Zaara

Zaara
bab.63. kau seperti orang asing



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


deg...!!


deg...!!


deg...!!


terasa sangat sakit, takut dan juga marah Sagara rasakan ketika mendengar semua perkataan Zaara kepadanya.


"siapa yang akan membiarkan kau pergi!!" hanya kalimat itu yang keluar dari mulutnya,Zaara menatap Sagara.


"jangan berharap bisa pergi, seumur hidupmu pun aku tidak akan pernah melepaskan mu!" sergah Sagara tajam.


karena hatinya sekarang sangat kalut, marah, kesal cemburu, ia tidak bisa berpikir jernih dan hanya kata kata kasar yang terlontar dari mulutnya dan semakin membuat Zaara terluka.


"sampai kapanpun jangan berharap bisa pergi dariku dan menemui laki laki itu" ucapan itu seperti pedang yang tertancap kedalam jantungnya.


"apa maksudmu!!" kening Zaara berkerut mendengar ucapan itu, apakah Sagara masih berpikir jika ia dengan Niko ada sesuatu, pikir Zaara.


"jangan berpura pura Zaara, aku tahu kau ingin menemui laki laki itu bukan!" saut Sagara enteng masih dengan perasaan posesif Sagara menganggap bahwa Zaara ingin pergi untuk menemui Niko.


DEG!!...


lagi lagi hatinya hancur berkeping keping disaat Sagara masih melontarkan tuduhan seperti itu dan masih tidak percaya padanya.


"kenapa!?...kenapa kau tidak percaya padaku, bahkan kau tidak ingin mendengarkan penjelasanku, atas dasar apa hubby menuduhku!!" dengan nada yang terdengar sedih Zaara menatap mata Sagara, ia ingin menemukan sedikit saja harapan dari Sagara.


namun yang ditemukan Zaara dimata itu hanyalah, rasa curiga dan ketidakpercayaan Sagara terhadapnya.


"baiklah...kalau begitu lepaskan saja aku!" ucap Zaara dengan nada pasrah dan tatapan hancur Zaara, mungkin ia tidak pernah memiliki kesempatan lain lagi setelah ini.


perkataan Zaara, sekali lagi membuat Sagara sangat marah, kalimat Zaara ingin pergi itu membuat perasaan Sagara takut dan kesal, namun ego Sagara juga terlalu besar, ia cemburu buta.


"ZAARA!!!"


"SAMPAI KAPANPUN KAU TIDAK AKAN MENINGGALKAN RUMAH INI!!"


"INGAT ITU!!"


semua perkataan itu terlontar keras, membuat Zaara menutup matanya, Sagara lagi lagi membuatnya seperti terkurung disangkar emas.


"jika kau tidak percaya padaku maka lepaskanlah aku, lalu untuk apa kau menahanku disini!"


"aku tidak tahan lagi, aku tidak sanggup melihat tatapan mata yang selalu menatapku curiga"


"MAKA BIASAKANLAH!"


DEG!!..


"heh!!" Zaara membuang mukanya, lalu dengan perasaannya yang sangat hancur, Zaara berbalik badan dan ingin pergi dari sana.


"KAU INGIN KEMANA!! APAKAH KAU INGIN MENEMUI LAKI LAKI BRENGSEK ITU!!" sergah Sagara tajam membuat Zaara berhenti dan tanpa membalikkan badannya Zaara mengatakan hal yang semakin membuat Sagara marah.


"BENAR!!"


"seperti keinginan mu aku akan pergi menemuinya, itu kan yang selalu kau tuduhkan padaku, jadi sama saja, apa bedanya..benarkan!?" ucap Zaara sudah sangat lelah.


tap...


tap..


tap...!!


sagara dengan cepat menghampiri Zaara dan mengangkat tubuh Zaara secara paksa,,,


"jangan berani beraninya kau melakukan itu,kau mengira aku akan melepaskanmu dan laki laki itu dengan mudah hah!!!" desis Sagara tajam tepat di telinga Zaara.


"TIDAK!!!"


"lepaskan aku ...lepaskan!!" Zaara memberontak memukul mukul punggung Sagara agar laki laki itu menurunkannya.


"huhuhu...aku bilang lepaskan aku!!" dengan sekuat tenaga Zaara melawan Sagara, namun Sagara tetap berjalan membawa Zaara menaiki tangga dan menuju kamarnya.


BRAK!!!...pintu itu ditendang oleh Sagara sampai terbuka.


lalu dengan kuat Sagara menjatuhkan tubuh Zaara keatas tempat tidur.


BUK...!!!


"A.. apa yang ingin kau lakukan, menjauhlah!!" ucap Zaara bergetar hebat, ingatannya kembali melayang ketika Sagara memaksanya waktu itu.


"apa yang kau takutkan istriku!!" desis Sagara tepat dihadapan Zaara, lalu dengan gerakan membuka jas miliknya sendiri Sagara membuat Zaara semakin takut.


"b..ber..henti..jja..ngan...kau berani mendekat!!" Zaara merapatkan tubuhnya dikasur itu.


"kau tenang saja sayang..setelah ini aku jamin kau tidak akan pernah berpikir ingin keluar dari tempat ini!!" ucap halus Sagara namun terdengar begitu menyeramkan bagi Zaara.


"aku bilang jangan mendekat!!"


"AKHHH...!!" Sagara menarik tubuh Zaara dan membuat posisi Zaara dengannya sangat dekat.


"kau tenang saja sayang, aku tidak akan membuatmu kesakitan!!"


deg...!!


"aku mohon jangan seperti ini...hik..hik!!"


"aku mohon hubby...!!!"Zaara benar benar takut jika Sagara kembali memaksanya.


"jangan menangis sayang, jangan membuatku merasa jika aku sedang memaksamu!!" ucap Sagara santai sambil membelai wajah Zaara.


gila! laki laki ini sungguh gila, bagaimana bisa ia mengatakan jika sekarang ia tidak memasak Zaara, bahkan sekarang Sagara hampir seperti orang asing dimata Zaara.


"Lepas!!" Zaara melayangkan pukulannya kewajah Sagara.


PLAKK..!!


"cck...hisss!!!" tamparan itu telah mengenai pipi Sagara, lalu dengan menatap intens Zaara, Sagara semakin membara.


"pukulan mu sangat halus!!, setelah ini kau boleh memukulku lagi sayang....!!" lalu dengan gerakan cepat Sagara mencengkram kuat kedua lengan Zaara dan mulai memaksakan kehendaknya kepada Zaara.


"hik...hik...hikss!!" Zaara benar benar hancur, sekali lagi Sagara memasaknya.


"tidak!!"


"jangan!!...hikss...hikss...!!" Zaara kembali memberontak ketika ia merasakan Sagara mencoba membuka kerudung miliknya.


namun ia kalah kuat dibandingkan Sagara, dengan mudah Sagara membuka kerudung miliknya.


"HIKS... HUHU...JANGAN!!!" tangisan Zaara semakin kencang disaat Sagara mulai menggerayangi tubuhnya.


Sagara mendekatkan wajahnya kewajah Zaara, kemudian membisikikan sesuatu kepada Zaara.


"sst...jangan terlalu berisik sayang nanti ada yang mendengar!!" lalu Sagara pun melanjutkan aksinya kepada Zaara.


dikamar itu sekarang hanya terdengar Isak tangis memilukan Zaara, sekali lagi hancur sudah harapannya kepada Sagara, suaminya sendiri membuat ia merasakan keganasan seorang laki laki.


sedangkan di luar halaman rumah Sagara...


sedari tadi Andreas sangat cemas dan tegang, bagaimana tidak semenjak memanasnya situasi itu, Andreas tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu Zaara.


sekarang Sagara telah membawa Zaara masuk kedalam kamar mereka, dan Andreas bisa memastikan apa yang telah terjadi didalam kamar itu.


"nona muda maafkan saya karena tidak bisa menolong anda sedikitpun" pikir Andreas sambil menatap lantai dua rumah besar itu.


Apa yang sebenarnya terjadi dengan hubungan ini, mengapa tidak juga menemukan titik terang, Sagara kenapa ia selalu berpikir jika Zaara memiliki hubungan dengan Niko.


kenapa Sagara tetap kekeuh bahwa Zaara memang memiliki hubungan itu dengan laki laki lain?, pikir Andreas menerawang.


"apakah ada sesuatu hal yang membuat Sagara berpikir seperti!?" ucap Andreas bertanya tanya.


"aku harus menyelidiki ini!!" ucap Andreas berpikir pasti ada sesuatu dibalik semua kejadian ini.


dan Andreas tidak bisa membiarkan hal tersebut semakin menjadi jadi.


***


"jangan pernah berpikir untuk pergi lagi sayang..!!" belai lembut Sagara tepat di belakang Zaara.


setelah selesai memaksakan kehendak, Sagara memperhatikan Zaara sedari tadi.


Zaara sekarang merasa dirinya benar benar hancur, perkataan Sagara barusan pun ia mendengarnya, lalu dengan membuka suaranya Zaara berkata.


"sudah puaskah!!, kau telah menghancurkanku secara perlahan lahan!!" ucap Zaara dengan membelakangi Sagara.


"hhmm...!!" Sagara yang mendengar perkataan itu pun menghembuskan nafas lalu dengan cepat ia memungut pakaiannya dan memakainya.


lalu Sagara duduk di sofa ruang kamar itu, dengan sorot mata rindu, sedih dan juga marah Sagara hanya diam.


Zaara yang merasa jika Sagara telah menjauh darinya pun, ikut bangkit secara perlahan, membenarkan pakaian miliknya yang acak-acakan lalu memakai kerudung miliknya.


dengan hati yang telah hancur dan mati, Zaara tidak bisa menangis ataupun tertawa lagi.


tap..


tap..


tap..!!


Zaara berdiri berlahan lahan, merasakan tubuhnya sangat sakit, Zaara pun sedikit terhuyung.


"heum...hisss!!" keluh Zaara, namun ia tetap berusaha kuat lalu dengan sorot mata yang sangat kecewa Zaara berkata.


"ternyata aku tidak mengenalmu sama sekali!!" ucap Zaara sambil tersenyum tipis.


"ternyata selama ini aku tidak pernah tahu sebenarnya seperti apa laki laki yang sekarang menjadi suamiku!"


"heum...huhmmm!!" lagi lagi Zaara menarik napas panjang.


"ternyata kita adalah orang asing yang tidak saling percaya!!" ucap Zaara menatap Sagara dengan senyum kecut diwajahnya.


sangat tergambar jelas gadis lembut itu terluka sangat dalam, terlalu dalam hingga ia tidak pernah bisa bangkit lagi.


DEG....!!!


lalu dengan seketika jantung Sagara berdegup dengan keras mendengar semua perkataan itu.


bersambung...