Zaara

Zaara
bab 57. ternyata



jangan lupa untuk like and coment ya.....🤗


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sagara kembali kerumah dengan seribu rasa penyesalan.


tap....


tap...


tap...


mendengar suara langkah kaki, Bunga yang ada dirumah tamu pun segera berdiri dan berjalan mendekati pintu,,,


"tuan Sagara!!?" ucap Bunga melihat Sagara yang ada diambang pintu bersama dengan Andreas dan Rena.


"Apa Zaara sudah ditemukan?" tanya Bunga cemas.


Sagara dan Andreas hanya diam dan masuk kedalam untuk mengistirahatkan tubuh sejenak, sedangkan Rena ia yang menjawab pertanyaan Bunga dengan menggelengkan kepalanya.


Rena pun juga masuk kedalam dan ikut duduk di sofa dengan rasa yang sangat cemas.


tiba tiba handphone Andreas berdering,,,


drrttt.... drrttt.....dengan cepat Andreas mengangkat telepon tersebut.


"bagaimana apakah ada informasi tentang nona muda"


"Apa!!" ekspresi wajah Andreas menjadi sangat terkejut,,,


"baiklah, untuk selanjutnya kalian tunggu perintah dariku " perintah Andreas kemudian menutup telepon.


"apakah Zaara sudah ditemukan?!" tanya Sagara dengan suara yang berharap.


Andreas tidak langsung mengatakan apapun tapi ia diam sejenak sebelum mengatakan hal yang akan ia katakan saat ini.


Sagara menatap Andreas, menunggu Andreas menjawab pertanyaannya.


dengan menarik nafas dalam-dalam Andreas pun membuka suaranya,,,


"hehmmmm......" Andreas benar benar ragu untuk mengatakan hal ini kepada Sagara, namun bagaimana pun Sagara harus mengetahuinya.


"sebelum aku mengatakan hal ini berjanjilah Sagara kau tidak akan bersikap gegabah" ucap Andreas,ia tidak ingin setelah mendengar hal ini Sagara bertindak tak terkendali.


"jangan berbasa basi, katakan dengan jelas padaku dimana Zaara apakah dia baik baik saja?!!" ucap Sagara menatap tajam ke arah Andreas.


"tuan keberadaan nona Zaara telah ditemukan....


"benarkah!!" Sagara pun mendengar informasi tersebut menjadi lega dan senang.


"baguslah dimana dia?" tanya Sagara senang mendengar hal tersebut, namun tidak seperti Andreas ia semakin semakin ragu untuk melanjutkan perkataannya.


"na..namun...Sagara...saat ini nona Zaara...ada...di" ucapan Andreas di potong Sagara.


"Dimana, cepat kita jemput dia" ucap Sagara sudah tidak sabar untuk berjumpa Zaara, Sagara pun hendak pergi,,,


"berhenti Sagara...." ucap Andreas membuat Sagara berhenti melangkahkan kakinya.


"ada apa Andreas, sekarang kita sudah tahu keberadaan Zaara, apa lagi yang kau tunggu cepat tunjukkan dimana keberadaan Zaara?" Sagara ingin melangkah lagi namun dengan cepat Andreas mengatakan satu hal yang membuat tubuh Sagara membeku seketika.


"nona Zaara sekarang ada ditempat laki laki itu" ucap singkat Andreas.


DEG!!!...


perasaan Sagara yang awalnya sudah sangat lega mendengar Zaara ditemukan, mendengar hal itu seketika kembali marah, lalu dengan tatapan tajam dan suara yang terdengar dingin Sagara berkata,,,


"jangan mengatakan hal yang tidak benar, laki laki itu bagaimana mungkin bisa bersama Zaara" ucap dingin Sagara.


Andreas lagi lagi dengan terpaksa menjelaskan semua informasi yang telah ia dapatkan,,,


"Sagara laki laki itu bernama Niko Alvaro Chen, laki laki yang sama dengan laki laki yang ada di foto, aku telah menyelidiki informasi laki laki itu, Niko adalah anak dari pengusaha yang lumayan besar di kota Liu Liu dan juga salah satu klien kita waktu itu" mendengar semua penjelasan itu membuat Sagara naik pitam.


"KATAKAN DIMANA ZAARA SAAT INI!!!" teriak Sagara mencengkram kuat kedua pundak Andreas.


"Sagara kau harus tenang, sudah aku katakan bukan jangan bertindak gegabah, aku tidak ingin kau bertindak kalap" ucap Andreas


namun semua itu sia sia Sagara dengan tajam berbicara,,,


"Kau mengira aku tidak bisa menemukan Zaara saat ini hah!!" ucap lantang Sagara.


"Jika Kau Tidak Ingin Memberitahukan Kepada Ku keberadaan Zaara, aku akan Pergi Menemukannya Sendiri" ucap Sagara menekankan setiap kalimatnya.


lalu Sagara berbalik badan pergi meninggalkan mereka yang masih mematung tidak percaya dengan apa yang didengarnya, Rena dan Bunga ikut khawatir sekarang.


lalu dengan cepat Andreas menyusul Sagara yang sudah melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, Andreas, Rena dan Bunga pun ikut menyusul Sagara.


Andreas menatap serius kedepan jalan itu mengikuti setiap monuver yang dilakukan oleh Sagara.


***


disisi lain Sagara yang sangat marah ia pun masuk kedalam mobil dan langsung tancap gas dengan kecepatan tinggi.


Vroomm.....!!!


vroomm.....!!!


Sagara melajukan mobilnya dengan sangat cepat, menyalip beberapa mobil didepannya.


Tit.....Tit....tit....!!! suara klakson terdengar sepanjang jalan yang dilewati oleh mobil Sagara ketika ia menyalip mobil dan kendaraan.


Tut....tuut.... ttuttt..


Sagara menghubungi pengawal yang melacak keberadaan Zaara,,,


Tut...


"kirim lokasi Zaara sekarang juga"perintah Sagara saat telepon itu tersambung.


namun bukanya ia dapat jawaban, pengawal tersebut menolak perintah Sagara karena yang bisa menggerakkan pengawal itu hanya Andreas.


Sagara sangat marah mendengar hal tersebut lalu dengan bantingan keras Sagara menginjak pangkal rem dan berhenti mendadak di jalan yang sunyi.


Citttt....!!


"KURANG AJAR, LIHAT SAJA KAU ANDREAS!!"


tak lama mobil Andreas juga sampai di titik Sagara berhenti, melihat Andreas yang sudah ada disana Sagara dengan wajah merah padam ia turun dan menghampiri Andreas dan langsung menghajar kuat Andreas.


BRAKK...!!!


BUK....BUK...BUK...!!!


bertubi tubi Sagara meninju wajah dan perut Andreas, seakan sudah diduga oleh Andreas, Andreas pun hanya menerima pukulan itu sampai Sagara puas.


BUK...!!


"BUK....!!!


"huk....huk....huk.....!!" hantaman terakhir Sagara membuat Andreas sangat kesakitan, dengan memegang perut nya Andreas berkata.


"kau kira aku melakukan ini karena apa Sagara!?... ini untuk kebaikanmu sendiri...huk... huk" kata Andreas


"jika kau ingin menemui Zaara, jangan bertindak gegabah!!" ucap pelan Andreas ia benar benar merasa sakit disekujur tubuhnya.


"BRENGSEK!!!" teriak Sagara.


Andreas dengan sekuat tenaga ia berjalan mendekati Sagara,,,


"aku akan memberitahukan keberadaan Zaara tapi berjanjilah jangan sampai kau bertindak yang akan kau sesali seumur hidupmu" ucap Andreas menepuk pelan bahu Sagara.


sedangkan Rena dan Bunga yang sedari tadi juga sangat cemas ditambah melihat adegan Sagara dan Andreas berkelahi menjadi tambah khawatir.


"benar yang dikatakan Andreas, Sagara saat ini bukan waktunya untuk bertindak tidak masuk akal, Sagara lebih baik kita pergi bersama dan membawa Zaara kembali" ucap Rena


"aku yakin pasti ada kesalahpahaman disini" ucap Rena lagi.


Sagara menutup matanya, menarik nafas kasar,,,


"hehmmmmm....."


"sekarang tunjukkan keberadaan Zaara!" ucap Sagara menatap wajah Andreas dengan sorot mata lebih tenang namun tetap terlihat amarah yang sangat dalam dimatanya.


mereka pun pada akhirnya pergi untuk menemui Zaara bersama sama,,,


disisi lain dikediaman Niko,,,


"mmm...mmm...mmm...." senandung lembut terdengar dari mulut Niko yang tengah berada diruang tamu, tercetak jelas wajah senang Niko,,


"hehehe..." Niko cengir cengir sendiri sambil memanggut- manggutkan dagunya.


"Zaara....Zaara akhirnya aku bisa membawamu kesini" gumam Niko mengingat bagaimana ia bisa membawa Zaara kerumah itu.


Niko yang saat itu didalam perjalanan pulang ia tidak sengaja menemukan Zaara yang berjalan terhuyung-huyung di jalan yang cukup sepi, Niko yang khawatir pun menghampiri Zaara, namun ketika ia baru dihadapan Zaara, Zaara keburu jatuh pingsan.


***


citttt.....!!!


Brakk...!!!


Sagara sampai dikediaman Niko, lalu dengan cepat ia turun dari mobil dan masuk kedalam rumah itu tanpa permisi,,,


pengawal yang ada didepan rumah Niko pun mencoba menghalangi tubuh Sagara, namun karena Sagara terlalu kuat pengawal itu pun tidak bisa menghalangi Sagara.


tap....


tap....


tap....


"minggir jangan halangi jalanku!!" desis tajam Sagara, lalu mendorong tubuh pengawal kebelakang hingga terjatuh.


dengan berteriak nyaring Sagara memanggil nama Zaara,,,


"ZAARA!!!.... ZAARA!!!" teriakkan Sagara bergelegar diruang itu.


Niko yang saat itu berada di lantai dua mendengar teriakkan Sagara lalu dengan cepat ia turun melihat siapa yang berteriak.


betapa terkejutnya Niko ketika melihat kedatangan Sagara, namun dengan cepat ia mengubah mimik wajahnya berlagak santai dan tenang.


tap...


tap...


tap...


"Yo, tuan Sagara selamat datang" ucap riang Niko


"ada apa tuan Sagara malam malam datang kesini?" tanya Niko senang.


Sagara yang mencoba untuk memendam amarahnya itu tetap tenang lalu denga suara tajam Sagara berkata,,,


"dimana Zaara?!" desis Sagara datar.


mendengar pertanyaan Sagara, bukanya menjawab Niko malam menutupi jika Zaara ada disana.


"Zaara!?"


"hahahaha tuan Sagara mengapa kau bertanya istri anda disini, memangnya Zaara kenapa?" ucap Niko tertawa santai.


"jawab pertanyaanku!!" desis Sagara tajam.


Andreas yang takut Sagara kehilangan kendali, ia berbicara kepada Niko,,,


"tuan Niko tolong katakan dimana nona Zaara?" tanya Andreas membuka suaranya.


"bagaimana aku bisa menjawab pertanyaan kalian, sedangkan Zaara memang tidak ada disini" jawab Niko dengan ekspresi wajah berlagak bingung.


Sagara sudah tidak bisa mengontrol dirinya, kemudian dengan lantang Sagara berteriak keras lagi memanggil nama Zaara.


"ZAARA!!! KELUAR SEKARANG JUGA!!"


"ZAARA!!!"


teriakkan Sagara sangat nyaring sampai sampai pelayan yang ada dirumah itu menjadi takut dengan kedatangan Sagara.


tap....


tap....


tap....


tiba tiba terdengar suara langkah kaki dari lantai atas serentak semua menoleh,,,


"Zaara!!!" Sagara menatap tajam kearah Zaara yang berjalan mendekati anak tangga dengan langkah yang terlihat lemah dan masih terhuyung huyung.


Zaara saat itu belum sadar sepenuhnya jika Sagara ada di sana.


"ZAARA!!" ucap nyaring Sagara memanggil Zaara.


DEG!!!


saat itulah baru Zaara menyadari keberadaan Sagara dan yang lainya sedang menatap Zaara dengan berbagai ekspresi wajah.


"hu...bby....!!! mata Zaara terbelalak melihat Sagara ada disana.....


bersambung....