
......................
kring...kring..
alarm jam berbunyi menunjukkan pukul 4:30
Zaara bangun untuk melaksanakan shalat subuh, tidak lupa ia membangunkan Sagara yang masih tertidur.
"tuan muda..tuan muda ayok shalat berjamaah"
Sagara mengerjapkan matanya,,
"ya Zaara aku akan segera bangun" sagara mencoba menyesuaikan cahaya di kamarnya.
"baiklah tuan muda tapi jangan tidur lagi ya" ucap Zaara lalu ia bangkit untuk mandi dan mengambil wudhu.
setelah selesai Zaara pun keluar dan menyiapkan sajadah untuk shalat, begitu juga Sagara ia juga membersihkan diri.
"ayo tuan muda" bujuk Zaara.
"ya Zaara, tetapi ada satu hal yang ingin aku katakan, Zaara aku akan mencoba menjadi imam yang baik untukmu, aku akan berusaha lebih baik dan maafkan aku Zaara jika bacaan shalat ku belum fasih" ucap Sagara.
" tuan muda, tidak masalah kita akan selalu belajar untuk itu,dan saya bersyukur jika tuan muda mau tetap berusaha menjadi lebih baik lagi"
Sagara pun memulai shalat nya,,,
"assalamualaikum warahmatullahi"
"assalamualaikum warahmatullahi"
hatinya menjadi sangat tersentuh, ia sangat beruntung bertemu Zaara, gadis itu membuatnya berubah menjadi lebih dekat dengan sang pencipta.
setelah selesai shalat seperti biasa zaara melakukan aktivitas paginya, membantu para pelayan memasak untuk keluarga itu.
"selamat pagi nona muda" bow para pelayan.
"selamat pagi juga bi" saut zaara.
makanan pun selesai disiapkan, keluarganya pun sudah berkumpul diruang makan.
"Zaara ayo duduk disini" ucap Sagara menepuk kursi di samping nya.
Zaara menganggukkan lalu ia pun berjalan menuju kursi itu, mereka pun makan dengan sangat lahap.
hari ini nenek dan kakek akan pulang ke Kanada, sebelum itu nenek memberikan sesuatu kepada sagara sebagai hadiah pernikahannya.
"ini ada hadiah untuk kalian berdua, selamat menikmati hadiahnya" ucap nenek sambil mengedipkan mata.
Sagara tidak mengerti dengan apa yang dilakukan neneknya itu.
"Sagara nanti saja membuka hadiahnya, buka setelah nenek naik pesawat"Sagara hanya menuruti perkataan neneknya itu.
Sagara dan keluarga mengantarkan nenek dan kakek ke bandara lalu mereka berpisah disana.
.....
seperti yang diucapkan oleh nenek, Sagara membuka hadiah itu,,,
hadiah itu berupa honeymoon bersama Zaara.
"nenek sebenarnya tidak perlu melakukan hal ini"Sagara ia tahu jika Zaara sekarang belum bisa memenuhi kewajibannya, dan ia pun tidak ingin memaksa Zaara.
sebenarnya ia sedikit kecewa tetapi mau bagaimana lagi, ia harus bersabar hingga Zaara mau melakukannya.
melihat Sagara yang bengong, Zaara bertanya tanya, ia pun berjalan mendekati Sagara.
"tuan muda ada apa?"
"tidak ada apa apa" jawab Sagara
"lebih baik kita beristirahat di kamar" ajak Sagara. Zaara pun mengiyakan, mereka berjalan menuju kamar.
sesampainya didalam kamar,,
Zaara duduk di atas kasur,
"tuan muda boleh saya bertanya?"
"emm ya ada apa?" jawab Sagara duduk disamping Zaara.
"sebenarnya tidak terlalu penting hanya saja, Zaara Mau tanya kapan tuan muda masuk kerja?"
"kenapa bertanya hal itu" ucap Sagara bertanya.
"em..tidak seperti itu hanya saja pekerjaan tuan muda pasti banyak, karena kan beberapa hari ini tuan sibuk dengan pernikahan ini"
"Zaara sebenarnya hanya merasa kasihan jika Sagara harus menyelesaikan semua pekerjaan kantor yang yang tertunda" sambungnya.
"Zaara kau tenang saja, jika untuk pernikahan kita apapun bisa aku handle, jadi kau jangan khawatir dengan pekerjaan kantor" Sagara mengusap puncak kepala Zaara.
Sagara pun merebahkan dirinya di kasur, ia ingin tidur siang sebentar.
....
Zaara sedang membersihkan kamar itu dan tidak sengaja menemukan sebuah tiket liburan,,,
"ini apakah tuan muda yang beli" ucap Zaara melihat jika itu adalah sebuah tiket honeymoon,Zaara merasa bersalah kepada Sagara.
Zaara berjalan mendekati Sagara, menatap Sagara yang tengah tidur itu.
Zaara berpikir bagaimana jika mereka pergi berlibur, Zaara pun segera menyelesaikan pekerjaan rumahnya setelah itu ia mandi dan menunggu Sagara bangun tidur.
sekarang sudah pukul 15:40 ia harus mandi dan shalat ashar.
Zaara memasuki kamarnya dan menemukan jika Sagara telah bangun dan melaksanakan shalat.
Zaara menunggu Sagara selesai,,,
"ada apa Zaara" tanya Sagara selesai shalat.
"tidak ada tuan muda, tapi boleh saya bertanya?"
"tentu"
"apakah tiket ini untuk kita?" ucap Zaara, Sagara pun mendekati Zaara.
"ini hadiah dari nenek, tapi aku tahu jika kamu belum siap, karena itu aku menyimpannya saja" jawab Sagara.
"apakah tuan muda ingin pergi, bagaimana jika kita pergi saja, hadiah ini dari nenekkan" ucap Zaara nenek telah memberikan hadiah itu jika ia tidak pergi berarti itu sama saja tidak menghargai nenek.
"kau yakin?!" tanya Sagara tidak percaya.
"emm..iya tuan muda, memangnya apa yang salah, kan itu hanya tiket liburan?"
"astaga, apakah istriku ini memang sangat polos" batin Sagara.
Sagara sampai menutupkan matanya saking gemasnya pada Zaara.
"baiklah Zaara,kau ingin pergi liburan kita akan pergi" ucap Sagara.
Zaara sangat senang,,
"benarkah? tuan muda sangat baik.." Zaara melompat lompat kecil saking bahagianya.
kadang Zaara jika sangat senang ia akan kembali menunjukkan sifat anak kecil tanpa sadar, tetapi dimata Sagara hal itu sangat lucu baginya.
Sagara pun hanya mengangguk,,
"baiklah Zaara akan menyiapkan yang akan dibutuhkan" seperti gadis itu sangat tidak sabaran.
.....
dilain tempat,,,
hari yang sangat membosankan bagi Meena karena tidak ada teman yang bisa diajaknya bicara.
sekarang ia duduk di bangku taman sambil memakan ice krim kesukaannya.
disore hari taman itu memang penuh dengan pengunjung
"hahmmm" runtuk kesekian kalinya ia mendesah.
"saat ini mbak Rena sedang bekerja, Zaara tidak bisa diajak untuk keluar, tidak ada yang bisa aku ajak jalan jalan ataupun mendengarkan ceritaku" Meena itu memang wanita yang sangat riang juga ceria.
ice krim itu sekarang penuh di dalam mulutnya,,
"hahahaha... kakak mulut nya penuh ice krim, lucu" didekat Meena ada anak anak yang tertawa karena pipi Meena yang membulat.
"heh..pergi enak aja ketawa ketawa" Meena yang sedikit kesal dengan anak anak itu.
anak anak itu pun lari ketakutan.
"huh!.. dasar anak kecil" Meena pun berdiri lalu berjalan jalan ditaman.
tiba tiba..
"brakk.." seseorang menabrak Meena
"aww.. kalo jalan itu liat liat, dasar" runtuk Meena ia terjatuh dan sekarang ia sedang mengusap sikunya yang sedikit tergores.
betapa terkejutnya Meena ketika orang itu ternyata adalah Andreas
"tuan Andreas?!" ia sangat terkejut jika sekarang yang berdiri di depannya adalah Andreas.
"maaf nona saya tidak sengaja" ucap Andreas datar lalu ia berjalan menjauh begitu saja
"eh... dasar kenapa ia malah pergi begitu saja setelah mengucapkan maaf yang tidak tulus itu" Meena mengejar Andreas yang berjalan itu
"hei tunggu" kejarnya.
"tuan Andreas kenapa anda ada disini, ini kan taman"
Andreas tiba tiba berhenti
"lalu jika ini taman apakah saya tidak boleh kesini?"lalu ia kembali berjalan
"bukan seperti itu juga tapi tumben saja anda kemari apakah tidak ada kerjaan, ouh iya aku baru ingat kan tuan Sagara sedang bersama Zaara" oceh Meena tanpa henti, Andreas sangat pusing mendengar gadis itu tidak berhenti bicara.
"nona apakah anda juga tidak ada kerjaan" ucapnya datar.
"tidak, bahkan sekarang aku sangat bosen karena itu aku disini, eh malah bertemu tuan" ucap nya senyum senyum sendiri.
"nona tolong menjauh lah" ucapannya lalu meninggalkan Meena sendirian.
"ehh.. dasar cowok nyebelin" Meena pun hanya bisa melihat laki laki itu menjauh.
setelah itu ia pun kembali kerumahnya....
bersambung.....