
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
CITT...!!!
BRAK..!!
Andreas keluar dari mobil itu dan langsung berjalan masuk kedalam toko buku itu.
tap...
tap...
tap...
kedatangan Andreas telah ditunggu oleh Rena, Rena sengaja memanggil Andreas datang ke toko siang itu, karena ia ingin menyampaikan pesan kepada Andreas.
"ada apa nona!?" ucap Andreas sangat formal dan terkesan datar.
sebenarnya Rena sangat muak dengan sikap jaim itu namun bagaimana lagi sekarang ini ia membutuhkan Andreas untuk kepentingan Zaara.
"tuan Andreas saya hanya ingin menyampaikan sesuatu kepada anda" ucap Rena mencoba bersabar dengan sikap itu.
"tuan saya ingin mengatakan sesuatu hal yang penting untuk anda, namun sebelum saya menceritakan ini anda harus berjanji terlebih dahulu kepada saya jika tidak boleh ada seorangpun yang tahu pembicaraan kita hari ini" ucap Rena serius.
Andreas hanya diam dan menatap Rena dengan raut wajah yang heran plus bingung, apa maksud dari perkataan itu, pikir Andreas.
"nona anda lah yang memanggil saya kemari jika anda membutuhkan bantuan maka percayalah kepada saya" saut datar Andreas.
Rena membolakkan matanya malas,,,
"tuan saya bukan tidak percaya kepada anda, namun anda disini hanya diminta untuk berjanji"
"apasih sulitnya itu!?" gumam Rena agak kesal.
"huhmm.. baiklah nona saya berjanji!" ujar Andreas tidak ingin berdebat.
"baiklah karena kau telah berjanji,..jadi begini...." Rena pun menjelaskan semua kejanggalan yang baru terpikir olehnya selama ini mengenai Bunga.
beberapa saat Rena mengatakan semua itu Andreas pun hanya diam mendengarkan semua pernyataan dari Rena.
"jadi maksud nona ada hal yang mencurigakan mengenai nona Bunga!?"
"benar namun saya belum pasti mengenai hal tersebut, tapi karena saya khawatir jadi saya meminta tolong kenapa tuan Andreas untuk menjaga Zaara selama Sagara tidak ada disampingnya" ucap Rena dengan pelan dan ramah.
"anda jangan khawatir tentang itu karena menjaga nona muda adalah salah satu tugas saya jadi saya akan menjaga nona muda agar selalu selamat sebisa saya" saut Andreas datar.
"hhmmm... syukurlah jika begitu maka saya akan sedikit tentang, Kalau begitu terimakasih banyak atas waktu anda" ucap Rena lagi dengan perasaan yang sudah muak dengan sikap pria didepannya ini.
"ckk...dasar laki laki jaim nya nggak ketolongan" sewot Rena dalam hati.
"kalau begitu saya pergi dulu"saut singkat Andreas lalu ia pergi dari hadapan Rena.
setelah memastikan jika Andreas sudah pergi baru Rena menumpahkan semua kekesalannya.
"heh!!..dasar ngeselin..huh!!" jika benar benar bukan untuk Zaara maka tidak akan pernah Rena meminta laki laki itu datang.
"huh...sabar..sabar!!" ucap Rena sambil mengelus dadanya sendiri.
disisi lain...
Andreas didalam perjalanannya menuju kantor setelah menemui Rena.
vroomm..!
didalam mobil Andreas sedang memikirkan apa yang sudah didengarnya dari Rena, hal itu cukup membuat Andreas memikirkan semua itu dengan seksama.
"jika benar begitu apa alasannya?" pikir Andreas.
dengan tatapan yang serius Andreas pun kembali fokus mengendarai mobilnya hingga sampai kembali ke perusahaan global group corporation itu.
citt...!!
brak..!!
Andreas segera turun dari mobil dan langsung menuju kantornya sendiri,,,
tap...
tap..
tiba tiba ada seorang karyawan yang menghampiri Andreas,,,
"permisi tuan Andreas" karyawan itu menghampiri Andreas dengan raut yang cemas dan tergesa-gesa.
"ada apa!?" tanya Andreas
"disini rupanya anda, tuan Andreas anda telah ditunggu oleh tuan Sagara diruangannya" jawab karyawan itu.
"baiklah, kau boleh pergi" ucap Andreas lalu ia pun segera menemui Sagara.
Ting!..lift terbuka dan Andreas langsung masuk dan naik kelantai atas kantor Sagara, beberapa saat kemudian lift itu terbuka lagi dan Andreas pun Samapi di lantai atas dan langsung berjalan ke ruangan Sagara.
tap...
tap...!!
dengan langkah cepat Andreas menemui Sagara,,,
cklek...!! pintu itu langsung dibuka Andreas tanpa diketuk terlebih dahulu.
Duk!!! sebuah buku dilemparkan oleh Sagara, lalu dengan raut wajah yang dingin Sagara menatap tajam Andreas.
Andreas hanya diam dan langsung menutup pintu itu dan berjalan mendekati Sagara yang sedang duduk di sofa itu ekspresi yang arogan.
"selamat siang tuan muda" bow Andreas.
namun apa yang didapatkan oleh Andreas hanya sebuah tatapan tajam dan suara yang terdengar dingin itu berkata.
"jangan mencoba bermain main Andreas...!!!" desis tajam Sagara.
"ada apa Sagara!!?" tiba tiba raut Andreas pun berubah, ia melemparkan tatapan yang dingin kepada Sagara.
dari sinilah Andreas semakin yakin jika Sagara memang menyembunyikan sesuatu dari mereka semua.
"apa yang kau tahu Sagara apakah kau memata-mataiku?!" ucap Andreas lagi, ia tidak perduli jika saat ini Sagara bisa saja menghajarnya.
"HEH!!..TERNYATA KAU SUDAH BOSAN BEKERJA DENGANMU ANDREAS!!" benar saja Sagara lagi lagi meledak marah.
"AKU SUDAH KATAKAN BUKAN JIKA KAU TIDAK AKAN MELAKUKAN APAPUN TANPA IZIN DARI KU!!" teriak Sagara menggelegar.
set...!! lalu Sagara berdiri dan mencengkram kuat kerah baju Andreas dan...
BUK...!! satu pukulan mengenai wajah Andreas dengan kuat, akibatnya wajah Andreas menjadi memar.
"Ckk..Sagara kenapa kau menjadi tidak masuk akal seperti ini!!!" desis Andreas masih dengan suara yang lebih rendah dari Sagara.
"aku memang benar jika kau sedang menyembunyikan sesuatu, tapi kau tenang saja Sagara tanpa kau katakan pun aku akan segera tahu!!" ucap Andreas tepat didepan wajah Sagara.
lalu dengan perasaan yang sama matanya Andreas pergi meninggalkan ruangan itu,,,
tap..
tap..
BAMM...!! pintu itu tertutup dengan bantingan keras.
Sagara tidak mengatakan sepatah katapun, ia hanya diam dan menyembuhkan amarahnya sambil menatap kepergian Andreas.
Andreas pun keluar dari ruangan Sagara dengan perasaan kesal..
tap...!
tap..!
"cepat atau lambat aku akan tahu apa yang kau sembunyikan Sagara" pikir Andreas.
Andreas bukan marah karena Sagara yang bersikap tidak masuk akal,namun ia lebih kesal karena Sagara tidak memberitahukan kepadanya apa yang terjadi, kesulitan apa yang dimiliki oleh Sagara sampai sampai ia tidak bisa memberitahukan kepada siapapun termasuk dirinya.
Andreas pun menuju ruangannya,,,
tap..
tap..!!
cklek..!! pintu itu pun terbuka dan Andreas segera masuk kedalam dan mencoba menenangkan pikirannya, mencoba memikirkan kembali kejadian kejadian itu.
Andreas duduk dikursi miliknya,,,
"hal apa itu?!" pikir keras Andreas.
Andreas mengingat-ngingat lagi, kini dalam pikirannya terlintas semua kejadian dari pertengkaran pertama kali dengan niko beberapa hari lamanya itu lalu setelah itu pertengkaran yang terakhir.
"ckk..apa yang aku lewatkan!!?" kening Andreas mengerut, lalu Andreas mencoba menghubungkan kejadian sebelumnya.
"coba aku pikir lagi dari nona muda terserang racun, dokter Carissa yang pertama kali datang juga diserang, namun anehnya Sagara malah tidak terlalu menyelidiki apa yang terjadi hanya mengetatkan penjagaan untuk Zaara!?" gumam Andreas.
sebenarnya apa yang aku lewatkan!?, pikir Andreas.
ia harus menyelidiki ini secepatnya.
tiba tiba...
tok..!!
tok..!!
tok...!!
pintu ruangan Andreas di ketuk dengan keras oleh seseorang.
"tuan Andreas!!"
Andreas membuka pintu itu dengan cepat, sepertinya telah terjadi sesuatu karena ketika ia membuka pintu ternyata yang ada didepan pintu adalah sekretarisnya.
lalu dengan wajah yang terlihat khawatir sekretaris itu memberitahukan kepada Andreas bahwa
"gawat tuan perusahaan cabang yang ada dikota xibei telah mengalami beberapa masalah serius!!" ucap sekretaris itu dengan raut wajah cemas.
dengan bergegas cepat Andreas segera keruangan Sagara dan memberitahukan apa yang terjadi dan ia harus segera mengangani masalah tersebut.
tap...
tap..!
brak..! tanpa mengetuk Andreas memasuki ruangan Sagara.
"tuan muda hal yang telah kita duga telah terjadi!!" ucap Andreas, Sagara yang mendengar hanya menampilkan raut wajah yang datar dan dingin.
"heh!!." lalu dengan seringai diwajahnya Sagara segera berjalan keluar ruangan dan dengan diikuti oleh Andreas Sagara memerintahkan Andreas dengan suara yang terdengar dingin.
"Andreas siapkan keberangkatan ke kota xibei" perintah Andreas.
"baik tuan muda" Andreas pun segera pergi dan menjalankan perintah dari Sagara.
sore hari pun tiba...
tap...
tap...
"tuan muda apakah anda tidak ingin menemui nona Zaara terlebih dahulu?" tanya Andreas membuka suaranya,kini mereka didalam perjalanan menuju mansion Sagara.
"tidak!" saut singkat Sagara.
"hhmm..." Andreas hanya bisa menghembuskan nafasnya.
Andreas pun tanpa bertanya lagi melajukan mobilnya menuju mansion...
vroomm...!!
setelah beberapa 30 menit perjalanan akhirnya Sagara pun tiba di mansionnya sore itu dan langsung bersiap siap untuk pergi malam itu juga menuju kota xibei.
cit..!!
cklek...!!
Sagara pun berjalan masuk ke mansion,,,
"Andreas sampaikan pesanku kepada Zaara, katakan padanya tentang keberangkatan ini" perintah Sagara.
Andreas yang mendengar sedikit lega lalu dengan perasaan yang lega itu Andreas segera meninggalkan mansion menuju kediaman Sagara.
"baik tuan muda!!" Andreas pergi lagi, Andreas meninggalkan Sagara menuju kediaman Sagara dan memberitahukan kepada Zaara tentang keberangkatan itu.
***
Andreas tiba dikediaman itu...
cit...!! mobil berhenti.
tap...
tap...
tap...
Andreas berjalan masuk kedalam dan segera menemui salah satu pelayan dan memintanya untuk memanggilkan Zaara.
"pelayan!" Andreas menghampiri pelayan yang memang ada diruang tengah itu.
pelayan itu pun menghampir Andreas,,,
"ada yang bisa saya lakukan tuan!?" bow pelayan tersebut.
"tolong kau panggil nona Zaara segera!" perintah Andreas, lalu pelayan itu pun pergi menuju kamar Zaara.
dan tak lama Zaara pun terlihat menuruni anak tangga itu,,,
tap...
tap...!!
"tuan Andreas!?, ada apa?... apakah ada sesuatu hal?" tanya Zaara setelah tiba dihadapan Andreas.
"begini nona muda saya kesini hanya ingin menyampaikan pesan dari tuan muda untuk anda" ucap Andreas.
"pesan apa itu?, katakanlah" saut Zaara lalu dengan perasaan yang sedikit senang karena Sagara memberikan pesan untuknya walaupun tidak secara langsung.
"begini nona muda, saya ingin menyampaikan jika tuan muda akan segera berangkat menuju kota xibei karena ada masalah yang terjadi di perusahaan ya h berada dikota tersebut"
"masalah perusahaan!, apakah masalahnya sangat serius?" tanya Zaara menjadi cemas.
"cukup serius namun anda tenang saja karena tuan muda pasti bisa mengatasi permasalah tersebut" jawab Andreas.
"eum...baiklah jika begitu Kalian berhati-hatilah, dan untuk hubby Tolong sampaikan pesanku padanya katakan jaga dirinya baik baik selama berada di kota xibei" kata Zaara, ia berharap sang suami akan baik baik saja dalam perjalanan itu.
"baiklah nona muda dan juga untuk anda berhati hatilah selama tuan muda tidak ada disini" ucap Andreas lagi, Zaara hanya tersenyum.
"nona jika ada masalah telepon saja saya dan ini nomor ponsel saya" ucap Andreas lagi sambil menyodorkan kartu nama miliknya.
"baiklah tuan Andreas" Zaara pun mengambil kartu tersebut lalu.
"kalau begitu saya pergi dulu nona muda"
"baik tuan Andreas" Andreas pun pergi.
setelah perginya Andreas, dengan perasaannya yang cemas Zaara berdoa didalam hatinya, berharap Sagara akan baik baik saja.
"semoga Allah selalu melindungimu hubby" doa Zaara sambil menatap foto Sagara yang terpampang didinding ruang tamu yang baru saja ia letakan disana.
bersambung....