Zaara

Zaara
bab. 84. kematian Meena !!



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


saat ini Bunga telah berhasil masuk kedalam kediaman Sagara dan membunuh satu pelayan membuat para pengawal berkumpul dihalaman itu dan segera mengamankan posisi Zaara dan Meena.


dengan pistol masing masing pengawal mengarahkan pistolnya kearah Bunga, namun Bunga bersikap biasa-biasa saja seperti sudah sangat terbiasa dengan pistol.


"kita bertemu lagi!!"ujar Bunga.


"Bu.. bunga..apa yang kau lakukan!!" dengan suara yang dicoba tetap tenang Zaara menatap Bunga.


"apa yang aku lakukan!!?, bukankah sudah jelas Zaara!!" lanjut Bunga sambil berjalan kearah Zaara secara perlahan lahan.


"apa kau tidak merindukanku Zaara!?" tanya Bunga dengan ekspresi wajah yang sendu namun wajah itu tetap menakutkan bagi Zaara saat ini terlebih lagi disaat ini Bunga telah berani menghilangkan nyawa seseorang.


"jangan mendekat!!" sergah Meena memposisikan dirinya didepan Zaara.


"heh!!...bukankah kau wanita itu!!?" seru Bunga kembali menatap Meena.


"wanita bar!!" lanjut Bunga mengatakan masa kelam itu.


deg!!


"jangan sembarang berbicara nona!!" seru Meena marah namun Bunga malah tersenyum dan semakin mendekati mereka.


"kau tahu Zaara aku sangat iri denganmu" tutur bunga dengan suara yang lirih.


"kau memiliki suami, keluarga, sahabat, penjaga yang mereka semua menyayangimu" lanjut Bunga.


"aku iri sekali dengan kehidupanmu sampai sampai aku ingin menghabisimu"


DEG!!


"kenapa kau melakukan ini padaku Bunga!!, bukankah selama ini aku sangat baik padamu" imbuh Zaara dengan perasaan kecewanya.


"hahahaha...Zaara...Zaara...kau memang sangat naif!!"Bunga tertawa dengan lepas.


"kau masih saja menganggap aku tidak bermaksud apa apa padamu!!,....kau tahu Zaara dari awal hingga akhir tujuanku masuk kedalam rumah ini hanya untuk menghabisimu"


"heh!!..ternyata selama ini aku memang salah menganggapmu teman!!" dengan tatapan yang lebih datar Zaara membalas ucapan Bunga.


disaat ini Zaara kembali mengingat bagaimana mereka bersama selama beberapa bulan dan juga Zaara ingat bagaimana dirinya yang selalu terkena masalah yang disebabkan oleh Bunga.


"ouh..ya kau tahu Zaara bahkan yang merencanakan pertemuan mu dengan Niko juga aku!!"


"apa maksud ucapanmu Bunga!!" seru Zaara dengan suara yang terdengar sangat dingin namun tersimpan amarah yang tertahan.


Bunga tepat berada dihadapan Zaara dan seketika semua pengawal semakin waspada namun langsung ditahan oleh Zaara.


"biarkan ia melanjutkan kalimatnya!!" perintah Zaara ingin mendengarkan semua penjelasan langsung dari Bunga.


"begini sebenarnya akulah yang menyebabkan hubunganmu dengan Sagara hancur!!" saut Bunga.


"ouh...ho...kau pasti tidak menyangka bukan tapi itulah kenyataannya, kau tahu Zaara aku sengaja mengibasi bara api kedalam amarah Sagara"


"dan kau tahu aku mengatakan seolah olah kau berselingkuh, aku mengirimkan foto-foto yang telah diambil oleh mata mataku dan menyebarkannya kepada Sagara" lanjut Bunga tanpa merasa bersalah.


saat ini Zaara benar benar marah dan dengan segenap keberanian Zaara melayangkan tamparannya kepada Bunga...


PLAKKK!!


Bunga terperangah!


"heh!! ternyata tidak seharusnya aku berbaik hati kepada orang yang memang tidak jelas asal usulnya sepertimu!!" dengan suara yang terdengar tegas Zaara sangat kecewa setelah itu ia tidak mampu mengucapkan kalimat apapun lagi.


Bunga yang terperengah, sesaat kemudian menatap lurus kearah Zaara lalu dengan raut wajah licik wanita itu berkata lagi.


"heh!!...kau benar!!, aku memang wanita yang tidak jelas asal usulnya namun sekarang aku tetap senang karena telah berhasil merusak hubunganmu dengan Sagara..!"


Bunga sangat tidak senang ketika ada orang yang mengatakan tentang dirinya namun ia juga tidak mengelak jika ia sendiri tidak bisa mengingat identitas sebenarnya dirinya.


Meena benar benar merasa sangat muak mendengar ucapan Bunga kemudian dengan marah Meena membalas perkataan Bunga.


"kau memang wanita rubah!!, bagaimana kau bisa melakukan itu kepada Zaara!!!" Meena ikut marah mendengar ucapan itu.


"Begitulah jika wanita monster sepertimu!!" lanjut Meena menghardik Bunga dengan suara yang teredam marah.


Meena benar benar naik pitam mendengar ucapan itu sedangkan Zaara hanya bisa diam membeku, Zaara benar benar tidak pernah menyangka seperti inilah sebenarnya Bunga.


"HAHAHAHA....!!"


Bunga tertawa dengan nyaring saat ini, kalimat monster kembali membuat Bunga kehilangan akal sehat dan sekarang diotaknya hanya ada membunuh dan membunuh.


dan dengan gerakan tak terduga tiba tiba Bunga bergerak dan menyerang Meena terlebih dahulu.


set..!!


Buk..!! Bunga menendang perut Meena dengan keras dan menyebabkan Meena tersungkur.


"ugh...huk...huk...huk...!! Meena memegang perutnya dan terbatuk-batuk menahan rasa sakitnya.


"MEENA!!!"


dan dengan serangan itu membuat pengawal bergerak dan segera mendekati Bunga namun lagi lagi gerakan cepat Bunga menangkap tubuh Zaara dan mengarahkan pistol ke kepala Zaara.


"jangan mendekat!!" ancam Bunga.


sedangkan disisi lain...


Didalam mobil Andreas terlihat tengah menelpon seseorang...


Tut..!!


"bagaimana apakah kau telah menemukan keberadaan wanita itu?" tanya Andreas dengan raut wajah yang sangat serius,sedangkan Sagara yang saat ini mengendarai mobil.


"APA!!..KENAPA KALIAN SANGAT TIDAK BERGUNA HAH!!!" sergah Andreas denga suara yang meninggi.


"kenapa kalian bisa membiarkan wanita itu keluar...!!


Tut!! Andreas pun mematikan teleponnya dan saat itu juga dengan suara yang terdengar berat Andreas mengatakan jika Bunga belum ditemukan.


"wanita itu belum ditemukan namun aku yakin dia tidak akan bisa pergi jauh dan kemungkinan besar akan kemana wanita itu!!"


disaat Andreas mengatakan kalimat tersebut tiba tiba Sagara tersadar akan sesuatu.


"****!!" lalu dengan decitan keras mobil Sagara membelok ditengah jalan dan dengan cepat Sagara menuju kembali kerumahnya.


citttttttt....!!


"tuan muda kenapa anda berbalik arah?" tanya Andreas kebingungan.


"kemungkinan wanita itu sekarang ada dirumah"desis tajam Sagara membuat Andreas sontak tersadar. Benar, kenapa mereka tidak sadar sejak awal!!


dan benar saja ketika mereka sampai didepan halaman Sagara dan Andreas terkejut melihat tubuh pelayan yang mati dan lebih syoknya mereka melihat Zaara yang telah berada dicengkeram Bunga sedangkan Meena yang masih tersungkur menahan kesakitan pada perutnya.


"Zaara!!"


"Meena!!"


drap...!!..drap...


Sagara segera bergerak mendekati Bunga dan dengan cepat Sagara mengambil pistol salah satu pengawal dan mengarahkannya kepada Bunga, sedangkan Andreas mencoba melihat kondisi Meena.


"lepaskan Zaara!!" dengan suara yang terdengar dingin dan tatapan mata yang tajam Sagara menatap Bunga.


namun bukanya takut Bunga malah semakin berani untuk mengarahkan pistolnya lebih dekat dengan Kapala Zaara.


"jika kau ingin nyawa Zaara melayang kau boleh saja mendekat namun jika tidak ingin melihat tubuh istri tercintamu ini mati ditanganku maka jangan coba coba mendekat!!" ancam Bunga dengan santainya.


"BRENGSEK!!!" teriak menggelegar Sagara.


namun bukan Sagara namanya jika ia akan terpengaruh dengan ancaman seperti itu lalu dengan kelihaiannya Sagara mendekat secara perlahan namun ia juga tidak lupa untuk mengintimidasi lawan.


"kau kira aku takut pada ancamanmu!, kau tidak mengenal dengan baik rupanya" dengan seringai mematikan Sagara bergerak perlahan dan membuat Bunga semakin tersudut.


"aku bilang jangan berani mendekat!!" seru Bunga meninggikan suaranya.


Bunga semakin terdesak karena para pengawal juga mulai mengepung dirinya dengan isyarat yang diberikan Sagara.


disaat itulah Sagara dengan cepat bergerak mengunci tubuh Bunga hingga Zaara terlepas dari cengkraman Bunga.


"brengsek!!"


Dor!!..


lalu Andreas yang sudah memperhatikan sedari tadi dibelakang Bunga dengan kesempatan itu ia langsung menendang tangan Bunga hingga pistol yang dipegangnya terjatu.


Duk!!


"kau wanita licik dirimu mengira kau akan menang disini hah!!"timpal Andreas marah dan ingin membalas apa yang ia lakukan kepada Meena.


"hahaha...siapa yang tahu!!" tiba tiba dari dalam pakaiannya Bunga mengeluarkan sebuah bom gas


jderrrrr!!!


huk!!...huk..huk...


"SIALAN...TANGKAP DIA!!"teriak Sagara ditengah kabut asap dan mencoba mengejar Bunga yang melarikan diri namun, karena jarak antara halaman dan gerbang cukup jauh membuat luka ditubuh Bunga kembali merembes.


"kau ingin lari kemana hah!!" Sagara dan Andreas berhasil menangkap Bunga namun sekali lagi Bunga bertindak lalu dengan cepat ia melayangkan pukulannya kearah Sagara.


set!!


"hoho... ternyata kau hebat juga bela diri!!" dengan sangat senang Sagara menangkis setiap serangan yang diberikan oleh Bunga.


buk...buk...


tap...tap...tap...


Zaara menghampiri Sagara...


"untuk apa kau kesini!!" imbuh Sagara namun karena hal itu tiba tiba Bunga menyerangkan pergelangan tangan Sagara dan berhasil merebut pistol yang masih ditangan Sagara...dan...


Dor!!


"awas!!" Sagara langsung menangkap tubuh Zaara dan alhasil mereka berputar kearah samping dan mengelak serangan Bunga.


tembakan itu kembali meleset, karena tembakan itu tidak mengenai Zaara dan Sagara Bunga pun kembali menembakkan peluru kearah Andreas yang lengah saat itu.


drap...!!!


"tuan Andreas!!" teriak Meena tiba tiba datang dan dengan brengseknya Bunga malah memindahkan targetnya.


set..!! dan disaat Andreas mengalihkan pandangannya lagi kearah Bunga ternyata ia terlambat karena disaat itu dipandangan Andreas Bunga telah menembakkan pelurunya kearah Meena...


DOR...!!


wossh!!


"akkhh!!!" Meena hanya mampu mengeluarkan suara yang terdengar tercekat sebelum ia terjatuh.


betapa kerasnya suara tembakan yang mengenai dada Meena dan seketika darah segar mengalir.


BUK...! tubuh kecil itu terjatuh.


"MEENA...!!"teriak mereka yang menyaksikan itu.


Andreas berlari sekencang mungkin dan tak lupa ia mengayunkan pistolnya kearah Bunga.


DOR...!!


dengan pistol yang ada ditangannya Andreas membalas serangan itu dan sekali lagi Bunga menderita luka tembak, Bunga tidak bisa melakukan apapun lagi karena luka itu


"bawa wanita itu!!" perintah Sagara kepada para pengawal, lalu setelah itu Sagara dan Zaara menghampiri Meena.


"Meena!!!"


mereka tidak menyangka jika Meena akan tertembak dan tembakan itu tepat mengenai dada kirinya.


"mee...na...!!..jj...aangan!!" Andreas mengangkat kepala Meena perlahan lahan.


tik...tik...!!


Entah sadar atau tidak disaat itu air mata Andreas mengalir begitu pula dengan Zaara.


"humm...akk...!!"dengan napas yang tersengal-sengal Meena mencoba untuk berbicara.


"ja..aanga..a..an..mena..ngis..!!" dengan susah payah meena berusaha mengubah angin menjadi suara yang terdengar lirih penuh kesakitan.


"huk... huk...huk...!!" dengan senyum tipis diwajahnya meena mengangkat tangannya perlahan lahan dan menyentuh wajah Andreas.


"j..jangan menangissss...!!"


"tidak..!!" Andreas hanya menggelengkan kepalanya dan merasa sangat hancur ketika melihat Meena yang kesakitan.


"kau harus tetap sadar!, aku akan membawamu kerumah sakit" ucap Andreas ingin mengangkat tubuh Meena namun Meena mencegahnya.


"t..tidak... biarkan tetap.. seperti ini...!


"aku....ingin mengatakan sesuatu padamu!!" dengan terbata bata Meena mengucapkan kalimat tersebut.


"apa yang kau lakukan hah!?, jangan berbicara dan biarkan aku membawamu kerumah sakit"


Andreas mengangkat tubuh Meena namun lagi lagi Meena memohon.


"aku..mohon..!!" dengan terisak Meena kembali melanjutkan ucapannya.


"aku...ingin berterimakasih kepadamu karena kau telah menolongku dan..." Meena menggantung ucapannya.


"aku mencintaimu Andreas"


DEG!!..betapa terkejutnya Andreas mendengar pengakuan dari Meena.


"selama ini ternyata aku telah jatuh cinta padamu tapi aku takut mengutarakan isi hatiku padamu...aku takut kau menolakku..."


"HUK...HUK..HUK..!!


"Meena Ayo kita pergi kerumah sakit dulu" Andreas semakin khawatir dengan kondisi Meena yang memburuk, namun Meena malah mengabaikan ucapan Andreas dengan senyuman.


"Zaara..!" panggil Meena.


Zaara yang berada disampingnya Meena saat ini juga ikut menangis melihat keadaan sahabatnya itu.


"iya?" saut Zaara.


"hiduplah bahagia dengan Sagara dan jangan sering bertengkar dengannya" ucap Meena dengan senyuman hangat kepada Zaara.


"kau akan baik baik saja Meena, kau bertahanlah dan sekarang kita kerumah sakit" Zaara tidak ingin membiarkan kondisi Meena semakin memburuk.


"tidak..tidak..!..aku lelah dan ingin beristirahat saja" lu dengan perlahan lahan mata Meena mulai tertutup.


"TIDAK..MEENA!!!" Andreas mencoba mengguncangkan tubuh Meena namun usaha itu sia sia Meena benar benar menutup matanya dan sesaat kemudian napas Meena pun ikut berhenti.


"MEENA!!!"


"hik..hik...hi...Meena bangun!!" saat itu Andreas tidak memikirkan apapun selain Meena yang saat ini telah tiada dihadapannya.


sedangkan Zaara sudah tak sanggup berkata-kata lagi dan hanya syok melihat keadaan Meena yang telah tiada sambil ditenangkan oleh Sagara.


Sagara memeluk tubuh Zaara...


"Meena... Meena..!" Sagara hanya bisa mengusap punggung Zaara untuk menenangkannya.


Dengan kesedihan yang mendalam Andreas mengangkat tubuh Meena kedalam pelukannya....


kini kembali terlintas diingatan Andreas bagaimana pertemuannya dengan Meena yang tak berkesan apapun namun sikap gadis itu selalu saja membuat Andreas marah dan kesal.


lalu bagaimana ia menemukan Meena yang ada didalam bar dan sama seperti ini ia tergeletak tak berdaya dan terluka dan sama seperti ini ia juga mengucapkan kalimat dengan diiringi senyuman diwajahnya.


dan yang terakhir, sebuah pengakuan yang beberapa saat lalu didengarnya dari mulut Meena dalam keadaan yang seperti itu.


"gadis bodoh... bagaimana bisa kau mengungkapkan itu sekarang..."


"Disaat aku tidak bisa menemukanmu lagi!!" Andreas tidak terima hal ini,


tik...tik..tik...


"kau sengaja membuatku tidak bisa melupakanmu hah" dengan perasaan yang sangat hancur Andreas menyesali dirinya sendiri yang tak mampu menjaga Meena.


saat itu pertama kali dalam hidup Andreas merasakan kehilangan seseorang yang berarti didalam hatinya.


sekarang hanya tinggal tubuh gadis cantik itu yang tersisa dan hanya kepedihan yang terasa sangat menyiksa.


bersambung....