
Hai semuanya 🤗 jangan lupa untuk meninggalkan jejak dengan cara komentar dan vote🙏☺️
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Degg!!
Degg!!
kakinya lungkai seketika, jantungnya seakan berhenti berdetak kala itu, tubuh Sagara meluruh kelantai,
Sangat jelas kalimat yang tertulis didalam surat itu, surat dari rumah sakit 5 tahun lalu dengan nama pasien Zaara, inilah kebenarannya, inilah hal yang tidak pernah Sagara tahu bahkan ia sadari.
Sagara merasa sangat bodoh dan gagal menjadi suami yang baik untuk Zaara, tetapi disisi lain perasaannya mulai menghangat, seperti harapan itu benar benar berubah menjadi kenyataan.
"Kau memang hidup sayang..., ternyata kau memang masih hidup.." seketika itu Sagara langsung keluar dari dalam kamarnya dan dengan langkah yang cepat ia memanggil manggil Andreas,
"Andreas.. Andreas!" Sagara menuruni anak tangga dengan cepat, sedangkan Andreas yang berada didapur pun dengan cepat menghampiri Sagara dengan perasaan yang bertanya tanya.
"Ada apa Sagara?" tanya Andreas,
"Zaara masih hidup, wanita itu adalah Zaara!" sahutnya dengan letupan semangat ketika ia tahu Zaara masih hidup.
"Benarkah!"imbuh Rena juga terkejut, ia sudah tahu sekarang karena Andreas sudah menceritakan semuanya kepadanya.
"Iya Zaara masih hidup ini buktinya" Sagara mengulurkan tangannya dengan memegang secarik kertas itu. dan ketika Rena dan Andreas membaca surat itu mereka juga sangat terkejut, hampir tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
Surat keterangan dari dokter yang menyatakan Zaara sudah hamil selama 3 minggu kala itu.
"Tetapi siapa yang kita kuburkan itu Sagara, bukankah kita menyaksikan sendiri jika nona muda..."
"Kau benar tapi apa kau sudah lupa jika mayat yang kita temukan itu sama sekali tidak mengandung" potong Sagara.
"Sekarang satu satunya yang harus kita ketahui itu adalah penjelasan yang harus Daren ungkapkan kepada kita..." lanjut Sagara,
Ia benar benar tidak menyangka ternyata rasa yang selama ini ia rasakan nyata benarnya, ketika Sagara masih merasakan jika Zaara tidak pernah mati, tidak pernah meninggalkannya namun ia juga tidak tahu sebabnya, dan inilah kebenarannya!.
Zaara masih hidup!
"Kakak!" tiba tiba suara itu memanggil Sagara, dan ternyata adalah Tisha,Tisha menghampiri Sagara dengan cepat,
"Kakak kau sudah kembali!?,tapi kenapa raut kalian seperti ini?" tanya Tisha yang belum tahu apa apa karena Sagara tidak menceritakan alasan kepulangannya, bahkan Rena sebelum Andreas memberitahukan hal ini.
Sagara pun menceritakan semua kepada Tisha, dan ketika mendengar penjelasan itu betapa terkejutnya Tisha, ia juga tidak menyangka semua bisa seperti ini sekarang.
"Benarkah!,...hiks begitu aku ikut bahagia mendengarnya kak, jika benar wanita itu kak Zaara tolong bawa kembali kakak Zaara kerumah ini" Tisha sangat terharu mendengar semua ini, benar benar diluar dugaan semua orang.
Tak banyak pikir lagi, Sagara pun pada akhirnya menyiapkan pesawat pribadi untuk kembali kenegara M, dan malam ini juga ia ingin mendengarkan semua penjelasan sejelas-jelasnya dari Daren serta menemui Zaara.
Sagara beristirahat sebentar sembari menunggu pesawatnya siap untuk berangkat, dengan hati yang senang juga gugup,
Dipikiran Sagara saat ini kembali mengingat-ingat, Sagara yang ada didalam kamarnya ia kembali mengingat segala kenangan indah bersama dengan Zaara, mengingat kenangan pertemuan pertama dengan Zaara.
Sagara tersenyum!
Zaara, kau lagi lagi berhasil mengusik hatiku!, dengan masuk kedalam ingatan serta jiwaku, kau membuat aku jatuh cinta berkali kali, Tetapi ada satu yang tidak pernah Sagara dengar langsung dari Zaara. yaitu pernyataan cinta wanita itu.
Tokk!! tokk!!
Lamunan Sagara seketika pecah disaat seseorang mengetuk pintu kamarnya,
"Sagara semua telah siap!"ucap Andreas dibalik pintu, Sagara yang mendengar pun segara berdiri dan keluar dari dalam kamar. dengan raut yang penuh dengan harapan, dan juga serius,
"Ayok kita pergi sekarang juga!" sahut Sagara sambil melihat jam di tangannya, dan pukul menunjukkan angka 6 sore, waktu hampir magrib. Sagara berpikir akan melaksanakan shalat di dalam pesawat nanti dan ia bisa mengambil wudhu sebentar.
...**********...
Ngiiing!!
Pesawat miliknya yang hanya ditumpangi oleh Andreas, kru pesawat dan beberapa pengawal mulai lepas landas dan naik keudara dengan selamat.
Azan terdengar berkumandang lewat handphone Sagara, Sagara pun segera melaksanakan shalatnya didalam pesawat dengan khusuk, begitu juga Andreas.
Didalam hati Sagara berdoa semoga dengan semua perjuangan dan doa ini Sagara bisa berhasil mendapatkan semua harapan yang baik, ia berdoa semoga setelah ini, setelah pertemuan kembali dengan Zaara ia bisa kembali bersama dengan Zaara.
Ya Allah setiap ujian datangnya darimu, setiap cobaan darimu pasti memiliki hikmah dibaliknya, jika memang takdir yang seperti ini yang kau gariskan pada hamba, maka hamba akan menjalaninya dengan hati yang kuat sampai pertemuan itu kembali terjadi, dan akan bersama selamanya.
Setelah 1 jam mengudara,
Ngiiing!!..
Pesawat itu mulai mendarat ditanah, Sagara dan yang lain telah bersiap siap untuk turun dan beberapa mobil telah disiapkan oleh Sagara untuk menjemputnya di kota itu.
Drapp..drapp,
Para pengawal sigap dengan posisi masing masing, Sagara keluar dari pintu pesawat dengan tak ketinggalan gaya khasnya yang dingin dengan seribu pesona miliknya, dengan wajah yang datar dan garis wajah yang tegas, Sagara menapakkan kakinya ditanah dan segara masuk kedalam mobil.
Bahkan mobil itu menunggu kedatangan Sagara tak jauh dari pesawat itu mendarat, 'orang sultan ya'.
Brakk!
"Berangkat sekarang juga!" perintah Sagara,
Mobil itupun melaju dengan kecepatan lumayan cepat menuju alamat yang telah mereka temukan, yaitu rumah milik Daren dan Zaara saat ini.
Andreas melirik Sagara dari kaca spion,
Dengan tangan yang diletakkan didagunya, Sagara menatap serius kearah luar jendela!, Entah apa yang tengah dipikirkan olehnya!?
Andreas tahu apa yang tengah bergolak didalam diri Sagara, perasaan setelah sekian lama bahkan hal yang tak pernah Sagara pikirkan sebelumnya, Bagaimana mungkin Zaara yang telah dimakamkan didepan wajahnya bisa hidup kembali,
Atau kemungkinan besar sekarang adalah wanita yang dimakamkan itu bukan Zaara, terlebih lagi disaat ada surat dari dokter yang menyatakan jika Zaara telah mengandung kala itu.
Sedangkan disaat sebelum dimakamkan, bukankah mereka sempat membiarkan tim forensik memeriksa jasad Zaara dan tidak menemukan sama sekali tanda tanda kehamilan,
Disisi lain,
Sementara itu sejak tadi pagi Ayana memerhatikan wajah Daren, sepertinya ada sesuatu yang sangat dikhawatirkan oleh Daren sampai malam ini pun.
"Mas ada apa?" tanya Ayana dengan tatapan heran, saat ini mereka tengah bersantai di ruang tengah sambil menemani Ken dan Ren menonton TV kesukaan mereka.
"Eh! apa...,Ouh itu tidak apa apa Ayana" sahut Daren dengan gelagat yang aneh, Ayana tahu Daren sedang berbohong!
"Ada masalah apa Ayana perhatikan jika sedari tadi mas selalu melamun!, apakah semuanya baik baik saja!?" tanya Ayana lagi dengan suara yang lebih lembut.
Tatapan mereka pun bertemu!
Degg!
Bagaimana jika Ayana mengetahui segalanya!, bagiamana jika Ayana pergi darinya setelah ini, mungkinkah ia bisa menatap teduhnya mata itu lagi?, bisakah waktu berhenti saat ini,
Semua berawal karena kebodohannya, andai dulu ia tidak bertemu dengannya apakah mungkin ia akan terlihat seperti orang tidak waras, yang mengharapkan cinta Ayana, sedangkan hati wanita itu selalu terpaut dengan laki laki lain walaupun saat ini wanita itu ada dihadapannya.
Heh! pada akhirnya aku kalah, lagi lagi ia kalah!, Daren tersenyum kecut.
"Maas!" panggil Ayana menepuk pelan lengan Daren,entah mengapa disaat itu juga tanpa diminta air mata Daren mengalir disudut matanya.
Ayana yang tidak mengerti apapun saat ini hanya membiarkan tangan Daren mengusapnya pelan, entah mengapa Ayana membiarkan untuk pertama kalinya Daren menggenggam tangannya.
Jangan seperti ini, jangan membiarkan dirimu terjatuh!, bukankah kau sendiri yang menginginkan hal ini sejak dulu!,dengan cepat Daren melepaskan genggamannya, ketika suara itu terdengar mengingatkan hatinya.
Ini adalah kesalahannya!
Bersambung...
Semoga menghibur🤗