Zaara

Zaara
bab 35. dia bernama Bunga.



......................


Sagara sampai di kediamannya, ia berjalan masuk,,,


Sagara berjalan masuk tanpa menoleh ataupun berbicara entah apa yang dipikirkan olehnya.


mungkin saat ini ia sangat merindukan Zaara, ia juga belum sempat menelpon istrinya itu.


dengan hati yang sangat rindu Sagara mengambil ponselnya dan menghubungi Zaara, ia teringat dengan ancaman itu lagi, padahal ia tahu jika itu hanya ancaman karena saat ini pun tuan Hans telah masuk kedalam penjara.


Namun ia tetap berharap semoga Zaara baik baik saja.


Tut....Tut...tuttt....


Sagara mencoba menghubungi Zaara, akhirnya telpon Sagara diangkat.


"assalamualaikum"ucap Sagara


"wa'alaikumsalam, hubby..." jawab Zaara terdengar sangat senang.


"hubby apakah kau baik baik saja, Zaara senang sekali hubby menelpon Zaara" sambung Zaara


"Alhamdulillah baik sayang, bagaimana denganmu?" tanya Sagara juga menjadi senang mendengar istrinya itu baik baik saja.


"Alhamdulillah Zaara baik, hubby kapan pulang....." tanya Zaara dengan suara yang terdengar manja.


"aku akan segera pulang sayang, tunggu pekerjaan aku selesai" jawab Sagara, ia juga sangat merindukan Zaara, ia ingin sekali memeluk tubuh itu.


"begitu,.. baiklah" ucap Zaara


"baiklah Zaara jaga diri baik baik disana, jangan sampai terjadi sesuatu padamu" ucap Sagara mengingatkan.


"iya, hubby kau tahu aku punya cerita begini...."


mereka berdua pun melepas rindu walaupun hanya lewat ponsel tetapi bagi Sagara mendengar suara Zaara saja membuat nya sangat bahagia.


***


keesokan harinya,,,


di siang hari terlihat cuaca sangat bagus, angin yang sejuk,,,


sangat bagus untuk wanita itu terlihat seorang wanita sedang berkutat dengan bunga bunga yang ada di depan sebuah meja kecil.


wanita itu terlihat sesekali menawarkan bunga kepada orang yang lewat untuk membelinya.


walaupun tidak ada yang membeli bunganya namun wanita itu tetap terlihat bersemangat untuk menjual bunga itu.


"untungnya hari ini tidak panas" Ucapnya senang lalu angin menerpa wajahnya yang manis, wanita itu tersenyum, mungkin ia suka angin yang menerpa wajahnya.


ia duduk sambil menatap jalan raya yang ada didepannya, terlihat mobil dan motor berlalu lalang lalu stop ketika lampu merah.


tiba tiba ada anak kecil berlari kearahnya,,,


"kakak!!" teriak anak kecil itu dengan suara melengking.


"ada apa adik manis?"sambut wanita itu lalu membungkuk


"kakak, apakah bunga itu sudah ada yang beli?" tanya anak kecil itu.


"Nanai, tenang saja hari ini bunga ini pasti terjual" ucap wanita itu menghibur anak kecil yang terlihat murung itu.


anak kecil itu menampilkan wajah yang sedih.


"jangan bersedih ya, setelah ini pasti banyak orang yang akan membeli" ucap wanita itu menghibur.


anak kecil yang bernama Nanai itu adalah anak dari panti asuhan yang sering ia bantu, walaupun ia juga bukan orang kaya namun ia ingin membantu anak anak dipanti asuhan, seperti sekarang ini ia menjualkan bunga untuk anak anak panti.


"iya kakak, baiklah Nanai pergi dulu" ucap anak kecil itu menjadi riang, lalu ia berlari menjauh.


wanita itu menatap kepergian anak kecil itu,,,


"baiklah, semangat, kau pasti bisa" ucapnya menyemangati diri sendiri.


lalu ia pun mulai membawa bunga yang telah terbungkus rapi menuju jalan raya itu dan mendekati mobil yang berhenti di lampu merah.


ia mulai menawarkan bunga tersebut kepada pengendara, dari yang bermotor maupun yang menggunakan mobil.


"mbak, beli bunganya, ini bunga yang sangat cantik" tawar wanita itu


beberapa lama ia menawarkan tetapi belum ada yang membeli, para pengendara juga sudah berganti sebanyak tiga kali, namun itu tidak membuatnya patah semangat.


"mas bunganya...."


"mbak.....ibu...."


titt...titt....


lampu merah berganti hijau lagi ia pun harus minggir terlebih dahulu dan begitu seterusnya...


dilain tempat,,,


terlihat Sagara yang sedang bersiap siap, Sagara mengenakan pakaian yang lebih santai, hanya mengunakan celana jeans dan juga kaos dipadukan dengan mantel panjang berwarna biru, tetap sangat menawan.


"Andreas aku ingin pergi membelikan hadiah untuk istriku, kita pergi kepusat berbelanja dinegara ini dulu" ucap Sagara yang sudah siap.


"baik tuan muda" Andreas pun pergi menyiapkan mobil.


urusan Sagara di negara itu telah selesai, ia sudah mengurus semua dengan sangat baik, bahkan laki laki itu sekarang sudah sangat hancur dan perusahaan juga hancur dalam semalam.


Sagara pun pergi menuju plaza di negara itu,,,


"tuan kita akan pulang besok, saya telah membeli tiket keberangkatan" ucap Andreas.


"emm..." jawab Sagara singkat, ia sedang memperhatikan jalan lewat kaca jendela mobil,,,


citttt......mobil Sagara berhenti di lampu merah.


Andreas pun sudah berhenti dan melihat sekeliling jalan raya itu, terlihat sangat lenggang juga sejuk, mungkin karena ada beberapa pohon di tepi jalan raya itu.


namun mata Andreas menangkap sesosok wanita yang tengah memegang bunga ditangannya.


Andreas pun masih melihat wanita itu,,,


Sagara yang sadar jika Andreas tengah menatap keluar jendela pun ia mengikuti arah mata Andreas dan ternyata Andreas sedang menatap seorang wanita.


"Andres ada apa?" tanya Sagara


"eh...tidak apa apa tuan muda, hanya saja bukankah itu wanita yang kemarin" tunjuk Andreas


"emm.. lalu jika iya, kenapa?" ucap Sagara.


"tidak apa apa tuan"


lampu merah berganti, mereka pun meninggalkan ruas jalan raya itu,,,


Sagara tiba di plaza besar itu lalu ia masuk dan mulai berbelanja mencari hadiah yang cocok untuk istri tercinta nya......


25menit...


setelah beberapa lama ia mencari akhirnya ia mendapatkan yang sesuai dan segera membayarnya.


Sagara dan Andreas pun segera pergi dari plaza itu,,,


disepanjang jalan Sagara terlihat sedang memeriksa laporan Perusahaannya seperti biasa yang ia lakukan jika dia sedang tidak masuk kekantor, tetapi ia tetap mengawasi perusahaannya setiap saat.


citttt...


lagi lagi mereka berhenti untuk lampu merah dan ternyata wanita itu masih ada disana dan juga masih menawarkan bunga itu,,,


"tuan apakah kita sebaiknya membeli bunga itu" ucap Andreas yang merasa agak kasihan.


"terserah.." jawab Sagara singkat, ia memang tidak terlalu perduli dengan hal disekitarnya.


Andreas pun menepikan mobilnya tepat didepan wanita itu, ia terlihat kebingungan, namun setelah Andreas keluar entah mengapa wanita itu menjadi terlihat senang.


"halo tuan, apakah anda ingin membeli bunga ini?" tanya wanita itu ramah.


"benar" ucap Andreas


"berapa harga bunga ini..." sambungnya.


namun belum ia menjawab pertanyaan Andreas, wanita itu tiba tiba mengatakan,,,


"tuan apakah anda yang kemarin menolong saya?" tanyanya.


Andreas hanya mengangguk,,,


"ahhh..benar, tuan ternyata kita bertemu lagi" wanita itu senang sampai sampai ia menatap mobil Sagara dan juga melambaikan tangannya kepada Sagara, yang memang kaca mobil itu tidak tertutup.


"harga bunga ini murah saja, tapi tuan jika anda membeli ini lebih banyak maka akan lebih murah lagi" tawar wanita itu.


"aku akan membeli semuanya" ucap Andreas, tentu saja wanita itu menjadi terkejut.


"benarkah tuan?!!"


"emm..ya"


"terimakasih tuan, akhirnya ada yang membeli bunga ini, jujur saya sangat senang kerena sudah beberapa hari tidak ada yang membelinya dan terpaksa membuang yang sudah layu" jelas wanita itu sedih.


ia pun segera membungkus semua bunga itu dan memberikannya kepada Andreas,,,


"ini tuan"


"terimakasih" ucap Andreas memberikan uang lalu ia pergi,,,


baru ingin melangkah, sesaat sebelum dia memasuki mobil, terdengar suara anak kecil yang berlari menuju ke arah wanita itu, Andreas pun berbalik menatapnya,,,


"wahhh... kakak apakah bunga ini terjual habis?" Nanai sangat senang.


"iya, Nanai pasti sangat senang kan"


"iya tentu kak bunga, Nanai sangat se..enaang..." ucap Nanai bahagia, ternyata wanita itu bernama Bunga.


Andreas pun masuk kedalam mobil,,,


"sepertinya kau perduli dengan wanita itu" ucap Sagara datar setelah Andreas masuk kedalam mobil.


"heh!!... ti..tidak tuan muda, saya hanya merasa kasihan saja" ucap Andreas agak terkejut.


"terserah" ucap Sagara terlihat ia menyungging senyum.


Andreas pun menjalankan mobilnya dan pergi,,,,


.....


keesokan harinya seperti yang sudah ditetapkan Sagara akan pulang, namun tiket pesawat keberangkatan nya agak siangan, oleh karena itu Sagara masih terlihat santai.


ia juga hanya duduk diruang tamu dan membaca sebuah berita di koran.


kemudian ia menatap ruangan itu, ia tidak melihat Andreas sedari tadi, kemana asisten nya itu.


namun tiba tiba terdengar orang yang sedang berjalan,,,


tap...tap...tap...


ternyata adalah Andreas, Sagara mengerutkan keningnya, penampilan Andreas tidak seperti biasa, hari ini ia tidak mengenakan setelan jas.


kemudian ia berjalan mendekati Sagara dan ternyata ia meminta izin untuk pergi keluar sebentar.


"kemana kau?" tanya Sagara ketika Andreas meminta izinya.


"tuan saya ingin pergi ke rumah Oma Nani" ucap Andreas, ternyata di negara itu ada keluarga Andreas.


"baiklah" jawab Sagara datar.


"terimakasih tuan muda" Andreas pun pergi meninggalkan mansion itu,,,


bersambung......