Zaara

Zaara
bab 15. kehancuran Mira



......................


"AKHHH...!!!"


"KAU MENGIRA AKU TIDAK BISA MENEMBAK MU DISINI HAH!!"


Sagara benar benar mendidih sekarang tapi ia mencoba tenang agar Zaara tetap aman, namun ia tetap tidak bisa mengendalikan emosinya.


"JANGAN LAKUKAN APAPUN KARENA JIKA ANDA BERANI MENYAKITI ZAARA SAYA AKAN MENGHANCURKAN ANDA SEHANCUR HANCURNYA".


Mira tertawa..


"HAHAHAHA!!"


"tuan tidak perlu melakukan itu, sekarang pun saya bisa membawa Zaara kehadapan anda"


"kalau begitu lakukanlah" desis Sagara sudah tidak tahan lagi dengan sikap Mira.


"baiklah"


"hei Zaara kemarilah ada yang menjemput mu"


"eittss, tunggu dulu tapi anda harus berjanji jika anda harus menurunkan senjata itu karena jika tidak anda akan membuat Zaara takut" sambung nya.


Sagara lagi lagi harus menuruti perkataan Mira.


dengan terpaksa Sagara meminta pengawal menurunkan senjata tetapi ia tidak boleh lengah.


"baik, Zaara ayo keluar sayang" panggil nya.


betapa terkejutnya Sagara melihat tubuh lemah Zaara berjalan keluar dari rumah itu,


tubuh itu penuh luka cambuk terlihat dari pakaian gadis itu yang penuh darah dan goresan panjang di tangannya.


Sagara benar benar menatap tajam Mira, sudah habis kesabaran sagara ia ingin sekali menembak tubuh Mira, tetapi ia melihat jika ditubuh Zaara benar benar terpasang bom.


Mira yang membalas tatapan Sagara ia tersenyum licik,


Sagara mencari celah agar bisa menyelamatkan Zaara, sebisa mungkin ia membuat Mira lengah, Sagara melirik kearah Andreas ia mencoba memberitahukan bahwa kapan ia harus bertindak,


Andreas yang mengerti tatapan itu mencoba membuat tindakan agar Mira lengah dari Zaara


Andreas pun maju perlahan kearah Mira, ia ingin mengambil pemicu ledakan bom itu, begitu juga para pengawal ia mengerti gerakan dari Andreas pun bersiap siap dengan tembakan masing masing


Mira yang sadar keadaan itu semakin membuatnya terdesak


"nyonya Mira, saya tidak akan menyakiti anda jika anda bersikap lebih baik, anda tidak perlu melakukan semua ini" kalimat Sagara itu hanya untuk mengalihkan perhatian Mira.


dengan senyum sinis,,


"Apakah kau tahu apa yang aku lakukan ini memiliki alasan?" Sagara hanya diam


"tidak? tapi saya memiliki alasan, yang pertama membalaskan dendam untuk putri ku Nadyra, putriku yang malang itu sekarang ia sangat menderita dan aku tidak rela semua itu aku ingin Zaara merasakan hal yang sama, yang kedua aku juga tidak rela melihat gadis sialan ini bahagia" Mira lagi lagi tertawa


"hahaha....bagaimana bisa ia begitu beruntung bertemu denganmu laki laki yang sangat sempurna untuk wanita sepertinya!!"


Sagara mengepalkan tangannya, perkataan wanita itu membuat hatinya semakin mendidih.


"Dia gadis paling sempurna yang pernah saya temui" ucap Sagara


Mira telah terpancing menjadi lengah, Andreas pun beraksi dan merebut pemicu itu dengan cepat dan pengawal pun mengarahkan tembakan kearah Mira.


kali ini posisi Mira telah terkepung,


"SIAL...! BERANI BERANINYA MENJEBAK SAYA, APAKAH KAMU KIRA DENGAN SEPERTI INI SAYA AKAN TAKUT HAH!!" teriak Mira ditatapnya Sagara dengan amarah yang meletup.


wanita itu ia sudah tidak takut lagi, di otaknya sekarang hanya ingin membalaskan dendam ini,


"posisi ku sekarang sangat tidak menguntungkan, aku harus lari terlebih dahulu" batin Mira.


tiba tiba,,,


set...!!


Mira menyerang Zaara dengan sebuah pisau, entah sejak kapan pisau itu ada ditangannya. yang pasti sekarang Mira sedang memegang pisau itu dan mengarahkan pisau itu ke leher Zaara.


serangan tiba tiba itu membuat Sagara berhati hati begitu juga Andreas dan para pengawal, mereka ingin menyerang tetapi Mira mengancam mereka jika mereka berani mendekat maka nyawa Zaara akan melayang.


"jangan coba coba mendekat jika tidak ingin Zaara mati ditanganku" ancam Mira.


"jangan berani anda melakukan itu" desis Sagara


"Turunkan semua tembakan itu" perintah Mira. ia memundurkan tubuhnya semakin kebelakang


dengan isyarat tangan Sagara semua pengawal menurunkan senjata mereka.


Mira semakin mundur dan masuk kerumah itu, ia membawa Zaara masuk kedalam, Sagara mencoba mendekati dengan sangat hati hati.


mira berencana untuk melarikan diri tetapi sebelum itu ia harus berhasil melukai Zaara, ia masuk kembali kerumah itu untuk mengambil sesuatu, setelah ia berhasil mendapatkan yang ia tuju Mira dengan cepat melukai Zaara,


Sagara menyadari pergerakan Mira dengan cepat menembak Mira.


bersamaan dengan itu Mira berhasil juga melukai Zaara tepat dilengannya, pisau itu meleset.


tiba tiba...!!


Duuaarr...!!!


Mira melempar sebuah gas beracun ia mencoba melarikan diri, dengan sekuat tenaga ia mencoba berlari.


"HUKK..HUKK...HUKKK!!


asap beracun memenuhi ruangan itu Sagara dengan cepat memapah Zaara keluar begitu juga Andreas dan pengawal mereka segera keluar dari rumah itu.


"Kurang ajar, kalian cepat kejar wanita sialan itu!!" perintah Sagara kepada pengawal yang masih selamat dari gas itu.


para pengawal pun mengejar Mira yang berhasil kabur, Sagara yakin dengan luka tembak itu tidak mungkin untuk Mira pergi jauh.


"Huk..huk..huk...!!!"


"Zaara kau tidak apa apa" Sagara sangat khawatir dengan keadaan Zaara. ia pun segera pergi kerumah sakit


tap...


tap...


tap...


Sagara bergerak cepat keluar dari hutan itu, lalu membawa Zaara masuk kedalam mobil,,,


vroomm...!!


vroomm....!!


"tambahkan kecepatannya" perintah Sagara ia merasa mobil itu terlalu lambat.


Andreas pun melajukan mobil itu dengan cepat, ia harus segera kembali ke kota, karena di desa ini tidak ada rumah sakit.


akhirnya merekapun sampai di rumah sakit itu.


Citttt....!!


Sagara segera membawa Zaara kedalam rumah sakit.


"SUSTER...SUS.. SUSTER..!!." teriak Sagara


suster pun datang dan langsung membawa zaara kedalam ruangan.


kedua kalinya Sagara harus menghadapi peristiwa seperti Zaara yang terluka sangat membuatnya takut jika terjadi sesuatu padanya, Sagara mencoba menenangkan dirinya sendiri.


"Andreas apakah ada informasi jika wanita itu sudah ditemukan"


"ya tuan muda, wanita itu sudah tertangkap sekarang dia ada di ruangan rahasia itu" jawab Andreas


"bagus, biar nanti aku akan memberi wanita itu pelajaran" ucapnya.


kriit....!! pintu ruangan Zaara terbuka, dokter pun keluar dari sana, Sagara segera berdiri dan mendekati dokter itu.


"Dokter, bagaimana keadaannya? dia baik baik saja?!" tanya Sagara tidak sabaran.


"tuan keadaan nona itu cukup tidak baik, ditubuhnya banyak luka cambuk dan Untungnya luka yang terkena pisau itu tidak cukup dalam" jelas dokter.


tubuh Zaara yang lemah itu harus menerima beberapa kali cambukan tentu saja akan sangat kesakitan, hanya saja Zaara tidak ingin Sagara mendengar jeritan kesakitannya.


"tapi tuan tenang saja, saya akan mencatat resep untuk nona, ia akan lebih baik nanti" ucap dokter itu ramah, setelah itu dokter pun pergi,,


Sagara langsung masuk kedalam,dengan langkah pelan ia mendekati Zaara,suara itu terdengar sangat lembut.


"Zaara kau baik baik saja kan" tanya Sagara setelah membuka pintu dan berjalan mendekati Zaara.


Zaara hanya tersenyum,,


"tuan muda tenang saja ini hanya sebuah luka ia akan sembuh dengan sendirinya" Zaara berusaha agar Sagara tidak cemas padanya


tatapan Sagara tertuju kepada Zaara ia menatap Zaara dengan lembut, tidak ada kali berikut nya Zaara tersakiti.


"setelah ini kau harus tinggal bersamaku Zaara dan jangan menolak" ucap Sagara


"aku tidak bisa lagi menerima jika terjadi sesuatu padamu" ucapnya lembut


"tolong jangan sakiti aku dengan menyakiti dirimu sendiri" sambungnya, kali ini Sagara benar benar tidak ingin jauh lagi dengan Zaara.


Zaara yang mendengarpun menjadi tersenyum, ia mengerti Sagara sangat mengkhawatirkannya kini ia tidak akan menolak laki laki itu.


ia pun menganggukkan kepala, Sagara menjadi sangat lega Zaara setuju dengannya.


"kau tenang saja Zaara, tidak lama lagi aku akan menikahi" ucap Sagara membuat Zaara merona.


wajahnya bersemu merah, sangat malu harus menatap wajah itu sekarang.


bersambung....