
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Didalam satu rumah besar yang terletak dipinggir kota Liu Liu ada satu rumah dengan gaya modern berwarna coklat dan putih.
Citttttttt!!
Mobil Daniel berhenti di depan halaman kediaman itu dan dengan cepat Daniel keluar dari mobil dan bergegas masuk kedalam rumah itu.
("Ckk..sejak kapan tuan datang ke negara ini!!?) dengan raut yang di buat setenang mungkin Daniel memasuki rumah itu.
tap...tap...tap...
Dan setelah ia masuk kedalam terlihat ruang tamu yang luas berdominan berwarna coklat dan banyak pajangan pajangan yang terbuat dari kepala hewan.
Disaat itu ada satu pengawal yang menghampiri Daniel dan langsung mengarahkan Daniel untuk segera mengikutinya.
"Tuan Daniel anda telah ditunggu oleh tuan besar!!" ucapnya kepada Daniel.
"Umm.. sekarang tunjukkan jalannya!!" perintah Daniel dengan raut wajah tegas.
tap..tap...
Sesampainya Diruangan Yang Dituju..
Cklek..!!!
Pranggg!!!
Kedatangan Daniel telah disambut oleh vas bunga yang dilemparkan oleh Damian.
Dengan emosi yang meledak-ledak Damian melemparkan vas bunga kepada Daniel untungnya Daniel sempat menghindar.
"Akkhh!!!...sial kau tahu jika Sagara sudah curiga padaku!!" seru tuan Damian kepada Daniel yang telah sampai ditempat itu.
"Sagara telah menargetkanku!!!"
"brengsek!!! lagi lagi aku kalah langkah dengannya!!!"
Brakk!!
Pranngg!!..
"!?" Daniel yang mendengar ucapan tuannya itu ikut membeku, sejak kapan ia bisa kecolongan,bukankah ia telah melakukan semuanya dengan sangat rapi?.
"Tuan saya tidak mengerti!!?"
BRAK!!
"Ini memang salahku seharusnya sejak awal aku hilangkan saja satu keluarga itu!!" desis tuan Damian.
Siapa!?,..siapa yang dimaksud oleh tuan Damian, pikir Daniel, sepertinya selama ini ia belum tahu semua yang dilakukan oleh Damian.
Namun kini satu pertanyaan terbesit dalam pikirannya yang memang sudah cukup lama ia pertanyaan yaitu perihal keluarga Hallen.
("Apakah ini ada hubungannya dengan identitas sebenarnya hallen!?"batin Daniel menerawang semua yang dilakukan oleh damian dalam satu tahun ini.)
Beberapa bulan yang lalu tiba tiba Damian membawa satu gadis yang terluka parah dan ketika wanita itu sadar ia juga sudah kehilangan ingatannya, di sekap oleh Damian dan di pelihara sebagai monster berhati dingin dan kejam.
"jika saya boleh menebak apakah ini ada hubungannya dengan identitas Hallen tuan!!?" tanya Daniel dengan sorot mata yang bertanya tanya.
"*sign....aku benar benar bodoh kali ini...!!!"
Tuan Damian berjalan kearah kursinya lalu dengan tatapan mata yang tajam ia mulai menjelaskan siapa sebenarnya Hallen.
"Hallen adalah putri dari keluarga Adams yang beberapa bulan yang lalu aku membuatnya seolah olah mati...
("Ternyata memang benar seperti dugaanku!?)batin Daniel.
Dari semua rencana Damian hal ini saja yang tidak diberitahukan kepada Daniel dan sekarang ia sudah tahu jika kecurigaannya benar.
"Aku melakukan semua ini hanya untuk membuat rencana ini semakin mudah dan membalas semua yang terlibat dalam kematian putirku, tewas dengan cara apapun ...dan Hallen adalah salah satu orang yang terlibat..!"
"Namun sekarang karena wanita itu juga rencanaku menjadi berantakan!!!" timpalnya.
BRAKK!!
Dengan dendam yang sangat besar kepada keluarga Sagara membuat Damian bertekad membalas semua yang telah dilakukan oleh Sagara.
"Sekarang ini yang bisa aku lakukan adalah menyerang Sagara secara tiba tiba tapi sebelum itu aku ingin menyerang kelemahannya terlebih dahulu!!!"
Deg!!
Daniel membeku!!
Kelemahan yang dimaksud oleh Damian sangat bisa ditebak oleh Daniel.
"Aku ingin kau membunuh keluarga terdekat Sagara, aku ingin kau menghabisi seluruh anggota keluarga Sagara dan istrinya bahkan semua kediaman itu!!" geram Damian dalam kemarahannya.
Rencana telah terbesit dalam pikirannya dan sekarang Damian ingin melihat siapa yang akan menyesal di akhir apakah ia atau Sagara.
"Serang Sagara dan bawa istri Sagara kehadapanku!!, aku ingin menguliti wajahnya terlebih dahulu baru menembak isi perutnya!!"geram Damian.
Mendengar perkataan itu entah mengapa perasaan Daniel menjadi bergetar, seperti ada perasaan marah dan tidak terima disaat Damian merencanakan untuk menghabisi Zaara.
Dengan rahang yang terkantup keras, kepalan tangan yang kuat membuat gejolak dalam diri Daniel semakin memuncak.
Betapa senangnya Damian membayangkan bagaimana tubuh kecil Zaara tak berdaya dibawah pandangannya.
DEG!!!
"Jalankan rencana seperti awal namun aku ingin kau melakukannya dengan segera tanpa bisa di baca oleh Sagara"
"Tapi anda jangan lupa jika Sagara memiliki dua kekuatan besar dibelakangnya bahkan mungkin lebih!!" imbuh Daniel dengan suara yang terdengar datar dan menatap lurus kearah Damian.
"Aku tahu...karena itu aku ingin kau membuat lengah dua keluarga besar Sagara!!
Ide licik apalagi yang direncanakan oleh Damian, namun kali ini Daniel bisa memastikan jika tak lama lagi ada pertempuran yang tidak bisa di elaknya.
"Biarkan ia lengah sebentar lagi!!"
...******...
Setelah beberapa lama ia berada dalam ruangan itu bersama dengan Damian yang sedang marah besar.
Beberapa jam itu dihabiskannya untuk mendengarkan semua rencana terbaru dari tuan Damian karena telah dipastikan jika mereka telah kalah satu langkah dari Sagara.
Brakk!!
"Ckk...sial!!"runtuk Daniel, saat ini Daniel telah pergi dari kediaman Damian,dengan kecepatan sedang Daniel melajukan mobilnya.
Vroomm!!
Daniel akui jika Sagara sangat cerdas dalam menyusun rencana dengan rapi dan tersembunyi bahkan dari pandangannya.
Dan sekarang ia harus menyiapkan semua yang telah di perintahkan kepadanya dan dalam beberapa hari lagi penyerangan akan segera dilakukan.
Namun sekarang otak Daniel tak henti hentinya mengingat apa yang diucapkan oleh Damian.
"Serang Sagara dan bawa istri Sagara kehadapanku!!, aku ingin menguliti wajahnya terlebih dahulu baru menembak isi perutnya!!"
kalimat itu membuat hati Daniel bergejolak, perasaan seperti apa sekarang namun ia sangat marah ketika mendengar kalimat itu.
BRAKK!!
dasbor mobil itu ditinju oleh Daniel sampai isinya berhamburan.
"Brengsek!!!"geram Daniel sambil menatap lurus kedepan jalan.
"kenapa aku tiba tiba ragu seperti ini hah!!!"runtuk Daniel melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Ditengah kota yang mulai tengah malam itu, membuat Daniel menjalankan mobilnya dengan ugal-ugalan.
Vroomm...!!... Vroomm!!!...
Diinjaknya pedal gas kuat kuat dan melajukan mobilnya dengan menyelip beberapa kendaraan didepannya.
Saat ini Daniel tidak mengerti apa dan mengapa tapi yang pasti dibenaknya saat ini hanya ada Zaara, Zaara dan Zaara.!!
"Akkkhhh.... Zaara!!!"
Citttttttt!!!
BRAKK!!
Mobil itu dihentikan mendadak oleh Daniel tepat disisi jalan taman kota.
Daniel turun dari mobil dan dengan perasaan yang campur aduk membuatnya meremas kuat kepalanya sendiri.
"Sial...sial...sial!!!"
Disaat kekacauan datang melanda hatinya tiba tiba ada satu pengamen cilik menghampirinya...
Dengan sorot mata yang bertanya tanya Daniel menatap pengamen kecil itu, malam malam seperti ini kenapa bisa ada pengamen jalanan bahkan dia adalah anak anak berusia 10 tahun mungkin!?.
"Ada Apa Hah!!?" Daniel menggeram, ditatapnya wajah pengamen yang terlihat polos.
"Om..yang waktu itu ya!!?"celetuknya.
"!?" siapa pikir Daniel namun karena sekarang ia sedang emosi bahkan anak kecil saja ia bentak.
"Jangan mengganguku pergi sana!!" bentak Daniel.
"ihhh...om..galak kan aku cuma bilang om itu yang waktu itu kan yang bersama kakak bidadari!!" sahut pengamen cilik itu.
Daniel pun menatap dengan sorot mata yang menyeledik dan setelah ia sadar ternyata anak didepannya ini adalah anak jalanan yang bersama Zaara tempo hari.
"ihhh...om galak..aku kira om itu pacar kakak bidadari ternyata bukan!!" lanjutnya mengatakan kalimat yang berhasil membuat Daniel membulatkan matanya.
"Apa Maksudmu Hah!!"
"Iya... kakak bidadari itu tidak suka pria kasar!!, kau tidak cocok sama kakak bidadari huh!!" anak itu pun melongos pergi setelah mengatai Daniel.
"Heh!!...apa Maksudmu Hah..dasar!!" timpal Daniel geram ingin sekali ia mengejar anak yang keburu lari itu namun di urungkannya niatnya.
"heh!!... kakak bidadari!!
Dengan raut yang kecut ia kembali kedalam mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumahnya.
Bersambung...