
......................
sekarang perusahaan Sagara terlihat sangat sibuk, semua para karyawan dan staf tengah menyelesaikan tugas yang diberikan Sagara dalam satu jam.
sedangkan Sagara hanya diam memperhatikan semua itu dari cctv besar didalam ruangan.
begitu juga Andreas yang sudah dari tadi pergi untuk mencari informasi tentang pelakunya.
satu jam telah berlalu,,,
akhirnya para staf itu bisa menyelesaikan sistem itu, mereka semua berdoa semoga Sagara tidak komplen dengan hasil itu, jika tidak mereka semua pasti akan dipecat.
Sagara tengah menatap serius semua sistem yang telah dibuat dan keamanan sudah di tingkatkan oleh para staf.
"tuan kami telah menyusun semua sistem baru keamanan dalam perusahaan dengan cara yang anda bisa lihat, jika ini adalah keamanan yang disebut dengan istilah umbrella" jelas staf itu takut.
"bagusss..bagus.. kalian bisa menyelesaikan ini dalam waktu singkat, saya akan melepaskan kalian kali ini tapi ingat jika ini terjadi lagi maka kau tahu apa yang saya akan lakukan" ucap Sagara datar.
para staf itu pun sangat bersyukur dan berdoa dalam hati masing masing.
"baik tuan" ucap mereka serempak lalu mereka pergi dari ruangan itu.
....
dalam sebuah ruangan gelap terllihat seorang laki laki dan gadis cantik didepannya.
laki laki terlihat tengah berbicara serius dan juga gadis ini terlihat hanya mendengarkan perintah itu.
"aku ingin kau masuk dalam kehidupan Sagara dan hancurkan dia tanpa sisa" ucap laki laki misterius itu.
"ini adalah saatnya aku harus menyerang Sagara dengan sebuah permainan seru" sambung nya tersenyum sinis.
"kau telah aku latih dengan sangat baik, dan ikuti semua perintah ku dan juga jangan bertindak tanpa perintah langsung dariku, kau mengerti"
gadis itu hanya mengangguk, gadis itu sangat kaku tidak terlihat seperti gadis lainya.
"bagus sekarang kau keluarlah dan tunggu perintah ku selanjutnya"
gadis itu pergi tanpa suara,,,
setelah Gadis itu keluar laki laki misterius itu tertawa dengan sangat nyaring, sepertinya ia sangat puas.
"hahahaha... akhirnya pembalasan ku telah tiba, setelah 5 tahun aku menunggu" sekarang terlihat lah wajah laki laki itu.
dan ternyata ia adalah laki laki setengah baya yang pernah menjadi musuh terbesar bagi Sagara dan sekarang ia datang ingin menghancurkan kehidupan Sagara.
Tok...tok..tokk..,pintu diketok dari luar.
"masuk" setelah terdengar sahutan dari dalam, ia pun masuk kedalam ruangan itu, ternyata ia adalah Daniel.
asisten yang menjadi tangan kanan laki laki misterius itu.
"selamat sore tuan" bow Daniel.
"em.. bagaimana apakah kau telah mendapatkan informasi" tanyanya tanpa basa basi.
"tuan, kita berhasil meretas dan merusak sistem keamanan perusahaan itu" jawab Daniel.
"ouh...bagusss..lalu apa yang terjadi?" Ucapnya terdengar sangat senang.
"dan juga ada berita jika Andreas sekretaris Sagara mencoba melacak keberadaan kita, namun tuan tenang saja, karena kita sangat tersembunyi" jelas Daniel.
"bagus..jangan sampai ia menemukan keberadaan kita, jika pun iya maka aku memiliki rencana untuk itu" ucap laki laki licik itu.
"dan yang terakhir ada berita jika Sagara telah menikah" ucap Daniel,
betapa terkejutnya laki laki itu setelah mendengar apa yang dikatakan Daniel,,,,
"APA MENIKAH, SAGARA?!" ucapnya nyaring.
"benar tuan"
"HAHAHAHA..." sekarang ia malah tertawa
"menikah ya..eumm... membuat permainan ini menjadi lebih asik dan seru" ucapnya sambil tertawa.
Daniel yang mendengar pun tidak paham apa maksud dari perkataan tuan nya itu namun ia yakin jika rencana laki laki itu pasti sangat licik.
"PENGAWAL!!" teriak ia memanggil.
setelah pengawal itu datang,,,
"panggil Nina datang kesini" perintah nya, rupanya gadis itu bernama Nina.
"baik tuan"
gadis itu pun masuk dan langsung memberi hormat,,
"ada apa tuan memanggil saya" tanya Nina dengan suara datar dan kaku.
"dengarkan ini baik baik....." ucap laki laki itu,,,
setelah beberapa lama akhirnya pembicaraan itu pun berakhir lalu laki laki itu sangat puas dengan rencana barunya itu.
lalu Nina pun pergi meninggalkan ruangan itu,,,
"dan kau Daniel tetap pantau pergerakan Sagara" Ucap laki laki tersebut, ia tidak mau ada kesalahan apapun dalam rencananya.
"baik, sesuai perintah anda" jawab Daniel tegas, lalu ia pun pergi juga dari sana untuk melakukan tugasnya.
***
Sagara kembali kerumah agak larut malam, Zaara tengah menunggunya sedari tadi namun ternyata Sagara belum juga muncul, dan ponsel Sagara tidak aktif.
Zaara agak khawatir dengan Sagara, sekarang Zaara mondar mandir didepan ruang tamu ditemani kepala pelayan,,,
"nona muda apakah nona tidak lelah, lebih baik anda duduk terlebih dulu" ucap bibi pelayan itu sopan.
"iya bi, tapi Zaara tidak lelah"
tak berselang lama akhirnya yang ditunggu pun muncul dari balik pintu,,,
betapa terkejutnya Sagara ketika melihat Zaara yang belum tidur dan malah menunggunya.
Sagara pun berjalan mendekati Zaara,,,
"Zaara kenapa belum tidur" tanya Sagara
"bagaimana saya bisa tidur hubby belum kembali dari kantor" jawab Zaara lalu ia melihat penampilan Sagara yang terlihat lelah.
"hubby pasti sangat lelah, lebih baik hubby cepat bersihkan badan dan Zaara akan buatkan teh hijau" ucap Zaara yang cemas melihat keadaan Sagara.
sebenarnya Sagara memang agak lelah karena masalah yang dikantor nya belum sepenuhnya selesai.
"baik Zaara" Sagara pun pergi kekamar nya dan membersihkan diri sedangkan Zaara membuatkan teh untuk Sagara didapur.
tap...tap...tap....
Zaara pun menaiki tangga dan segera menuju ke arah kamarnya,,,
kriettt...
Zaara membuka pintu dan terlihat Sagara yang baru akan masuk kamar mandi.
"tuan muda ini teh nya" ucap Zaara meletakkan teh diatas meja sebelah tempat tidur.
"terimakasih Zaara, aku akan membersihkan diri dulu" ucap Sagara lalu ia pun menutup pintu kamar mandi.
Zaara pun duduk diatas kasur,,,
ia bertanya tanya ada apa hari ini, mengapa suaminya itu terlihat sangat kusut seperti ada masalah yang serius, padahal selama ini Sagara bisa menghadapi masalah dengan santai.
ia berencana untuk bertanya kepada Sagara apa yang sebenarnya telah terjadi.
kurang lebih 10 menit Sagara pun keluar dari kamar mandi dalam keadaaan yang sudah lebih baik.
Sagara pun berjalan mendekati Zaara dan duduk disampingnya,,,
Zaara pun mengubah posisi duduknya menghadap kepada Sagara,,,
"hubby, ini teh nya minum dulu selagi masih hangat" ucap Zaara mengambil teh disampingnya.
Sagara pun menyambut teh itu lalu meminumnya, Zaara hanya memperhatikan Sagara tanpa bicara.
Sagara pun berhenti meminum tehnya lalu ia letakan di meja itu, lumayan lama mereka hanya diam tanpa bersuara.
akhirnya Zaara membuka pembicaraan,,,
"hubby, bolehkan Zaara bertanya"
"tentu Zaara"
"Apa yang terjadi hubby, seperti nya hari ini hubby terlihat lebih lelah dari biasanya, apakah ada masalah serius?" tanya Zaara, ia khawatir dengan Sagara.
"iya Zaara, hari ini kantor sangat kacau karena ada yang menerobos keamanan perusahaan itu dan merusak sistemnya" jawab Sagara.
"astaghfirullah, lalu bagaimana sekarang?" tanya Zaara lagi.
"tidak masalah, hanya saja aku belum tahu siapa pelakunya, tapi kau tidak perlu cemas Zaara semua ada dalam kendali" ucap Sagara kepada Zaara yang sudah terlihat sangat khawatir, ia tidak ingin membuat Zaara terpengaruh oleh hal itu.
"apakah menurut hubby, masalah ini ada hubungannya dengan musuh"
"iya Zaara, sepertinya ini memang perbuatan dari musuhku" jawab Sagara lalu ia berkata,,,
"tetapi yang aku tidak paham adalah jika ia musuh perusahaan ini biasanya tidak akan menyerang keamanan karena mereka semua tahu jika aku memiliki keamanan yang sangat canggih dan juga mereka tidak akan berani mengganggu ku" ucap Sagara yang mulai merasa kesal.
Zaara hanya bisa menenangkan Sagara, ia tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu Sagara.
"hubby maafkan Zaara yang tidak bisa membantu meringankan masalah ini karena Zaara nggak terlalu paham" ucap Zaara yang tengah mengelus pipi Sagara.
"tidak apa apa Zaara, kau tidak perlu melakukan apapun karena akan hadirmu saja sangat membantuku untuk labih kuat menghadapi semua tantangan" ucap Sagara ia pun membawa Zaara untuk merebahkan diri mereka,,,
"tidak perlu dipikirkan Zaara, kita lebih baik tidur" ajak Sagara dan ia pun mematikan lampu kamar itu dan hanya membiarkan lampu tidur yang menyala.
bersambung.....