Zaara

Zaara
bab 40. terselubung 2



.................


sesampainya dirumah Sagara yang kesal tidak menghiraukan Zaara, lalu ia masuk kekamar meninggalkan Zaara yang masih bersama Bunga.


Zaara hanya diam, ia berpikir nanti ia akan menyusul namun sebelum itu ia harus berbicara dengan Bunga.


"Bunga, atas nama hubby aku meminta maaf karena sikapnya, tapi percayalah dia tidak bermaksud seperti itu" ucap Zaara tersenyum sambil menyentuh tangan Bunga.


"tidak apa apa, aku lah yang mempersulit kalian" jawab Bunga.


mereka sama sama tersenyum,,,


"baiklah...aku akan memanggil kan pelayan untukmu menuju kamar yang akan kau tempati"


"iya terima kasih"


"pelayan!" panggil Zaara setengah berteriak namun masih terdengar sopan.


tak berselang lama datang seorang pelayan yang masih muda,,,


"ada yang saya perlu bantu nona muda" bow pelayan itu.


"iya tolong kau antar Bunga ke kamarnya lalu tolong bantu dia jika ada sesuatu" ucap Zaara ramah.


lalu pelayan itu pun membawa bunga ke salah satu kamar yang akan ditempati oleh Bunga.


Zaara juga kembali kekamarnya menyusul Sagara,,,


"tap...tap...tap...." Zaara berjalan dan setelah sampai didepan pintu.


Zaara masuk tanpa mengetuk namun ia langsung masuk dan membuka pintu secara perlahan lahan.


Zaara melihat Sagara tengah berada dibalkon kamar mereka, Zaara berjalan perlahan lahan mendekati Sagara yang berdiri membelakanginya dan tengah melihat pemandangan disana.


Zaara sampai disamping Sagara dan ikut menatap pemandangan di depannya tanpa berbicara,,,


hingga tiga menit Zaara akhirnya membuka suara dan berbicara dengan nada yang lembut.


"maafkan Zaara hubby, bukan maksud Zaara seperti tadi namun aku hanya merasa bunga sangat kasihan, Karena Zaara pernah merasa di posisi itu" ucap Zaara menghadap Sagara


Sagara yang mendengar menjadi berbalik dan menghadapkan dirinya kearah Zaara,,,


"Zaara...aku..." ucap Sagara terpotong


"hubby, aku mengerti jika kau tidak suka ada orang lain yang tidak dikenal masuk kedalam rumah ini, namun kita tidak bisa menganggap dia itu jahat bukan?" ucap Zaara lalu ia berhenti sejenak.


"hubby percayalah, dan jangan bersikap yang seperti itu lagi dihadap Bunga... Zaara mohon" ucap Zaara sampai sampai Zaara menyatukan kedua tangannya memohon.


Sagara memejamkan matanya dan menghela nafas panjang,,,


"huhmmm...baik" ucap Sagara tersenyum tipis lalu ia membawa zaara kedalam pelukannya,,,


.............


malam hari tiba,,,


Bunga terlihat tengah berada didapur dan sibuk memasak,,,


Bunga berpikir untuk memasak malam ini untuk Zaara dan Sagara sebagai tanda terimakasihnya, dan Bunga memasak sebelum Zaara turun kebawah dan pasti Zaara tidak akan membiarkan ia melakukan hal itu.


Bunga memasak makan malam dibantu oleh pelayan disana.


disisi lain terlihat Zaara keluar kamar dan menuju ke lantai bawah,,,


"tap...tap...tap...."


Zaara berjalan menuju dapur namun ketika ia sampai di depan ruang makan yang memang terhubung dengan dapur, ia terkejut karena sudah ada makanan yang telah tertata rapi.


Zaara pun berjalan kearah dapur, dan benar saja ternyata ada Bunga disana yang tengah menuangkan makanan kedalam piring saji.


"apa yang kau lakukan, kenapa kau malah memasak..Hem?" ucap Zaara mendekati Bunga.


"tidak apa apa, aku memasak karena ingin membantu dan juga sebagai tanda terimakasiku padamu" jawab bunga tersenyum.


"lebih baik kau panggil suami mu Zaara" ucap Bunga


"emm..ya baik" jawab Zaara dan berjalan menuju kamar lagi dan tak lama Zaara datang bersama dengan Sagara.


"lihat lah hubby, Bunga telah menyiapkan semua ini untuk kita, ucapkan terimakasih padanya" ucap Zaara senang.


Sagara hanya diam dan duduk dengan tenang, dan diikuti oleh Zaara dan Bunga juga duduk disana, jadilah mereka dimeja makan itu bertiga.


tanpa sepatah katapun mereka bertiga makan,,,,


setelah makan mereka beristirahat kembali menuju kamar masing masing,,,


"selamat malam Bunga"


"selamat malam Zaara" jawab bunga tersenyum lalu ia juga menuju kamar yang ada di lantai satu.


Bunga menuju kamarnya yang memang terletak lebih jauh dari kamar Sagara dan Zaara yang hanya ada dilantai dua dan itupun terletak tidak jauh dari tangga.


berbeda dengan kamar Bunga yang terletak lebih jauh kebelakang, berhubung rumah Sagara sangat luas bahkan diujung lorong menuju keluar taman dibelakang rumah Sagara ada lorong lagi yang menghubungkan langsung menuju tempat tinggal para pelayan dan pengawal yang memang bekerja disana.


akhirnya Bunga sampai didepan pintu kamar nya lalu ia pun masuk kedalam kamar.


setelah itu ia memasuki kamar mandi dan membersihkan dirinya,,,


tak lama ia pun keluar, entah apa yang dilakukan olehnya Bunga berhenti didepan sebuah pajangan foto yang ada didinding kamarnya,,,


lalu ia tersenyum lebar menatap foto itu, dan ternyata foto tersebut adalah foto Zaara, yang dimintanya oleh pelayan tadi.


"kau sangat baik.... hingga aku sangat berterimakasih kepada mu" ucapnya sendiri sambil menatap foto itu.


lalu tak beberapa lama tiba tiba lampu dikamar itu dimatikan olehnya, bukannya tidur ternyata Bunga masih menatap kearah foto Zaara dengan senyum yang sulit diartikan.


............


tak terasa sudah satu bulan berlalu setelah Bunga tinggal dirumah itu.


kehidupan Sagara dan Zaara sangat baik, keduanya juga semakin saling menyayangi dan begitu juga dengan Bunga, kadang kadang Zaara akan membawa Bunga berjalan jalan seperti ke mall atau restoran dan juga ke toko Rena.


dan sekarang Zaara dan bunga tengah berada di toko buku mbak Rena, Zaara dan bunga terlihat sangat akrab dan saling membantu.


begitu juga Rena, Zaara dan mbak Rena sudah lama tidak bertemu dan mereka bertemu kembali dua Minggu kemarin dan saat ini.


mereka bertiga tengah duduk di salah satu meja yang ada di toko tersebut, mbak Rena, Zaara dan Bunga terlihat senang dan saling bercerita satu sama lain.


"jadi bagaimana kabarmu dua Minggu ini?" tanya Rena kepada Bunga.


Bunga dan Rena memang seumuran, umur mereka berdua hanya terpaut satu tahun tua Rena.


"baik kok, bahkan sangat bahagia, aku sangat beruntung bisa bertemu kalian" ucap Bunga tersenyum manis.


"benar tentu saja aku juga senang bisa mengenal mu" ucap Rena.


"ouh iya apakah Zaara sudah memberikan ponsel baru untuk mu?" sambung Rena bertanya.


"sudah...tak lama dari hari itu Zaara telah memberikan aku ponsel ini" jawab Bunga ramah.


"kalau begitu sangat bagus, kemari berikan ponselmu aku ingin menyimpan nomor telpon mu" ucap Rena lagi.


"ahh..benar..mari Bunga sebutkan saja ya..67.." ucap Bunga.


"ahh...mbak Rena sama Bunga lupa ada Zaara ya disini?!" ucap Zaara tiba tiba.


Zaara merasa sedikit kesal karena diabaikan sedari tadi.


"ouhhh..maafkan mbak ya..." jawab Rena menggoda Zaara lalu mereka pun tertawa bersama sama.


setelah itu pun mereka terhanyut dalam pembicaraan seru,,,


bersambung.....