergi beliau sempat berpesan, jika tuan belum kembali sampai malam maka tidak perlu khawatir, begitu pesan beliau tadi"sahut pelayan yang berumur 40 tahun itu.
"Hemm..baiklah bi jika begitu!" Ayana pun mencoba menghubungi Daren, tetapi telepon Daren tidak aktif disaat Ayana mencoba meneleponnya.
Ayana pun melirik jam tangannya!,
Jam 2!, bukankah Ayana harus menjemput Ken dan Ren, tetapi disaat itu tiba tiba telepon Ayana berdering.
Daren!?
"Mas Daren?" Ayana pun mengangkat teleponnya,
"Halo mas..."
"Begitu... baiklah, Aku akan menunggu mas dirumah" ucap Ayana terdengar mengalah, ternyata saat itu Daren menghubunginya karena ingin mengatakan jika Daren lah yang akan menjemput Ken dan Ren, Ayana pun hanya bisa menunggu mereka pulang, dan meminta penjelasan dari Daren saat tiba nanti.
30 menit kemudian...
Terdengar dari halaman luar suara mesin mobil yang berhenti, Ayana pun berjalan menghampiri pintu utama yang sedari tadi Ayana menunggu dengan setia di ruang tamu.
"Assalamualaikum Ayana, mas pulang"salam Daren masuk kedalam rumah dan disaat itu Ayana hanya tersenyum seandanya.
"Wa'alaikumsalam mas, Ken, Ren sayang kemarilah"Ayana hanya menyambut kedua putranya lalu masuk kedalam rumah sambil menggandeng kedua tangan anaknya.
Sedangkan Daren yang melihat Sikap Ayana, hanya diam ia tahu jika Ayana pasti telah mengetahui tentang penjagaan yang diperketat untuknya yang tanpa sebab.
Dan benar beberapa menit berlalu dan Ayana sudah selesai mengurus Ken dan Ren, Ayana turun dan menghampiri Daren dengan raut wajah yang datar tanpa ekspresi.
"Mas Daren boleh Ayana bertanya sesuatu, sebenarnya selama ini pun aku selalu diam dan membiarkannya, tetapi kali ini biarkan aku bertanya alasannya kenapa padamu mas"
Degg!!
Daren meneguk salivanya, diam dan sedikit tegang, apakah ia bisa jujur atau harus berbohong dan menutupi semuanya dari Ayana.
"Apa alasan mas Daren memperketat pengawasan terhadap Ayana, aku selalu merasa jika ada yang mas tutupi dariku..." lanjut Ayana, ia tidak tahan untuk mengetahui jawabannya.
Daren menghela napasnya!
"Tidak ada alasan, hanya saja aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu, karena itu aku memperketat penjagaan untukmu terlebih lagi disaat aku tidak ada disampingmu" jawab Daren dengan wajah yang menyakinkan Ayana jika semua yang ia lakukan hanya semata mata untuk keselamatan Ayana.
Ayana diam!
Tahu dengan pasti jawaban itu!, jawaban yang selalu dilontarkan oleh Daren ketika Ia mulai bertanya-tanya apa alasan Daren dan sekarang kalimat yang sama kembali didengarnya.
"Aku mengerti ada sesuatu yang tidak bisa kau katakan padaku mas, dari dulu...dari empat tahun yang lalu, ketika aku baru terbangun dari koma..." ucap lirih Ayana, ia hampir menyerah, ia hampir tidak ingin mencari tahu lagi apa yang menjadi penyebab semua rasa yang bergejolak didalam hati dan pikirannya.
Semua menjadi lebih rumit sekarang!
Maaf aku tidak bisa mengatakan padamu sekarang Ayana, aku hanya tidak ingin kau terluka dan aku takut akan kehilanganmu, Daren membatin, hanya diam didalam hatinya sendiri.
"Suatu hari kau akan tahu Ayana.. dan maaf aku tidak bisa menjadi suami yang lebih jujur untukmu" terdengar serak suara yang pelan itu, ia tahu dengan pasti setelah ini apa yang akan terjadi, seperti apapun ia mencoba menutupi kebenaran, sebesar apapun keinginan Daren untuk mempertahankan Ayana disisinya tetap akan membuat Ayana pergi suatu hari nanti.
Hening!
Ayana tidak melanjutkan pertanyaannya, ia hanya diam kemudian berjalan kembali memasuki kamarnya, lagi lagi ia tidak mendapatkan jawaban apapun dari Daren.
...*************...
Malam hari tiba...
Di hotel tempat Sagara menginap, Andreas yang telah seharian mencari tahu lebih lanjut tentang Daren pun membuahkan hasil dan tidak pernah di sangka olehnya, disaat itu juga Andreas terpaku diam mematung.
Bagaimana tidak!
Disaat Andreas mendapatkan sebuah informasi jika Daren memiliki seorang istri, Andreas pun mencoba mencari tahu siapa Istri Daren yang bernama Ayana, bagaimana wajah wanita itu dan latar belakangnya, mungkin dari sana Andreas bisa mendapatkan informasi lain.
Tetapi disaat salah satu pengawal yang diminta oleh Andreas untuk mencarikan informasi tentang Ayana, Andreas dikejutkan dengan selembar foto.
Sama seperti reaksi Andreas, Andreas tidak mengatakan apapun dan hanya memberikan selembar foto yang masih terbungkus, dan disaat Sagara membukanya betapa terkejutnya Sagara
Degg!!
Dan disaat itu juga, tubuh Sagara membeku, tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini, kakinya lemas sekaan tidak menyentuh tanah.
"I..ini..apakah benar!"kata Sagara serak dan sangat lirih, ia takut jika matanya lah yang salah melihat dan mengenali orang.
Zaara!
foto itu sangat jelas, wajah cantik dengan senyuman lembut yang sama sekali tidak pernah berubah, Sagara kenal, benar benar kenal wajah itu.
"Ini tidak mungkin, bagaimana bisa wanita ini Mirip sekali dengan Zaara!" ucapnya terbata bata.
"Pada awalnya aku juga tidak percaya Sagara, tetapi..." Andreas tidak bisa meneruskan kalimatnya.
Ayana adalah istri dari Daren seorang pengusaha yang terkenal beberapa tahun ini, dan yang lebih mengejutkannya bukankah berarti mereka pernah bekerjasama walaupun sudah di batalkan.
Jantung Sagara semakin cepat berdetak, perasaan yang tiba tiba melanda hati dan pikirannya.
"Sekarang aku telah mengerti sesuatu!"timpal Sagara telah memahami semua,
Pertama-tama perusahaan mereka bekerjasama lalu dibatalkan, dan kedua kemarin disaat Sagara tidak sengaja bertemu dengan seorang laki laki yang bernama Daren dan disaat ia berhadapan Daren seakan akan takut dengan Sagara.
"Pantas saja ekspresinya saat itu sangat aneh, terlebih lagi disaat dia melihatmu..." ucap Sagara kepada Andreas.
"Benar!"
Mereka berdua tidak menyangka ternyata, kebenaran seperti inilah yang mereka temukan, Ayana!, Zaara!, apakah orang yang sama atau hanya kebetulan mirip.
Tapi!, lalu siapa wanita yang dimakamkan oleh Sagara waktu itu jika Ayana adalah benar benar Zaara, namun jika sebaliknya!
"Aku ingin menemui wanita ini sekarang juga!"tekad Sagara, ia tidak bisa mengabaikan hal seperti ini, disaat dengan mata kepalanya sendiri, dengan jelas melihat wajah yang begitu mirip dengan mendiang Istrinya Zaara,
Sagara keluar malam itu juga, dan dengan perintah yang harus cepat, Sagara memerintahkan kepada pengawal untuk mencari tahu alamat rumah Daren dan Ayana.
Keanu dan Revano anak kembar yang terasa sangat dekat, Ayana yang memiliki wajah yang begitu mirip dengan Zaara ditambah dengan sesosok pria asing bernama Daren.
Sagara harus mengungkapkan semua dengan jelas malam itu juga.
Vroomm!!
Dan ketika Sagara sudah tahu dimana alamat rumah Ayana, dengan bergegas pergi menuju tempat itu.
Sagara melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, sedangkan Andreas hanya diam duduk di kursi sebelah.
Citt!!
Brakk!!
Terlihat dari sana, bangunan itu jelas sebuah mansion yang besar serta dipenuhi oleh para pengawal yang berjaga jaga.
Sagara melihat hal itu bukannya takut, tetapi ia semakin geram untuk segera menemui Ayana ataupun Daren.
Dan benar ketika itu juga, baru saja Sagara dan Andreas menginjakkan kakinya di halaman mansion, para pengawal itu langsung membuat sebuah barisan pertahanan dan bersiap siap dengan pistol di tangan masing masing.
Heh!!
Wajah dingin dan kejam itu kembali terlihat setelah sekian lama, Sagara kembali menatap tajam dan dengan wajah yang menyeringai ngeri.
"KELUAR KAU BRENGSEK!" Sagara murka, sedetik kemudian ia tahu alamat yang ditujukan untuknya itu tidak benar!, Terlihat dari seringai diwajahnya Daren yang baru muncul saat itu.
Ternyata Daren pun telah menunggu kedatangan Sagara!
Tap...
Tap...
Tap...
Daren menghampiri Sagara dengan wajah yang ramah, mendekati Sagara dan berhenti tepat 5 meter didepan Sagara.
"Tuan Sagara apakah ada sesuatu alasan yang membuat ada datang kemari!?" tanya Daren berlagak santai.
Sagara Mengepalkan tangannya!
"Dimana wanita itu?, dimana wanita yang bernama Ayana itu..." Desis Sagara tidak tahan untuk meninju wajah itu.
"Siapa!?,...Ayana"
"Untuk apa tuan Sagara yang terhormat mencari istri saya??.." Lanjut Daren dengan wajah yang terlihat bertanya tanya, tapi sedetik kemudian ekspresi itu berubah mengejek Sagara.
"Jangan Berbasa Basi!!" Teriak Sagara murka.
"Aku tahu jika ada sesuatu yang tidak beres padamu, sejujurnya aku tidak mengenalmu tetapi karena aku tidak suka melewatkan orang yang mencurigakan, pada akhirnya aku tahu memang ada sesuatu padamu!!" sergah Sagara tajam.
"Siapa kau hah!!" lanjut Sagara
Tetapi bukannya menjawab, Daren malah berpaling dan dengan santainya berkata,
"Siapapun aku, aku yakin kau sudah tahu, dan juga untuk istriku lebih baik kau menjauhlah"
"BRENGSEK!!"
Lalu dengan kemarahan itu Sagara langsung bergerak maju ingin menghantam wajah itu, dan terjadilah beberapa saat pertarungan.
Buk!!
Sagara menghantam semua yang menghalangi jalannya untuk menghampiri Daren, para pengawal itu bukanlah tandingan Sagara.
Dor!!
Satu tembakan melesat Kearah Sagara, tetapi untungnya Sagara berhasil menyelamatkan dirinya.
Lima belas orang pengawal itu ambruk seketika, dan saat itu Sagara dan Andreas masih berdiri kokoh dengan napas yang tersengal-sengal.
Prokkk..!
Prokkk..!
"Aku akui anda sangat hebat dalam hal bertarung,..ckkk sudahlah aku tidak ingin ada pertumpahan darah disini, jadi aku beri kesempatan untukmu untuk pergi!"ucap Daren dengan bertepuk tangan tetapi setelah itu ia lagi lagi mengabaikan Sagara.
Brengsek!
Set!!
Buk!!..Bukk...
Dengan gerakan yang sangat cepat Sagara menghantam tinjuan kewajah Daren dan Daren pun tidak bisa mengelak lagi.
"Hukk!!...Hukkk!!" Daren terbatuk-batuk menahan rasa sakit di wajah dan perutnya.
"KATAKAN SIAPA KAU HAH DAN SIAPA SEBENARNYA AYANA ITU!!!"
Sagara mencengkram kuat leher Daren!
Bersambung...