
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Zaara yang baru sadarkan diri masih perlu penanganan intensif, ia pun masih harus dirawat sampai pulih seperti sedia kala.
terutama Sagara, dia benar benar khawatir dengan kondisi Zaara, walaupun sikap nya sangat tenang.
setalah itu Rena pun diminta untuk pulang karena Rena harus tetap bekerja, walaupun sebenarnya Rena tidak mau tetapi Sagara mengatakan jika ia akan menjaga Zaara dengan aman.
"sebenarnya siapa anda? bagaimana bisa anda mengenal Zaara?" tanya Rena menatap Sagara menyelidik, ia penasaran dengan Sagara karena Sagara terlihat sangat perduli kepada Zaara.
Sagara yang memang dingin hanya diam
dia tidak menjawab pertanyaan Rena baginya itu tidak lah penting, yang penting sekarang adalah kesembuhan Zaara.
"Anda terlihat sangat perduli dengan Zaara, apakah tuan berhubungan dengan Zaara?" tanya Rena dengan nada curiga.
ia curiga dengan Sagara disebabkan oleh sikap yang sangat dingin itu hanya memanfaatkan Zaara saja, dan juga Rena tahu jika Sagara adalah seorang konglomerat.
sebenarnya Rena tau berita tentang pembisnis yang sekarang lagi terkenal yaitu Sagara Caesar Ardiaz
dan laki laki itu sekarang ada dihadapannya.
selain itu Rena juga tau selain pembisnis sagara juga cucu dari keluarga konglomerat bermarga Rahardika.
"saya kira itu tidaklah penting" jawab Sagara singkat, ia benar benar dingin kepada siapapun.
Rena yang sudah tidak ingin bertanya, ia pun hanya memberi sebuah pesan lalu pergi.
"ckk...hhmmm...!!baiklah, tetapi karena anda sangat peduli kepada Zaara dan jika memang keperdulian itu dari hati anda, saya akan mempercayakan Zaara kepada anda" ucap Rena tegas.
lagi lagi Sagara hanya diam, dan lebih memilih meninggalkan Rena dan masuk kedalam menemui Zaara.
"ckk...dasar pria arogan!" ucap Rena agak kesal, lalu ia pun meninggalkan rumah sakit itu.
***
disisi lain....
dirumah Mira, terlihat Nadyra sedang kesal, Nadyra yang sebelumnya dekat dengan Niko, kini Niko pergi tanpa memberikan kabar padanya hanya kalimat terakhir yaitu putus.
walaupun Nadya terlihat seperti wanita tidak setia tetapi ia benar benar menyukai Niko, karena itulah dia sangat marah ketika Niko pergi dan mengucapkan putus padanya.
"AKHH.... kenapa.... kenapa...Niko!!!" teriak Nadyra frustasi.
Mira yang melihat keadaan Nadyra pun santai saja, ia menganggap jika pria itu banyak dan putrinya itu tidak mesti harus bersedih hati.
"sudahlah sayang...kan laki laki itu bukan hanya Niko, kau kan cantik bisa mencari laki laki lain" ucap Mira santai sambil memakan cemilan di tangannya.
"mamah.....Niko pergi mah.., Niko bilang putus sama aku....aku nggak terima hal itu" ucapnya menangis.
"sayang udah..Niko itu tidak menyukaimu lalu kenapa kau sangat menginginkan Niko hah" ucap Mira lagi.
"Mamah kok gitu, mamah kan tau jika dari dulu aku suka sama niko dari awal masuk universitas dan membuat aku melakukan hal apapun untuk mendekatinya" ucap Nadyra lagi agak kesal dengan mamahnya itu.
Mira hanya menggeleng kepalanya dia benar benar tidak habis pikir dengan pikiran putrinya itu.
"sudahlah dari pada kamu ngambek dan marah gitu lebih baik pergi shopping yuk sama mamah, mamah akan membelikan apapun permintaanmu" ucap Mira, Mira sangat hapal dengan sifat putinya itu.
mendengar hal itu Nadyra menjadi semangat
"shopping?... Ayuk mah" ucap Nadyra riang, seketika kesedihannya hilang.
***
tiga hari kemudian....
di kantor Sagara,,,
perusahaan globe group corporation perusahaan besar di negara K, perusahaan yang sangat diincar banyak orang, perusahaan yang hanya merekrut karyawan terbaik.
kini Sagara ada dikantornya dan sedang mengerjakan tugas yang sudah ia tumpuk karena beberapa hari ini harus menjaga zaara.
Sagara termenung, kini didalam kepalanya hanya terpenuhi oleh satu orang yaitu Zaara
Sagara bahkan tidak sadar jika Andreas masuk keruangannya.
Sagara mengingat beberapa hari ini, baru pertama kali Sagara bisa sedekat itu dengan seorang gadis apalagi tipe gadis seperti Zaara.
ia berpikir jika itu hanyalah pikirannya saja atau perasaan itu timbuh karena ia telah menyelamatkan mommynya saja.
Sagara sangat bingung dengan perasaan sendiri
"AKHHHH.....!!" teriak Sagara tanpa sadar ia benar benar kesal jika harus mengingat hal itu, dia sangat tidak berpengalaman dengan seorang wanita.
selama ini Sagara sangat dingin juga tak tersentuh apalagi dengan wanita penggoda, bahkan Sagara tidak akan tertarik dengan wanita wanita seksi yang sering menggodanya.
tap...
tap...
tap...
Andreas masuk kedalam ruangan Sagara perlahan lahan, Andreas yang menyaksikan hal tersebut menjadi aneh dan anehnya lagi tuan muda nya itu tidak menyadari kedatangannya.
"selamat pagi tuan muda" ucap Andreas membuyarkan pikiran Sagara.
Sagara yang benar benar tidak sadar kehadiran Andreas pun menjadi marah
"Mengapa Kau Tidak Mengetuk Pintu!!? Apakah Kau Ingin Aku Pecat, Andres" ucap Sagara dengan nada dingin.
"maaf tuan muda, saya telah mengetuk pintu beberapa kali, tetapi anda sangat sibuk dengan pekerjaan anda" bohong Andreas ia sangat tau jika tuan mudanya itu sedang melamun.
Sagara yang tidak ingin ada yang tau jika ia telah melamun itu pun berpura-pura tidak perduli
"Hem!...baik kali ini aku maafkan, tetapi tidak ada hari lain" ucap Sagara datar, dia benar benar hebat menutupi ekspresinya.
"untuk apa kau kemari?" sambung sagara datar.
"tuan muda, saya hanya ingin menyampaikan jika hari ini anda ada pertemuan dengan perusahaan CC group, pertemuan tersebut dilaksanakan di hotel Giant pada pukul 3 siang" jawab Andreas.
"Atur saja semua itu dengan baik, aku tidak ingin ada kesalahan" perintah Sagara.
"baik tuan muda, tetapi ada hal lain yang ingin saya sampaikan yaitu pertemuan ini akan diwakilkan oleh putranya secara langsung karena Presdir CC group sedang berhalangan" jelas Andreas lagi.
"hemmm..." jawab Sagara hanya dengan dehaman.
***
waktu yang telah ditentukan sudah tiba,,,
Sagara pun langsung menuju hotel Giant, dengan memakai jas dark blue menambah pesona pria berbadan tegap itu.
sangat menawan hingga siapapun pasti akan jatuh cinta melihat Sagara saat ini.
tentu saja wanita wanita yang melihat penampilan Sagara menjadi tergila gila, bukan hanya badan yang proporsional, tapi juga wajah nya dingin membuat wanita semakin histeris.
dengan wajah yang datar dan dingin, Sagara tidak menghiraukan sekitarnya dan tetap berjalan menuju ruangan yang telah di janjikan sebelumnya,,,
tap...
tap...
tap...
Ting...!
Sagara berjalan memasuki lift menuju lantai 4 yang akan menjadi tempat meetingnya.
"tuan muda mari disebelah sini!" ucap Andreas ketika lift itu terbuka dan mengarahkan jalan Sagara.
tap...
tap...
tap...
dan akhirnya Sagara pun tiba di salah satu ruangan VIP yang telah di siapkan.
terlihat satu laki laki tampan di dalam ruangan itu, menunggu kedatangan Sagara, laki laki yang tampan tetapi tidak setinggi dan Segagah Sagara.
"selamat siang tuan Sagara Caesar Ardiaz" Salam pria itu, ia berdiri menyambut kedatangan Sagara.
"siang" sahut Sagara singkat
"perkenalkan nama saya Niko Alvaro Chen" ucapnya memperkenalkan diri.
"saya mewakilkan ayah saya yang tidak bisa berhadir langsung, karena itu saya yang menggantikan beliau" sambung Niko lagi.
"Hem!" lagi lagi Sagara hanya mengangguk singkat, lalu dengan arogan Sagara duduk di kursi yang telah disiapkan untuknya.
tanpa basa basi lagi Sagara langsung saja melakukan kesepakatannya,,,,
tak selang beberapa waktu rapat selesai
Sagara segera bangkit dari duduknya dan melangkah pergi.
sedangkan Niko yang memang sudah selesai menyepakati kontrak itu pun juga hanya diam, sambil memperhatikan Sagara yang menurutnya sangat dingin dan arogan.
setelah Sagara pergi,,,
"ckk...Sagara Caesar Ardiaz....orang yang sangat sombong, mengapa wanita tergila gila padanya" kata Niko agak kesal dengan sifat Sagara.
Niko yang pertama kali bertemu Sagara pada awalnya merasa sangat terhormat tetapi ketika bertemu langsung ia malah sangat kesal juga marah.
"laki laki itu apakah karena dia orang yang paling kaya di negara ini, bersikap sesuka hatinya?, walaupun demikian aku akui jika dia adalah orang yang sangat hebat di dalam bisnis" ucap Niko lagi terseringai.
setelah itu Niko juga keluar dari hotel dan langsung pergi, dia butuh hiburan.
***
disisi lain,,,
"Ada Apa, tuan Muda?" tanya Andreas kepada Sagara.
"tidak ada Andres" sahut Sagara datar.
"baik tuan muda, tetapi jika ada sesuatu katankan saja kepada saya" ucap Andreas lagi.
setelah itu Sagara langsung pergi kerumah sakit lagi untuk menjenguk Zaara,,,
sesampainya di rumah sakit Sagara tidak melihat Zaara, lalu Sagara bertanya kepada pengawalnya menjaga Zaara.
"Pengawal!!" teriak Sagara memanggil para pengawal.
setelah pengawal pengawal itu ada dihadapannya, Sagara berbicara dengan nada yang sangat dingin
membuat para pengawal itu bergidik ngeri.
"dimana Zaara, bukankah aku telah memerintahkan kalian untuk mengawasinya?!!" ucap Sagara dingin, menatap satu satu pengawal yang ada dihadapannya saat ini.
"maaf tuan muda, tetapi nona Zaara hanya pergi ke taman belakang" jawab pengawal tersebut membuat Sagara naik pitam.
"KENAPA KALIAN BIARKAN DIA SENDIRI HAH!!" teriak Sagara menggelegar.
"KALIAN TAHU BUKAN JIKA KEADAANNYA SAAT INI!!" ucap Sagara lagi.
pengawal pengawal itu hanya tertunduk, mereka benar benar takut jika Sagara sudah marah.
"kalian semua saya pecat!!!" teriak Sagara benar benar marah, Bagaimana bisa pengawal itu membiarkan Zaara berjalan ketaman sendirian.
Zaara yang sedang berjalan kearah Sagara sempat bingung kenapa Sagara sangat marah, tetapi setelah ia mendengar lagi rupanya Sagara marah karena pengawal itu tidak becus menjaga Zaara sontak Zaara mendekati Sagara.
tap...
tap...
tap...
Zaara berjalan dengan hati hati,,,
"tuan muda?"panggil Zaara membuat Sagara terkejut dan langsung menghampiri Zaara yang hampir terjatuh karena keadaan Zaara yang belum stabil.
"tuan muda apakah anda sedang marah kepada pengawal pengawal ini?" tanya Zaara lembut, Sagara hanya diam ia tidak menjawab apapun.
"tuan muda saya hanya ke taman sebentar untuk mencari angin, dan saya benar benar tidak butuh pengawal "ucapan Zaara membuat Sagara sedikit kesal.
"Zaara, jika ingin pergi maka bawalah pengawal bersamamu " ucap Sagara mengkhawatirkan keadaan Zaara.
"jika terjadi sesuatu padamu Bagaimana, Zaara!?" ucap Sagara agak kesal dan marah, ia bingung harus bagaimana dengan Zaara yang terlihat lembut ini.
"tapi saya benar benar tidak apa apa, cukup sudah semua yang anda lakukan untuk saya, itu lebih dari cukup" jawab Zaara menjelaskan supaya Sagara mengerti.
"tap....ckk...sudahlah!" ucap Sagara pada akhirnya, baru pertama kali juga dalam hidup Sagara, ia mengalah kepada wanita selain ibunya.
"tuan saya mohon jangan pecat pengawal pengawal ini, mereka butuh pekerjaan jika anda pecat maka mereka juga akan sulit menemukan pekerjaan lain" kata Zaara sambil menatap pengawal didepannya, ia tidak ingin para pengawal itu kehilangan pekerjaannya.
Sagara hanya diam, ia tidak bisa mentolerir terlalu banyak, namun lagi lagi ia menjadi lemah ketika wajah lembut itu memohon kepadanya.
"tuan muda saya mohon jangan pecat mereka, jika anda memecat mereka saya akan merasa bersalah nantinya kepada mereka" pinta Zaara memohon.
"hahmmm......" Sagara menutup matanya kesal, lalu dengan mengalah Sagara berkata kepada para pengawal.
"baiklah,...kalian pergilah, kali ini aku akan membuat pengecualian!" ucap datar Sagara, Sagara menuruti kata kata Zaara, Sagara tidak mampu membantah kata kata yang keluar dari mulut gadis itu.
"terimakasih tuan muda" ucap serentak pengawal, lalu pengawal pengawal itu pun pergi menjalankan tugasnya lagi.
bersambung.....