
Hai semuanya 🤗 jangan lupa untuk selalu mendukung karyaku ya...🙏
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Hei!?"sapa Sagara tiba tiba menghampiri seorang anak kecil yang tempo hari pernah dilihatnya didekat taman kota, bedanya saat ini Sagara menghampiri Revano yang tengah duduk di depan sebuah bangunan yang bertuliskan TK harapan kasih.
Disiang hari itu, Sagara yang telah selesai berbincang bincang dengan para buruh yang ada di lokasi pembangunan, Sagara yang dalam perjalanan pulang, yang secara tidak sengaja melihat kembali anak yang pernah ia lihat juga di taman kota beberapa hari yang lalu.
Revano menatap Sagara dengan raut yang sedikit terpaku, dan kemudian wajah itu tersenyum lebar.
"Siapa kau paman!?, tapi paman mirip dengan kakak Ken" celetuk Revano, Sagara yang mendengar itu menjadi tersenyum, ia tersenyum karena ternyata Revano itu sangat ramah, jauh berbeda dengan pikirannya.
"Paman tidak sengaja melihatmu tadi, Apa boleh Paman duduk disini?" sahut Sagara, Revano menganggukkan kepalanya.
"Ngomong ngomong siapa itu kakak Ken?" lanjut tanya Sagara
"Kakak Ken itu saudara kembarku, sangat mirip dengan paman jika tidak tersenyum"sahut Revano polosnya.
Saudara kembar?, jika begitu bukankah bisa dikatakan anak kecil yang dihadapannya ini juga mirip dengannya, pikir Sagara terkekeh geli, Benar benar polos dan jujur.
"Lalu dimana dia?"tanya Sagara
"Ada!, kakak Ken masih didalam toilet"sahut Revano.
"Ouh..begitu, tapi ngomong ngomong paman belum tahu namamu siapa , siapa namamu?" ucap Sagara ber-ouh lalu dengan tatapan yang ramah Sagara bertanya nama Revano.
"Namaku Revano, kalau paman siapa?" sahut Revano bertanya balik kepada Sagara.
"Nama paman...!
"Hei Ren..!" sergahnya membuat ucapan Sagara terpotong.
Suara Sagara terpotong karena tiba tiba ada suara anak kecil yang terdengar dingin memotong ucapannya.
"kakak Ken!" timpal Revano berdiri mendekati Keanu yang tengah menatapnya dengan tatapan datar.
Degg!!
Dan ketika Sagara menoleh kearah Ken dan Ren, tiba tiba entah mengapa ia merasa sangat familiar dengan anak yang dipanggil Ken itu.
Entah mengapa disaat ia benar benar melihat wajah Ken, apa yang dikatakan oleh Revano itu benar jika ia dan Ken yang ada dihadapannya saat ini benar benar mirip.
Dingin dan cuek!
"Kau lupa apa yang dikatakan oleh ayah, jika bertemu dengan orang yang tidak dikenal itu jangan terlalu dekat" ucap tandas Keanu kecil.
Heh!, Sagara merasa saat ini ia tengah melihat dirinya sendiri, seperti cermin. Sagara tersenyum lembut lalu dengan suara yang terdengar ramah, Sagara mencoba berbicara dengan Ken.
"Jangan takut..."
"Siapa yang takut, aku hanya tidak suka berbicara dengan orang yang tidak dikenal...!" potong Keanu lagi, namun lagi lagi Sagara hanya tersenyum.
"Baiklah jika tidak suka berbicara dengan orang yang tidak dikenal, tapi disini paman ingin berkenalan sama kamu boleh?" tanya Sagara melanjutkan kalimatnya.
"kakak Ken kenapa sangat dingin, harusnya tidak seperti itu, kak Ken lupa ya... apa yang dikatakan oleh Umi" sungut Revano mengingatkan.
"Lagi pula Ren lihat paman ini baik"lanjut Revano menilai penampilan Sagara yang terlihat rapi dengan kemeja hitam yang menawan.
"Huhmm...!" runtuk Keanu membuang mukanya kearah lain,
Sagara memperhatikan setiap raut wajah yang ditampilkan oleh Ken, terasa dingin dan cuek dan apa apa yang tidak disukai oleh Ken itu hampir mirip dengan kebiasaannya.
Satu ide muncul dipikirannya!?
"Sepertinya Ken dan Ren adalah anak yang cerdas, paman sangat salut dengan sikap dan cara kalian berpikir,...eumm..begini saja bagaimana jika kita bertemu lagi nanti" ucap Sagara pada akhirnya, Sagara merasa sangat penasaran dengan Ken dan Ren.
"Tapi sebelum itu paman ingin memperkenalkan diri terlebih dahulu agar kita saling mengenal, bagaimana?"
"Ren sih setuju saja!" jawab Revano spontan, tapi Keanu tetap kekeh.
Drrttt!!
Tapi tiba tiba telepon Sagara berdering, dilihatnya ternyata sebuah pesan yang dikirim oleh Andreas.
Setelah membaca pesan tersebut, Sagara pun langsung menutup handphonenya,
"Hem...baiklah bagaimana jika besok kita bertemu lagi disaat kalian telah selesai belajar nanti paman akan menemui kalian disini pada jam yang sama ..." lanjut Sagara mengatakan kalimat tersebut karena ia harus pergi sekarang juga.
"Baik paman...janji ya jika paman mengingkari perjanjiannya maka paman telah berbohong"
"Tentu saja..., Bagaimana dengan kakak Ken?"imbuh Sagara menatap Keanu.
"Terserah padamu saja" Lalu Ken pun pergi dari hadapan Sagara karena ternyata mobil yang menjemput mereka telah tiba.
Heh!, benar benar anak yang menarik.
Revano segera menyusul, tetapi sebelum itu ia sempat berbisik ke telinga Sagara,
"Paman nama kakak Ken itu Keanu, besok jangan lupa datang ya..."ucap Revano berbisik lalu pergi meninggalkan Sagara yang tersenyum kearah Revano yang memasuki mobil.
Keanu dan Revano! Anak anak yang lucu!, pikir Sagara, lalu ia pun juga pergi dari sana dengan perasaan yang lebih bahagia.
***********
Sesampainya dirumah,
Keanu yang masih kesal berlalu begitu saja dari hadapan Revano. masuk kedalam kamarnya yang berada dilantai atas.
"Keanu sayang...kau tidak melihat Umi disini ya...!?" tanya Ayana disaat Keanu yang masih di atas tangga.
Keanu berhenti ditengah anak tangga, lalu menghadapkan tubuhnya kearah Ayana yang ada dibawah.
"Maaf Umi Ken tidak menyadari jika Umi sudah pulang.." jawab Keanu jujur, Keanu memang tidak memperhatikan ruang tamu saat ia masuk tadi, karena itulah ia tidak melihat jika Ayana sudah ada disana.
Ayana pun tersenyum lega, ia kira kenapa dengan putranya itu.
"Iya Umi maafkan kakak Ken ya.." imbuh Revano juga meminta maaf, sepertinya kedua anaknya sedang menutupi sesuatu agar Ayana tidak khawatir, ataupun tidak curiga.
Revano pun menyalimi sang Umi lalu dengan cepat menyusul keanu yang ada diatas tangga dan mereka pun masuk kedalam kamar mereka.
"Ada apa anak itu!?"gumam Ayana bertanya tanya.
Ayana pun berjalan kearah luar untuk menemui pelayan yang telah menjemput kedua putranya tadi,
"Permisi Bi!" sapa Ayana ramah kepada pelayan itu,
"Nyonya!,...ada apa nyonya?" tanya pelayan tersebut agak terkejut dengan kedatangan Ayana yang tiba tiba ada dibelakangnya.
"Begini Bi, tadi disaat bibi menjemput Ken dan Ren apakah mereka sedang bertengkar?" tanya Ayana
"Tidak nyonya" sahutnya.
"Begitu...tapi kenapa dengan Ken ya Bi, soalnya sikapnya Ken agak berbeda" lanjut Ayana sembari berpikir.
"Ouh..iya Nyonya muda baru saya ingat tadi disaat saya menjemput anak anak ada seorang pria yang berbicara dengan Ken dan Ren, tapi saya tidak tahu maupun mendengar apa yang mereka katakan" jawab pelayan lagi,
Benar!, soalnya disaat pelayan itu datang bersama dengan pak supir, Ken dan Ren memang terlihat bersama dengan seorang pria tapi Ken lebih dulu pergi dengan raut wajah yang kesal.
"Heum..begitu baiklah terimakasih Bi karena telah menjawab pertanyaan saya.."
"Kalau begitu saya masuk terlebih dahulu" Ucap Ayana sopan kepada pelayan yang telah lama menjaga Ken dan Ren sejak masih kecil itu.
Malam harinya...
Tok... tok!!
Saat ini Ayana tengah berada didepan pintu kamar Keanu dan Revano,
"Boleh Umi masuk sayang...!?" tanya Ayana dari luar, lalu tiba tiba handel pintu itu terbuka dan terlihat Revano yang membuka pintu.
"Umi!?"
"Boleh Umi masuk.."
"Boleh kok Umi" Ayana pun masuk kedalam kamar kedua putranya, melihat sekeliling kamar itu dan melihat Keanu yang sedang duduk didepan sebuah komputer miliknya.
"Sedang apa Ken?" tanya Ayana sambil mengusap puncak kepala Keanu dengan lembut.
"Biasalah Umi, Ken sedang bermain main"sahut keanu terdengar lebih lembut ketimbang dengan siapapun saat ini yang mengajaknya untuk berbicara.
Bermain main!,
Ayana tersenyum disaat itu juga, bermain main dengan huruf huruf yang berbentuk kode atau skrip dalam bahasa pemrograman, yang dimana biasanya dipakai untuk menjalankan perintah dalam komputer.
Apa yang tengah dilakukannya, pikir Ayana namun ia tidak melihat apa yang tengah dilakukan oleh Keanu karena Keanu langsung menutup komputernya.
"Kemarilah sayang-sayangku" pinta Ayana merentangkan kedua tangannya,
Keanu dan Revano pun menurut lalu mendekap tubuh Ayana dengan lembut, Ayana memeluk kembali tubuh putra-putranya.
"Jika ada sesuatu katakanlah kepada Umi" ucap lembut Ayana.
lalu Revano menoleh dengan cepat!
"Kalau begitu Ren mau mengatakan sesuatu kepada Umi..."
"Ya apa itu!?"
"Tadi kami bertemu dengan seorang paman, Umi. tapi kakak Ken terlalu cuek, dan Ren kira paman itu cukup baik" ucap Revano mencoba menjelaskan maksud dari perkataannya namun menjadi cukup lucu.
"Begitu..." Ayana mengangguk anggukkan kepalanya tanda mengerti.
Ternyata itulah permasalahannya, Ken yang cuek memang tidak terlalu suka dengan orang asing dan Ren yang sangat ramah dengan orang baru dan sangat supel, tetapi karena Ken juga mengkhawatirkan Ren jadilah Ken hanya bisa menyampaikan pesannya lewat sikap Ken yang dingin.
"Ken dan Ren adalah anak anak Umi yang sangat pintar, Umi yakin kalian sangat pandai dalam menilai seseorang tapi bukan cuma penampilan dan sosok didepannya saja"
"Apa yang dilakukan Ken itu sudah benar tapi Umi harap Ken bisa lebih ramah dan baik di kemudian hari, dan untuk Ren sudah sangat baik bagi Umi tapi juga harus selalu ingat untuk berhati hati..." lanjut Ayana memberikan pengertian.
"Tapi Umi jadi penasaran dengan paman yang Ren sebutkan, Siapa namanya?" tanya Ayana kemudian.
"Tidak tahu karena paman itu keburu pergi, jika Umi mau bertemu bagaimana besok Umi ikut menjemput Ken dan Ren..."
"Heumm...itu sepertinya Umi tidak bisa,jika tidak keberatan nanti Ken dan Ren ceritakan kepada Umi bagaimana!?" sahut Ayana sambil menghela napasnya.
"Baik"
Ayana dan kedua putranya pun pada akhirnya tidur bersama sama di dalam kamar itu, dan kemudian setelah Ken dan Ren terlelap baru Ayana keluar kemudian beristirahat dikamarnya yang berada tepat dua kamar setelah kamar Ken dan Ren.
Ayana memang sengaja tidur terpisah dengan Daren karena satu alasan yang mengharuskan Daren juga menyetujuinya.
Bersambung...