Zaara

Zaara
bab 49. kambing hitam



.....................


Sagara, dokter Carissa memantau keadaan Zaara, mereka tidak ingin ada kejadian yang tidak diinginkan lagi terjadi jika meninggalkan Zaara sendirian.


"sudah saya periksa tuan" ujar Andreas datang kehadapan Sagara.


Sagara hanya diam dan menatap Andreas untuk menginfokan apa yang telah Andreas selidiki.


"tuan wanita itu bukan suster yang dibawa oleh dokter Carissa" ujar Andreas.


mendengar hal tersebut Carissa hanya diam, dan menyimak penjelasan Andreas.


"lalu!" ucap datar Sagara.


tok...tok...tok...tiba tiba ada yang mengetuk pintu kamar,,,


"masuk!" ujar Andreas.


"permisi..tuan muda" ternyata dia adalah kepala pelayan.


"bibi!?" Sagara bertanya-tanya


"bibi mengetahui sesuatu yang mencurigakan" ucap Andreas menjawab pikiran Sagara.


"begini tuan muda, pagi tadi saya ada didapur untuk memantau pekerjaan semua pelayan didapur, saat itu lah saya melihat ada pelayan yang gelegatnya mencurigakan, karena saya khawatir saya mengikuti pelayan itu, dan disaat itulah saya menyaksikan jika pelayan itu memasukkan sesuatu kedalam makanan nona muda" jelas kepala pelayan.


"karena itu lah saya mengikuti nya dan benar jika makanan itu untuk nona muda, namun tidak disangka jika..." ucapan kepala pelayan terhenti.


"hanya pengalihan" ucap Sagara memotong ucapan bibi.


"heh!...benar saja" ucap Sagara tersenyum sinis


"sepertinya mereka ingin bermain main denganku" desis Sagara, tatapan dingin Sagara membuat Andreas, Carissa tahu jika tidak lama lagi ada pertumpahan darah.


mereka berdua sangat kenal sifat Sagara, jika ada yang berani memulai permainan licik dengan Sagara, maka orang itu harus bersiap siap menghadapi konsekuensi dari Sagara, yang pastinya akan membuat orang itu lebih baik mati dibandingkan harus menerima siksaan Sagara.


"aku ingin tahu apa yang telah lewat dari pengawasan ku" desis tajam Sagara.


Sagara kemudian berjalan meninggalkan Andreas dan Carissa, Andreas yang tahu dengan pikiran Sagara pun mengikuti dari belakang,,,


sedangkan Carissa ia hanya tersenyum


"hhmmm.... sepertinya aku harus melihat pembantaian dirumah ini...ckk" pikir Carissa


tap...tap....tap.....


"Andreas, aktifkan semua keamanan dirumah ini, tidak boleh ada yang keluar selangkah pun dari kediaman ini" ucap Sagara sambil berjalan kearah ruangan kerjanya,,,


"baik tuan muda" Andreas pergi untuk melakukan tugasnya,,,


Sagara memasuki ruangan itu,,lalu ia menuju kearah lukisan dinding pojok ruangan itu, Sagara membuka lukisan yang ada di dinding dan ternyata ada sebuah tombol rahasia disana.


kriettt.......setelah tombol itu di tekan, dinding itu bergeser,,,,


ternyata terdapat sebuah ruangan rahasia di dalamnya,,, terlihat layar besar dengan semua alat canggih, layar itu memperlihatkan semua aktivitas yang ada di kediaman besar Sagara.


Sagara memasuki ruangan itu lalu mulai mengaktifkan layar didepannya.


dengan wajah yang serius dan tatapan yang tajam, Sagara mulai melihat semua pergerakan dirumah itu dari sebulan yang lalu ketika bunga mulai memasuki rumah itu.


tak lama Andreas datang dengan cepat,,,


"tuan muda saya telah melakukan semua perintah Anda" ucap Andreas


"Andreas periksa rekaman tanggal 15" perintah Sagara


Andreas langsung memeriksa, dengan seksama Andreas memperhatikan layar didepannya.


***


ditempat lain,,,,


"BRAKK...."


"kurang ajar!!...ini semua karena wanita itu....." ucap wanita misterius itu gusar,,,


dengan perasaan yang marah dan gusar, wanita itu mondar mandir dengan tidak tenang.


"LAKUKAN SESUATU AGAR LAKI LAKI ITU TIDAK MENYADARI RENCANA KU!!" teriak wanita itu marah.


"ba...baik....nona" jawab pelayan itu terbata bata, lalu ia berbalik badan dan pergi,,,


namun belum sempat ia melangkah, wanita itu memanggilnya lagi.


"tunggu!!!"


"ambil ini" perintah wanita itu sambil menyodorkan sebuah botol kecil.


"nona!!...."


"tolong ampuni saya.....nona!!!" dengan perasaan takut pelayan itu berlutut dihadapan wanita itu lalu memohon untuk tidak minum itu.


"kau telah bersumpah setia....jika kau berkhianat..."


"TIDAK!!...tidak nona saya tidak akan memberitahukan kepada siapapun tentang anda...hiks... tolong nona"


"heh!!....maka lakukan ini untuk kesetiaanmu" ucap wanita itu tanpa belas kasihan.


"nona...hiks...saya...." dengan perasaan campur aduk pelayan itu perlahan lahan meminum air itu.


"bagus.... sekarang keluar, sebentar lagi Sagara pasti menyadari sesuatu" ucap wanita itu dengan senyum licik.


pelayan itu pun keluar,,,,


sekarang nasib pelayan itu hanya hitungan jam dari sekarang...., dan sudah bisa dipastikan jika ia tidak akan selamat.


"aku harus mencari cara agar bisa lolos dari kecurigaan Sagara kepadaku" ucap nya setelah pelayan itu pergi.


***


diruang kerja Sagara....


setelah setengah jam berlalu ia memeriksa semua rekaman itu,,,,


dengan perasaan yang sangat marah Sagara menendang kursi, menghempas vas bunga yang ada di ruangan itu,,,,


BRAKKKKKK.....


PRAANGGGG....


"KURANG AJAR....."


"..BIBI....BIBI NAN!!" teriak Sagara keluar ruangan berjalan dengan langkah yang besar.


teriakkan Sagara itu sangat mengejutkan seisi rumah itu, para pelayan berdatangan dengan perasaan yang sudah takut dan cemas, begitu juga dengan para pengawal dan bodyguard Sagara.


"iya tuan muda!?" ucap bibi Nan datang, lalu bibi Nan menundukan kepalanya.


"bibi dimana kamar pelayan yang membawa makanan kepada Zaara" perkataan Sagara sontak langsung dijawab bibi Nan cepat.


"di kamar nomor 22" jawab bibi Nan masih menunduk.


Sagara pun langsung menuju kamar pelayan, dengan diikuti Andreas dan beberapa pengawal yang sebelumnya diminta Andreas untuk ikut.


tap...tap ...tap.....


Sagara berjalan sangat cepat, dan tibalah Sagara didepan kamar pelayan,,,


BRAKK... pintu di dobrak oleh Sagara,,,


"tu...tuan...muda!?" ucap pelayan yang ada didalam kamar itu terkejut,,,


dengan perasaan takut pelayan itu berlutut dihadapan Sagara,,,


"tuan muda....ampuni saya, saya tidak melakukan apapun....tolong ampuni saya...hiks" ucap pelayan itu dengan suara bergetar, pelayan muda itu memohon dengan sangat pilu dan mencoba menyentuh kaki Sagara,,,


"DUK!!!" Sagara menendang pelayan itu sebelum tangan pelayan itu menyentuh kakinya,,,


"siapa yang memerintahkan mu!!" ucap Sagara datar, dengan raut menghunus tajam menatap pelayan muda itu.


"tuan...tuan...tidak...ti...tidak..ada" jawab pelayan itu sambil mendekati Sagara dengan posisi merangkak,,,


"TIDAK ADA...MUSTAHIL...KAU KIRA SAYA BODOH HAH!!" teriak Sagara.


wanita itu hanya bisa memejamkan matanya terlihat seluruh tubuhnya bergetar.


"jadi kau tidak ingin mengaku.... Andreas bawa wanita ini!!" ucap dingin Sagara kemudian ia berjalan keluar,,,


Andreas pun menjalankan perintah Sagara,,,


"pengawal bawa wanita itu" ucap dingin Andreas.


"TIDAK..!!!.tuan ampuni saya" teriak wanita itu memberontak,,,


"DIAM!!" teriak Andreas,wanita itu membisu seketika, sadar jika dirinya benar benar habis kali ini.


semua yang menyaksikan hal itu bergidik ngeri pasalnya jika Sagara murka, maka inilah konsekuensi yang harus ditanggung yaitu hukuman siksaan yang paling kejam dari Sagara.


bagaimana tidak dulu mereka pernah menyaksikan dihadapan mereka Sagara menghukum salah satu pengawal yang berkhianat, pengawal itu disiksa Sagara dengan cara yang tidak bisa mereka bayangkan sebelumnya.


bersambung.....