
......................
Zaara telah beristirahat dikamarnya, dan Sagara juga tengah berada diruang kerjanya.
diruang kerja Sagara,,,,
"bagaimana apakah kau telah memeriksa, apakah ada hal yang mencurigakan?" ucap Sagara tengah berbicara dengan Andreas lewat telepon.
"tidak ada yang mencurigakan tuan, namun anda tenang saja saya akan tetap memantau" jawab Andreas di seberang sana.
"lakukan tugasmu dengan baik" lalu Sagara pun menutup teleponnya.
Tuttt...tuttt.....ttuttt....Sagara menghubungi seseorang lagi,,,
diluar ruangan itu, tanpa diduga ada yang menguping pembicaraan Sagara dan Andreas.
"ini hal buruk saya harus memberitahu kepada nona" batin pelayan itu.
pelayan itu tetap berada diluar ruangan Sagara berpura pura membersihkan vas didepannya,,,
TUT....
"halo...kenapa kau lama sekali mengangkat teleponnya!" ucap Sagara kesal setelah telepon itu berhasil tersambung.
"akhh..sudahlah aku ingin kau datang ke negara K" ucap Sagara lagi.
"buat apa...tentu saja merawat pasien, istriku tengah sakit, aku ingin dokter pribadi yang merawatnya"
"kau harus datang besok!" kalimat terakhir Sagara lalu ia menutup telepon itu.
Tut....
pelayan yang mendengar pembicaraan itu lagi lagi terkejut, lalu ia Segera pergi dari sana, sebelum ada yang curiga,,,
kembali diruangan Sagara,,,
"aku ingin tahu sebenarnya apa yang terjadi disini, mengapa aku merasa jika ada yang janggal" batin Sagara merenung.
"pertama Zaara mengalami kebakaran, lalu tiba tiba ia jatuh sakit dan dokter dirumah sakit tadi gelegatnya juga sangat mencurigakan" ucap Sagara tengah memikirkan apa yang terjadi kepada Zaara baru baru ini.
dengan wajah yang serius Sagara benar benar merasa jika ini semua ada yang sengaja.
***
"hah...hhmmm...." pelayan tadi sambil berlari ia kembali ke kamar miliknya,,,
setelah berada di dalam kamar,,,
tuutt....tuttt....Tut....
"halo nona, ada yang ingin saya sampaikan kepada anda" ucap pelayan itu dengan wajah yang takut.
"begini saya mendengar pembicaraan dari tuan Sagara jika, mereka curiga nona, dan juga tuan Sagara ingin membawa dokter pribadi untuk merawat nona Zaara" ucap pelayan itu mengecilkan suaranya.
telepon itu langsung dimatikan oleh orang yang diseberang sana,,,
Tut....
"gawat...nona pasti sangat marah" ucap pelayan itu menjadi gusar.
ditempat lain,,
*BRAKKKKKK....
"TIDAK!!"
"aku tidak akan membiarkan rencanaku gagal, aku harus memberikan dosis ketiga" desis wanita itu sangat marah.
***
keesokan harinya,,,
tap...tap....tap.....
didalam kamar,,
"Zaara, kau harus minum obat" ucap Sagara yang datang dari dapur,,,
"emm iya hubby" jawab Zaara dengan suara yang hampir tak terdengar.
"kau tenang saja, sebentar lagi dokter Carissa akan tiba" ucap Sagara mengusap kepala Zaara.
Zaara hanya tersenyum,,,
"ini minumlah vitamin ini dulu, aku sedang meminta pelayan membawakan bubur untukmu" ucap Sagara lagi
Zaara menurut, demam nya tidak kunjung turun dan bahkan tubuh Zaara terlihat lebih lemah dari kemarin.
drrttt....drrtt.....tiba tiba ponsel Sagara berdering
"Tut......"
"ada apa?" kata Sagara datar
"Apa!!, terlambat, baiklah baiklah, tapi aku beri waktu satu jam dan kau harus sudah sampai di rumahku" ucap Sagara terdengar kesal.
"ada apa hubby?" tanya Zaara
"tidak apa apa Zaara, hanya saja Carissa terlambat datang, katanya ada masalah mendadak" jawab Sagara
"dokter Carissa ini sepertinya sangat dekat dengan hubby" ucap Zaara tiba tiba, Sagara yang mendengar menjadi sedikit kesal.
"dekat? jangan konyol Zaara, dia itu wanita yang sangat menyebalkan, jika bukan karena kepintarannya di bidang kedokteran aku tidak akan pernah menghubungi dia" ucap Sagara
"dia siapa?" tanya Zaara lagi, sebenarnya ia hanya ingin ada topik pembicaraan dengan Sagara karena itu Zaara selalu bertanya.
"namanya Carissa Kansa, ia adalah teman ku diwaktu sekolah dasar dulu, namun ia tinggal di Prancis dan sekarang menjadi dokter" jawab Sagara
"pasti cantik" puji Zaara
"cantik!!...tidak dimataku hanya Zaara yang cantik" goda Sagara.
"hubby..." Zaara pun menjadi sedikit tertawa.
Sagara bersyukur setidaknya kondisi Zaara lebih baik setelah berbincang dengannya, walaupun wajah Zaara masih sangat pucat.
tunggu punya tunggu jam telah menunjukkan 1 jam berlalu,,,
"ckk...kenapa dia belum sampai juga..." gumam kesal Sagara, ia melirik jam tangannya, pukul telah menunjukkan angka 10 pagi namun Carissa belum juga tiba.
drrttt..... drrttt....
"halo...baiklah langsung saja masuk ke kamarku" ucap Sagara ketika ia mengangkat telepon, ternyata itu Carissa, ia mengatakan jika telah tiba dan ada di lantai bawah.
tak berselang lama orang yang ditunggu pun telah muncul
"hei semuanya" ucap dokter Carissa masuk.
"sopan sedikit" ucap Sagara datar.
"hehehe, Sagara apa kabar, wah!! ini istrimu sangat cantik" ucap dokter Carissa tanpa henti, ia terlihat sangat ramah.
"kau disini untuk memeriksa keadaan Zaara bukan untuk bersenang senang, jadi lakukan tugasmu" ucap Sagara,ia sangat kesal dibuatnya.
"hahaha...iya kau tidak pernah berubah, sangat dingin dan judes" ucap dokter Carissa sambil memanyunkan bibirnya.
"aku tidak suka jika sedang memeriksa pasien ada orang lain, kau keluarlah!" ucap dokter Carissa lagi.
"kau!!"desis kesal Sagara.
"keluar saja sana" jawab dokter Carissa lagi
"hai Zaara" sapa dokter Carissa tersenyum.
"hai" jawab Zaara juga tersenyum
"sebelumnya, perkenalkan aku Carissa Kansa" ucap dokter Carissa memperkenalkan diri
"salam kenal dokter, namaku Zaara Cahya Elmeera" ucap Zaara juga tidak lupa menyebutkan nama panjang nya.
"aku dengar kau menikah dengan Sagara beberapa bulan yang lalu" kata Carissa lagi sambil memeriksa keadaan Zaara.
"benar" jawab singkat Zaara.
"hhm..jangan gugup, santai saja aku suka berbicara jadi jangan sungkan" ucap Carissa memandang Zaara.
"maaf...jika anda tersinggung atas sikap saya" ucap Zaara
"ahh...sudahlah santai saja, ngomong ngomong aku akan memberimu sedikit pertanyaan"
"baik"
"apa yang kau rasakan saat ini, apakah ada sakit disekujur tubuh, lemas dan sering muncul sakit kepala?" tanya Carissa.
"benar, tapi sakit kepala ini datang pada waktu tertentu saja" jawab Zaara
"diwaktu kapan?"
"waktu setelah saya kembali dari kamar mandi atau ruang makan" jawab Zaara lagi, selama ini memang hal itu lah yang ia rasakan.
"sejak kapan?" tanya dokter Carissa lagi.
"sejak tiga hari yang lalu,.....namun saya juga pernah mengalami kebakaran didapur mungkin sakit ini juga ada hubungannya dengan itu" jawab Zaara menjelaskan.
"hemnm... baiklah aku sudah selesai memeriksa, kau beristirahat sebentar lagi perawat yang aku bawa akan tiba" ucap Carissa lalu ia keluar meninggalkan Zaara untuk beristirahat.
cklek.... Carissa membuka pintu.
tap...tap....tap....
"Sagara!" panggil aku Carissa berjalan kearah Sagara yang tengah berdiri menyandarkan tubuhnya di dinding.
"kau sudah selesai, apa yang terjadi dengan Zaara, apakah benar itu demam biasa" beruntun pertanyaan dari Sagara.
"kau sabarlah sedikit, jangan bicara disini, dinding ini pun memiliki telinga kau tahu itu bukan!!" jawab Carissa sedikit berteka teki.
Sagara yang mengerti pun, membawa Carissa keruangan kerjanya untuk berbicara,,,
setelah mereka berdua ada di dalam ruangan Sagara,,,
"berbicaralah!" ujar Sagara
"baik, pertama-tama ini bukan demam biasa" jawab Carissa
"ada racun dalam tubuh Zaara, racun ini tidak bisa di periksa oleh dokter biasa karena gejalanya terlihat mirip orang yang terserang demam, dan juga karakter dari racun ini tidak berbau maupun berwarna, sangat sulit untuk dikenali" jelas Carissa berapa terkejutnya Sagara mendengar hal itu.
"APA!!"
"kau tidak asal bicara bukan,Carissa?" Sagara menatap tajam wajah Carissa.
"aku tidak akan pernah bercanda jika menyangkut nyawa, Sagara" ucap datar Carissa
"lalu bagaimana caranya menyembuhkan Zaara" tanya Sagara.
"sebelum itu.. kita harus mencari penyebabnya dulu Sagara, karena aku tidak yakin apakah benar jika racun ini seperti dengan dugaanku"
"bagaimana?!"
"kau itu cerdas dan juga tegas kau pasti tahu apa yang dilakukan, tapi sepertinya racun itu ada pemicunya, dari makanan, minuman, ataupun hanya sekedar mencium saja racun ini akan menyebar"
"jika begitu mengapa hanya Zaara?"
"seperti yang sudah aku katakan jika racun ini butuh pemicu utama, racun ini memiliki dosis, dan kabar buruk adalah dosis ditubuh Zaara adalah tingkat yang kedua" jawab Carissa serius.
"BRAKKKKKK...." mendengar hal tersebut Sagara menjadi naik pitam.
"siapa yang berani bermain main" desis Sagara kembali murka.
"Sagara jangan biarkan dosis ketiga diberikan, jika itu terjadi aku tidak bisa membantunya" ucap Carissa lagi.
Sagara benar benar marah, Sagara keluar dengan perasaan yang sudah tak terbendung,,,
"PENGAWAL....PENGAWAL!!!" teriak Sagara memanggil dengan amarah yang sudah meletup
tap...tap..tap...dua pengawal berlari menghampiri Sagara.
"ada perintah tuan muda?!" tanya pengawal itu sigap.
"kumpulkan semua pengawal dirumah ini" perintah Sagara
"baik" pengawal itu pun berlari memanggil semua pengawal untuk berkumpul.
"KEPALA PELAYAN!!" teriak Sagara lagi.
kepala pelayan pun tiba dengan tergesa-gesa,,,
"ada perintah tuan muda?" tanya kepala pelayan
"perintahkan semua pelayan berkumpul tanpa satu pun yang tidak hadir" ucap Sagara dengan nada yang berubah dingin menusuk tajam.
Tut...tut....Tut.....
"tutup semua gerbang jangan biarkan ada yang keluar dari kediaman ini!!"perintah Sagara di telepon itu, ia menelpon penjaga gerbang.
semua telah diperintahkan Sagara, keributan yang dibuat Sagara terdengar oleh Zaara begitu juga Bunga.
terlihat Zaara dibantu oleh seorang suster menghampiri Sagara,,,
"hubby...ini apa yang terjadi?!" tanya Zaara dengan suara yang lemah.
"kenapa kau turun sayang!!" ucap Sagara lalu ia memapah Zaara untuk duduk disofa.
begitu juga Bunga ia telah ada di bawah dengan perasaan yang bertanya tanya mereka semua dikumpulkan Sagara.
"siapa yang mengurus makanan untuk istriku dua hari ini" tanya Sagara menatap tajam
"s...s.saya tuan muda" salah seorang pelayan mengangkat tangannya.
"nona makan disaat sarapan bersama anda kemarin,dan itu adalah yang terakhir nona makan" jawab pelayan itu dengan perasaan yang takut.
tiba tiba Carissa menyela,,,
"hhhmmmm...Sagara ada yang ingin aku katakan" ucap Carissa dengan menghela nafas panjang.
"Sagara kau lebih baik mengetatkan penjagaan saja, dan lebih mendisplinkan pelayan" ucap Carissa, seperti ia menyadari sesuatu.
"apa maksudmu" sergah Sagara.
"lakukan saja" desis pelan Carissa.
"Baiklah, seperti yang di katakan oleh Carissa aku akan mengetatkan penjagaan rumah ini dan setiap saat pelayan harus melaporkan terlebih dahulu makanan yang akan disajikan" ucap Sagara.
semua pelayan dan pengawal pun pergi dari sana atas perintah Sagara,,,
di ruang kerja Sagara,,,
Tak lama Andreas tiba dirumah itu, ia datang atas perintah Sagara dan langsung bergabung dengan Sagara dan Carissa sedangkan Zaara kembali kekamarnya.
bersambung.....