Zaara

Zaara
bab. 112. Ingatan Zaara



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Degg!...


Zaara terkejut, diluar dugaannya! Bagiamana bisa Sagara mengatakan jika ia adalah istrinya,


"Maaf tapi saya tidak mengenal anda!"sahut Ayana lagi menggeser tubuhnya menjauh dari Sagara.


Ayana disaat ini sangat bingung karena ia berada ditengah tengah dua laki laki yang sama sama melemparkan pandangan tajam dan menuntut penjelasan satu sama lain, dan Zaara tidak tahu apa yang ada dipikiran masing masing.


"Apa maksud dari ucapannya mas?"tatap Ayana bertanya kepada Daren, Daren diam. ia masih tidak mampu menjawab secara langsung pertanyaan itu.


Apa-apaan dua pria itu, apakah sangat mudah bagi mereka mengucapkan kalimat seperti itu 'Kau adalah istriku'.


"Tolong jangan diam!"seru Ayana tegas, ia sudah muak menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi, disatu sisi adalah Daren yang selama ini bersamanya sebagai suami baginya dan sekarang bagaimana mungkin ada suami yang lain.


Dan apa-apaan yang dikatakan oleh Daren tadi, ada yang ingin ia jelaskan, lalu kenapa hanya diam membisu.


Ayana mengantup rapat rapat mulutnya sendiri!


Baiklah jika tidak ada dari mereka yang ingin berbicara, maka ia pun tidak akan berbicara lagi hingga Daren maupun pria yang mengaku-ngaku sebagai suaminya itu membuka mulut mereka.


Namun ternyata Daren lah yang lebih dulu membuka suaranya, ia ingin meminta sedikit lagi waktu bersama dengan Ayana,


"Dia suamimu Ayana!"ucapnya, habis sudah semua kebersamaannya selama ini, mulai detik ini ia yakin jika Ayana tidak akan pernah mau menemuinya lagi.


Deg!


"Kau juga mengatakan itu sebelumnya padaku!, sebenarnya perkataan mas yang mana yang harus aku percayai?" ia benar benar merasa dibohongi.


"Sekali ini!, Apa yang akan aku ucapkan saat ini adalah kebenaran yang selama ini aku tutupi darimu Ayana" Daren menutup matanya sejenak sebelum melanjutkan perkataannya,


Daren menghela napasnya,


"Maafkan aku, sebenarnya selama ini aku telah menutupi satu hal padamu Ayana, Sagara....aku juga ingin menjelaskan kepada kalian semua"


"Kematian Zaara 5 tahun lalu adalah hasil dari rencanaku!, tapi yang aku lakukan itu benar semata-mata hanya karena aku tidak rela Zaara tiada begitu saja dan pada akhirnya aku menyelamatkan Zaara dari jurang itu" lanjut Daren menerangkan semua kebenaran.


DEG!


Sagara tidak tahan mendengar perkataan itu, ingin sekali rasanya Sagara menghajar wajah itu sekarang juga, namun ia tahan untuk mendengarkan setiap penjelasan yang keluar dari mulut Daren,


"Apa maksudmu!.."desis geram Sagara,


Bagitu pula dengan Andreas, ia cukup terkejut dengan penjelasan itu namun jika dipikir pikirkan lagi apakah hanya itu alasan yang menjadikan Daren menyelamatkan Zaara.


Hati Ayana bergolak hebat!


"Lima tahun yang lalu aku telah membawa Zaara yang terluka parah kenegara ini dan menyembuhkan nya dan setelah satu tahun koma Zaara kembali sadar tetapi ia telah hilang ingatan..."


Sagara tidak tahan lagi, lalu dengan cepat ia menangkap tubuh Daren dan,


Buk!


"Jadi maksudmu adalah kau berpura pura menyelamatkannya dan menjadi pahlawan,lalu kau pisahkan aku dengan Zaara, heh!..kau kira aku akan percaya begitu saja dengan pertolongan yang kau berikan...!?" Sagara tahu pasti ada satu alasan mengapa Daren melakukan hal tersebut,


Dengan isyarat dari tangannya ,Pengawal Daren yang siap bergerak itu sontak menghentikan langkah mereka,


"Katakan dengan jelas kenapa kau bisa ada dikehidupanku dan Zaara?, sejak kapan?" lanjut Sagara mendesak Daren, Dengan emosi yang memuncak, dicengkeramnya kuat kuat kerah baju Daren dan ditatapnya dengan tatapan membunuh.


Namun bukannya menjawab pertanyaan Sagara, darwn dengan sekuat tenaga melepaskan cengkraman Sagara dan menhempasnya,


"Ada yang ingin aku katakan padamu Zaara" lanjut ucap Daren membuyarkan lamunan Ayana yang masih sulit menerima situasi sekarang ini.


Sagara menatap tajam Daren mengartikan jika ia tidak boleh menyentuh Zaara,


"Kau tenang saja setelah ini aku akan melepaskannya, bagaimanapun sekarang aku masih menjadi suaminya juga" ucap Daren dan ejekan diakhir kalimat.


"Brengsek!" runtuknya kesal,


Namun itu memang benar meskipun ia tidak bisa menerima hal tersebut, Sungguh liciknya Daren menikahi Zaara dan menjadikannya istri, itulah pikiran Sagara untuk pria bermuka dua sepertinya.


Tapp!


Mau tak mau Sagara, Andreas dan para pengawal yang ada disana agak menjauh dari Daren dan Ayana, sekali ini saja Sagara membiarkan Daren mengambil kesempatan itu.


Dan setelah hanya ada Ayana dan Daren,


"Sebelumnya maafkan aku Ayana, sekarang aku akan menjawab semua pertanyaan yang kau lontarkan kepadaku selama ini...,"kata Daren serak,


Daren tertawa didalam hatinya sendiri, andai saja Zaara bisa mengingat pertemuan mereka, pertemuan yang tak pernah Daren sangka akan menumbuhkan rasa cinta dihatinya,


Jika ia bisa mengulang kembali waktu itu mungkin ia bisa memperbaiki cara pertemuan mereka, Daren ingin memiliki Zaara dengan cara yang lebih jujur tanpa tipu muslihat apapun.


"Aku bukan suamimu Zaara tapi jika aku katakan bahwa aku mencintaimu...!"


"Cukup!" potong Ayana mengangkat tangannya sejajar dengan wajahnya.


"T..terlalu banyak informasi,...Aaku tidak bisa mengerti apa maksud kalian," Ayana menumpahkan air matanya,


"Apa yang kau ucapkan!?, kau mencoba memberitahukan kepadaku jika selama ini aku telah hidup dengan segala kebohongan yang telah kau berikan padaku,..."


"Jangan mengatakan kalimat itu, aku mohon!"serak Daren, perasaannya benar benar tulus meskipun memang benar caranyalah yang salah, memisahkan Sagara dan Zaara.


Pantas saja selama ini Ayana selalu merasakan kesulitan dalam menerima Daren, perlakuan Daren memang sangat baik dan terlihat sangat mencintainya. namun ternyata,


Dan untuk perasaan yang selalu tiba tiba menghampiri Ayana selama ini, perasaan yang mengatakan jika ada yang menunggunya, atau itu berasal dari perasaannya yang terlupakan!?, tapi sekarang ia sudah tahu memang ada sesuatu yang telah terjadi padanya.


Dan setelah diingat ingat lagi!, alasan ini jugalah yang menyebabkan Daren tiba tiba membatalkan kontrak karena perusahaan mereka bekerja sama, benar benar diluar dugaannya.


Kenapa semua terasa sangat sulit dan menyakitkan!, semua itu terjadi kepadanya, dadanya kembali sesak,


Ayana menundukkan kepalanya beberapa saat!


Daren tidak bisa mengucapkan apapun lagi saat itu, Daren tersenyum tipis, menguatkan hatinya dan mencoba mengikhlaskan Zaara yang memang bukan miliknya,


"Aku akan memberimu surat perceraian besok, dan setelah itu kau bisa kembali kepada Sagara" ucap Daren melangkahkan kakinya perlahan lahan menjauh, tetapi tiba tiba Zaara kembali mengatakan sesuatu.


Zaara terkekeh dalam hati!


Memangnya dianggap apa hatinya!?, sungguh sangat mudah di permainkan dan dibohongi selama ini dan mengatas namakan cinta.


Sagara yang menatap dikejauhan itu pun mendekati Zaara, dengan langkah yang pelan, ia tahu persis apa yang sekarang Zaara rasakan.


Jika Zaara telah kehilangan ingatannya,cukup menjadi alasan bagi Sagara untuk lebih memberikan sedikit waktu lagi untuk Zaara, namun ia tidak ingin melepaskan Zaara lagi dan akan memutuskan membawanya kembali bersamanya.


"Jika kau tidak keberatan kita bisa pergi dari sini, dan jika perasaanmu lebih baik besok,..mari kita bicarakan lagi..." ucap lirih Sagara, Zaara menolehkan wajahnya kearah Sagara,


Tatapan lembut dan cinta dirasakan oleh Zaara saat ini, tatapan memohon dan mencoba untuk memahaminya ia rasakan dari Sagara, Apakah benar laki laki ini mencintainya?, itu yang ada didalam benaknya.


Ayana menganggukkan kepalanya pelan!


Mereka pun berjalan bersama menuju mobil yang tak jauh dari mereka, berjalan menjauh dari Daren yang masih mematung menatap kepergian Zaara.


"Tunggu sebentar!" tiba tiba Ayana menghentikan langkahnya sesat sebelum ia masuk kedalam mobil.


"Ken dan Ren mereka masih didalam, tetapi mungkin saja mereka sudah tidur"ucap Ayana tetapi disaat itu juga pandangan Ayana melihat dibalik pintu didalam rumah itu, Berdiri dua anak laki laki, Ken dan Ren mungkinkah mereka telah menyaksikan apa yang terjadi disini.


"Ken,...Ren..." Ayana tidak tahu bagaimana caranya menjelaskan situasi seperti ini kepada mereka.


Namun tanpa disangka keanu dan Revano berjalan mendekati Ayana dan Sagara yang berjarak lima puluh meter.


Tapp!..tapp...


Set!!


Keanu menarik pelan lengan baju Ayana, dan seakan-akan ia memahami apa yang tengah Ayana khawatirkan,


"Apapun yang menjadi keputusan Umi Keanu akan mengikuti Umi..." ucapnya,


"Iya Umi Revano juga" tambah Revano menatap Ayana dengan senyumannya,


Ayana terharu, ia merasa sangatlah beruntung karena memiliki dua orang anak yang sangat baik dan pengertian.


"Hei paman kita bertemu lagi"ucap Keanu dengan nada yang ramah kepada Sagara, Sagara menampilkan senyumannya.


Benar anak yang sangat peka!, pikir Sagara.


Mereka berempat pun kembali bersama, hati Sagara benar benar merasa lega dan bahagia karena setelah sekian lama ia menderita kehilangan Zaara dan menerima jika Zaara telah tiada, ternyata semua itu salah.


Zaara kembali kesisinya, Zaara yang asli, wanita paling dicintainya dan Istri yang paling dirindukan olehnya selama ini.


Sebelum mereka benar benar pergi, Keanu dan Revano sempat menghampiri Daren,


"Kami masih menyayangimu, ayah Daniel!" seru Revano memeluk singkat Daren. Daren tersenyum, hatinya menghangat mendengar ucapan polos Revano.


Bersambung...