
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Keanu dan Revano adalah anak anak yang berumur lima tahun, sifat dua anak kembar yang sungguh berlawanan, membuat sang umi kadang kadang kesulitan menjaga kedua putranya yang aktif dan cerdas....
Masalahnya!?, Ken dan Ren itu bukan hanya memiliki kecerdasan yang memang luar biasa namun juga terlalu jenius untuk anak seumuran mereka, bagaimana tidak si jaim Keanu sangat cerdas mengunakan komputer dan memahami bagaimana caranya meretas di usia yang masih terlalu kecil sedangkan Revano lebih sering menghabiskan waktu untuk bermain main tapi lagi lagi permainan yang dilakukannya adalah bermain main dengan panahan atupun semacamnya.
"Dimana umi?" tanya Revano kepada Daren, saat ini mereka sudah sampai di perusahaan.
Keanu dan Revano dengan wajah yang tidak sabar untuk segera bertemu dengan uminya, karena Ayana sudah dua hari tidak kembali kerumah karena pekerjaan dan sangat terpaksa meninggalkan dua putranya bersama dengan pelayan.
"Sebentar lagi kita akan bertemu dengan Umi, tapi janji ya sama ayah jika kalian tidak akan menggangu ataupun membuat Umi marah" ucap Daren lalu langsung diangguk-anggukan oleh Keanu dan Revano.
Tokk..tokk!!
Cklek!?
"Umii..." Teriak Revano sambil berlarian menuju Ayana yang terkejut dan juga senang karena kedatangan putranya.
"Anak Umi, kemari sayang!"
Ayana pun memeluk Ken dan Ren sambil sesekali mencium pipi putranya, Ayana memang sangat merindukan mereka tapi Ayana tidak memiliki waktu dua hari ini, tapi Ayana berjalan setelah ini ia akan berusaha untuk selalu ada bersama putranya.
"Umi sangat merindukan kalian, maafkan Umi ya karena tidak sempat pulang"lanjut Ayana sambil menundukkan badannya setara dengan tinggi badan kedua putranya.
"Tidak apa apa kok Umi, tapi kali ini aja ya.."sahut Revano dengan manisnya.
"Benar yang dikatakan adik Ren, bagi Ken juga tidak terlalu masalah,karena Umi telah bekerja keras untuk kami"timpal Keanu dengan nada khasnya, cuek dan santai, namun kalimat tersebut membuat Ayana semakin bersyukur memiliki anak seperti mereka berdua.
"Benar apa yang dikatakan Ken.."tambah Revano membuat Ayana tersenyum mendengar jawaban dari Keanu dan Revano!, anak anak yang sangat pengertian untuk Ayana tapi Ayana juga bersedih, seharusnya ia tidak meninggalkan putra-putranya.
"Sudahlah Ayana lagi pula mereka kesini juga karena ingin menyemangatimu, benarkan sayang!?"ucap Daren berjalan kearah istri dan anak anaknya.
Ayana pun membalas ucapan Daren dengan senyuman!
"Terimakasih karena telah membawa anak anak kemari"ucap Ayana tulus.
Namun apa yang dilakukan Daren?, mendengar ucapan Ayana laki laki itu malah mengubah ekspresi wajahnya menjadi sendu dan bersedih, lalu dengan ekspresi tersebut ia berjalan mendekati Ken dan Ren.
"Huhuhu... sebenarnya ayah agak sedih!"desah lirih Daren memperlihatkan wajah sendu kepada kedua putranya, mencari perhatian!.
"Ayah sedih karena ibu kalian tidak ingin pulang bersama kita, dan sekarang pun Umi marah sama ayah.." lanjut Daren membuat Ayana kikuk dan serba salah terlebih lagi disaat Ken dan Ren menatapnya.
"Eumm..itu..itu!" Ayana menjadi bingung harus mengatakan apa.
"Apa yang kau katakan tuan!"bisik Ayana pelan.
Daren menjadi terkekeh geli, didalam hatinya sangat puas mengerjai Ayana, jika tidak seperti itu mungkin saja Ayana tetap akan melanjutkan pekerjaannya dikantor itu dan tidak sempat mengistirahatkan tubuhnya sendiri.
"Ken..,Ren..tolong bujuk Umi kalian yah..untuk pulang kerumah bersama kita hari ini!"pinta Daren yang langsung disetujui oleh Revano.
"Umi pulang bersama kita ya, lihat ayah pasti sudah merindukan Umi!" seru Revano kepada Ayana, benar benar bingung dibuatnya.
Ayana pun diam diam melihat raut wajah Daren yang ternyata disaat ia melihat, Daren sudah menertawainya dan mengedipkan mata kearah Ayana.
Dasar!,pikir Ayana, lagi lagi Daren membuat lelucon, Ayana tahu jika Daren itu jika sudah kesal ataupun tak bisa berbuat apa-apa lagi, maka akan muncul ide konyol dalam pikirannya.
"Baiklah Umi akan pulang, tapi kalian pulanglah lebih dulu ya karena Umi masih harus menyelesaikan satu pekerjaan lagi" ucap Ayana pasrah, pada akhirnya lagi lagi ia hanya bisa membiarkan ide Daren berhasil lagi padanya.
Binggo!
Daren tertawa puas dalam hati, Ayana..Ayana sangat lucu dan polos, masih sama seperti dulu, pikirnya.
Ayana tidak berubah sama sekali, kadang wanita itu akan sangat sabar dan kuat namun di satu sisi ia juga polos dan baik.
...************...
Sore harinya di kota Liu Liu,
Sagara baru saja selesai memantau perkembangan perusahaan pada beberapa bulan ini, Didalam ruang meeting, Sagara masih terlihat duduk diam sembari memijit -mijit pelipisnya.
Dengan menghela nafas berat!
Sagara kembali menatap laptop yang masih menyala,melihat satu file yang sedang dipantaunya, ternyata dari data yang telah didapatkannya karena pemutusan kontrak kemarin itu, membuat para buruh bangunan kompromi dan mendorong Sagara untuk tidak membatalkan proyek tersebut.
Dampak dari pemutusan kontrak secara mendadak kemarin berhasil membuat klien yang terlibat ikut merasakan dampaknya dan juga para buruh bangunan yang ada didesa tersebut.
Proyek tersebut sebenarnya berada di negara M tepatnya di kota dongzhu, dan bergerak pada pembangunan rumah sakit dan para pekerjanya adalah sebagian dari masyarakat di kota tersebut yang memiliki kemampuan tetapi tidak memiliki lapangan pekerjaan.
Dan disaat Sagara tiba tiba memutuskan untuk menghentikan pembangunan rumah sakit tersebut otomatis berdampak pada buruh bangunan tersebut dan tidak bisa bekerja lagi, dan jika dibandingkan dengan para klien yang juga menanamkan sahamnya pada rumah sakit itu, mereka sedari awal, jika kontrak dibatalkan maka mereka pun tidak akan bekerjasama lagi dan itu adalah salah satu konsekuensi yang harus ditanggung oleh Sagara.
Tokk..tokk!!
"Sagara kau masih disini!?"Andreas masuk dengan membawa dua gelas kopi. Andreas tadinya memang ingin mengambilkan kopi untuk Sagara dan mengantarkan ke dalam ruangan Sagara, namun disaat Andreas ke ruangan tersebut Sagara malah tidak ada disana dan ternyata Sagara masih ada di ruangan meeting.
"Minumlah!"lanjut Andreas sambil meletakan kopi tersebut dihadapan Sagara, Sagara pun kembali menghela napas kemudian mengambil kopi tersebut dan menyeruputnya.
Glukk!!
"Apakah kau masih memikirkan masalah proyek itu?, sebenarnya aku juga sangat menyayangkan tetapi bagaimana lagi disaat ini kita pun belum bisa melanjutkan pembangunan" tambah Andreas.
Sagara tidak memberikan reaksi apapun, tetapi sepertinya ia sedang berpiki!?.
"Bagaimana jika kita sendirilah yang melanjutkan proyek ini!?"ucap tiba tiba Sagara.
"Itu bisa saja tetapi bukankah kau sendiri tahu kenapa sedari awal kita melakukan pembangunan tersebut dengan perusahaan KR group company kan!?"timpal Andreas lagi.
"Aku tahu itu tetapi sekarang bukan hanya masalah kita tetapi juga masalah mereka yang kehilangan pekerjaan mereka disana"
Buruh-buruh kecil yang hanya bergantung pada pekerjaan yang diberikan oleh Sagara, rumah sakit yang akan dibangun juga untuk masyarakat yang ada di kota tersebut. untuk kepentingan rakyat yang ada di desa terpencil dan juga jauh dari pusat kota.
Jadi apapun konsekuensi yang harus diterima Sagara dalam menjalankan proyek rumah sakit ini akan ditanggung jawabkannya nanti.
Sret!!
Sagara berdiri dari duduknya, lalu dengan keputusan yang tiba tiba diambilnya itu.
"Panggil Tisha ke ruanganku!"perintah Sagara yang langsung dianggukkan oleh Andreas.
Sagara dan Andreas pun kembali berkumpul didalam ruangan Sagara sambil menunggu kedatangan Tisha.
Dan setelah kedatangan Tisha, mereka pun kembali membicarakan masalah tersebut.
"Jadi maksud kakak, kakak ingin melanjutkan proyek ini tetapi dengan di dukung oleh keluarga ibu,..eumm!?, itu bisa juga bahkan sangat bagus lagi pula ibu dan ayah juga pernah membangun proyek yang seperti ini"ucap Tisha ketika mendengar semua yang telah Sagara putuskan.
Proyek sebesar itu memang agak sulit untuk dijalankan oleh satu perusahaan saja meskipun perusahaan Sagara juga sangat besar tapi jika didukung lagi oleh keluarga Rahadian maka itu akan semakin bagus.
Rumah sakit dengan semua fasilitas yang lengkap, para dokter yang terbaik dan para perawat semua itu harus mereka pikirkan juga,
Sungguh niat yang sangat tulus dari Sagara,pikir Tisha. Sagara bisa saja membatalkan total proyek ini dan kerugian yang didapatkan Sagara juga tidak seberapa besarnya bagi Sagara tetapi saat ini bukan hanya tentang Sagara seorang tetapi juga para rakyat dikota tersebut yang dalam keadaan sulit.
Jika keluarganya mendengar keputusan Sagara ini mungkin saja akan sangat bangga dan bahagia.
Berarti yang akan dilakukan oleh Sagara selanjutnya adalah pergi ke negara M dan memantau secara langsung keadaan yang ada disana.
Bersambung...