The Tyrant Emperor's Cruel Princess

The Tyrant Emperor's Cruel Princess
AKADEMI BULAN



21.58


Arya bangun dengan perasaan linglung dan beberapa detik kemudian dia memukul kepalanya sendiri menggunakan tangan.


Mimpi aneh


Dia seperti dikerumuni oleh ratusan gadis. Semuanya memiliki senyum yang lebar tanpa beban. Jika dia ingat-ingat ratusan gadis-gadis itu memiliki usia kurang dari dua puluh tahun.


Tapi, apa hanya perasaannya saja, saat di mimpi dia merasa memiliki tubuh yang lebih besar dari saat ini?


Ah sudah lah...


Untuk menghilangkan rasa pegal di tubuhnya yang disebabkan kelamaan tidur, dia memilih untuk mandi dan menyegarkan diri saja.


Air yang mengguyur tubuhnya terasa sangat nyaman hingga rasanya dia ingin tidur lagi.


Dia memilih memasuki bak mandi dan berendam dengan sabun aroma kesukaannya. Dia perlahan menutup dan kembali membuka matanya.


Dia tersenyum tanpa sadar saat sebuah kalimat dari mimpi itu terlintas di kepala nya.


...「Kamu sudah sejauh ini, semangat!!」...


Ingin rasanya gadis itu tertawa ketika mendengar suara salah satu gadi itu. Kenapa mereka yang semangat, padahal kan dia yang berjuang?


Mereka benar-benar aneh...!


Arya memilih menyelesaikan ritual mandinya dan berjalan kearah ruang ganti dan memilih pakaiannya.


Setelah selesai memakai pakaiannya Arya keluar dan kembali duduk di atas kasurnya.


Ketika gadis itu ingin mengambil sesuatu di dalam nakasnya dia dikejutkan dengan suara celekikkan Raya dari arah sofa yang sedikit jauh.


"Ada apa?" Arya yang bergegas mendekati Raya langsung mengangkat alis ketika dia melihat naga itu mengetuk-ngetuk sebuah amplop yang tidak memiliki tanda pengirimnya. Di samping amplop itu juga ada dua buah seragam dengan lambang yang sama.


Dari Akademi?


Hanya saja ada tulisan di atas amplop itu.


...⧼Untuk penerima surat rekomendasi spesial⧽...


Apa?


Bentar ngebug dulu dia


Su-surat rekomendasi?


Seriusan?


Waaah!


Arya yang teramat senang bahkan sampai lompat-lompat kegirangan.


"Aaaaaa! A-aku bisa pergi ke Akademi? Waaah senang banget woyyy!?"


Arya yang kegirangan segera mencari pena dan langsung menuliskan bio datanya. Dia teringat dengan perkataan Feron tentang biodata 'Nama' dan mengurangi nama akhirnya.


Dia memilih menggunakan identitas Arian membuatnya tersenyum bersalah.


Berbeda dengan Aryan yang memandang horor pada kertas itu.


Dia dengan geregetan menarik rambutnya dan menggertak kan giginya


Ke-kenapa harus namanya?


Kenapa?


Aghh anak kamprett!!


Arg, sekarang dia tidak bisa keluar karena dia masuk masa tidur, tapi tetap sajaaaa~ Kenapa pakai nama nya, tidak bisa kah menggunakan nama aslinya saja?


Aryan dengan pasrah menjatuhkan dirinya di atas perahu pikiran dan kembali meringkuk untuk tidur.


Prinsip Aryan:


*Utamakan tidur mu


Singkirkan pikiran aneh mu


Berbaringlah (dimana pun jadi)


Dan nikmati waktu santaimu


Karena tidur adalah nomor satu*


^^^(Wkwkwk)^^^


‧͙⁺˚*・༓☾ ❂ ☽༓・*˚⁺‧͙


Arya dengan cepat memasukkan kembali surat yang sudah diisi nya dengan lengkap itu kedalam amplop lain dan menyimpannya.


Ini sudah tanggal 29 April, berarti hanya tersisa empat hari lagi sebelum acara penerimaan siswa barukan?


Loh, wait?


Empat hari?!


"Mepet banget anj*m!! Duh kek gimana ini!?" Arya yang panik membuka lemari nya dan mencari gunting.


Dia harus menggunting rambutnya hingga jadi pendek. Tapi.... Sayang banget setana! Udah capek-capek dipanjangin eh sekalinya gunting harus gaya cowok!?


༼;´༎ຶ ۝ ༎ຶ༽


Pengen nangis rasanya Arya pas motong rambutnya. Dia mengikuti gaya rambut milik Aryan.


Setelah selesai pada potongan terakhirnya, gadis itu menatap penuh kebingungan dengan wajahnya sendiri.


"Ke-kenapa.... KENAPA WAJAHKU MALAH JADI MIRIP AYAH SET*N ITU!? AAARRRRGGG, GAK TERIMA!!!?" jerit Arya memegangi rambutnya dan mengangkatnya tiba-tiba.


Dia menggunakan sihir pada rambutnya dan mengubahnya menjadi mirip Farel.


Anj*rlah...


Inilah mengapa Arya kesal dengan wajah nya. Wajahnya terlalu mendukung untuk jadi laki-laki maupun perempuan.



Dia dengan lunglai mengambil seragam itu dan melihatnya.


Seragamnya terpasang sihir?


Arya mengambil surat lain yang memang ada ditumpukkan seragam itu dan membacanya.


...『Dekatkan surat pendaftaran pada pakaian seragam dan cling seragam akan menyesuaikan diri~』...


Ugh, merepotkan...


Padahal dia sudah menyimpannya, masa harus dikeluarkan lagi?


Arya kembali berdiri dan mengambil amplopnya dan mengeluarkan isinya. Gadis itu menaruh lembaran kertas itu di atas seragam dan secara ajaib seragam itu berubah menjadi pakaian siap pakai.


Wow menarik!


Arya yang kebetulan sudah memotong rambutnya, sedikit takut. Dia takut tidak dikenali oleh teman-teman nya yang lain karena dia akan menyamar menjadi laki-laki (Ó╭╮Ò)


Demi menghindari kejadian yang tidak diinginkan, dia mengirimkan pesan pada teman-teman nya bahwa dia tidak ingin gin ditemui dalam kurun waktu cukup lama.


Lagi pula dia akan pergi secara diam-diam ke Akademi jadi tidak perlu menerima tamu.


Tapi.... Sebelum itu! Arya menulis surat pada ayahnya dengan isi...


Dia me ngirim surat itu dengan sihir dan menaruhnya dikamar Zaint.


"Dibaca atau tidak, itu bukan urusan ku! Yang penting aku sudah menulis surat ijin"


〰〰〰〰〰〰


Kediaman Rimson...


Disaat bersamaan....


Emilly juga tidak kalah hebohnya dengan Arya ketika dia mendapatkan surat rekomendasi itu, apalagi saat dia melihat penanggung jawabnya. Itu benar-benar ditulis langsung oleh Kepala Akademi!?


Luar biasa!!?


Kyaaa!


Saking bahagia nya Emilly, dia bahkan bersorak gembira saat menuruni tangga dari kamarnya.


"Ayah! Ibu! Kakak! Lihat! Aku... Aku dapat surat rekomendasi! Aku bisa pergi ke Akademi!!!"


Awalnya ekspresi mereka biasa saja bahkan terlihat mengangguk.


Tapi...


"Kamu bilang surat rekomendasi?"


Delvan yang sebelumnya masih ngebug langsung menatap kaget pada adiknya dan langsung mengambil surat yang ada ditangan adiknya.


Seriusan?!


Surat asli?!


"Penanggung jawab, Sariferal Aslecante? Bukankah itu... Nama Kepala Akademi?" tanya delvan tidak percaya.


"Iya!" Emilly yang bersemangat menjawab kakaknya dengan anggukan berkali-kali.


"Wah! Selamat sayang!" ucap Ibu nya dan langsung memeluk Emilly.


"Yah, itu bagus! Akhirnya kamu tidak akan merengek lagi!" ucap ayahnya sambil tersenyum dan menyesap tehnya.


Emilly dengan kesal menautkan bibirnya. "Ugh, aku kan juga tidak ingin ditinggal di rumah sendiri, sedangkan kakak pergi jauh! Ayah benar-benar....! Hmph!"


"Oh ya! Kakak kapan pergi?" tanya Emilly mengalihkan pembicaraan


"Besok, biasanya sih buat nentuin asrama" jawab Delvan memegang dagunya.


"Ah, kalau begitu aku akan mengisi kertas ini dan bersiap! Aku pergi dulu!"


Emilly kembali berlari ke kamarnya dan menyiapkan semua keperluannya, apapun yang dibutuhkan akan dia bawa kecuali aksesoris, dia hanya membawa sepasang anting, kalung, dan gelang yang saat ini dia pakai saja agar tidak terlalu sulit.


✜»✜«✜»✜«✜»✜«✜»✜


Keesokan harinya...


Ketika matahari mulai menampakkan dirinya, seorang gadis yang menggunakan seragam Akademi laki-laki sudah menghilang dari Istana nya. Dia tidak meninggalkan bekas apapun ketika pergi.


Langit remang-remang menjadi medan yang menyenangkan bagi gadis itu untuk berlari dari pohon ke pohon.


Dia menarik senyum panjang yang tidak bisa dilihat orang lain, ya memang karena dia memang sendirian.


Dia tidak berencana memberi tahu teman-teman bahwa dia juga akan ke Akademi. Biarlah menjadi kejutan yang menyenangkan.


Sesampainya dia didepan gerbang Akademi Bulan, dia memberikan surat rekomendasi yang kemarin dia dapatkan pada seorang penjaga.


Penjaga itu mengambil surat itu dan membacanya.


Surat Rekomendasi?


Anak ini anak yang di rekomendasi kan oleh Kepala Akademi?


"Silahkan masuk! Dan ambil nomor asrama disebelah kiri"


"...." Arya mengangguk dan kembali berjalan untuk mengambil nomor asrama.


Dia membuka nomor itu dan... Ternyata nomor 3, asrama sektor pedang.


Arya menggedik kan kepalanya dan langsung berjalan menuju asramanya.


Dalam satu asrama ada 4 lantai. Dalam satu lantai ada 5 kamar, dimana dalam satu kamar terdiri dari 6 tempat tidur.


Ketika Arya masuk sudah ada dua orang yang ada didalam kamar itu, dan ternyata! Ada...


"Hansel? Dia sudah sampai?" gumam lirih Arya menatap Hansel yang sedang membereskan Barang-barang nya.


"Hm? Ada yang masuk sini juga" ucap Hansel melirik Arya.


"Ah? Oh iya" jawab Arya dengan nada datar.


Hansel hanya mengangguk dan membiarkan Arya melewatinya untuk mengambil sebuah kasur.


Hm? Kasurnya lembut!


Bahkan ada penyimpanan juga dibawah kasurnya.


Canggih ngab


∘₊✧──────✧₊∘


Kediaman Rimson...


Delvan menunggu adiknya yang baru selesai bersiap-siap sembari mengancingkan pin bajunya.


(Kancing baju)


"Sudah?" tanya Delvan yang melihat adiknya keluar dengan pakaian seragam Akademi nya.


"Sudah!"


Delvan melihat sesuatu yang terjuntai dibelakang tubuh adiknya pun kembali bertanya


"Kamu memilih jurusan/sektor sihir?"


"Iya!"


Oh


Delvan mengeluarkan baru teleportasi dan langsung menuju ke Akademi Bulan.


"Arya bagaimana? Dia ikut?" tanya Emilly pada Delvan.


"Dia tidak ada kabar setelah kemarin memberi pesan"


"Pesan apa?"


"Dia tidak ingin diganggu dalam waktu dekat"


"Ah... Begitu"


〰〰〰


〰〰〰


〰〰〰


Jangan lupa tinggalkan jejak!!


akhirnya bisa juga keluar eps nya🥲, selamat membaca😁