
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"ada apa dengannya!?" Sagara mengedipkan matanya beberapa kali, ia tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Zaara padanya.
namun ditengah -tengah Sagara berpikir, handphonenya tiba tiba berdering...
tut!
"halo ada apa Andreas, apakah ada informasi?"
"begitu...!!?"
"heh!!..ternyata mereka benar benar gigih!!!"
"baiklah sekarang kau selesaikan saja urusanmu disana" lalu Sagara pun mematikan teleponnya.
disisi lain...
"apa yang dikatakan oleh tuan Sagara!?" tanya Meena, ternyata yang menelepon Sagara adalah Andreas.
"dia setuju lagi pula masalah ini memang belum terpecahkan dan saat malam itu juga aku hampir mendapatkan laki laki itu namun aku kehilangannya" ucap Andreas.
mendengar perkataan Andreas ekspresi Meena tiba tiba berubah menjadi sendu.
"maaf karena aku urusanmu jadi kacau" ucap Meena dengan raut wajah yang bersalah.
"apa yang kau katakan nona Meena kau tidak ada hubungannya dengan ini"saut Andreas dengan formal seperti biasanya.
"nona Meena!?...eihh lama juga aku tidak mendengarmu memanggil namaku dengan formal" ledek Meena terkekeh, ucapan formal itu membuat Meena melupakan rasa bersalahnya tadi.
"sudahlah Meena kau beristirahatlah,aku akan kembali menemukan pelaku sialan itu"saut Andreas kembali bersikap santai.
"eummm...pergilah,namun kau harus berhati-hati karena mereka juga tidak bisa diremehkan" ucap Meena yah walaupun kekuatan laki laki didepannya ini juga tidak bisa diremehkan bahkan Andreas juga memiliki kuasa atas kota itu.
"kaulah yang harus berhati hati" saut Andreas berlalu pergi dari sana dan langsung menuju kamar lain di hotel itu.
tap...
"bagaimana perkembangan masalah ini apakah kalian telah menemukan jejak mata mata itu?" tanya Andreas setelah berada di ruang itu yang ternyata ada beberapa pengawal yang telah diperintahkan olehnya disana.
"sudah tuan Andreas kami telah mendapatkan jejak pria itu dan dia ada di sebuah desa kecil di pinggir pulau selatan" jawab pengawal berjas hitam itu.
"bagus Sekarang kita segera berangkat namun sudah kalian pastikan bukan jika pergerakan ini tidak diketahui oleh lawan!?"
"kami telah menjalankan semua perintah anda tuan, agar tidak membuat musuh curiga"
"bagusss...sangat bagus setelah ini mungkin saja aku bisa menaikkan pangkatmu" ucap Andreas sambil menepuk pundak pengawal tersebut.
pengawal tersebut hanya tersenyum tipis lalu mereka segera bergerak ketempat mata mata tersebut berada.
satu jam perjalanan mereka sampai di pulau selatan tepatnya disebuah desa kecil di pinggir pantai.
"kalian sudah siap!?"dengan aba aba dari Andreas semua pengawal khusus tersebut langsung bergerak dengan langkah yang hati hati dan penuh perhitungan.
"kalian menyebarlah dan cek setiap rumah yang ada disini!!"perintah Andreas dengan tegas.
"BAIK!!"
mereka semua menyebar kesetiaan rumah yang ada di pinggir pantai itu dan berharap segera menemukan pelaku.
drap...drap...
dan setelah beberapa lama akhirnya pelaku berhasil tertangkap oleh salah satu pengawal Andreas, dan laki laki itu tidak melawan sedikitpun.
"bagus akhirnya aku menemukanmu!!" dengan wajah yang menyeringai Andreas menatap wajah pria tersebut.
"bawa kembali ke markas!!" perintah Andreas.
mereka kembali kepusat kota dan langsung menuju markas yang dimaksud Andreas.
citttt!!.. iring-iringan mobil tersebut berhenti tepat didepan sebuah bangunan besar yang terlihat tua dan rusak disisi-sisi bangunannya.
cklek..!
"cepat keluar!" mata mata itu keluar dengan di tarik oleh pengawal yang menjaganya dan segera masuk kedalam bangunan itu.
setelah masuk kedalam ternyata terdapat satu ruangan tanpa pintu dan didalamnya terdapat banyak senjata api dan alat siksa lainnya.
disaat melihat semua alat penyiksaan itu membuat nyali pria itu langsung menciut namun ia tetap bungkam di hadapan Andreas.
"ikat dia!" perintah Andreas dengan suara tegas, pria itu pun di ikat oleh mereka dan di dorong hingga terduduk di bangku yang telah mereka siapkan.
"sekarang kau tidak bisa kemana-mana jadi ku harap kau tidak bertindak gegabah..."
"menurutlah!!" desis Andreas tepat di depan pria itu.
"huhmmm....aku muak bertele-tele" sambung Andreas kemudian berjalan kearah senjata senjata itu.
"lihatlah sekarang aku membuat pilihan untukmu...mati tertembak atau mati dengan tertusuk!?" dengan seringai lebar, Andreas sangat senang memprovokasi lawan bicaranya.
deg!!
"cepat buat pilihanmu sebelum aku yang memutuskannya" sambung Andreas.
"satu...!!...dua...ti..."
"BERHENTI, APA YANG KAU MAU!!?" sergah pria itu cepat membuat Andreas semakin senang.
"apa yang aku mau!!?, tentu saja jawaban dari mulutmu!" imbuh Andreas dengan wajah yang tersenyum lebar.
"pengawal ambilkan saya kursi!" perintah Andreas lalu pengawal pun langsung mengambil kursi untuk Andreas.
"huuuuh...harusnya kau mengatakan semua dari kemarin" ucap Andreas sambi mendudukkan tubuhnya.
set..!
"baiklah kita mulai, sekarang jawab pertanyaan ini dengan jujur!!"
"siapa bos mu?" tanya Andreas
"heh!..bos!?...saya tidak tahu" saut pria itu santai.
brak!!
"jangan bercanda!"
"tuan Andreas saya tidak bercanda, untuk apa saya berbohong sekarang, bukankah aku telah tertangkap dan tidak bisa kabur lagi"
"jangan memancingku!!!" suaranya terdengar dingin.
"karena sebentar lagi saya akan mati untuk apa saya menutupi hal ini dari anda sekarang karena pada dasarnya saya juga sudah menjadi alat penghancur" ucap pria itu dengan santainya bahkan sekarang ia terlihat sangat pasrah.
"katakan!!"
"tuan Andreas kenapa anda sangat tidak penyabar... baiklah akan saya ceritakan kepada anda semua yang saya tahu..." setelah mendapatkan tatapan mengerikan dari Andreas pria itu pun menceritakan semua dengan suka rela.
"saya adalah mata mata yang ditempatkan jauh sebelum Ratan Lee masuk, lebih tepatnya keberadaan saya untuk memantau seorang wanita yang akan menjalankan rencana dari bos besar"
"apa maksud dari ucapanmu!!?" Andreas tidak mengerti apa yang dimaksud pria itu, memantau!?.
"tugas saya hanya memantau keadaan dan akan mengatakan informasi apapun yang saya dapatkan" ucapnya lagi.
"jangan berbohong, kau kira aku bodoh hah!!?"ucap Andreas.
"saya tidak berbohong itu adalah kenyataannya dan informasi yang lain saya tidak tahu" sautnya semakin membuat Andreas muak.
set...!
"wow...tuan Andreas apa yang kau lakukan!!" ucap pria itu ketika melihat gerakan cepat Andreas dan langsung menyodorkannya sebuah pistol.
"kau tahu aku tidak suka terlalu banyak berbincang bincang!!...jadi sekarang katakan padaku siapa yang kau maksud wanita itu?"
"ouh..ho jadi kau tidak ingin membuka mulutmu!!" Andreas menembakkan peluru kearah laki laki itu.
pria itu hanya diam...tapi tiba tiba ia kembali melanjutkan ucapannya namun sekarang ia membahas hal lain yang membuat Andreas baik pitam.
"tuan Andreas santailah sedikit dari pada membicarakan tentang wanita itu lebih baik kita membahas tentang wanita yang bernama Meena itu!!"
"Apa yang kau maksud hah!!!" desis tajam Andreas.
"melihat reaksimu sepertinya wanita itu berharga bagi anda tuan!!" pria itu membuat emosi Andreas meningkat.
"jangan mencoba bermain main denganku..."
"hehehehe tuan, wanita itu sangat cantik dan seksi"
"KURANG AJAR!!" teriak Andreas marah.
set...!
dor!!
DEG!! tembakan itu tepat mengenai dinding dibelakang kepala pria itu.
"JANGAN KURANG AJAR!!"
"KAU LUPA SIAPA SAYA!!!"
"kau lupa marga belakangku, jika kau lupa aku bisa mengingatkanmu!...ingat ini baik baik aku adalah Andreas Mahartama"
deg...deg...
seketika tubuh pria itu terlihat gemetaran disaat tahu nama belakang yang disandang oleh Andreas.
"hahahaha...kau tidak menyangka bukan!!"
"benar akulah putra tunggal keluarga Mahartama" sambung Andreas berhasil meruntuhkan keberanian dari pria itu.
Mahartama salah satu nama keluarga terpandang dinegara itu setelah Ardiaz dan Rahardian,keluarga Mahartama memiliki kuasa atas kota xibei bahkan terkenal sebagai pasukan khusus yang sulit untuk disentuh apalagi dihancurkan.
menjadi salah satu keluarga konglomerat yang disegani tidak menjadikan keluarga itu tersorot media bahkan cenderung misterius apalagi tuan muda keluarga itu yang sampai sekarang orang orang tidak tahu siapa putra tunggal keluarga Mahartama.
"jadi....aku peringatkan padamu agar tidak berbicara sembarangan yang akan membuatmu menyesalinya seumur hidupmu,...kau mengira tembakan ini lolos begitu saja dari mu!!"
deg!!
"sekarang katakan siapa wanita itu dan jangan mencoba untuk mengalihkan pembicaraan!"
"wa...wa..wanita ituuu...bernama Hallen" sautnya terbata bata.
"hallen!, baiklah aku juga pernah mendengar nama ini... sekarang katakan padaku dengan jelas kapan wanita ini masuk kedalam perusahaan dan dimana sekarang dia!?"
"wanita ini masuk keperusahaan dua bulan lamanya tapi...ta...tapi...saya tidak tahu dimana dia sekarang" sautnya lagi, sekarang tidak ada kebohongan yang keluar dari mulutnya.
"satu bulan!!"
Andreas semakin penasaran siapa wanita itu dari semua mata mata yang berhasil ditangkap oleh Andreas selalu mengatakan jika mereka hanya alat pancing dan dalang utama dibalik semua kejadian ini mereka tidak tahu dengan pasti.
"apakah mulutmu bisa dipercaya!?" tatap curiga Andreas.
"kau bisa memegang ucapanku tuan" sautnya singkat namun setelah mengucapkan kalimat tersebut tiba tiba tubuh pria itu kejang-kejang dan mengeluarkan darah dari mulutnya.
"gawat!!" Andreas bergerak mendekati pria itu dan langsung memeriksa keadaannya.
deg..!
"dia telah mati!!" betapa terkejutnya Andreas ketika menemukan keadaan pria itu mati akibat keracunan.
"bagaimana bisa!?"
tap..
tap..!
"tuan sepertinya benar jika mereka hanya dijadikan alat dan akan dihabisi jika sudah waktunya" ucap salah satu pengawal Andreas yang baru tiba dari luar karena ia harus mengangkat teleponnya.
"apa maksudmu!?" tatap Andreas.
"tuan, baru saja saya mendapatkan kabar jika Ratan Lee telah tiada dan yang lebih mengejutkannya mereka mengatakan jika tubuh Ratan Lee kejang-kejang dan mengeluarkan darah dari mulutnya, sama halnya dengan pria ini alami" jawab pengawal itu.
"benar!"
tap..tap..!
Andreas sedang berpikir keras, wanita itu datang dua bulan lamanya dan bisa jadi lebih, begitu juga perusahaan Sagara yang awalnya baik baik saja namun dengan waktu yang singkat mengalami masalah,
"jika dilihat dari waktunya dalam waktu singkat tidak mungkin bukan perusahaan itu bisa seperti sekarang, dan apa yang di alami oleh nona muda juga berawal dari dua bulan lamanya?!"
"apa jangan jangan!!!"
Deg!!
"gawat kita harus segera memberitahukan kepada tuan muda tentang semua ini!
"cepat kita bergerak dan urus mayat ini!"
drap...drap...drap...
Andreas pergi dari sana dan langsung menancapkan gas mobilnya dan melaju dengan kencang menuju hotel.
disisi lain dikamar hotel Meena sedari tadi menunggu kedatangan Andreas...
"dimana dia!?"Meena mondar-mandir di depan pintu dan betapa senangnya Meena ketika Andreas telah sampai.
cklek..!
"tuan Andreas anda sudah kembali, bagaimana apakah pria itu mengatakan sesuatu!?" tanya Meena kepada Andreas.
"aku telah mendapatkan jawabannya!" ucap Andreas dengan raut wajah yang tegang.
"benarkah... Baguslah kalau seperti itu"
"tapi aku tidak tahu apakah ini benar atau tidak, tetapi setelah aku pikir pikir kembali kemungkinan besar ini benar!!"
"apa maksudmu tuan Andreas saya tidak mengerti!?" tanya meena dengan raut wajah bingung.
"hallen, Bunga bisa jadi mereka adalah orang yang sama"
"siapa hallen?, siapa Bunga!?" Meena semakin bingung setelah mendengar nama wanita yang asing itu.
"begini...."
Andreas pun menceritakan semua kemungkinan yang terjadi selama ini kepada keluarga Sagara bahkan semua kejadian ini ternyata memang memiliki hubungan.
"jika memang begitu kita harus segera kembali ke kota Liu Liu dan segera menemukan wanita sialan itu" ucap Meena terpancing emosi dan membuatnya bertekad untuk membantu masalah Zaara.
bersambung...