Zaara

Zaara
bab 36. tak terduga.



......................


Setelah Andreas keluar, ia langsung menuju alamat tinggal Oma nya,,,


1jam kemudian,,,


pukul telah menunjukkan jam 10 pagi, namun Andreas tidak juga pulang setelah ia pergi tadi.


Sagara pun berpikir jika mungkin Andreas masih berada dirumah oma Nani.


namun setelah berlalu lagi satu jam kemudian Andreas tidak juga kunjung terlihat.


Sagara pun sudah tidak sabar menunggu kedatangan Andreas, ia berpikir tidak mungkin Andreas pulang terlambat dari yang sudah ia ucapkan.


jika Andreas pergi sebentar, berarti memang benar jika asisten nya itu akan datang tepat waktu


"Apa yang terjadi dengan Andreas kenapa dia belum juga kembali?" sagara menjadi bertanya tanya, yang tadi ia santai saja sekarang mulai menelpon ponsel Andreas.


tuttt...ttut...tuttt.....namun ponsel itu tidak juga kunjung diangkat, Sagara menjadi kesal, keberangkatan mereka sebentar lagi, apakah Andreas lupa hal itu.


"Andreas sialan, kenapa dia tidak mengangkat telponnya" ucap Sagara mulai kesal.


***


dilain sisi,,,,


ternyata Andreas yang baru sadar dari pingsannya,


terlihat sebuah ruangan hotel, Andreas mencoba mengingat-ingat apa yang telah terjadi,,,


flashback


setelah ia pergi ketempat Oma, setelah cukup lama ia pun segera pulang jika tidak begitu Sagara pasti akan marah karena keterlambatannya.


Andreas tengah berada diperjalanan pulang, namun ditengah perjalanan ia melihat seorang wanita yang terlihat sedang di paska segerombolan laki laki.


Andreas tidak terlalu perduli, namun ternyata setelah terlihat jika wanita itu adalah Bunga, ia sangat terkejut, Andreas pun menepikan mobilnya.


semua orang itu menatap mobil yang tiba tiba berhenti didepan mereka.


setelah pintu mobil terbuka terlihat Andreas yang berdiri dengan gagah.


BRAKKK..... pintu ditutup dengan keras.


"Apa yang kalian lakukan!!" ucap Andreas dingin.


"siapa kau bukan urusan mu" jawab salah satu laki laki, sepertinya ia adalah seorang ketua.


"tidak penting siapa saya, namun jika kau tidak melepaskan wanita itu, saya akan memaksa kalian untuk melepaskannya" ucap Andreas tegas.


pada akhirnya mereka berkelahi, Andreas yang memang sangat mahir dalam bela diri tentu sangat mudah melawan mereka semua.


namun tidak disangka tiba tiba dari belakang ada yang memukul leher Andreas hingga jatuh tak sadarkan diri,,,


flash off


Andreas sadar jika ia telah dibawa oleh sekelompok laki laki tadi, Andreas pun menatap sekeliling kamar itu, ia tidak menemukan siapa pun.


Andreas yang sudah memastikan jika sudah aman ia mencoba bangkit dan berjalan menuju pintu,,,


Andreas pun membuka pintu itu, betapa terkejutnya ia jika itu bukan sebuah hotel namun adalah sebuah Bar berlantai dua.


Andreas bisa melihat jika dibawah sana ada banyak orang yang sedang asik menari maupun mabuk mabukan.


namun bukan disitu letak fokus Andreas, ia malah berfokus ke salah satu sudut ruangan itu, yaitu terlihat Bunga yang tengah dipaksa melayani tamu.


terlihat jika Bunga merasa takut dan juga tidak nyaman ketika di sentuh oleh tamu tersebut.


"bagaimana aku bisa keluar dari sini, sepertinya Bar ini memiliki keamanan yang cukup ketat" ucap Andreas ia telah mengamati dari tadi jika bar itu memiliki cctv dan penjaga di pintu masuk.


ia harus menghubungi Sagara, dan juga meminta untuk melacak keberadaannya saat ini.


Andreas segera masuk kedalam kamar itu lagi dan coba menghubungi Sagara, namun tidak disangka jika disana tidak ada sinyal.


"sial, kenapa tidak ada sinyal disini" ucanya kesal.


namun Andreas tetap mencoba mengirimkannya lagi namun tetap tidak bisa


tepat disaat Andreas mencoba untuk kembali menelpon Sagara, tiba tiba seorang laki laki masuk kedalam kamar, membuat Andreas terkejut.


"kau telah sadar hah!!... apa yang sedang kau lakukan?" ucap laki laki itu.


"kau mencoba untuk kabur?!" laki laki itu pun bersiap untuk menyerang Andreas, namun Andreas lebih dulu bergerak dan mengunci pergerakan laki laki itu, lalu dengan cepat Andreas memukul leher laki laki itu hingga pingsan.


"huh!!..untung saja" Andreas pun segera bergerak keluar dan bergerak secara perlahan dan juga ia mencoba santai supaya terlihat seperti pengunjung disana.


namun ternyata ketua mereka telah menyadari Andreas telah kabur, ketua tersebut memerintahkan mereka menjaga semua pintu keluar dan mencari keberadaan Andreas.


Andreas menjadi panik, namun sebisa mungkin ia mencoba tetap tenang bahkan ia harus berpura pura berbicara dengan pengunjung disana.


Bunga juga menjadi panik, karena ia tahu jika Andreas telah disekap bersama Andreas itu pun mencoba mencari celah agar bisa kabur dari sana.


ketika keadaan menjadi semakin ramai, Bunga memiliki kesempatan untuk pergi dari sana.


dengan sangat berhati hati Bunga mengendap-endap, sebenarnya ia sangat takut kalau ia akan terlihat namun ia tidak memiliki kesempatan lagi setelah ini.


tiba tiba, ada sebuah tangan menepuk bahu Bunga, betapa terkejutnya ia


"Bunga!!" ternyata itu adalah Andreas.


"tuan anda?!' ucapnya lega


"saya sangat terkejut, ternyata anda" sambung menghela nafas.


"cepat kita pergi dari sini, ikuti saya dengan perlahan" ucap Andreas, ia pun berjalan dengan santai namun tetap berhati hati, supaya tidak ada yang curiga.


"kau jangan tegang" ucap Andreas mengingatkan, wanita itu terlihat tegang


"jika kau seperti itu mereka akan sadar"


"b...baik"


mereka pun hampir sampai didepan pintu, namun pintu itu dijaga oleh pengawal disana.


"bagaimana bisa melewati mereka?" tanya Bunga


Andreas pun berpikir,,,


"aku tahu..." Andreas pun berjalan santai kearah meja minuman, Andreas membawa itu dan berpura pura mabuk,,,


Andreas berjalan kearah pengawal itu dan berakting layaknya orang yang tidak sadar.


"uhhh.." ucap Andreas, ia berjalan sempoyongan dan menabrak salah satu pengawal.


"hei kau apakah kau tidak melihat jalan hah!!" ucap pengawal tersebut marah, bagaimana tidak Andreas minuman yang dibawa Andreas tumpah ke pakaian pengawal itu.


"hehe...maaaaf...tuan..saya tidak sengaja..."ucapnya berlagak mabuk.


"sebenarnya saya ingin mencari pintu keluar, apakah benar disini" ucapnya Andreas menepuk pundak pengawal itu.


Bunga yang memperhatikan sedari tadi untuk menunggu kode dari Andreas.


"benar disini" jawab pengawal itu


"ouh...iya..iya.. terimakasih" ucap Andreas dan merangkul kedua pengawal itu, dan disaat itu lah kode dari Andreas untuk bunga.


Andreas memberi kode supaya Bunga segera keluar dari sana, bunga yang paham pun menurut dan keluar dari pintu itu dengan cepat,,,


Andreas yang masih berakting itu pun melepas rangkulannya setelah tahu jika bunga telah berhasil keluar.


"terimakasih sekali lagi..." lambai tangan Andreas kepada pengawal itu dan pergi dari sana.


Andreas yang masih berjalan sempoyongan pun setelah lumayan jauh ia cepat cepat berlari,,,


"Bunga ayo cepat lari dari sini!!" Andreas pun pergi dari sana.


orang orang menatap mereka aneh, bagaimana tidak mereka berlari dengan sangat cepat apalagi ini masih siang hari.


setelah jauh dari bar itu, mereka berhenti,,,


"apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Andreas masih ngos-ngosan.


"itu tuan... sebenarnya" belum sempat Bunga berbicara, ternyata para pengawal ada didekat sana.


mereka pun berlari lagi,,,


"kau tahu dimana jalan di daerah sini kan?, cepat tunjukkan jalannya" ucap Andreas sambil berlari.


bunga pun menunjukkan jalannya dan pergi meninggalkan daerah itu.


setelah sampai di pinggir jalan,,,


"tuan tempat ini tidak jauh lagi dari tempat mobil anda" ucap bunga menunjuk jalan didepannya.


"baik" mereka berlari beberapa saat dan akhirnya sampai di tempat mobil Andreas ditinggalkan tadi.


"cepat masuk" ucap Andreas, Bunga pun masuk kedalam mobil, Andreas segera menjalankan mobil tersebut,,,


akhirnya mereka benar benar terlepas dari para pengawal yang mengejarnya.


"katakan sebenarnya apa yang terjadi?"


"itu sebenarnya mereka adalah suruhan dari bos Bar yang tadi"


"selama ini saya memang selalu dikejar kejar oleh mereka, karena pernah satu hari saya melihat mereka menjual seorang gadis dan saya melaporkan hal tersebut kepada polisi" sambungnya


"dan ternyata selama ini polisi juga mencari keberadaan para pedagang manusia itu dan pada akhirnya saya yang selalu dikejar oleh bos Bar"


"mereka mengatakan jika tidak akan pernah melepaskan saya begitu saja" ucapnya dengan ekspresi takut.


Andreas yang sedari tadi diam mendengarkan, akhirnya mengerti.


setelah beberapa saat mobil Andreas memasuki gerbang mansion Sagara,,,


Citttt.....


Andreas turun di ikuti oleh Bunga dibelakang nya.


jam telah menunjukkan pukul 3 sore, Sagara pasti akan sangat marah padanya.


benar saja setelah Andreas ada didepan pintu ruang tamu itu, terlihat Sagara yang telah duduk dengan posisi tangan memangku dagunya.


lalu tanpa menatap kearah Andreas Sagara berkata,,,


"hebat sekali....kau telah berani mengabaikan telponku... Andreas" ucap Sagara dingin.


Andreas hanya bisa diam, jika Sagara sedang marah maka tidak ada yang bisa membuatnya tenang, kecuali Zaara.


PRANGGG.......vas bunga itu sudah tidak berbentuk lagi sekarang,,,


"maaf tuan muda, sebenarnya..." sebelum Andreas selesai berbicara Sagara memotong ucapannya.


"kau berani melawanku Andreas" desis Sagara.


"tidak tuan, tapi tolong dengarkan penjelasan saya" ucap Andreas memohon namun dengan suara yang tegas, kerena ia ingin Sagara tahu jika kali ini ia tidak melakukan kesalahan apapun.


Sagara yang mendengar nada bicara Andreas membuat nya tersenyum menyeringai,,,


"heh!..baik... katakan apa yang menjadi alasanmu"


"begini tuan muda...."


Andreas pun menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dengan sangat detail.


Sagara pun menjadi sedikit lebih tenang, ia menatap Bunga yang sedari tadi ada di belakang Andreas.


Bunga yang sadar ditatap oleh Sagara memberanikan diri untuk berbicara,,,


"tuan Sagara tolong jangan marah kepada tuan Andreas, ini semua kesalahan saya" ucap Bunga dengan pelan.


"kesalahan saya karena saya lemah dan hanya bisa melibatkan orang lain dalam masalah saya, namun kali ini saya mohon tolong saya untuk pergi dari negara ini" ucap Bunga tiba tiba.


"apa maksudmu" tanya Sagara


"saya ingin pergi dari negara ini dan melanjutkan hidup dengan cara yang lebih baik lagi, selama ini saya selalu dikejar kejar orang dan juga hidup didalam ketakutan" ucapnya lirih, ia sangat sedih.


"saya mohon bantu saya untuk pergi dari kota ini" mohon Bunga dengan saat sedih.


Sagara sebenarnya tidak ingin melibatkan diri dengan masalah wanita ini, namun jika harus membawa wanita itu pergi dari sini tentu ia bisa, namun setelah ini bagaimana, ia tidak ingin terlibat sama sekali.


seperti tahu apa yang di pikirkan Sagara, Bunga berbicara lagi,,,


"saya akan sangat berterimakasih kepada anda, dan setelah itu saya tidak menggangu anda lagi"


"cukup, baiklah saya akan membawa kau ke negara K namun setelah itu, saya tidak ingin terlibat dalam hal ini lagi" ucap Sagara akhirnya


"Andreas cepat bersiap siap" perintah Sagara


"baik"


bersambung.......