
......................
Zaara segera menuju ruang kelas,,,
ia masih kesal dengan Niko, entah mengapa sikap laki laki itu membuatnya muak.
Zaara masuk,,,
ia segera duduk dan mengambil buku untuk di baca.
pulang kuliah pun tiba, Zaara begegas membereskan peralatan kuliahnya dan pergi dari sana, ia ingin cepat pulang untuk beristirahat.
sesampainya dirumah Zaara membersihkan tubuhnya dan merebahkan diri,..... tak beberapa lama Zaara pun tertidur.
***
dikantor Sagara,,,
terlihat Sagara yang akan bersiap pulang.
"Andres siapkan mobil" perintah Sagara sebelum ia pergi dari ruangan itu, ia meminta Andreas untuk lebih dulu menyiapkan mobil.
"baik tuan muda" jawab Andreas, Andreas pun pergi sedangkan Sagara terlebih dahulu menuju ruangan informasi miliknya.
setelah sampai disana Sagara segara membuka komputer itu untuk melihat apakah ada pesan yang lain masuk,,,
"mereka benar-benar berani" ucap Sagara, pesan itu tidak ada lagi dan juga entah mengapa retas itu juga sudah pulih dengan sendirinya, seperti ada yang sengaja melakukannya.
Sagara pun keluar dari ruangan itu,,,
mobil sudah siap, Sagara pun langsung pulang.
25 menit diperjalanan pulang akhirnya Sagara sampai.
cittt....
mobil berhenti didepan halaman luas itu,,,
Sagara berjalan masuk rumah dan seperti biasa para pengawal akan memberikan bow kepada Sagara.
Sagara pun hanya berjalan seperti biasa ia memang tidak pernah menoleh ataupun hanya sekedar menyapa dengan senyuman.
tok...tok...tok...
ketuk Sagara dipintu kamar miliknya, entah mengapa dia mengetuk pintu, ia pun sadar dan segera masuk sendirinya,,,
"Zaara" panggil Sagara, dan ternyata Zaara sedang tertidur di sofa.
Sagara tidak tega membangunkan Zaara, ia pun mengangkat tubuh Zaara keatas tempat tidur,,,
setelah itu Sagara pun membersihkan dirinya.
Zaara mengerjapkan matanya, terbangun dari tidurnya karena ia mendengar suara percikan air dari kamar mandi.
Zaara berpikir jika Sagara telah pulang, Zaara pun segera keluar kamar menuju dapur untuk mengambilkan Sagara teh hangat,,,
tidak lama kemudian terlihat Zaara yang telah membawa teh itu,,,
"ternyata hubby belum selesai" kata Zaara pelan, lalu ia meletakkan teh tersebut.
kriettt.... terdengar pintu dibuka.
Sagara sudah selesai membersihkan diri, Sagara melihat Zaara yang telah bangun, lalu ia berkata.
"Zaara kau sudah bangun, apakah karena aku terlalu berisik" ucap Sagara lembut.
Zaara tersenyum membalas kalimat Sagara itu,,
"nggak hubby, Zaara memang terbangun" ucap Zaara lembut lalu mengambil teh tersebut untuk Sagara minum.
"ini hubby minum dulu" teh itu pun segera diminum Sagara.
malam harinya setelah sholat isya, Sagara dan Zaara pun turun kebawah untuk makan malam,,,
terlihat mereka sangat serasi, para pelayan pun tersenyum melihat hal itu, mereka bersyukur jika tuan mudanya itu mendapatkan gadis yang sangat baik seperti nona Zaara.
"silahkan tuan muda dan nona muda, makanan sudah siap disajikan" ucap kepala pelayan itu sopan.
"terimakasih bibi" balas Zaara tersenyum ramah.
walaupun selama ini Zaara telah menikah dengan Sagara tapi tidak membuat gadis itu berubah sikapnya kepada pelayan dan juga walaupun ia menikah dengan Sagara yang sangat kaya, ia tetap berpakaian sederhana.
"kenapa bi?" tanya Zaara yang memperhatikan jika bibi itu melihat kearahnya.
"ehh..maaf nona muda saya tidak sopan" ucap kepala pelayan kepada Zaara, ia takut jika ia telah lancang menatap tuannya.
"nggak bi, sudahlah bibi makanlah juga bersama yang lain" ucap Zaara.
pelayan itupun pergi, tertinggalah Sagara dan Zaara berdua di ruang makan.
Zaara pun mengambilkan makanan untuk Sagara, lalu mereka makan dengan lahap.
Sagara yang sudah selesai itu pun menatap Zaara,,,
"hubby sudah selesai makan, kenapa malah menatap Zaara" ucap Zaara yang sadar jika ditatap oleh Sagara.
"sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan" ucap Sagara.
"benarkah, baiklah katakan saja hubby" ucap Zaara lembut.
"bagini Zaara, sebenarnya aku sudah tahu dimana pelaku yang menyerang perusahaan"
"dan aku akan pergi ke negara M untuk menemukan pelaku tersebut " sambung Sagara
"menemukan pelaku, hubby bukankah terlalu berbahaya" ucap Zaara khawatir, bagaimana bisa Sagara ingin menemukan musuh itu sendiri.
"Zaara kau tenang saja, aku akan baik baik saja" ucap Sagara menenangkan Zaara.
"aku akan pergi besok, dan mungkin akan lebih lama tapi kau jangan khawatir pasti aku akan selalu mengabarimu sayang" kata Sagara.
Zaara hanya bisa mengiyakan, dan berdoa semoga Sagara akan baik baik saja.
akhirnya Zaara menganggukkan,,,
"baiklah hubby, tapi ingat harus menjadi diri dengan baik" ucap Zaara mengingatkan.
.....
esok paginya,,,
"hubby jaga diri baik baik ya" ucap Zaara
Sagara telah siap untuk pergi, sekarang ia tengah berada di ruang tamu untuk menunggu Andreas datang.
"iya sayang, kau tenanglah aku pasti akan menjaga diri, kau ini tidak mengenalku ya Zaara" ucap Sagara mencoba menghibur Zaara yang tengah khawatir.
"benar juga sih" jawab Zaara pelan.
akhirnya Andreas tiba,,,
"sayang aku pergi dulu ya, jangan lupa jaga diri baik baik disini, ingat jika kemana mana bawa pengawal" ucap Sagara lalu ia mencium Zaara seperti biasa dan memeluknya.
Zaara pun hanya tersenyum lalu ia mengikuti Sagara hingga memasuki mobil,,,
Sagara masuk kedalam mobil dan melambaikan tangan kepada Zaara, ia akan segera pergi,,,
Zaara membalas melambaikan tangan,,,
"assalamualaikum Zaara" ucap Sagara lalu pergi.
"wa'alaikumsalam"
***
diperjalanan,,,
"bagaimana Andreas apakah ada informasi baru?" tanya Sagara serius.
"saat ini belum ada perkembangan apapun tuan muda" jawab Andreas.
"pantau terus jika ada perkembangan" perintah Sagara
"baik" jawab Andreas tegas.
***
dirumah,,,
setelah Sagara pergi, Zaara juga langsung pergi kuliah.
didalam mobil Zaara hanya diam, ia merasa sedikit khawatir dengan Sagara, tapi mau bagaimana lagi suaminya itu tetap keras kepala untuk menemukan pelaku dengan tangannya sendiri.
"ya Allah lindungilah suami hamba" doa Zaara
Cittt...
mobil berhenti di depan gerbang dan seperti biasa Zaara akan langsung menuju ruang kelas,,,
.....
Ngiiing....ngiiing....
setelah Sagara menaiki pesawat, akhirnya mendarat setelah 2 jam penerbangan,,,
akhirnya Sagara tiba dinegara itu, tempat inilah yang akan menjadi tempat pencariannya.
Sagara sudah tidak sabar untuk menemukan pelaku itu dan menghancurkannya.
Sagara pun berjalan menuju para bodyguard yang telah menunggu kedatangannya,,,
"selamat datang tuan" bow mereka semua, lalu supir membuka pintu mobil untuk Sagara masuki, mereka semua menuju mansion yang dimiliki Sagara di negara itu.
sesampainya di mansion,,,
Sagara tanpa membuang waktu lagi ia segera mencari informasi dari semua perusahaan yang ada di negara itu.
didalam ruangan Sagara sudah bersiap mengamati setiap detail informasi yang di kirim oleh Andreas,,,
Sagara menatap tajam, setelah melihat salah satu nama perusahaan yang tidak asing baginya.
Sagara pun menelpon Andreas,,,
tuutttt....tutttt....
"halo tuan muda" jawab Andreas di seberang
"Andreas cari tahu informasi perusahaan Hans grup" perintah Sagara, ia curiga jika perusahaan itu yang telah meretasnya.
"baik tuan"
***
malam harinya Sagara tengah mengamati hasil informasi yang diberikan oleh Andreas,,,
beberapa lama ia mengamati data itu.
lalu Sagara berjalan mendekati jendela,,,
Sagara berdiri di dekat jendela dan menatap lurus keluar, ia berpikir jika masalah ini seperti ada yang tidak beres.
setelah diamatinya secara langsung jika perusahaan itu memanglah yang meretas Sagara dan juga yang merusak sistem keamanan perusahaannya.
tentu Sagara sangat marah, tapi sekarang bukan hal itu yang menjadi pusat perhatiannya.
"Hans group bukan sembarang perusahaan yang tentunya juga tidak mungkin untuk mencuri data perusahaan ku" ucap Sagara masih berpikir jika semua ini ada yang aneh.
"namun disini mengapa mereka melakukan hal itu apa tujuan sebenarnya mereka?"Sagara benar benar kesal.
drrtt.... drrtt.....ponsel Sagara berdering
"ya Andreas ada informasi apa?." setelah ponsel itu diangkat ternyata Andreas yang menelpon.
mengatakan jika ia sudah tahu keberadaan dari pemilik perusahaan Hans group.
"besok kita akan segera pergi, aku sudah tidak sabar untuk mendengarkan jawaban mereka nanti" desis Sagara dingin.
bersambung.....