The Tyrant Emperor's Cruel Princess

The Tyrant Emperor's Cruel Princess
ADA YANG PECAH!!!



Dikamar yang memiliki nuansa elegan dengan satu sudut yang memiliki sentuhan seperti corak batu permata dan juga beberapa jenis pedang untuk hiasannya. Meja dan sofa panjang terletak disamping jendela untuk bersantai, dan kasur king size yang berada di ujung ruangan dengan lampu dan mainan tergantung ditepi tiangnya.


Kenapa ada mainan? Karena Arya biasanya sulit jika ingin tidur jadi dia menggerakkan mainan yang berputar itu yang secara alami akan membuat dia mengantuk dengan sendirinya. Bunyi yang lembut membuat suasana damai


-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+


Haha...!!!


"Ibu! Kejar aku!! Haha!!"


"Sayang jangan lari, nak!? Nanti kamu jatuh!?"


"Haha! tidak, itu tidak akan!"


Arya memandang kearah dua manusia berbeda umur sedang berlari dan mengejar. Lagi-lagi dia bermimpi seperti ini.


Apa sih sebenarnya maksud mimpi ini?


Siapa gadis berambut perak dengan bola mata yang serasi dengan rambutnya itu?


Lalu, siapa wanita cantik itu?


Dia membutuhkan penjelasan?!


Dia tidak mungkin harus memimpikan hal semacam ini terus menerus kan?!


Arya melangkah maju, tapi belum sempat dia menggapai tubuh gadis kecil itu dia kembali dikejutkan dengan gadis itu yang tiba-tiba ambruk ditanah dengan digenangi darah yang berasal dari arah jantung. Bahkan tempatnya pun mulai berubah, dari yang semula adalah taman berubah menjadi ruangan tertutup yang bahkan tidak terlihat cahaya matahari sedikit pun hanya ada cahaya lampu yang redup.


Shock...


Hanya itu yang bisa menggambarkan tentang kondisinya saat ini.


Arya mundur beberapa langkah dan terus bergumam, bahkan tubuhnya bergetar tak berdaya.


Tidak...


Tidak mungkin...


Di-dia... Mati


Aku-aku, apa yang aku lakukan?


Tidak ini bukan salahku!


"Isal... Maaf... Maaf hiks... Maafkan ayah... Isal... Maaf... Hiks... kembalilah sayang... Ayah mohon... Hiks... Jangan tinggalkan ayah... ISABELLA!!!" Seru seorang pria barambut sama dan mata yang sama dengan gadis yang terluka tadi. Dia berlari entah dari mana dan langsung memeluk tubuh gadis itu, dia bersimpuh dilantai dan mengangkat kepala gadis itu. Arya bahkan mundur dengan tak percaya dan tersandung kebawah(ya iya lah kebawah ya kali keatas). Dia memandang pria itu dan mulai menangis tak tertahan.


"HAAAH! TIDAK!!!" Tiba-tiba Arya bangun sambil berteriak, bahkan air matanya sudah mengalir deras.


"Hah.. Hah... Hah... Sa-sakit... Hah... Ini menyakitkan.... Ukh..." Nafas Arya memburu kala tubuhnya tiba tiba merasakan sakit yang amat sangat menyiksa.


Tiba tiba dari arah dadanya yang terdapat tanda mawar itu bersinar dan mulai mengeluarkan deretan tulisan yang melilit sekujur tubuhnya, dari ujung kaki sampai ujung kepala.


Arya mencoba berdiri tapi sayangnya dia langsung ambruk ke lantai. Bahkan rasanya seluruh Mana yang ada ditubuhnya habis terkuras.





DHEG...


di sebuah desa kini terdapat seekor naga yang memporak-porandakan desa itu. Naga itu tidak memperdulikan teriakan dan tagisan dari para penghuninya dia sangat asik mengambil batu permata ganda yang tertanam dibawah desa itu. Ini adalah desa yang menjadi korbannya untuk yang kesekian kali. Dia melakukannya hanya untuk batu yang menjadi makananya. Ketika dia ingin meraup semua batu itu tiba tiba perasaannya tidak enak. Dia menengadahkan kepalanya keatas dan menatap langit, entah kenapa pikirannya kini sedang memikirkan Arya. Gadis kecil yang mengacaukan tidur nya. Anak dari orang yang membangunkan nya setelah ribuan tahun tertidur.


Apakah dia tidak apa-apa?


Kenapa perasaannya ada yang mengganjal?


Aku penasaran, apakah dia baik-baik saja?


Aku akan meninggalkan desa ini dahulu baru nanti aku akan datang lagi!


Dark mulai mengepakkan sayap besarnya dan terbang langsung kearah istana putri, istana malam. Saat dia baru sampai di jendela dia bisa merasakan hawa yang benar-benar tidak menyenangkan dari dalam kamar.


Sial, kutukannya akhirnya datang juga!?


Anak itu pasti sangat kesakitan!?


Dark mencoba mendekat tapi dia tiba-tiba terpental ke dinding hingga retak dan mengeluarkan seteguk darah hitam.


Sial, itu tidak bisa disentuh!?


Dasar para elf sialan!


Kenapa dia harus melakukan 'itu' pada keturunan anaknya sendiri?!


"Sa, sakit sekali! Ahk... Uhuk... Hah.... Hah... Ini menyakitkan"


Arya mencoba menahan tangisannya ketika dia merasa jantungnya seperti dihujam ribuan jarum. Rasa sakit yang bahkan tidak bisa digambarkan dengan rintihan dan juga tangisan. Jantungnya bahkan terasa diremas-remas dengan kuat.


Dark mencoba berdiri dan mengeram kesal. Dia tidak Terima jika dia terlempar cuma gara-gara kutukan.


Bisa-bisanya.....


"Hey, Arya?" Panggil Dark membuat Arya menoleh kearah nya. "Coba kamu tarik nafas buang" Ujarnya lagi.


Arya mengikuti perintah Dark. Dia menarik nafas lalu membuangnya dia terus melakukannya sampai tulisan-tulisan itu berangsur angsur menghilang.


Ketika tulisan itu benar-benar menghilang, Dark perlahan mendekati tubuh Arya, dia menyentuh bahu Arya tapi tiba tiba saja Arya langsung menerjang nya dan menangis. Dia benar-benar senang karena dia bisa melihat salah satu temannya yang sudah sangat lama tak dia lihat.


Dark yang tiba-tiba ditimbruk tubuh Arya tertegun dan mulai terhuyung kebelakang. Dia bisa mendengar suara isak kan dari arah perutnya. Dia entah mengapa merasa iba.


Pasti menyakitkan...


"Arya kau..." Dia mendorong pelan tubuh kecil di pelukannya. Dia memandang kedalam mata berair gadis itu dan sedikit menampilkan senyum.


"Hiks... Kau, tidak melihat apapun! Mataku hanya mengeluarkan air bukan menangis! Hiks...srotttt..." Ujar Arya sambil menyedot ingusnya dan menghapus air matanya.


Fuft..!!


Demi menjaga harga diri gadis itu Dark mati-matian menahan tawanya. Yah walau pun dia sering melihat orang menangis bahkan sampai kejang-kejang pun dia bisa menjaga wajahnya tetap cool, tapi ketika dia melihat gadis itu menangis entah kenapa bawaannya malah mau ketawa ngakak.


"Kau kemana saja naga B0d0h!?" Tanya Arya dengan nada ngegas.


"Aku hanya pergi untuk 'mencari' makanan" Jawab Dark mengalihkan pandangannya.


"Hah? Kau mencari makanan bukankah kau sering mencuri makanan ku?" Tanya Arya memiringkan kepalanya.


"Itu bukan mencuri tapi mengambil! H.a.n.y.a i.n.g.i.n m.e.n.g.a.m.b.i.l t.a.n.p.a a.d.a n.i.a.t.a.n b.u.a.t b.a.l.i.k.i.n Sedangkan aku pergi itu bukannya tanpa alasan tapi karena aku itu ingin menj-- hup" Dengan cepat Dark menutup mulutnya karena hampir kebablasan mengatakan kebiasaanya.


Arya tercengang mendengar penuturannya.


Apakah ini definisi kalau pencuri mengaku bakalan penuh penjara ya?!


Dasar tak tahu malu!!?


"Kamu!? Anjer, tak tau makasih anda ternyata" Ujar Arya yang kini tangannya hampir menonjok wajah rupawan Dark. Ketika sudah hampir sampai tapi Dark menghindar. Arya tahu itu jadi dengan cepat Arya mengangkat kakinya dan menendang 'barang keramat' milik Dark.


Buk... ceplok...


Dark merasakan sensasi campur aduk didaerah masa depannya dengan cepat jatuh bersimpuh sambil meringis tak tertahan.


Sialan, anak bi4d4b, sakit....!!!


"Eh, ada yang pecah tapi bukan telur apakah itu?!" Lihatlah wajah tanpa dosa Arya, dia mengatakan hal mengerikan dengan wajah polos itu, astaga...!?


Dark menatap Arya dengan tajam. Ingin sekali dia mencincang anak yang ada didepannya itu saat itu juga, tapi sayangnya barang miliknya sedang sekarat. Sumpah serapah dia lontarkan didalam hati untuk Arya.


Beda halnya dengan Arya dia tersenyum bangga atas kerja kerasnya. Dia tahu yang dibawah itu adalah kelemahan laki-laki? padahal dia tidak tahu bagaimana bisa benda kek gitu bisa bikin keturunan? memangnya diapain biar bikin anak? tapi itulah Arya kejam tapi polos!


$_$_$_$_$_$_$_$_$_$_$_$_$_$


jan lupa like Bosque?!


kali ini mungkin agak random jadi maklum aja yah masih pemula guys