Zaara

Zaara
bab 54. kecurigaan ( terluka lagi )



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tap....


tap....


tap....


Zaara mengikuti langkah Sagara yang cepat meninggalkan,,,


Sagara menaiki tangga dengan cepat, begitu juga Zaara, ia bersusah payah menyamakan langkahnya dengan Sagara.


"hubby... tunggu!" ucap Zaara.


"hubby jangan marah ya" ucap Zaara masih membujuk.


namun Sagara sama sekali tidak mendengarkannya bahkan untuk menoleh pun tidak.


BRAK!!....pintu dibanting dengan keras.


Zaara pun membuka pintu itu dan masuk kedalam kamar, terlihat Sagara yang ternyata berdiri tegak membelakangi Zaara.


"hubby....!?" panggil Zaara pelan.


"kenapa kau berbohong" ucap datar Sagara tiba tiba.


mendengar kalimat Sagara, Zaara menjadi bertanya tanya, apakah Sagara mengetahui sesuatu, pikir Zaara.


"berbohong, maksud hubby?!" ucap Zaara


"cukup!!" tiba tiba Sagara berbalik badan,,,


"cukup, jangan berbohong lagi Zaara" Sagara menatap Zaara dingin.


DEG!!!


"hubby....A..aa....da apa?" tanya Zaara menjadi cemas, hati Zaara tiba tiba merasa tidak enak karena tatapan Sagara padanya.


"Katakan siapa laki laki itu" ucap dingin Sagara tanpa senyum sedikitpun.


"Apa maksudmu?, laki laki, siapa?" Zaara menjadi heran mengapa tiba tiba Sagara bertanya hal itu.


"Zaa....Ra.....!" desis Sagara tatapan dingin matanya menghunus tajam.


Deg!!...


"hubby....aku tidak mengerti maksudmu, laki laki siapa, kenapa kau tiba tiba bertingkah seperti ini!?" ucap Zaara semakin heran, suasananya pun semakin tegang, yang awalnya Zaara mengira akan baik baik saja, tapi ternyata ia salah.


"INI....ZAARA SIAPA!!" ucap Sagara tiba tiba nyaring, refleks membuat Zaara menutup matanya.


betapa terkejutnya Zaara ketika melihat rekaman video yang diperlihatkan oleh Sagara.


video yang merekam kejadian hari ini dan juga kejadian yang lainnya beberapa waktu lalu.


"da..dari...mana hubby...bisa" belum sempat Zaara berbicara tib tiba Sagara memotong ucapannya.


"mengetahuinya?!" potong Sagara sinis.


"laki laki ini mengatakan hal itu padamu, dia menyukaimu?...dan dia juga berberapa kali sudah menemui mu bukan!?, apakah kau menyembunyikan sesuatu dari ku Zaara!!"ucap Sagara menatap menuduh Zaara.


"kau percaya!?" tanya singkat Zaara, ia kecewa Sagara menuduh dirinya.


Zaara menatap Sagara datar namun pada nyatanya hatinya cukup terluka karena perkataan Sagara.


"ZAARA KENAPA KAU MENYEMBUNYIKAN HAL INI!!?" Sagara menjadi sangat marah dengan lantang ia bertanya kepada Zaara.


"Aku tidak menyembunyikan apapun, hubby" jawab Zaara menyakinkan Sagara, namun Sagara tetap tidak mendengarkannya.


"Kau tahu bukan, aku tidak suka melihat kau dengan laki laki lain!" tetap dengan prasangkanya Sagara lagi lagi marah.


"aku tidak pernah dekat dengan laki laki, tidak sama sekali" tandas Zaara.


"jangan mengatakan hal yang tidak akan bisa kau perbaiki, hubby" ucap Zaara menatap dengan perasaan kecewa dan marah.


"KAU KIRA AKU BODOH ZAARA!!!"


"KAU KIRA AKU TIDAK BISA MELIHAT LAKI LAKI ITU MENATAPMU DENGAN....CIH!!!".


dengan perasaan yang sudah tak terkontrol, Sagara menarik tubuh Zaara,,,


"Lepaskan!!" Zaara meronta-ronta.


Sagara membawa Zaara kedalam kamar mandi lalu dengan mendorong tubuh Zaara,,,


"GEDEBUK!!!...DUK!"


tubuh Zaara terjatuh tepat dibawah shower, lalu, dengan menyalakan air itu Sagara membiarkan tubuh Zaara basah.


BYURR.....


"LEPASKAN....LEPASKAN AKU!!" teriak Zaara meronta-ronta ia tidak ingin disentuh oleh Sagara.


"hiks.....hiks...lepaskan aku hubby....hiks....lepaskan" Zaara sudah sangat lelah menghadapi Sagara sekarang, ia sangat kecewa dengan perlakuan Sagara terhadapnya.


"DIAM!! ucap nyaring Sagara.


"huhh...hu...hu....hiks....lepaskan aku" tangisan Zaara melemah, ia tidak sanggup menatap wajah Sagara sekarang, dengan sangat pilu ia berkata.


"kau tidak percaya padaku?, kau lebih memilih untuk mendengarkan semua yang orang lain katakan, dibandingkan dengan penjelasan ku" ucap Zaara dibawah guyuran shower.


"mengapa kau melakukan ini tuan Sagara....hiks..." ucap Zaara menatap Sagara, hatinya sangat terluka.


bukanya hati Sagara terenyuh, melihat wajah Zaara, dipikirkannya malah terlintas pengakuan laki laki itu pada Zaara, Sagara benar benar termakan api cemburu.


lalu dengan cepat ia mengangkat tubuh Zaara,,,


"LEPAS....LEPASKAN AKU....hiks.....lepas" Zaara benar benar berontak.


Sagara tidak mengindahkan teriakan Zaara, ia malah membawa tubuh Zaara keatas kasur dan menjatuhkan tubuh Zaara keatasnya,,,


GEDEBUK!!....Zaara jatuh diatas kasur,,,


"apa yang kau lakukan!!!" ucap Zaara marah, namun ia tetap takut dengan perlakuan Sagara sekarang ini.


"menurut mu!!" dengan seringai diwajahnya Sagara benar benar kalap, tanpa memikirkan perasaan Zaara, Sagara membuka kerudung Zaara,,,


Sreekk....srekk..... lalu Sagara kembali menyobek baju Zaara,,,


"lepaskan hikss...hiks.....jangan....huhuhu!!!" Zaara benar benar tidak terima jika sagara menyentuhnya saat ini.


"kenapa Zaara kau tidak suka, aku suami mu Zaara, atau kau lebih suka di sentuh laki laki itu"


PLAK!!......tamparan keras mendarat dipipi Sagara, dengan tatapan penuh rasa kecewanya Zaara menangis sesenggukan.


"hiks...hiks...." Ucapan Sagara melukai hati Zaara.


tamparan keras itu tidak menjadikan Sagara berhenti, karena setelah itu Sagara tidak melepaskan Zaara dan menyentuh Zaara.


"lepas...hhmmm....hmmmm....."


"......hiks.....hiks.....lepaskan aku, jangan lakukan ini hubby..... jangan...." Zaara berontak.


"JANGAN!!.... AKHHH...." suara Zaara tercekat, hancur sudah hatinya, laki laki ini membuat Zaara merasakan kepedihan yang sangat dalam.


hingga Zaara yang awalnya berontak menjadi diam dan kaku, ia tidak lagi merasakan apapun, hatinya benar benar terluka dan juga fisiknya.


.....


Zaara bangun pada sore harinya,,,


"Ukh.....hisshh..." Zaara merasakan nyeri diseluruh tubuhnya.


lalu ia bangun menatap sekeliling kamar itu, hatinya sangat hancur ketika ia teringat kejadian itu.


dengan tatapan yang kosong Zaara berdiri dan mengambil pakaian dan kerudung miliknya dan berjalan kearah kamar mandi,,,


dengan perasaan hancur dan sakit di seluruh tubuhnya, Zaara berjalan pelan memasuki kamar mandi,,,


"hiks....hiks...." air matanya mengalir kembali, ia benar benar merasa sangat hancur.


suaminya sendiri menuduh dirinya berhubungan dengan laki laki lain.


BYURR!!!....Zaara membiarkan tubuhnya dibawah shower.


dengan tangisan memilukan Zaara, menggosok seluruh tubuhnya yang penuh bekas dari Sagara dan tidak lupa untuk mandi wajib.


"hiks....hiks....."


"ya Allah....hiks.....hiks.....ujian apa ini... huhuhu....hiks"


tak terasa 20 menit Zaara berada di dalam kamar mandi meluapkan semua rasa sakitnya dan membiarkan tubuhnya di bawah guyuran air, hingga ia merasa sedikit tenang baru Zaara keluar dari kamar mandi.


dan tidak lupa ia mengambil air wudhu untuk shalat magrib,...setelah selesai ia pun membuka pintu kamar mandi,,,


"Cklek...!!" pintu terbuka,,,


Zaara berjalan keluar dan pergi mencari pakaian miliknya dan segera melaksanakan shalat.


Zaara menggelar sajadah miliknya dan memakai mukena dengan hati hati karena tubuhnya masih nyeri.


Zaara pun memulai shalatnya,,,


"Allahuakbar......" dengan khusyuk Zaara shalat.


beberapa saat kemudian Zaara sudah selesai shalat, dengan mengadakan kedua tangannya Zaara berdoa,,,


"Ya Allah yang maha pengasih lagi penyayang, kuatkan lah hati hamba, atas perlakuan suami hamba..." doa Zaara dalam hati.


"kenapa semua ini terjadi, kenapa suami hamba sendiri menuduh hamba seperti ini...hiks" tangisan Zaara semakin menjadi.


setelah puas menangis Zaara pun membereskan sajadahnya,,,


Cklek...!! pintu tiba tiba terbuka,,,


Zaara menoleh kearah pintu, dan kemudian disaat ia tahu siapa yang masuk Zaara menjadi takut.


dengan perasaan yang takut dan sedih Zaara menatap Sagara yang ada didepannya sekarang ini.


Sagara juga menatap Zaara dengan tatapan yang sulit diartikan, laki laki itu menatapnya dengan tatapan menyelidik.


Zaara tanpa sadar mundur perlahan, hatinya menjadi terluka melihat Sagara yang menatapnya dengan sorot seperti itu.


dengan pelan Zaara berbicara, lebih tepatnya sekarang ia sudah pasrah jika Sagara tetap menyangka jika ia telah berhubungan dengan orang lain.


"Aku tidak pernah dekat dengan laki laki lain, aku juga selalu menghindari mereka, bahkan aku selalu menjaga diri.." ucap Zaara lirih dan pelan.


"Kau suamiku dengan berkata demikian tanpa sadar telah melukai hatiku"


"hemmmm... sekarang kau tidak ingin mendengarkan penjelasan ku, aku tidak bisa berbuat apa-apa " ucap Zaara menghela nafas panjang.


"kalau begitu aku akan pergi" kalimat terakhir Zaara membuat Sagara membelalakkan matanya.


Perlahan Zaara ingin berbalik badan dan pergi,... namun tiba tiba Sagara berbicara,,,


"pergi....siapa yang akan membiarkan kau pergi!" ucap Sagara datar.


Zaara kembali ke posisinya,,,


"aku tidak tahu apakah aku masih ada tempat disini, kau melayangkan tuduhan itu padaku dan sekarang...." belum sempat Zaara selesai berbicara Sagara memotong ucapan Zaara.


"Aku Tidak Akan Pernah Melepaskan Mu, Aku akan Menemukan Laki Laki Brengsek Itu" ucap tegas Sagara.


"Aku ingin melihat tampang laki laki yang berani menyukaimu" tatapan Sagara tajam.


lalu dengan bantingan keras Sagara keluar dan menutup pintu meninggalkan Zaara.


"hiks...hiks...... huhuhu!...hiks" Zaara menjatuhkan dirinya di lantai,,,


BAM!!...ia terduduk disana.


"Mengapa ini semua terjadi....hiks" dengan pilu Zaara menatap lurus pintu kamar.


"aku tahu kau sangat cemburu padaku saat ini, aku juga tahu kau sangat mencintaiku, namun mengapa kau tidak sama sekali ingin mendengarkanku..."


Zaara pasrah setelah ini akan nasibnya, namun ia berharap Sagara dapat mendengarkan penjelasan darinya.


bersambung.....