
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Matahari menampakkan sinarnya, burung burung berkicau dipagi hari itu...
"Heh!"
Terlihat Daren yang tersenyum kecut sambil memegang segelas kopi. berdiri didepan jendela kamarnya, tatapan tajamnya sekarang sedang mencerminkan sebuah perasaan takut akan kehilangan dan kekecewaan Ayana nanti padanya.
Setelah semalaman Daren memikirkan ucapan Ayana kemarin pagi, ketika Ayana mengucapkan jika ia ada urusan hari ini Daren tahu dengan pasti walaupun Ayana jujur tetapi ia yakin masih ada yang ditutup-tutupi oleh Ayana.
Haruskah ia mengalah begitu saja, membiarkan Ayana bertemu kembali dengan Sagara, akan tetapi!
Bolehkah ia meminta lebih!?,
Itulah yang dipikirannya saat ini, bolehkah ia egois sekali lagi, ia tidak tahu kapan waktu akan mengungkap segalanya dan ketika itu Daren tidak yakin apakah ia mampu diam tanpa bertindak.
Cinta wanita itulah yang ia harapkan, namun setelah 5 tahun lamanya Ayana tetap tidak akan bisa menerimanya. wanita yang diselamatkannya karena rasa cinta ini akankah berbuah hasil!
Ini bukanlah dirinya, ia tidak ingin mengalah dan ingin selalu menjaga Ayana disampingnya dan berharap bisa mengubur masa lalu dalam dalam, Tetapi ada satu hal yang menjadi kesalahannya dan itu terlalu fatal!.
lagi lagi Daren tersenyum kecut!
Ternyata pada akhirnya waktu ini tiba juga, pikir Daren dalam benaknya.
Disisi lain...
Dan terlihat Didalam ruangannya...
Ayana sedang berkutat dengan beberapa dokumen yang perlu ditandatanganinya sembari menunggu seorang sekretaris yang akan mengabarkan sesuatu padanya.
Ayana menghela napas!,
"Huhmm...!" sambil meletakan bolpen yang ada ditangannya diatas meja, Ayana sedang memikirkan sesuatu!
Waktu itu Ayana yang masih penasaran dengan sikap Daren yang tiba tiba memutuskan kontrak tanpa sepengetahuannya, membuat Ayana agak curiga, Bukan apa apa hanya saja tidak biasanya Daren melakukan hal tersebut.
Dan dengan terpaksa juga pada akhirnya Ayana menyelidiki sendiri hal tersebut dengan bantuan sekretarisnya yang akan memberikan informasi yang ia minta beberapa hari lalu.
Terlebih lagi disaat ia mengambil keputusan tersebut, maka mau tidak mau dia juga harus sedikit berbohong kepada Daren.
Tokk!!.. tokk!
Terdengar bunyi ketukan beberapa kali dari pintunya,
"Masuk!"sahut Ayana dari dalam,
Kreiitt!!..
Pintu terbuka menampakkan seorang wanita yang menjadi sekretaris Ayana, lalu dengan membawa informasi yang telah diminta Ayana, sekretaris yang bernama Risa itu pun menyampaikan kabar yang dibawanya saat ini.
"Nyonya Muda saya telah membawakan informasi yang anda minta, CEO dari perusahaan global group corporation saat ini tengah berada di kota ini dan sedang meninjau lokasi pembangunan rumah sakit yang ada di desa" ucapnya menjelaskan semua yang diminta Ayana.
Ayana yang mendengar hal tersebut pun tidak terlalu terkejut, karena Ayana telah memikirkan ini sebelumnya. memang agak aneh bukan tanpa adanya alasan yang jelas tiba tiba Daren memutuskan kontrak kerja dengan perusahaan besar itu dan untuk pihak perusahaan global group itu tentu saja tidak akan menyia-nyiakan peluang besar seperti itu, lagi pula jika pembangunan rumah sakit itu berhasil maka akan sangat membantu warga yang ada disana.
Ayana melirik jam tangannya,
Pukul 9 pagi!, Ayana pun bangkit dari duduknya dan langsung membereskan beberapa berkas dan dokumen yang telah ditandatanganinya dan menyerahkan berkas tersebut kepada Risa.
"Sekarang saya akan pergi jika tuan Daren menanyakan tentang saya katakan padanya aku sedang ada urusan diluar perusahaan.." ucap Ayana sambil membenarkan pakaiannya.
"Baik nyonya muda"Sahutnya sopan.
"Dan ini ada beberapa berkas yang sudah saya tandatangani, tolong kau urus ini"lanjut pinta Ayana, lalu ia pun berjalan keluar dari ruangannya menuju parkiran mobilnya, dan ruangan Ayana itu ada dilantai paling atas perusahaan yang memiliki 15 lantai.
Sesampainya diparkiran mobilnya, sang supir telah menunggu Ayana,
"Pak antar saya menuju pembangunan rumah sakit yang waktu itu..."pinta Ayana dengan sopan lalu ia pun membuka pintu mobil itu sendiri.
Vroomm!!
Mobil itu pun melesat pergi dari perusahaan menuju tempat tujuan Ayana, dan sekitar 1 jam perjalanan, akhirnya Ayana sampai di tempat pembagunan.
Ayana meminta supirnya untuk parkir diseberang jalan rumah sakit itu saja dan Ayana hanya duduk didalam mobil sambil menatap keadaan sekitar rumah sakit itu.
"Ternyata pembangunan rumah sakit ini berjalan lancar" gumam Ayana sambil memperhatikan keadaan sekitar dan ternyata tepat ketika itu Ayana melihat sesosok laki laki memakai kemeja dipadukan jas berwarna hitam.
Ketika itu Ayana berpikir untuk turun dari mobil, Ayana penasaran dan ingin bertemu secara langsung dengan Sagara.
Cklek!!
"Nyonya muda anda ingin kemana?" tanya supir itu membuka suara ketika melihat pergerakan dari Ayana.
"Tunggu disini sebentar pak, saya ingin menemui seseorang disana!" sahut Ayana berlalu turun dari mobil dan dengan hati hati menyebrangi jalan itu yang kala itu ada beberapa kendaraan yang berlalu lalang.
Dan ketika Ayana mencoba masuk kedalam!,
"Tunggu nona!"
Tiba tiba ada salah seorang pekerja yang menghampiri Ayana dan dengan raut yang bertanya tanya,
"Maaf nona jika anda terkejut, tetapi anda tidak boleh masuk kedalam pembangunan, karena bisa membahayakan keselamatan anda" lanjutnya mencoba memberitahukan kepada Ayana.
"Ah..itu maafkan saya pak, baiklah kalau begitu saya disini saja, tetapi boleh saya tahu apakah benar jika CEO dari perusahaan global group ada disini sekarang?" tanya Ayana lagi sambil tersenyum ramah.
"Maksud anda tuan Ardiaz! tentu saja tetapi saat ini beliau masih belum datang"jawab pekerja tersebut.
"Ouh...begitu baiklah tetapi siapa pria yang tadi pak, yang mengunakan jas hitam itu?"
Ayana pun mau tidak mau harus kembali dulu kedalam mobil sembari menunggu kedatangan Sagara.
Sedangkan disisi lain, ternyata Andreas melihat seorang pekerja tadi sedang berbicara dengan seorang wanita dan ketika pekerja itu masuk kedalam dan lewat di hadapan Andreas, Andreas pun bertanya-tanya siapa wanita itu.
"Siapa wanita tadi?" Tanya Andreas setelah pekerja itu lewat disampingnya.
"Entahlah tuan Andreas, tetapi nona itu bertanya tentang tuan Ardiaz" sahutnya.
"Eumm..begitu baiklah kau boleh pergi!"jawab Andreas sambil berpikir. memangnya siapa yang ingin bertemu dengan Sagara disini!? Andreas hanya bisa mengangkat bahunya, andai tadi ia bisa melihat wajah wanita itu.
Dan didalam mobil,
Ternyata sudah satu jam Ayana menuggu disana tak kunjung juga ada yang datang,sedari tadi Ayana mencoba menunggu Sagara tetapi nihil.
"Nyonya apakah anda ingin kembali dulu?"
"Heumm..baiklah pak kita pulang saja, mungkin belum waktunya saya bisa bertemu dengan tuan Ardiaz" sahut Ayana sambil menghela napasnya.
Ayana harus kembali sekarang!
Tetapi siapa yang menyangka jika, ketika mobil Ayana meninggalkan tempat itu, Sagara yang ditunggu tunggu oleh Ayana tadi pada akhirnya muncul, Mobil Sagara pun berhenti didalam kawasan pembangunan,
Citt!!
Dan ketika Sagara keluar dari dalam mobil, Andreas segera menghampiri Sagara,
"Tuan muda!...tadi ada seorang wanita yang mau bertemu denganmu tetapi karena kau belum datang wanita itu pun pergi" celetuk Andreas sambil menatap Sagara, Sagara pun menoleh kearah Andreas dan dengan raut yang bertanya tanya.
"Memangnya siapa?"tanya Sagara dengan nada yang santai,
"Entahlah!, karena saya juga tidak melihat wajahnya dan tidak sempat berkenalan dengannya tadi" jawab Andreas lagi sambil mengangkat bahunya.
"Ya sudah kalau begitu, mungkin besok dia akan datang lagi"ucap Sagara lagi, Andreas mengangguk kepalanya setuju!
"Ouh..ya!" Sagara pun menghentikan langkah kakinya, lalu ia berbicara lagi.
"Nanti jam 2 siang aku akan pergi, jadi sekalian kau ikut denganku untuk pulang, tapi sebelum itu aku ingin menemui seseorang dulu"lanjutnya.
"Baiklah!"
...***********...
Diperusahaan KR group company...
Ayana kembali ke perusahaan tepat jam 12 siang, karena jam telah mendekati waktu shalat dzuhur, Ayana pun sekalian berisitirahat didalam kantornya.
Drrtt..drrttt...!
Sebelum Ayana sempat masuk kedalam kamar mandi, tiba tiba teleponnya berbunyi.
Daren!Ayana pun mengangkat teleponnya,
"Assalamualaikum"salam Ayana ketika teleponnya terhubung.
"Ya..jika Mas tidak sibuk datanglah, tetapi.."
"Eum..baik" Ayana pun mematikan teleponnya, kemudian berjalan kearah meja komputer, lalu menekan beberapa tombol nomor pada telepon seluler yang ada diatas meja tersebut untuk menghubungi sekretaris.
Tutt...!!
"Risa... jika tuan datang nanti tolong kau layani dulu, jikalau saya belum selesai shalat..." ucap Ayana ditelepon.
Tutt!
Ayana pun menutup teleponnya,dan setelah memastikan jika tidak ada masalah lagi, ia pun melanjutkan aktivitasnya yang sempat tertunda.
Sedangkan di lantai satu!
Beberapa menit kemudian, sekitar 20 menit. Daren yang telah mengatakan jika ia akan datang saat itu ia pun tiba.
Dan seperti yang sudah diperintahkan oleh Ayana, sang sekretaris langsung menghampiri Daren dan meminta Daren untuk beristirahat sejenak sembari menunggu Ayana selesai.
Daren pun sembari menunggu Ayana, ia juga langsung menuju ruangannya untuk melaksanakan shalat dulu.
"Risa tolong kau siapkan makan siang untuk saya dan Ayana!" titah Daren saat itu, Risa pun mengangguk hormat.
"Baik tuan saya akan meminta para staf memasak untuk menyiapkan makanannya" sahut Risa kemudian ia pun mundur perlahan dan pergi.
Setelah mereka selesai shalat, Daren pun langsung menghampiri ruangan Ayana dan disaat itu semua makanan yang telah di minta oleh Daren juga telah siap.
"Mas!?"
Ayana baru saja keluar dari ruang istirahatnya yang ada didalam kantornya, lalu menghampiri Daren.
"Aku sengaja menyiapkan ini semua untukmu, makanlah dulu!"sahut Daren yang sudah duduk.
"Baiklah" Ayana pun hanya menurut, Daren telah mengatakan jika ia ingin mampir dulu kekantor sebelum menjemput kedua putranya dari sekolah.
Ayana dan Daren pun makan bersama sama!
Bersambung...
Perhatian!!!
Mohon untuk selalu mendukung karyaku ya...☺️ dan maafkan jika ada beberapa alurnya agak lambat dan masih berantakan 🙏